
Vandra masih saja berdiam seorang diri dikursi taman. Tiba-tiba Vania dan Dinda datang mengejutkan, Vandra hanya bereaksi biasa saja dengan kejutan itu. Sadar Vandra sedang tak ingin bercanda, Vania dan Dinda bergegas duduk menemani Vandra.
"Lo kenapa? ko ekspresi lo datar gitu? ga kaget apa?" tanya Vania.
"Engga" Singkat Vandra.
"Ada ya orang dikagetin tapi ga kaget. Hebat banget lo"
"Pujian apaan sih itu, kamu kebanyakan makan deh Vani jadi pikiran kamu aneh gitu" oceh Dinda.
"Enak aja"
"Udah deh debatnya. Lagian kalian kenapa bisa tau aku disini?" Vandra bertanya balik.
"Taulah, mata gue kan cctv" canda Vania sembari tertawa.
"Bercandaan apa sih itu, gak jelas" lagi-lagi Dinda berkomentar.
"Lo kenapa sih? gue ngomong dikit aja komentar mulu, heran deh. Kelamaan jomblo nih" ledek Vania.
"Ih kamu yah, ga ada hubungannya sama jomblo kali. Lagian candaan kamu itu kegaringan tau ga? pasti kebanyakan makan berminyak nih, jadi susah mikir"
"Ngajak ribut ya lo"
"Ssstttt.. Stop. Kalian bisa berenti kan?" pinta Vandra mematap Dinda dan Vania bergantian.
"Dia tuh rese" keluh Vania.
__ADS_1
"Kamu juga" Dinda membalas.
Vandra menyandarkan tubuhnya dikursi taman sembari menghela nafas kasar. Dinda dan Vania saling menatap, kenapa dengan Vandra?.
"Van, lo kenapa? apa ada yang salah? kenapa sikap lo ga kaya biasanya" tanya Vania.
"Kayanya kisah cinta aku sama Randy berakhir. Ga ada lagi impian menjalanin hubungan yang selalu aku harapkan. Aku menolak perasaan Randy, dan entah kenapa aku ngerasa aku harus lakuin itu. Aku bilang sama Randy, kalau perasaan aku mulai goyah karna sosok lain. Aku ngerasa amat bersalah sama Randy, tapi mau bagaimana lagi. Sekalipun aku menerima Randy, belum tentu semua akan berjalan dengan semestinya" keluh Vandra bersedih.
"Jadi kamu mengakhiri perasaan kamu sama Randy?" Dinda memastikan dan dijawab anggukan oleh Vandra.
"Van, gue penasaran. Apa perasaan lo goyah sama itu Randy tuh karna Tuan kutub?" tebak Vania.
"Ya gue bukan sok tau atau mau ikut campur. Cuma gue ngerasa selama ini sosok laki-laki yang deket sama lo itu kan cuma Tuan Kutub. Apa lo mulai ada rasa sama Tuan Kutub?" Vania menambahkan.
"Iya Van, apa kamu mulai suka sama Tuan kutub?" Dinda ikut bertanya.
"Iya. Aku mulai jatuh cinta sama Mas Andra" jujur Vandra.
Vania menutup mulutnya dengan tangannya. Vania benar-benar terkejut mendengar alasan Vandra, tak disangka Vandra yang begitu mencintai Randy bisa merasa goyah dengan perasaannya. Namun berbeda dengan Dinda, Dinda tak merasa terkejut. Ia bahkan sudah menduga Vandra menyukai Andra semenjak Dinda berkunjung ke apartemen Vandra.
Saat itu Vandra begitu mengkhwatirkan Andra yang tengah pergi dengan perjalanan bisnisnya, Vandra bahkan terlihat gelisah menanti kabar Andra. Tak ingin berpikir jauh, Dinda hanya memendamnya seorang diri. Dan ternyata dugaanya benar, Vandra sekarang mengakui jika dirinya mulai menyukai Andra.
"Van, lo serius sama ucapan lo?" Vania merasa tak percaya.
"Aku serius Vani. Aku ga tau sejak kapan perasaan itu mulai ada, aku sejujurnya juga ga mau kaya gini. Aku sadar aku cuma istri sementara Mas Andra, tapi aku ga bisa melawan perasaan ini. Sekarang aku ga tau harus gimana, disatu sisi aku masih cinta sama Randy tapi disisi lain aku mulai jatuh cinta sama Mas Andra. Aku harus apa?" lirih Vandra.
"Berbelit banget ya kisah cinta lo. Gua jadi bingung harus komentar apa" bingung Vania.
__ADS_1
"Van, aku tau pasti berat menentukan perasaan kamu sekarang. Tapi kamu jangan merasa kamu ga pantes menyukai Tuan kutub, soal cinta itu rahasia. Ga ada yang bisa menebak dan menentukan kemana cinta itu berlabuh. Jangan terlalu dipikirin ya, aku yakin siapapun yang kamu cintai dan menjadi takdir hidup kamu, aku yakin itu yang terbaik untuk kamu" Dinda menenangkan.
"Tapi, gimana caranya aku menghadapi Mas Andra sekarang? aku takut, semakin aku terbiasa hidup sama dia semakin kuat perasaan aku sama Mas Andra. Dan, aku juga takut mengakiri pernikahan ini, rasanya aku mulai nyaman dengan status aku sebagai istri Mas Andra" Vandra mengeluh.
"Apa maksudnya sama ucapan kamu tadi?"
Tiba-tiba sebuah suara mengejutkan Vandra, Vania dan juga Dinda. Mereka bertiga menoleh kearah sumber suara itu, dan ternyata sosok itu adalah Randy. Randy menatap diam penuh tanya pada Vandra, ia masih terdiam mencerna setiap kata yang Vandra ucapkan pada Dinda dan Vania.
Vandra refleks terbangun dari duduknya menatap Randy. Bagaimana ini? apa Randy mendengar semua ucapannya pada Dinda dan Vania? lalu apa yang harus Vandra jelaskan tentang semuanya?.
Melihat ekspresi Randy yang begitu tak menyangka seolah mengukir jawaban kekecewaan atas apa yang Randy dengar. Vandra hanya pasrah dengan keadaan itu, sejauh apapun Vandra menutupi dan menyembunyikan semua rahasia pernikahannya pasti akan diketahui.
Randy membalikan tubuhnya kembali untuk berlalu pergi, sambil berjalan pelan Randy terus-menerus mencerna perkataan Vandra. Apa yang diucapkan Vandra itu benar? batin Randy tak percaya.
Vandra menatap kepergian Randy, ingin rasanya Vandra mengejar dan memberitahu Randy tentang semua yang terjadi. Tapi Vandra tak bisa melakukan itu, Randy pasti masih merasa terkejut dengan apa yang ia dengar. Saat ini Vandra akan membiarkan Randy dengan ketidakpercayaannya.
***
Didalam mobil Randy, ia masih saja menatap kosong karna pemikirannya. Randy menghela nafas kasar, kenapa rasanya begitu rumit menjalani kisah cintanya ini. Kenapa semua bisa bertolak belakang dengan keinginannya? dan kenapa disaat ia ingin menentang pernikahannya dengan Yasmin, hal yang mengejutkan datang dengan begitu mengecewakanya.
Randy memukul setir mobilnya berkali-kali, rasa amarah yang dirasakan hanya bisa ia luapkan pada sesuatu yang ada dihadapannya. Kenapa hidup harus tak seadil ini tuhan? aku hanya ingin hidup dengan dia, tapi kenapa begitu banyak hal yang menghalangi? kalau memang dia bukan jodohku lalu kenapa Kau ijinkan aku mencintainya?.
Randy menundukan kepalanya diatas setir mobil, ia benar-benar merasa kecewa teramat dalam. Bagaimana jika kenyataan membenarkan jika Vandra ternyata sudah menjadi istri oranglain? sejak kapan itu terjadi? dan bagaimana bisa Vandra menutupi semua itu darinya setelah pertemuan kembali mereka? Apa Vandra memang hanya ingin membalas sakit hatinya karna pernah Randy tinggalkan begitu saja? kalau memang seperti itu, Vandra benar-benar sudah berhasil menghancurkan perasaan Randy.
Lalu untuk apa kebersamaan mereka selama ini? Apa tak ada arti istimewa sedikitpun dihati Vandra? Bahkan sekarang tak ada lagi harapan dan semangat untuk mengejar apa yang Randy harapkan. Semua rasa, mimpi bahkan cinta menghancurkan gairah hidupnya.
***
__ADS_1