Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Pertemuan keluarga


__ADS_3

"Tapi kayanya kamu harus mengubur deh khayalan kamu itu. Soalnya Ayah aku ga bisa jadi kepala koki dirumah kamu nanti" ucap Vandra.


"Kenapa ga bisa? lo ga ngijinin?"


"Bukan itu. Tapi rencananya setelah menikah Tuan Muda Andra mau buka restoran khusus untuk Ayah sama Ibu" Vandra memberitahu.


"Serius lo?" Vania terkejut.


"Iya serius, itu yang dia bilang"


"Wah beruntungnya lo punya suami kaya dia, memikirkan membuka bisnis restoran untuk orangtua lo. Tapi..."


"Tapi apa?" Vandra tak mengerti.


"Dia bukan lelaki yang lo cinta. Coba aja dia orang yang lo cinta begitupun sebaliknya, pasti hidup lo bener-bener bahagia dan sempurna"


"Udah ah ga usah berpikir gitu. Lagian juga aku ga tertarik suka apalagi cinta sama dia. Cowo angkuh dan dingin kaya dia ga pantes dapetin aku" Vandra percaya diri sembari bercanda.


"Bener tuh"


"Makanannya datang" ucap Ayah Hadi sembari menatuh dua piring makanan dihadapan Vandra dan Vania.


"Wah keliatan enak nih Om" puji Vania.


"Ayah kenapa buat dua? aku kan ga minta dibuatin" ucap Vandra.


"Kamu juga harus makan, lagian ga mungkin kan Vania makan sendiri. Lebih enak makan bareng-bareng kan? Kalau gitu Ayah kedalam dulu. Kalian makan ya, Ayah mau siapkan makanan untuk pelanggan"


"Iya Yah"


"Makasih ya Om"


"Iya"


Vania langsung menyantap makanan yang sudah terlihat menggoda dihadapannya. Vandra yang melihat benar-benar merasa lucu dengan tingkah Vania, bisa-bisanya dia memilki hoby makan yang tak pernah membuatnya merasa takut karna berat badannya naik.

__ADS_1


***


Selepas kepulangan Vania, Vandra membantu Ibu Hani memasak didapur untuk menyiapkan makanan menyambut kedatangan keluarga Andra. Bebagai menu sudah dipersiapkan agar keluarga Andra merasa nyaman dengan jamuan yang disiapkan. Jam hampir menunjukan pukul 6 malam, itu artinya sebentar lagi keluarga Andra akan datang.


Vandra dan semua keluarga sudah bersiap menunggu kedatangan keluarga Andra. Vina yang tak pernah bertemu dengan Andra sebelumnya begitu merasa antusias, Vina benar-benar penasaran dengan sosok Andra yang diceritakan oleh keluarganya.


Tepat jam 7 malam keluarga Andra yang ditunggu datang. Andra, Tuan Tomy, Ibu Amira dan Arumi disambut hangat oleh keluarga Vandra. Mereka semua diminta duduk oleh Ayah Hadi dan Ibu Hani.


Malam itu Vandra begitu terlihat cantik, bahkan Om Tomy yang melihatnya sangat memuji kecantikan Vandra. Harus diakui, Andra saat itu juga memang mengakui kecantikan Vandra, namun karna sikap angkuhnya Andra hanya mematapnya sekilas tanpa memuji.


Vina datang membawa minum untuk keluarga Andra. Begitu terkejutnya Vina, ternyata Andra yang dimaksud itu Andra Wijaya. Bos dikantornya yang terkenal angkuh dan dingin. Vina tak bisa berkata apapun, sekalipun dia menjelaskan bahwa ia pegawai dikantornya tetap saja Andra tak akan mengenalnya. Vina duduk disamping Vandra sembari memperhatikan Andra, bagaimana bisa takdir mempertemukan adiknya bersama Andra, lelaki dingin dan Angkuh pada semua orang terutama wanita?.


Ayah Hadi memperkenalkan Vina dan Adit pada keluarga Andra, karna mereka baru pertama kali bertemu. Mereka lalu melanjutkan menyantap makan malam sebelum membicarakan maksud kedatangan keluarga Andra. Tak hanya teman-teman Vandra dan juga Andra, teryata Tuan Tomy dan Ibu Amira menyukai bahkan memuji masakan yang dibuat oleh orangtua Vandra. Orangtua Vandra merasa tersanjung mendapat pujian dari keluarga Andra.


Selesai menikmati makan malam, dua keluarga itu berkumpul diruang keluarga. Tuan Tomy memulai pembicaraan dengan maksud kedatangannya. Vandra menatap Tuan Tomy, apa kedatangan keluarga Andra ingin membicarakan tentang pernikahan?.


"Jadi begini Pak Hadi. Kedatangan saya dan keluarga datang kemari karna ada sesuatu hal yang ingin disampaikan. Maaf kalau seandainya hal ini mengejutkan, tapi saya tak sabar untuk mengatakan hal ini" ucap Tuan Tomy.


"Hal apa ya Tuan?" Ayah Hadi bertanya.


"Saya tidak enak memanggil seperti itu, bagaimana kalau saya panggil Pak Tomy saja"


"Saya tak masalah jika Pak Hadi ingin memanggil saya seperti itu. Sebenarnya saya datang kesini ingin membahas tentang pernikahan antara Andra dan Vandra. Saya ingin membahas waktu untuk kita melaksanakan pernikahan itu" Tuan Tomy menjelaskan.


Tepat dugaan Vandra, keluarga Andra datang untuk memastikan waktu pernikahan. Tapi kenapa harus secepat ini? gumam batin Vandra.


"Tiba-tiba sekali ya Pak. Saya sebagai pihak perempuan menghargai kedatangan dan maksud Pak Tomy dan keluarga. Tapi, apa pernikahan itu harus dilaksanakan dalam waktu dekat ini?" tanya Ayah Hadi.


"Saya menginginkan begitu. Saya sudah bicara dengan Andra dan juga istri saya, kalau pernikahan itu akan diadakan dalam waktu 1bulan kedepan. Bagaimana menurut Pak Hadi dan keluarga?"


Ayah Hadi memandang Bu Hani lalu Vandra. Keinginan Tuan Tomy menginginkan pernikahan terjadi bulan depan membuat kebingungan luar biasa pada Ayah Hadi. Ayah Hadi tak bisa memutuskan dan menyetujui hal itu, karna yang akan menikah bukan dirinya melainkan Vandra.


"Apa bulan depan itu terlalu cepat untuk Pak Hadi dan keluarga?" tanya Bu Amira.


"Pak Hadi dan keluarga tak perlu mengkhawatirkan tentang pengurusan dan biaya pernikahan yang akan terjadi. Serahkan semua pada kami, kami yang akan menghandle semuanya" Bu Amira menambahkan.

__ADS_1


"Bukan begitu Bu. Hanya saja, saya harus membicarakan hal ini dengan keluarga terutama Vandra. Karna yang akan menjalankan pernikahan nanti adalah Vandra, jadi saya harus membahas terlebih daluhu dengan Vandra" jawab Ayah Hadi.


"Baiklah. Saya dan keluarga akan menunggu kepastian Pak Hadi dan keluarga, saya harap Pak Hadi dan keluarga bisa menyetujui hal itu" Harap Tuan Tomy.


"Iya Pak Tomy, saya harap begitu"


"Dra, apa ada yang mau kamu sampaikan pada keluarga Vandra?" tanya Tuan Tomy pada Andra.


"Om, Tante. Saya harap Om dan keluarga terutama Vandra bisa menerima niatan baik keluarga saya. Tapi saya juga akan menghormati keputusan Vandra jika Vandra meminta waktu lagi untuk mengadakan pernikahan yang akan terjadi" ucap Andra.


"Iya Nak Andra. Maaf, jika Om meminta waktu untuk memastikan semuanya"


"Tidak apa-apa Om. Sebagai seorang Ayah pasti Om akan mengutamakan perasaan dan pendapat Vandra terlebih dulu. Dan saya menghargai itu Om"


"Terimakasih Nak Andra atas pengertiannya"


"Iya Om"


Ayah Hadi tersentuh dengan ucapan Andra. Semoga Andra benar-benar bisa menjadi lelaki dan calon suami yang baik untuk Vandra. Harap Ayah Hadi.


"Kalau begitu saya dan keluarga pamit, karna malam sudah mulai larut. Saya berterima kasih karna Pak Hadi dan keluarga sudah menyambut kedatangan saya dan keluarga dengan baik, saya harap kedepannya akan jauh lebih baik dari ini" ucap Tuan Tomy.


"Iya Pak Tomy, saya harap juga begitu" Jawab Ayah Hadi.


"Bu Hani saya pamit ya, terima kasih untuk jamuan makanannya. Sangat enak dan saya sangat menikmati" pamit Ibu Amira.


"Terimakasih bu, maaf kalau tempat dan makanannya kurang berkenan"


"Tidak sama sekali Bu. Vandra, Vina dan adik kecil, Tante pamit pulang ya. Sampai ketemu lagi"


"Iya Tante"


"Ayo Pah, Andra, Arumi kita pulang" ajak Ibu Amira.


Ayah Hadi, Ibu Hani dan Vandra mengantar kepulangan keluarga Andra sampai kedepan rumah. Vandra menatap kepergian keluarga Andra, Vandra seketika berpikir, apa yang harus Vandra jawab jika Ayah Hadi menanyakan soal waktu pernikahan yang akan terjadi bulan depan.

__ADS_1


***


__ADS_2