Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Perasaan bahagia


__ADS_3

Vandra sudah menyibukan diri menyiapkan sarapan pagi untuknya dan juga Andra. Sambil menunggu Andra bersiap keluar dari kamar, Vandra membuat secangkir teh yang selalu dihidangkan setiap sarapan pagi. Dengan senyuman bahagia Vandra menaruhnya diatas meja. Dan tak lama Andra datang mengampiri Vandra, tanpa merasa malu dan canggung Andra memeluk Vandra dari belakang. Aroma tubuh Vandra yang begitu lembut seakan membuat gairah Andra sedikit terpancing.


"Istri Mas wangi banget" puji Andra sembari mencium punggung Vandra.


"Geli Mas. Udah ah, ayo sarapan dulu. Nanti telat masuk kantor lho" Vandra mengingatkan.


"Iya sayang"


Andra membalikan tubuh Vandra untuk berhadapab dengannya. Sambil tersenyum Andra dengan cepat mencium bibir Vandra sekilas. Mendapat hal seperti itu membuat Vandra sedikit terkejut.


"Mas genit banget sih, mulai hoby ya cium aku tiba-tiba gitu" komentar Vandra.


"Tapi kamu suka kan?" goda Andra.


"Udah ah kita sarapan dulu" Vandra mengalihkan.


Vandra dan Andra sesekali saling menatap bahagia. Pengakuan yang mereka ungkapkan semalam seakan menjadi sebuah rasa bahagia yang tak terkira. Disela sarapan, Andra yang merasa penasaran dengan sosok Randy tiba-tiba membahas tentang kedekatan Vandra dengan Randy.


"Ada yang mau Mas tanyain sama kamu"


"Soal apa Mas?"


"Apa kamu masih deket sama laki-laki itu?" tanya Randy.


"Maksud Mas itu Randy?" tebak Vandra. Vandra dengan cepat bisa menangkap jika lelaki yang Andra maksud itu adalah Randy, karna Vandra pun merasa lelaki yang dekat dengannya hanyalah Randy seorang.


"Iya"


"Hubungan aku sama Randy mulai berjarak Mas, apalagi semenjak Randy tau kalau aku udah menikah. Sejujurnya aku ngerasa bersalah sama Randy Mas, karna aku ga jujur dari awal tentang pernikahan aku sama Mas. Aku cuma pikir, mungkin saat pernikahan kita ini selesai aku akan mengungkapkan semuanya sama Randy, tapi pemikiran aku itu berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi sekarang" ucap Vandra.


"Apa ada rasa penyesalan dalam diri kamu, karna sekarang ternyata perasaan kamu berpaling sama aku?" tanya Andra.


"Ga ada rasa penyesalan sama sekali yang aku rasain Mas. Aku percaya, mencintai kamu pasti salah satu takdir yang harus aku jalani. Dan aku juga percaya, siapapun yang akan aku cintai dan hidup bersama aku, pasti dia adalah lelaki terbaik untuk aku. Dan aku rasa pemenang takdir hidup aku itu adalah kamu" Vandra menjawab dengan yakin.


Andra memegang tangan Vandra, kata-kata Vandra seakan membuatnya semakin terlena mencintai Vandra.


"Terimakasih ya, kamu udah hadir dihidup Aku" Andra bersyukur.


"Iya Mas, aku juga berterimakasih untuk cinta dan kasih sayang Mas untuk aku"


Andra dan Vandra saling melempar senyum satu sama lain. Rasanya tak terduga, pernikahan yang semula hanya berawal karna kesepakatan bisa berubah menjadi sebuah pernikahan nyata yang penuh cinta dan bahagia.


"Tapi Mas, aku mau ijin sesuatu sama kamu boleh ga?" Tanya Vandra.


"Ijin apa?"

__ADS_1


"Aku mau menjelaskan semua yang terjadi sama Randy tentang permasalahan dan pernikahan rahasia kita Mas. Aku cuma mau jujur sama Randy, aku ga mau terus menerus merasa bersalah karna harus membohongi Randy untuk menutupi semuanya. Ga apa-apa kan Mas?"


"Iya. Kamu boleh menjelaskan semuanya sama Randy, Mas percaya sama kamu. Sebagai sesama lelaki, Mas juga mengerti perasaan Randy seperti apa. Semoga Randy bisa menerima ya"


"Makasih ya Mas buat kebaikan hati kamu"


"Iya sayang"


Selesai sarapan, Andra dan Vandra bersiap untuk pergi menuju tujuan mereka masing-masing.


"Kamu mau Mas antar ke kampus?" Andra menawarkan diri melihat Vandra yang tengah bersiap pergi juga.


"Ga usah Mas. Nanti kalau ada yang liat kita gimana? nanti jadi pemberitaan lagi, lagian juga kan ada Pak Anton yang antar" tolak Vandra halus.


"Kamu pengertian banget. Aku janji, suatu hari nanti saat pernikahan kita ini diketahui banyak orang, Mas akan antar kamu kemanapun kamu pergi, biar semua orang tau kalau kamu itu punya aku" janji Andra.


"Iya Mas. Ya udah kita pergi"


"Tunggu dulu" Andra menghentikan.


"Ada apa Mas"


"Ada yang kamu lupai lho"


Cup....


Andra mengecup kening Vandra. Vandra tersenyum manis menerima perlakuan itu, rasanya Andra seperti orang yang baru merasakan cinta lagi sampai harus mengekspresikannya seperti itu.


"Ayo pergi" ajak Andra mengandeng tangan Vandra menuju basement.


***


Semua karyawan begitu merasa terheran dengan sikap Andra yang begitu ramah dan tersenyum saat berpapasan dengan setiap karyawan yang bertemu dengannya. Bahkan ada beberapa karyawan yang saling berbisik karna merasa terheran dengan hal itu.


"Gue ga salah liat kan? itu Tuan Andra kan? tadi dia senyum sama kita?" ucap Seorang karyawan pada temannya.


"Apa Tuan Andra lagi bahagia ya, karna ternyata pacara rahasianya akhirnya diketahui publik?"


"Bisa jadi. Beruntungnya tuh cewe, pasti dia spesial buat Tuan Andra sampai Tuan Andra bisa berubah kaya gitu. Nyaris jarangkan Tuan Andra senyum sama setiap karyawannya"


"Bener tuh. Semoga aja moodnya selalu bahagia seperti itu"


"Semoga ya"


"Hehhm.." sebuah suara terdengar dibelakang dua karyawan yang membicatakan Andra.

__ADS_1


Mereka berdua membalikan tubuhnya bersamaan. Tak diduga ternyata Sekertaris Riko mendengar semua percakapan mereka berdua.


"Daripada kalian bergosip lebih baik kalian selesaikan perkerjaan kalian" perintah Sekertaris Riko.


"Baik Pak"


***


Tak disangka sebuah berita besar sampai diteliga Vandra saat tiba dikampus. Vandra seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar, apa pemberitaan soal Randy itu benar? merasa penasaran, Vandra bergegas menghampiri Dinda dan Vania yang tengah berbincang dibangku taman.


"Hai" sapa Vandra.


"Hai, akhirnya yang ditunggu dateng" ucap Dinda.


"Eh Van, lo udah denger soal berita tentang Randy ga?" Tanya Vania namun Dinda menyentuh tangan Vania agar Vania tak membicarakan hal itu.


"Apa sih Din" bisik Vania.


"Iya udah. Emang berita itu bener?" Vandra memastikan.


"100% keakuratan beritanya benar"


"Van kamu jangan terlalu percaya dulu ya sama ucapan Vania sama orang-orang, lebih baik kamu tanya soal itu dulu sama Randy" saran Dinda pada Vandra, Dinda tak ingin Vandra terluka.


Vandra tersenyum mendengar ucapan Dinda, Dinda pasti mengira jika Vandra masih berharap dan menyimpan perasaan pada Randy.


"Aku ga perlu memastikan apapun soal berita itu Din, sekalipun berita itu bener buat aku ga masalah. Sekarang perasaan aku bukan untuk Randy lagi, jadi aku ga peduli lagi tentang apapun soal Randy. Mungkin wanita pilihan Randy sekarang jauh lebih baik dari aku" Vandra menjelaskan.


"Jadi lo bener-bener jatuh cinta sama Tuan kutub?" Vania memastikan.


"Iya. Dan cinta aku juga terbalaskan"


"Wih, Takdir bener-bener ga bisa ditebak. Sumpah, gue ga nyangka" Vania tak percaya.


"Aku seneng sama kenyakinan perasaan kamu sekarang. Aku harap Tuan kutub bisa menjadi lelaki yang terbaik untuk hidup kamu" harap Dinda.


"Makasih ya Din untuk doanya" ucap Vandra.


"Tapi gue ikut seneng deh. Ya walaupun gue masih ga percaya tapi gue yakin kalau Tuan kutub orang pantas buat lo" Doa Vania.


"Aamiin, makasih doanya Vani"


"Iya"


***

__ADS_1


__ADS_2