
Sesampainya diapartemen Vandra menaruh barang yang ia bawa diatas meja. Vandra juga menyiapkan kue tart yang diberikan Ayah Hadi dan Ibu Hani untuk diberikan pada Andra saat ia pulang nanti. Selesai menata, Vandra bergegas menuju kamarnya untuk membersihkan diri dahulu.
Tepat pukul 6malam Andra tiba diapartemen. Rasa terkejut tak bisa Andra hindarkan, Vandra berdiri sambil membawa kue tart yang dihiasi lilin didepannya. Andra tak menyangka akan mendapat hal seperti itu dihari ulangtahunnya terutama dari Vandra.
"Selamat ulangtahun Mas" Vandra menghampiri Andra.
"Ayo tiup lilinnya" pinta Vandra.
Tanpa berlama Andra menipu lilin diatas kue tart yang Vandra bawa.
"Maaf ya aku terlambat ucapin sama kamu. Aku berdoa semoga kamu selalu bahagia dan semua yang kamu harapkan bisa terwujud" doa Vandra.
"Makasih ya"
"Iya. Aku juga punya hadiah untuk Mas" Vandra meraih tangan Andra menuju sofa.
Vandra menaruh terlebih dulu kue tart diatas meja, ia lalu menyerahkan hadiah yang ia beli untuk Andra.
"Ini, semoga Mas suka ya" Vandra menyerahkan.
"Apa ini?" tanya Andra.
"Mas buka aja"
Andra membuka hadiah yang disiapkan oleh Vandra. Andra tersenyum membuka hadiah dari Vandra, sejujurnya apapun hadiah yang Vandra berikan pasti akan Andra terima dengan senang hati.
Vandra membalas senyuman Andra. Vandra merasa lega karna ternyata Andra menyukai hadiah yang ia siapkan. Sejujurnya Vandra tak menyangka dengan apa yang ia lakukan, memberikan hadiah dan juga mengucapkan selamat ulangtahun pada Andra seperti ini seakan menggangap pernikahan yang mereka jalani seolah seperti pernikahan nyata.
"Mas suka, Makasih ya untuk hadiahnya" ucap Andra.
"Iya Mas"
__ADS_1
Karna jarak duduk diantara mereka bergitu dekat, Andra tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada Vandra. Vandra hanya diam mematung menatap Andra, tak ada penolakan atau rasa tak nyaman saat itu. Dan wajah diantara mereka pun semakin dekat. Andra seketika mencium bibir Vandra dengan lembut, bibir Vandra yang begitu manis menjadi candu untuk Andra. Semakin lama ciuman itu menjadi mengebu, Vandra yang sudah terlanjur terjebak dalam hal itu tanpa menolak membalas ciuman Andra untuk mengimbanginya.
Cukup lama mereka berciuman mesra sampai akhirnya Andra mengendong Vandra menuju kamarnya. Andra menidurkan Vandra dengan perlahan, sambil tersenyum Andra lalu mencium bibir Vandra kembali dengan buasnya. Andra bahkan mulai membuka sehelai pakaian Vandra dan juga miliknya. Dan malam itu mereka melakukan hubungan indah kembali untuk kedua kalinya.
Selesai melakukan kegiatan panas, Andra dan Vandra saling memeluk satu sama lain sambil bersandar disandaran kasur. Sejujurnya Vandra merasa jantungnya berdegub kencang, walau ini hal kedua kali yang Vandra dan Andra lakukan tapi bagi Vandra ini adalah hal pertama karna Vandra sadar dan terlena untuk melakukannya.
"Maaf ya untuk pemberitaan yang terjadi. Aku ga tau kalau Vivi akan nekat lakuin itu" Andra memilai obrolan.
"Sebenernya Vivi itu siapa kamu Mas?" Vandra penasaran. Selama menjalani pernikahan dengan Andra, Vandra memang tak pernah mencari tau apalagi bertanya soal Vivi pada Andra.
"Dulu dia cinta pertama Aku, Dulu dia juga menolak Aku dan pergi sama oranglain. Aku ngerasa hancur saat itu, ga ada semangat ataupun berharap lagi jatuh cinta. Sampai akhirnya Aku harus terjebak menikah sama kamu, tapi Aku mulai nyaman dengan keadaan ini"
"Maksud Mas nyaman dengan keadaan ini apa?" tanya Vandra sambil menatap Andra.
"Aku rasa, Aku jatuh cinta sama kamu" ungkap Andra.
Vandra seakan tak percaya dengan ucapan Andra. Apa benar yang dikatakan Andra?.
"Aku yakin. Sejujurnya banyak hal yang mau Aku ungkapin sama kamu"
"Apa itu?"
"Aku pikir awalnya aku hanya menganggap kamu sebagai pelampiasan kekosongan aku selama ini, tapi semakin Aku rasain semakin nyata perasaan ini buat kamu. Aku juga minta maaf, diawal pernikahan Aku merenggut mahkota kamu tanpa meminta ijin dan terkesan memaksa kamu. Saat itu Vivi menjebak Aku meminum obat perangsang, aku yakin saat itu Vivi ingin memiliki aku seutuhnya. Tapi untungnya aku sadar akan hal itu, sampai akhirnya aku ingat kamu dan melampiaskan semuanya sama kamu. Maaf aku terlambat ungkapin ini semua" Andra menjelaskan.
"Kamu tau ga Mas? waktu kamu melakukan itu, hati aku hancur-sehancurnya. Aku ngerasa dunia aku runtuh, mahkota yang selama ini aku jaga dengan baik harus aku relakan untuk orang yang ga pernah aku cintai. Tapi setelah waktu berlalu, aku pikir itu semua juga kewajiban aku dan aku pasrah akan hal itu. Aku coba untuk lupain itu, tapi ternyata kejadian itu terulang lagi sekarang"
"Kamu menyesal melakukan kejadian terulang ini?" Tanya Andra.
Vandra tersenyum menatap Andra.
"Aku ga menyesal Mas. Justru aku merasa lega"
__ADS_1
"Lega?"
"Iya. Ternyata Mas menyimpan perasaan juga sama aku, akhir-akhir ini aku selalu takut dan bingung dengan perasaan aku. Rasanya aku mau Mas tau apa yang aku rasain, tapi aku ga berani ungkapin itu. Karna aku ngerasa aku hanya istri sementara dan pernikahan yang kita jalani ini juga hanya pernikahan sesaat, aku sadar diri akan hal itu Mas" jujur Vandra.
Andra memeluk erat Vandra. Rasanya begitu membahagiakan bisa merasalah jatuh cinta lagi.
"Mulai sekarang kita jalani pernikahan ini dengan serius ya. Jangan pernah berpikir lagi tentang kesepakatan pernikahan ini. Semua yang terjadi anggap saja sebagai jalan takdir kita untuk bersama" pinta Andra.
"Lupakan sisa waktu kesepakatan kita bersama menjalani pernikahan ini, kita lanjutkan sampai waktu pernikahan kita menua nanti" Andra menambahkan.
"Mas serius sama ucapan Mas?" Vandra bertanya karna tak percaya.
"Iya"
"Tapi apa Mas ga malu punya istri seperti aku?"
"Kenapa malu? kamu wanita yang cantik dan punya hati yang baik, buat aku itu cukup menyakinkan kamu menjadi istri terbaik untuk aku" Yakin Andra.
"Tapi Mas. Pernikahan rahasia ini gimana? apa kita akan menjalani pernikahan seterusnya seperti ini?"
"Kamu sabar ya. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk memberitahu semua orang tentang pernikahan kita. Yang terpenting sekarang, kamu percaya sama aku. Jangan pernah percaya dengan apapun yang orang nilai tentang aku, kamu mengerti?"
"Iya Mas"
"Dan soal Vivi, aku akan selesaikan itu secepatnya. Kamu harus kuat dan semangat ya, pasti ga akan mudah menghadapi hal yang akan terjadi nanti. Apalagi Oma yang masih belum merestui kita, aku minta kamu dan aku berjuang bersama ya" pinta Andra.
"Iya Mas"
Pelukan itu semakin erat mereka rasakan. Andra dan Vandra saat ini merasa lega karna bisa mengungkapkan perasaan mereka satu sama lain. Semoga perjalanan awal perasaan mereka ini akan menjadi hal yang baik untuk hidup mereka.
***
__ADS_1