Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Kesedihan Ayah dan Ibu


__ADS_3

"Van kenapa kamu diem? kamu ga mau kasih tau aku ya?" ucap Yasmin.


"Bukan gitu, aku juga ga tau siapa cinta pertamanya Randy. memang kita udah berteman lama, tapi kalau untuk soal itu aku bener-bener ga tau Yas" bohong Vandra.


"Padahal aku berharap banget lho kamu tau, tapi ya udah lah yang terpenting sekarang Randy itu calon tunangan aku. Oh iya, ngomongin soal itu aku mau undang kamu sama temen-temen kamu ke acara pertunangan aku nanti sama Randy. Kamu dateng ya" pinta Yasmin.


"Memang acaranya kapan?"


"Besok malam, please dateng ya" mohon Yasmin.


"Aku usahakan ya"'


"Bener ya kamu usahain, pokoknya nanti aku kasih alamat tempatnya dan juga aku tunggu kedatengan kamu"


"Iya"


Entah kenapa hari itu Vandra merasa ada sesuatu yang salah. Perasaannya seolah merasa tak tenang, bahkan rasa tak tenang itu tertuju pada kedua orangtuanya. Walau jadwal kuliah hari itu selesai sampai sore , tapi karna perasaan Vandra yang masih merasa tak tenang membuat Vandra memutuskan untuk menjenguk ayah dan Ibu. Vandra ingin memastikan keadaan mereka seperti apa.


Saat tiba didepan rumah Vandra merasa curiga dengan mobil yang tak asing terparkir didepan rumah Ayah dan Ibu. Tak ingin berpikiran lebih, Vandra bergegas memastikan pemilik mobil yang membuatnya curiga.


DEG.....


Tepat dugaan Vandra, mobil yang ia curigai ternyata memang benar milik Oma Mira. Vandra dengan cepat berlari kecil untuk memastikan keadaan Ayah dan Ibu. Terluka dan sakit hati, itu yang Vandra rasakan saat melihat Oma Mira yang tengah memaki Ayah dan Ibu dengan ucapan yang begitu menusuk hati.


"Cukup Oma" ucap Vandra dengan nada penuh penekanan.

__ADS_1


Oma Mira, Ayah Hadi dan Ibu Hani menatap kearah Vandra berdiri secara bersamaan. Perlahan Vandra mulai menghampiri untuk membela kedua orangtuanya.


"Vandra" lirih Ibu Hani.


"Ayah, Ibu. Bisa tinggalkan aku sama Oma? aku mohon" Vandra memelas.


Ayah Hadi dan Ibu Hani menuruti keinginan Vandra dan pergi meninggalkan Vandra berdua dengan Oma Mira.


"Untuk apa Oma kemari?" tanya Vandra serius.


"Untuk menyadarkan keluarga kamu bahwa kalian itu tak pantas ada keluarga kami"


"Lalu apa pantas juga Oma datang kesini memaki keluarga aku? apa Oma ga merasa rendah diri dan malu dengan status dan kasta Oma berprilaku seperti itu? aku berusaha untuk tetap menghargai Oma, tapi semakin aku menghargai Oma semakin Oma bersikap sesuka hati seperti ini. Sebenarnya apa yang Oma mau?" ungkap Vandra.


"Berani sekali kamu bicara seperti itu. Saya semakin yakin kamu memang tak pantas untuk Andra"


"Kalau kamu sadar hal itu kenapa kamu harus berpura-pura bodoh seakan kamu gak mengerti apa-apa. Dari awal saya memang tak merestui kamu, saya memang sudah bisa menebak kalau kamu itu hanya memanfaatkan Andra saja" bentak Oma.


"Terserah apapun itu yang Oma pikirkan, aku ga peduli Oma. Jujur, aku merasa benar-benar kecewa dengan sikap Oma kali ini. Aku masih bisa terima Oma memaki bahkan mempermalukan aku dihadapan oranglain, tapi aku ga bisa terima Oma mulai mengusik keluarga aku. Kalau memang Oma menginginkan pernikahan aku berakhir, seharusnya Oma mendesak Mas Andra. Bukannya terus-terusan menekan kehidupan aku seperti ini" ungkap Vandra meluapkan kekesalannya.


"Dan satu hal lagi Oma, aku bisa aja mengundang semua media untuk mengungkapkan yang sebenarnya. Tapi aku sadar Oma, aku akan membuat Mas Andra dan keluarga Wijaya dalam masalah. Seharusnya Oma sadar dan pikirkan akibat yang Oma lakukan ini. Perlu Oma ingat, Jangan salahkan aku, kalau suatu saat nanti aku mengacaukan semuanya" ancam Vandra.


"Punya keberanian apa kamu sampai sejauh ini? Apa karna kamu merasa punya Andra dipihak kamu? begitu? Percuma, semakin kamu mempertahankan pernikahan kamu semakin kuat keinginan saya untuk menghancukan pernikahan itu" Emosi Oma Mira.


Vandra tersenyum sinis melihat Oma Mira.

__ADS_1


"Aku sadar Oma, kesalahan aku hanya satu. Dan kesalahan itu karna aku terlahir dari keluarga biasa. Aku yakin, kalau Vivi diposisi aku seperti ini Oma pasti juga akan melakukan hal yang sama. Tapi kenyataannya Vivi terlahir dari keluarga kaya, kalau aku pikir Oma memang ga salah. Berpikir realiatis soal materi untuk kehidupan Mas Andra, tapi apa Oma bisa menjamin Mas Andra akan memilih Vivi setelah Mas Andra melepaskan aku?" ucap Vandra membuat Oma Mira terdiam.


"Kenapa Oma ga jawab? Oma sendiri ga yakin kan soal itu? Oma, aku ga pernah membenci Oma. Aku tau, hal yang Oma lakukan ini untuk Mas Andra. Tapi ga semua yang Oma pikirkan dan inginkan sesuai dengan apa yang Mas Andra mau. Lebih baik sekarang Oma pulang, aku ga mau dianggap sebagai orang yang begitu menentang orangtua. Maaf kalau ucapan aku menyakiti, aku cuma mau mengungkapkan apa yang aku rasain"


"Dan soal pernikahan aku dan Mas Andra, Oma ga perlu khawatir. Aku akan selesaikan itu, tapi aku ga bisa janji selesaikan itu tanpa persetujuan Mas Andra. Silakan Oma pergi, dan aku minta jangan pernah datang kesini lagi" pinta Vandra.


Vandra pergi meninggalkan Oma Mira. Vandra lalu bergegas masuk untuk menemui Ayah Hadi dan Ibu Hani, Saat ini pasti perasaan mereka tengah terluka. Sejujurnya Vandra merasa jauh lebih bersalah dan juga merasa bimbang. Ayah Hadi dan Ibu Hani pasti akan meminta penjelasannya dengan apa yang terjadi sebenarnya.


"Ayah, Ibu" panggil Vandra duduk dihadapan Ayah dan Ibu.


Ibu Hani yang tengah menangis segera menghapus airmatanya. Melihat Ibu, Vandra semakin merasa bersalah. Apa sikapnya menyembunyikan penolakan Oma padanya selama ini salah?.


"Maaf Yah, Bu. Maaf karna Kalian harus merasa terluka seperti ini" sesal Vandra.


"Van. Jujur sama Ayah dan Ibu, apa pernikahan kamu ini benar-benar membuat kamu terluka? Ayah ga menyangka, ternyata pemikiran Ayah selama ini salah. Ayah kira kamu bahagia dan semua keluarga Nak Andra menerima kamu. Tapi nyatanya, kamu harus merasa terluka dan tersakiti selama ini karna penolakan keluarga Wijaya. Kenapa kamu harus menutupi ini dari kami?" tanya Ayah Hadi.


"Dan yang membuat Ayah semakin sedih, ternyata wanita yang diberitakan dengan Nak Andra itu adalah wanita yang akan dinikahkan dengan Nak Andra. Lalu untuk apa pernikahan kamu dengan Nak Andra selama ini? semakin Ayah pikirkan semakin Ayah sadar kalau sampai kapanpun kamu ga akan pernah dianggap sebagai istri Nak Andra dihadapan siapapun" ungkap Ayah Hadi.


Ayah Hadi terdiam sesaat, emosi dan kekecewaan dengan apa yang terjadi membuat Ayah Hadi tak bisa menahan airmatanya.


Mendengar ucapan Dan tangisan Ayah Hadi, membuat Vandra berusaha kuat dan menahan airmatanya agar tak terjatuh. Ia tak ingin terlihat lemah dan tak berdaya, Ayah dan Ibu yang sudah Vandra anggap sebagai sumber kekuatannya tengah melemah. Jangan sampai kekuatan itu semakin melemah jika Vandra tak bisa menunjukan ketegarannya.


"Tinggalkan Nak Andra" Pinta Ayah Hadi serius.


Ibu Hani dan Vandra menatap tak percaya dengan apa yang Ayah Hadi katakan.

__ADS_1


***


__ADS_2