Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Acara perusahaan


__ADS_3

Malam ini adalah malam diadakannya acara ulangtahun perusahan Wijaya yang 35 tahun. Kolega bahkan keluarga Wijaya berkumpul untuk merayakannya disalah satu hotel ternama. Vandra terpaksa ikut hadir diacara itu tanpa didampingi Ayah, Ibu dan juga Adit. Walau sebenarnya Vandra tak ingin menghadirinya tapi Vandra akan sangat bersalah jika sampai melukai perasaan Papa Tomy karna tak hadir diacara itu.


Vandra hanya terduduk sendiri disalah satu tempat meja tamu, Vina yang menemani sekaligus juga sebagai karyawan Wijaya group saat itu tak bisa menemani Vandra karna ia tengah berbincang dengan teman-temannya. Vandra sedikit merasa sedih sekaligus merasa gugup karna ini adalah pertama kalinya ia hadir diacara penting untuk perusahaan milik Andra. Tak tau harus berbuat apa, Vandra hanya menikmati makan dihadapannya sembari memainkan handphonenya.


Sesekali Vandra juga memandangi Andra dari jarak jauh yang tengah berbincang dengan kerabat bisnisnya. Kala Vandra tengah fokus dengan tatapannya, sosok Vivi tiba-tiba datang menghampiri duduk disamping Vandra.


"Kasian banget ya nasib Lo" ejek Vivi membuat Vandra menoleh kearah Vivi dengan tatapan tak suka.


"Kenapa? gak suka ya gue ledek?" tantang Vivi.


"Lagian gue heran deh sama Lo. Lo tuh dinikahin Andra tapi sayangnya jati diri Lo gak dianggap disini. Kalau gue jadi Lo, gue sih mending rebahan cantik aja dirumah daripada disini gak dianggap keberadaanya"


Vandra sejujurnya ingin menampar Vivi saat itu juga. Rasa amarah yang Vandra rasakan seakan menemui titik sasaran untuk meluapkannya. Tapi Vandra mencoba menahannya, ia tak ingin mengacaukan acara perusahaan Andra hanya karna emosinya sesaat.


"Setau aku, kamu itu lulusan luar negri kan?" tanya Vandra.


"Iya. Kenapa? lo iri ya?" Bangga Vivi.


"Bukannya iri. Cuma aku menyayangkan aja sama kebanggan kamu itu. Setau aku sih, orang yang punya pendidikan bagus apalagi lulusan luar negri itu biasanya punya attitude dan cara bicara yang baik. Tapi kenapa aku jadi ragu ya sama kebanggaan kamu itu, kamu yakin kamu lulusan luar negri?" Vandra berbalik mengejek Vandra.


Vivi berbalik kesal pada Vandra, rasanya ingin sekali menjambak rambut Vandra dan berkelahi saat itu juga. Tapi Vivi tak bisa melakukan itukarna tak ingin mendapat masalah yang serius. Tak ingin terbawa emosi, Vivi pun dengan cepat pergi dari hadapan Vandra.


Vandra mencoba menahan airmatanya keluar, rasanya amat sakit mendengar ucapan Vivi. Sejak awal kedatangan Vivi, ingin sekali Vandra pergi namun Vandra harus tetap bertahan dan terlihat kuat dihadapan Vivi. Tak berselang lama Dino datang menghampiri Vandra, sebenarnya Dino sudah lama mencari keberadaan Vandra atas permintaan Andra untuk menemani dan menjaga Vandra tapi Dino baru bisa menemukan Vandra saat itu.


"Hai" sapa Dino sembari duduk disamping Vandra.


"Hai Ka"


"Kamu duduk sendirian aja?"


"Iya Ka. Kebetulan Ka Vina lagi sama rekan kerjanya jadi aku duduk sendirian deh"


"Kamu udah makan?"


"Udah Ka"


"Ada lagi yang mau kamu makan? biar Kaka ambilin" Dino menawarkan.

__ADS_1


"Ga ada Ka"


"Atau kamu butuh sesuatu? bilang aja sama Kaka"


"Gak ada Ka. Makasih ya untuk perhatiannya"


"Iya"


Andra yang tengah berbincang dengan kolega bisnisnya sesekali memperhatikan Vandra tanpa Vandra sadari. Bahkan Vandra pun mengetahui jika Vivi datang menghampiri Vandra, hal itu sudah bisa Andra duga sebelumnya. Dan karna hal itu Dino diminta Andra untuk menjaga dan juga menemani Vandra. Tapi ada rasa penasaran dibenak hati Andra, sebenarnya hal apa yang diucapkan Vivi pada Vandra?".


Tatapan Andra seketika teralihkan ketika Revan salah satu rekan bisnisnya menanyakan kabar soal tentang pernikahan Andra. Andra tersenyum mendengar hal itu, wajar siapapun menanyakan hal itu karna saat ini pernikahan Andra sudah bukan rahasia lagi walau semua orang belum mengetahui jati diri Vandra.


"Sampai kapan kamu menyembunyikan istri kamu? jujur, saya penasaran dengan sosok wanita yang mampu meluluhkan hati kamu" ucap Revan.


"Saya pasti akan mengenalkan istri saya pada Anda termasuk juga publik" jawab Andra.


"Wanita seperti apa dia?"


"Yang pasti dia sangat cantik dan juga memilki hati yang baik" puji Andra dengan bangga.


"Anda terlihat bahagia memiliki dia"


"Saya harap Anda dan istri akan terus bersama" doa Revan.


"Terimakasih untuk doa Anda Tuan"


"Maaf Tuan Andra, Tuan besar Tony meminta Anda untuk menemaninya menyapa para tamu" bisik Sekertaris Riko pada Andra.


"Baik. Revan, saya tinggal sebentar ya" pamit Andra.


"Silakan"


Papa Tony memperkenalkan Andra pada salah satu rekan dan juga sahabat Papa Tomy sejak masa kuliah yang bernama Pak Danu. Tak disangka, saat Andra memperkenalkan diri seorang wanita yang tak lain anak Pak Danu bernama Dania tertarik dengan pesona Andra. Dengan percaya diri penuh, Dania memperkenalkan dirinya langsung dihadapan Andra.


"Dra, ini pak Danu. Teman dekat Papa saat Papa kuliah dulu. Dan ini anaknya, sangat cantik kan" puji Papa Tomy.


"Hai. Kenalin, nama aku Dania"

__ADS_1


"Saya Andra"


"Anak kamu benar-benar tampan ya. Wajar jika banyak pemberitaan tentang kedekatannya dengan beberapa wanita" ucap Pak Danu.


"Kamu bisa saja Dan"


Papa Tomy dan Pak Danu berpamitan pergi pada Andra dan Dania untuk menemui teman lama mereka, tak ingin menyia-nyiakan kesempatan Dania pun melancarkan aksinya untuk mendekati Andra.


"Gak disangka ya, ternyata dilihat langsung kamu jauh lebih tampan" puji Dania.


"Terimakasih"


"Gak apa-apa kan kalau kita bicara santai aja"


"Gak masalah"


"Kalau ada waktu, bisa gak kita jalan berdua? saling mengenal satu sama lain?" ajak Dania.


"Maaf aku gak bisa"


"Kenapa?"


"Sebenarnya dia itu tau pemberitaan itu atau gak? kenapa harus terang-terangan begitu" gumam Andra.


Hati Vandra cukup tersayat melihat Andra tengah berbincang bersama Dania. Melihat hal itu membuat Vandra cemburu sekaligus merasa rendah diri. Bagaimana bisa ia berani melangkah sejauh ini dan menghadapi kehidupan yang benar-benar tak ia duga sebelumnya.


"Van, kamu kenapa?" tanya Dino melihat Vandra yang seolah tengah melamun.


"Gak apa-apa Kak. Acaranya masih lama ya?"


"Lumayan. Kenapa? kamu gak nyaman ya?" tebak Dino.


"Bukan begitu Kak. Aku ke toilet sebentar ya Kak"


"Iya"


Sebenarnya Vandra berbohong pada Dino. Vandra tak pergi menuju toilet, Vandra pergi menuju lobby hotel untuk beranjak pergi. Jujur, Vandra amat sangat tak nyaman berada dilingkungan yang berbeda dengannya, apalagi saat ini ia tengah hamil suasana hatinya amat sangat tak menentu.

__ADS_1


Dino dilanda rasa gelisah, hampir 1 jam Vandra tak terlihat lagi olehnya. Kemana Vandra? apa yang harus Dino katakan jika Andra menanyakan keberadaan Vandra?.


***


__ADS_2