Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Penolakan


__ADS_3

Rumah mewah nan asri itu Vandra pandangi dengan takjub. Vandra tak pernah membayangkan, ternyata keluarga Si Tuan Muda menyebalkan itu benar-benar keluarga Kaya raya. Vandra juga tak menyangka jika ia akan menjadi dari bagian keluarga Wijaya nantinya. Walau Vandra sejujurnya tak merasa senang ataupun mengharap lebih apapun akan hal itu. Hanya saja Vandra ingin membalas kebaikan Om Tomy walau hal dihadapanya harus dihadapi.


Perasaan Vandra sedikit tak nyaman saat memasuki rumah yang ternyata milik Nyonya Besar. Dan sebelum mereka sampai, Tante Amira sempat memberitahu Vandra jika mereka akan kerumah Oma atau Ibu dari Om Tomy yang bernama Oma Mira. Vandra menunggu kedatangan Oma bersama Tante Amira dan Om Tomy yang ternyata sudah terlebih dahulu dirumah Utama.


Tapi Apa tanggapannya nanti tentang diri Vandra? Apa Oma Mira itu akan menyukainya? Sedangkan Vandra sadar, dia hanya bagian dari keluarga biasa. Apalagi Vandra merasa tak percaya diri saat melihat foto keluarga besar Wijaya yang begitu terlihat berkelas dan juga berpendidikan.


"Kamu jangan tegang ya, santai aja" ucap Om memecah pemikiran dan kekhawatiran Vandra tentang pertemuannya nanti dengan Oma Mira.


"Iya Om"


"Tante yakin, Oma pasti akan menyukai kamu" Ucap Tante Amira.


Yang ditunggu datang, Oma Mira datang dengan hangat menyambut Om Tomy dan Tante Amira tapi tidak dengan Vandra. Tatapan dingin dan bingung bersatu terlihat dari wajah Oma Mira. Vandra mencoba tersenyum menghadapinya tapi senyumannya diabaikan oleh Oma Mira, dari awal pertemuan saja sudah bisa Vandra duga jika Oma Mira tak menyukainya.


"Mah, kenalkan ini Vandra. Calon istri pilihan aku untuk Andra" ucap Om Tomy.


Oma Mira menatap Vandra. Seperti apa gadis ini? Kenapa Tomy sampai begitu memuji bahkan menyukainya? batin Oma Mira.


"Perkenalkan Oma, saya Vandra"


"Saya Mira. Saya sudah dengar tentang kamu. Langsung saja, saya ingin tanya. Apa maksud kamu mau menerima permintaan Om Tomy untuk menikah dengan Andra? apa karna kamu tau Andra itu pewaris Wijaya Group? atau kamu berniat untuk merasakan hidup berkecukupan jadi kamu menerima permintaan itu?" tuduh Oma Mira sinis.


Oma Mira saat ini berusia 60tahun. Oma Mira memang orang yang cukup keras kepala bahkan cetus pada orang yang baru dikenalnya. Ucapannya pun sering membuat orang-orang cukup terluka, bahkan apapun yang akan dilakukan yang menyangkut dengan Wijaya Group harus ada persetujuan darinya termasuk soal pasangan untuk Andra dan cucu yang laiinya.


"Mah, kenapa Mama bertanya seperti itu?" keluh Om Tomy.

__ADS_1


"Memang Mama salah bertanya seperti itu? wajarkan? Lagian juga siapa sih yang menolak jadi istri pewaris Wijaya Group. Semua perempuan pun yang berkelas dan berpendidikan aja berlomba-lomba mendapatkan Andra, apalagi ini cuma perempuan dari kalangan biasa. Lagian kenapa juga pilihan kamu harus dia? seharusnya kamu lebih memilih lagi perempuan yang statusnya sama seperti kita" ketus Om Mira lagi.


"Van, maaf ya kalau ucapan Oma terlalu berlebihan" Tante Amira tak enak.


"Iya Tante"


Vandra sejujurnya merasa tersayat hati mendengar ucapan Oma Mira. Dugaan perasaan yang tak nyaman ternyata saat ini terjadi. Vandra tak mempermasalahkan ucapan yang mengatakan jika dirinya dari kalangan keluarga biasa, karna itu memang kenyataannya. Tapi Vandra tak bisa menerima jika Oma Mira begitu memandangnya sebelah mata bahkan seolah merendahkan dan membandingkannya dengan perempuan yang tak sepadan dengannya.


Dengan besar hati Vandra tetap tersenyum mendengar ucapan Oma, walau sangat sakit tapi Vandra selalu ingat pesan Ayah Hadi.


'Jika ada seseorang yang menyakitimu lewat perkataan, biarlah. Jangan pernah kamu balas dengan perkataan lagi, karna akan jauh lebih baik jika kamu tetap diam dan berprasangka baik pada orang itu' pesan Ayah Hadi.


Vandra menghela nafas pelan. Jika Vandra tak mempunyai sikap sopan santun pada siapapun dan tak mengingat pesan Ayah Hadi, rasanya ingin sekali Vandra pergi saat itu juga. Tapi Vandra mencoba menenangkan dirinya, ia tak bisa menghindari situasi ini karna semua sudah termasuk dalam keputusannya.


"Berani ya kamu mengutarakan pendapat kamu. Kamu pikir saya akan percaya dengan ucapan kamu itu? manis sekali ya ucapan kamu" kesal Oma Mira.


"Mah cukup. Mama jangan seperti ini" mohon Om Tomy.


"Anak ini berani menjawab ucapan Mama tanpa rasa segan sama Mama Tom"


"Mah, Vandra hanya mengungkapkan apa yang ia katakan. Dan yang diucapkan Vandra benar Mah, Vandra tak pernah memanfaatkan apapun dari Tomy" bela Om Tomy.


"Kalian ini ya terlalu percaya dengan gadis ini. Jaman sekarang mulut dan sikap manis bisa dibuat, jadi kalian jangan terlalu percaya dengan ucapan dia" tuduh Oma Mira pada Vandra.


Oma Mira memang sulit untuk mempercayai ucapan seseorang, walaupun orang itu terasa baik dimata oranglain tapi sebelum Oma Mira merasakan Oma Mira tak akan pernah percaya.

__ADS_1


"Siang Oma" sapa Andra tiba-tiba datang.


Semua orang mengarahkan pandangannya pada Andra. Andra tersenyum menatap Oma, walau sejujurnya Andra sudah mendengar dari awal tentang percakapan yang terjadi tapi Andra berusaha untuk berpura-pura tak tau apa-apa.


"Kamu kenapa tiba-tiba datang kesini Dra?" tanya Mama Amira pada Andra yang duduk disamping Oma Mira.


"Aku mau jenguk Oma juga Mah. Gimana kabar Oma?" ucap Andra.


"Oma baik. Oh iya, kebetulan kamu ada disini, jadi kita bisa bahas ini sama-sama"


"Bahas tentang apa Oma? apa soal Vandra?"


"Iya. Oma ga mengerti sama Mama dan Papa kamu, kenapa mereka harus menikahkan kamu dengan gadis ini. Kamu pasti tau kan siapa dia, Oma ga setuju kalau kamu menikah dengan dia" keluh Oma.


"Oma tenang ya. Oma harus dengar alasan Papa dan Mama. Lagipula aku juga ga masalah Oma kalau aku harus menikah dengan Vandra. Jadi aku harap Oma bisa menyetujui pernikahan aku dengan Vandra" Andra memelas.


"Apa-apaan ini. Apa istimewanya perempuan ini hah? sampai kalian semua memohon seperti ini? kamu Andra, Oma tau betul seperti apa perempuan yang kamu inginkan. Oma yakin dalam diri perempuan ini tak ada yang membuat kamu jatuh cinta. Kamu terpaksa kan melakukan ini untuk Papa kamu? Dra, Oma minta sama kamu jangan kamu lakukan itu. Jangan pernah kamu menikah dengan perempuan ini" Tolak Oma Mira.


"Sekarang jujur sama Oma, kamu ga cinta kan sama perempuan ini? dan kamu juga ga akan pernah menikahinya kan?" tanya Oma Mira serius.


Papa Tomy, Mama Amira, Oma Mira dan Vandra menanti jawaban Andra. Sekalipun Andra menjawab untuk menolak adanya pernikahan pun bagi Vandra tak masalah, karna Vandra sejujurnya sama seperti keinginan Oma Mira untuk menolak adanya pernikahan antara dirinya dan juga Andra.


Tapi apa jawaban Andra? Akankah dia menolaknya?.


***

__ADS_1


__ADS_2