Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Kekesalan Vandra


__ADS_3

Sambil menunggu guru yang mengajar dijam berikutnya, disela menunggu Dinda meminta Vandra untuk menceritakan alasan dia dihukum bersama Randy. Bagaimana bisa hal itu terjadi? tanya Dinda.


"Tadi diperjalanan menuju sekolah Randy ngajak aku pergi kesekolah bareng, aku terpaksa menerima ajakan dia soalnya aku hampir telat kesekolah. Tapi aku sama Randy malah terlambat, dan kebetulan Pak Riko piket hari ini jadi aku sama Randy dapat hukuman lari keliling lapangan" cerita Vandra.


"Oh. Kamu siap-siap ya" ucap Dinda yang membuat Vandra tak mengerti.


"Maksud kamu?"


"Pasti akan ada respon heboh soal hukuman tadi. Secara ya, kamu bisa menikmati momen berdua sama Randy. Pasti banyak kaum cewe yang iri sama kamu"


"Ini tuh yang paling aku malesin, berhadapan sama situasi yang berhubungan sama cowo populer" keluh Vandra.


Disela obrolan, tiba-tiba Citra datang menghampiri Vandra dan Dinda.


"Hai Vandra, kayanya kita belum kenalan deh. Kenalin Gue Citra"


"Eh Van, gue iri deh sama lo. Bisa menikmati momen lari sama Randy. Gimana rasanya? seneng dong" tanya Citra. Citra adalah salah satu pengagum Randy, tapi dibalik itu Citra juga anak yang senang bergaul pada siapapun.


"Biasa aja. Yang ada aku cape harus lari keliling lapangan" jawab Vandra.


"Masa sih. Gue sebagai pengagum Randy merasa iri hati, emang lo ga terpikat sama pesona Randy?"


"Ga" singkat Vandra.


"Apa karna lo udah punya pacar? makanya lo ga tertarik sama Randy?" Citra ingin tau.


Vandra tak menjawab tanya Citra, Vandra hanya tersenyum memandangi Citra. Vandra tak mungkin mengatakan jika ia tak memiliki pacar, bisa-bisa Citra makin menyudutkannya dan menuduhnya tertarik pada Randy. Tak lama guru yang ditunggu datang, kegiatan pembelajaran itu pun dimulai.


Dikantin Vandra dan Dinda tengah menikmati makan, tiba-tiba beberapa cewe datang menghampiri. Sebenarnya, sebelum Vandra datang ke kantin beberapa murid disana membicarakannya. Kali ini bukan karna Vandra murid baru yang dipuji cantik melainkan menyangkut Randy. Dan beberapa cewe itu pun memastikan hubungan Vandra dengan Randy.


"Jadi lo murid baru yang dibilang cantik dan lagi heboh karna pergi ke sekolah dan jalanin hukuman berdua sama Randy. Gue ingetin ya, jangan ngerasa paling cantik karna disini tuh bukan pesona lo doang yang menarik. Lo tuh cuma beruntung aja bisa berduaan sama Randy, Jadi jangan pernah bermimpi Randy itu suka sama lo" sinis Gadis mewakili teman-temannya. Gadis salah satu cewe popoler disekolah itu, hampir semua lelaki terpesona olehnya hanya saja Randy tak pernah tertarik padanya.


Vandra menghembuskan nafas pelan, rasanya sangat menyebalkan harus mengalami lagi hal seperti ini saat disekolahnya dulu. Vandra melirik nama diseragam milik Gadis, Vandra pun mencoba menjelaskan apa yang ingin ia utarakan. Bukan untuk mencari masalah, hanya saja Vandra lelah menghadapi hal yang tak pernah ia inginkan terutama soal Randy.


"Begini ya Gadis, aku ga pernah punya masalah apapun sama kamu. Jujur, aku ga bisa terima kamu mengusik aku karna Randy. Kamu tenang aja, aku ga suka sama Randy. Jadi kamu ga perlu khawatir tentang ketakutan kamu itu" ucap Vandra sembari berdiri menghadapi Gadis.


"Wah, ternyata anak baru ini berani juga ya. Lo ga tau siapa gue? gaya lo ngomong tantangin gue banget ya" Gadis tak terima.

__ADS_1


"Udah Van, kita pergi yuk" bisik Dinda pada Vandra. Dinda tak ingin Vandra mendapat masalah.


"Sikap kamu terlalu menunjukan kalau kamu ga mampu memikat hati Randy. Aku bukan meledek kamu ataupun menantang kamu, aku cuma ga terima aja kamu menyangka aku yang bukan-bukan. Udah cukup ya, berdebat tentang Randy kayanya buang-buang waktu aku" ucap Vandra.


"Ayo Din kita pergi" ajak Vandra menarik tangan Dinda.


"Beraninya dia buat gue malu didepan anak-anak" gumam Gadis.


Dinda menenangkan Vandra saat mereka berada dikelas. Dinda mengerti, Vandra saat ini begitu kesal dengan sikap Gadis.


"Kamu tenang ya, Gadis memang begitu. Dia memang suka cari masalah"


"Iya Din. Aku kesel aja, kenapa sih urusan Randy aja harus dibahas dikantin. Karna aku terlanjur kesel aku bahas sekalian aja soal dia ga bisa dapetin Randy" kesal Vandra.


"Tapi kamu keren, berani lawan dia" salut Dinda.


"Selagi aku ga salah buat apa aku takut"


"Kamu bener"


Bel pulang sekolah berbunyi, semua berhambur keluar kelas untuk pulang. Lagi-lagi Randy menahan jalan Vandra dan Dinda, sejujurnya Vandra mulai kesal dengan Randy. Karna dia hari-hari disekolah barunya harus terganggu karna sikapnya.


"Iya Ran, kamu ga malu apa ganggu Vandra mulu" protes Dinda memberanikan diri. Randy tak menyangka, Dinda yang terkenal pendiam tiba-tiba berani berbicara.


"Vandra" panggil Ayah Hadi uang sudah menunggu Vandra didepan gerbang sekolah.


Vandra melambaikan tangan pada Ayah Hadi tanda ia akan segera datang menghampiri.


"Ayah aku udah jemput Ran, aku duluan. Ayo Dinda" pamit Vandra.


Randy menatap kepergian Vandra.


Sebelum pulang, Vandra mengenalkan Dinda pada Ayah Hadi. Ayah Hadi senang bertemu dengan Dinda, bahkan Ayah Hadi berterima kasih pada Dinda karna sudah mau menjadi teman Vandra.


"Din, aku pulang duluan ya"


"Iya. Hati-hati, sampai ketemu besok. Dah"

__ADS_1


"Dah"


"Om pulang duluan ya Dinda"


"Iya Om"


***


Andra tengah fokus berkerja pada laptopnya, tak disangka Papa Tomy datang kekantor untuk menemui Andra. Andra menyambut baik kedatangan Papa Tomy yang datang bersama Sekertaris Andy.


"Papa kenapa ga kabarin aku mau ke kantor?" tanya Andra.


"Papa cuma mau mengunjungi kamu aja dikantor" Papa Tomy beralasan.


"Harusnya Papa banyak istirahat"


"Papa jenuh dirumah, jadi Papa kesini sekalian Papa mau bicara sama kamu"


"Papa mau bicara soal apa?"


"Sebenernya kamu itu sudah punya pacar atau belum?" tanya Papa Tomy tiba-tiba.


Andra terdiam beberapa saat tanpa menjawab pertanyaan Papa Tomy.


"Tanpa perlu aku jawab pasti Papa tau semuanya dari Sekertaris Andy" jawab Andra.


"Kamu benar. Untuk itu Papa ingin memastikan langsung. Apa kamu tak pernah terpikirkan untuk menikah?"


"Pah, menikah itu bukan sesuatu hal yang mudah untuk aku lakuin. Aku juga mau menikah dengan orang yang aku cintai, memang sekarang aku belum menemukan wanita yang aku cintai. Tapi aku mohon Pah, jangan memaksa aku untuk menikah secepatnya" keluh Andra.


"Papa hanya ingin merasa kamu ada yang menemani Dra, Papa takut kalau kamu fokus mengurusi perusahaan kamu jadi lupa akan sebuah pernikahan" lirih Papa Tomy.


"Papa ga perlu khawatirkan itu, Andra akan menikah. Tapi bukan sekarang Pah, Andra harus menemukan wanita yang Andra cintai terlebih dulu"


"Baiklah. Papa akan menghargai ucapan kamu. An, kita pulang" ajak Papa Tomy pada Sekertaris Andy.


"Baik Tuan"

__ADS_1


Andra menatap kepergian Papa Tomy. Ada rasa bersalah karna ucapan yang terlontar dari mulutnya. Tapi Andra tak bisa berbuat apapun, saat ini Andra belum bisa ataupun mampu mencintai seorang wanita.


***


__ADS_2