Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Sedikit tersentuh


__ADS_3

Hari ini hari libur. Vandra masih saja tertidur walau jam sudah menunjukan pukul 7pagi. Rencananya siang nanti Vandra akan berkunjung kerumah Ayah Hadi, karna sudah cukup lama Vandra tak bekunjung menemui. Merasa perutnya mulai lapar, Vandra terbangun lalu pergi untuk membersihkan diri.


Vandra menutup pintu kamar sambil melihat kesegala arah. Apa Andra masih tidur? Karna Vandra tak melihat sosok Andra. Tak ingin mencari tau, Vandra melangkah menuju dapur lalu melihat bahan makanan didalam kulkas. Vandra mengambil beberapa telur dan bahan lainnya. Untuk mempercepat waktu, Vandra berencana membuat Omlet dan juga roti panggang untuknya dan Andra.


Selesai membuat, Vandra menata sarapan buatannya diatas meja. Tanpa menunggu Andra, Vandra menyantap sarapannya terlebih dulu karna pagi itu Vandra benar-benar merasa lapar.


Tak lama Andra datang, dilihat Andra seperti baru saja selesai jogging. Vandra hanya memperhatikan Andra yang pergi menuju kamarnya, mungkin saja Andra berlalu kekamarnya untuk membersihkan diri.


Sambil menikmati sarapan, Vandra terpikir untuk mengajak Andra pergi berkunjung kerumah Ayah Hadi bersama. Ayah Hadi pasti akan menanyakan Andra jika Vandra hanya datang seorang diri.


Hampir 20menit Vandra menunggu Andra keluar dari kamarnya. Dan yang ditunggupun akhirnya keluar, Vandra bergegas menghampiri dan mengikuti Andra yang berjalan menuju meja makan.


"Kenapa kamu ikutin saya?" tanya Andra mulai menyantap makananya.


Vandra ikut duduk dihadapan Andra.


"Aku mau ijin kerumah Ayah Mas, kamu ijinin aku kan?" tanya Vandra. Walau hanya status suami sementara, tapi bagi Vandra tetap saja ia harus menghargai Andra sebagai suaminya untuk meminta ijin.


"Kenapa kamu ijin sama saya? kalau kamu mau pergi silakan saja"


"Aku ini kan istri Mas, ya walaupun hanya istri sementara. Namanya istri itu kemanapun pergi harus ijin sama suami, itu yang Ibu ajarkan sama aku. Aku juga mau ngajak Mas pergi kerumah Ayah, itu pun kalau mau. Kalau engga, ga masalah juga sih. Aku bisa cari alasan kenapa Mas ga ikut" santai Vandra bicara.


"Saya ikut" singkat Andra.


"Ok. Kalau gitu aku mau siap-siap dulu" Vandra beranjak pergi kekamar.


Andra menatap kepergian Vandra kekamarnya. Sejujurnya semenjak tinggal bersama, Andra merasakan hal berbeda dihidupnya saat ini. Sebuah panggilan 'Mas' yang Vandra ucapkan padanya seolah menjadi hal baru dan pertama dihidupnya. Bahkan semenjak bersama Vandra, Andra bisa merasakan hidup yang berbeda.


***

__ADS_1


Ayah Hadi, Ibu Hani, Vina dan Adit menyambut gembira kedatangan Andra dan Vandra. Mereka bahkan merasa terkejut dengan kedatangan Andra dan Vandra yang tiba-tiba. Vandra juga merasa bahagia karna melihat keluarganya terlihat sehat dan baik-baik saja.


Tak hanya mengunjungi, Vandra juga membawakan hadiah dan makanan untuk keluarganya. Andra yang memperhatikan ekspresi bahagia Vandra dan keluarganya merasa ikut bahagia, Andra tak menyangka sekarang ia memiliki keluarga baru.


Ayah Hadi menghampiri Andra dan meminta Andra untuk duduk bergabung bersama yang lainnya. Andra tersenyum mengiyakan ajakan Ayah hadi, ia pun mengikuti Ayah Hadi lalu duduk disamping Vandra.


"Kebetulan sekali lho kalian datang, Ibu sama Ka Vina baru aja selesai buat cake. Nanti kalian coba ya, oh iya Ibu sampai lupa tanya. Gimana kabar kalian?" Tanya Ibu Hani.


"Kabar aku sama Mas Andra baik Bu. Kabar Ibu, Ayah, Ka Vina sama Adit baik kan?" Vandra bertanya kembali.


"Kabar kita semua baik Van. Oh iya Tuan Andra, terimakasih untuk hadiah dan juga kedatangannya kemari" ucap Vina.


"Sama-sama Ka. Ka Vina ga perlu panggil saya Tuan, panggil nama saya saja" pinta Andra.


"Baiklah"


"Ayo Nak Andra silakan diminum dan dimakan makanannya" Ayah Hani mempersilakan.


"Ka Vandra, kapan kaka punya bayi kecil?" Tanya Adit tiba-tiba membuat Andra tesedak.


Vandra refleks menepuk pelan punggung Andra.


"Mas baik-baik aja?" tanya Vandra.


"Iya"


"Maaf ya Nak Andra, pasti pertanyaan Adit membuat Nak Andra terkejut" Maaf Ibu Hani.


"Ga apa-apa Bu. Kamu suka bayi kecil ya" Andra bertanya pada Adit.

__ADS_1


"Iya Ka Andra. Temen-temen Adit kebanyakan punya adik bayi yang lucu-lucu, makanya Adit tanya kapan Ka Vandra sama Ka Andra punya bayi kecil" Adit berucap polos.


"Maaf ya Van, Dra. Biasa anak kecil suka aneh permintaannya" Vina merasa tak enak.


"Ga apa-apa Ka. Adit doain ya semoga Ka Vandra bisa kasih Adit bayi kecil ok" Andra meminta doa.


"Iya Ka"


Vandra menatap Andra setelah mendengar perkataan Andra pada Adit. Untuk apa dia bicara seperti itu? diantara kesepakatan yang terjadi tak pernah ada pembicaraan seorang bayi kecil. Dan dengan Andra bicara seperti itu seolah ia memberi harapan bahwa akan hadirnya malaikat kecil dipernikahan ini pada keluarga Vandra.


Karna jam tepat menunjukan waktu makan siang Ayah Hadi mengajak semua keluarganya termasuk Andra untuk menikmati makan siang bersama. Walau ini bukan kali pertama Andra dan keluarga Vandra menikmati makan bersama, tapi bagi Andra rasanya terasa hangat. Selama ini Andra jarang sekali menikmati kehangatan seperti ini dengan keluarganya semenjak Andra sibuk mengelola perusahaan.


Vandra mengambilkan nasi dan beberapa lauk dipiring Andra, Vandra melakukan hal itu karna sering melihat Ibu Hani melakukan itu pada Ayah Hadi. Walau Vandra menyadari ia hanya istri sementara tapi Vandra tetap harus melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


Andra merasa sedikit tersentuh dengan perhatian yang dilakukan oleh Vandra, baginya ini pertama kalinya ada wanita lain selain Mama Amira yang melakukan itu padanya. Selama ini wanita yang dekat dengannya pun tak pernah melakukan hal itu padanya. Tak ingin terlena karna perhatiian Vandra, Andra menepis rasa itu dan menikmati makanan dihadapannya.


"Gimana makanannya Nak Andra? apa enak?" tanya Ayah Hadi.


"Enak Yah. Makanan Ayah selalu enak" puji Andra.


"Kalau Nak Andra mau, Ayah bisa setiap hari mengirimkan makanan untuk Nak Andra"


"Ga perlu Ayah. Itu merepotkan, lagipula selama ini hampir setiap hari Vandra selalu memasakan makanan untuk saya" ucap Andra sambil menatap Vandra.


"Syukur kalau begitu. Ayah berharap semoga kalian rukun selalu ya" harap Ayah Hadi. Vandra dan Andra hanya saling melempar senyum, walau sebenarnya mereka tak pernah mengharapkan adanya kerukunan dalam rumah tangga mereka.


***


Vivi dan sahabatnya bernama Salma tengah menikmati obrolan dikafe milik Dino, Vivi sangat mengenal Dino karna Dino adalah sahabat terbaik Andra. Vivi segaja mengajak Salma ke kafe milik Dino agar bisa bertemu Andra. Tapi sejujurnya ada hal yang Vivi rencanakan dan dia segaja membahas dengan Tina saat itu untuk mengatur momen yang tepat. Rencana itu ada kaitannya dengan Andra, Vivi merasa kesal dan sakit hati karna sekarang Andra berpaling darinya.

__ADS_1


Lalu rencana apa yang Vivi rencanakan?.


***


__ADS_2