Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Menghindari


__ADS_3

Andra masih saja memeluk Vandra yang masih ketakutan. Bahkan, Vandra yang terlalu lama menunggu lampu menyala pun sampai tertidur didada Andra. Andra tak tega jika harus melepaskan Vandra dari pelukannya, tapi jika ia lepaskan mungkin saja Vandra akan menangis kembali karna merasakan takut.


Tanpa disadari, pagi mulai berseri memantulkan cahaya matahari dari jendela kamar Vandra. Vandra mulai membuka mata dan merasakan ada sesuatu yang dipeluknya dengan erat dan juga suata hembusan nafas. Vandra terkejut saat melihat Andra yang tengah tertidur sambil dipeluknya diatas kasur, Vandra tak mampu berkata apapun melihat apa yang terjadi. Rasanya ingin berlari jauh atau menghilang saat ini juga, karna hal yang terjadi sungguh diluar dugaan.


Tak ingin ketakutan semalam menjadi sebuah ledekan dari Andra, Vandra menutup matanya kembali untuk berpura-pura masih tertidur. Tak lama Andra membuka matanya lalu melepaskan perlahan pelukannya dari Vandra, Andra tak tau saja jika Vandra sudah bangun terlebih dahulu, hanya saja Vandra berpura-pura masih tertidur agar terhindar dari rasa malu menghadapi Andra.


Menyadari Andra sudah pergi keluar kamar, Vandra seketika membuka mata dan bergegas pergi menuju kamar mandi. Vandra menatap kaca sambil mengutuk dirinya yang bersikap memalukan dihadapan Andra. Andai saja semalam tak padam lampu, mungkin saja kejadian semalam saat tidur dipelukan Andra tak akan terjadi.


Vandra bergegas mandi lalu bersiap untuk pergi kekampus. Sebelum pergi, Vandra menyiapkan sarapan terlebih dulu untuk dirinya dan juga Andra, walau Vandra hanya istri sementara tapi tetap saja Andra adalah suaminya yang harus ia layani. Dua roti panggang coklat dan 2 gelas susu tersaji dimeja makan, tanpa menunggu Andra yang masih dikamarnya Vandra dengan cepat menghabiskan sarapannya. Ia benar-benar tak ingin bertemu dengan Andra.


Tanpa berpamitan, Vandra berjalan keluar apartemen dengan berlari kecil. Rasanya seperti dikejar penguntit, tapi ini bukan soal penguntit hanya saja Vandra ingin menghindari sosok Andra yang mungkin saja mengikutinya keluar dari apartemen.


Vandra bernafas lega setelah menaiki taxi online yang sudah ia pesan sebelumnya. Rasanya bisa tenang bisa menghindari kontak mata dengan Andra.


"Akhirnya bisa menghindari si Tuan Kutub" lega Vandra mengumam.


"Semoga aja dia bisa lupa sama kejadian semalam. Ga kebanyang aja, kalau tiba-tiba dia meledek aku karna aku meluk dia sampe tidur" batin Vandra.


Aparetemen...


Andra mencari sosok Vandra kesegala arah termasuk kearah dapur, kemana dia? Apa dia sudah pergi? itu tanya dalam batin Andra.


Andra menatap makanan yang ada dimeja makan, pasti Vandra yang membuatnya. Merasa lapar Andra dengan cepat memakan sarapanya.


Sekertaris Riko sudah menunggu Andra dibasement apartemen, sembari membukakan pintu untuk Andra Sekertaris Riko menawarkan sarapan untuk Andra nikmati.


"Kamu tidak perlu siapkan apapun, saya sudah sarapan" ucap Andra.


"Baik Tuan"

__ADS_1


Sepanjang jalan Andra memikirkan sikap Vandra, apa mungkin dia sedang menghindar? apa karna dia malu dengan kejadian semalam sampai dia pergi begitu saja? duga Andra.


***


Vandra terdiam mematung melihat sosok Randy dihadapannya, bahkan Vandra yang baru saja tiba dikampus pun merasa tak percaya dengan apa yang di lihat.


"Kamu kenapa ada disini?" Vandra bertanya.


"Seperti yang dulu pernah kamu bilang, aku ini CCTV dihidup kamu. Dimanapun kamu, aku pasti tau" Randy menjawab dengan senyuman.


Entah harus bahagia atau dilema, Vandra tak tau harus bersikap seperti apa. Walau sejujurnya Vandra selalu mengharapkan sosok Randy tapi tetap saja. Randy datang disaat waktu yang tak tepat.


"Kamu untuk apa ada disini?" Vandra penasaran.


"Untuk berusaha mendapatkan kamu lagi. Van, aku tau perjalanan kita terhenti dulu, tapi sekarang aku mau kita melanjutkan lagi hubungan kita dulu. Kita mulai dengan lembaran baru, apapun yang terjadi aku akan memperjuangkan kamu" Randy menyakinkan Vandra.


"Wah, ternyata sih nih cowo ganteng ini. Kenalin dong" goda Siska. Siska adalah salah satu teman Vandra yang tak cukup akrab dikelas. Sikapnya yang selalu ingin tau urusan oranglain membuat Vandra tak terlalu akrab dengan Siska.


"Van, lo ga mau kenalin gue sama dia nih" tanya Siska lagi.


"Kenalin, Gue Randy. Gue calon pacarnya Vandra"


Vandra tak berkutik mendengar pernyataan Randy. Rasanya mulut ini ingin menyangkalnya, tapi entah kenapa rasanya seperti Vandra bisa menerimanya.


"Gue Siska. Waw, gue bener-bener salut sama lo Van. Kecantikan lo ga sia-sia bisa dapatin cowo setampan ini" puji Siska pada Randy.


"Terimakasih" ucap Randy.


"Ran, kita pergi yuk. Sis, aku pergi dulu ya" pamita Vandra.

__ADS_1


Vandra menarik tangan Randy, Vandra tak ingin Siska mengejek dan mengodanya karna Randy. Tak ingin dilihat lagi oleh orang-orang dikampus, Vandra mengajak Randy kesebuah kafe yang tak jauh dari kampus.


"Ran, aku rasa kamu ga perlu bilang begitu sama Siska" protes Vandra.


"Lho kenapa? emang bener kan? aku ini calon pacar kamu, udahlah Van. Kita berdua ini kan saling cinta, jadi ga perlu merasa ga nyaman karna hubungan kita didepan orang"


"Tapi tetep aja Ran, aku ga suka"


"Ok, aku minta maaf. Tapi aku cuma mau orang-orang tau kalau kamu itu milik aku"


"Kenapa aku merasa ga nyaman begini sama ucapan Randy? apa karna aku takut melanggar kesepakatan sama Tuan Kutub? terus gimana kalau seandainya ada orang suruhan keluarga Wijaya yang liat aku sama Randy, aku pasti dalam masalah" batin Vandra.


Dugaan Vandra sebenarnya memang nyata, tanpa Vandra sadari ada seseorang yang tengah memantaunya. Orang itu adalah orang suruhan untuk mengikuti Vandra dimanapun berada. Sayangnya Vandra tak menyadari hal itu.


***


Andra membuka sebuah notif masuk didalam handphonenya. Notif itu dari Oma, Andra mengerutkan dahi melihat isi notif Oma yang mengirim foto Vandra sedang bersama seorang laki-laki. Andra merasa panik, tapi ia harus bersikap tenang. Andra hanya khawatir, bagaimana kalau foto itu sampai ketangan Papa Tomy. Bisa saja itu akan mempengaruhi kesehatan Papa Tomy.


Sekertaris Riko diperintahkan mencari sosok yang mengikuti Vandra. Andra yakin, Oma segaja menyuruh orang untuk megikuti Vandra lalu mencari kelemahan Vandra untuk bisa menghancurkan rumahtangganya. Apalagi jika Oma sampai tau jika Vandra mencintai oranglain dan hanya berniat menikah dengan Andra untuk membalas kebaikan Papa Tomy. Itu tidak bisa dibiarkan, alasan itu pasti akan menjadi senjata utama yang akan benar-benar akan merugikan keluarganya.


"Tolong kamu cari tau siapa orang yang mengikuti Vandra, dan pastikan jika foto itu tak sampai ketangan Papa dan Mama saya, kamu paham?" perintah Andra.


"Baik Tuan. Saya pamit undur diri"


"Ya"


"Sebenarnya siapa laki-laki itu? apa dia laki-laki yang di cintai Vandra? tapi buat apa dia memamerkan itu? apa dia ga sadar kalau pasti ada orang yang akan memantaunya, hah dasar wanita ceroboh. Kalau bukan karna Papa, kata perceraian mungkin detik ini juga akan terjadi" Batin Andra menatap kearah jendela.


***

__ADS_1


__ADS_2