Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Dilema ungkapan hati


__ADS_3

Vandra berusaha menutupi kegudahan dari kejadian semalam bersama Andra dihadapan kedua sahabatnya dan juga Randy. Vandra tak ingin mereka tau apa yang sudah terjadi diantaranya dan Andra semalam. Senyuman dan tawa selalu Vandra perlihatkan agar terlihat semuanya seperti biasa, namun ada sedikit rasa bersalah ketika Vandra melihat Randy.


"Bagaimana ini, kenapa kerjadian itu harus terjadi? aku segaja menjaga kehormatan aku untuk seseorang yang aku cintai kelak, tapi kenapa harus Mas Andra yang mendapatkan itu? Sekarang aku merasa bersalah karna aku gak bisa menjaga hal itu dengan baik. Lalu sekarang bagaimana menghadapi Mas Andra?" batin Vandra.


"Van, lo kenapa jadi diem?" Vania terheran.


"Ga apa-apa" bohong Vandra.


"Kamu yakin ga apa-apa?" Randy memastikan.


"Iya"


Vandra memasang wajah tersenyum pada Randy.


"Oh iya, Nanti kamu ikut aku ya" ajak Randy pada Vandra.


"Kemana?" tanya Vandra.


"Aku punya kejutan untuk kamu"


"Kejutan?"


"Iya. Aku yakin kamu pasti seneng"


Melihat Randy seperti bahagia menatapnya membuat Vandra sedikit bersalah dan bersedih. Tak ingin Randy, Dinda dan Vania melihat kesedihan Vandra yang tiba-tiba membuat Vandra pergi berpamitan ketoilet. Disaat Vandra pergi, Vania dan Dinda memanfaatkan momen itu untuk menanyakan tentang perasaan Randy pada Vandra.


"Ran gue mau tanya. Apa lo secinta itu sama Vandra?" tanya Vania.


Randy tersenyum mendengar tanya Vania.


"Kenapa tanya itu? tanpa aku jawab kalian pasti tau kan jawabannya" singkat Randy menjawab.

__ADS_1


"Lagian pula, rencananya nanti sore aku mau ngajak Vandra ketaman. Aku mau utarain perasaan aku sama dia, aku mau mulai hari ini dia menjadi orang yang selalu menemani aku sampai kapanpun" Randy menambahkan.


Dinda dan Vania saling menatap. Bagaimana Vandra menghadapi hal itu nanti?.


"Apa kamu seyakin itu sama Vandra?" Dinda memastikan.


"Din, aku ga akan pindah kesini dan melawan Papa kalau aku ga seyakin ini sama Vandra. Aku cinta sama dia dan begitupun dengan Vandra. Aku ga mau siapapun memiliki Vandra, jadi hari ini aku mau mengungkapin perasaan aku dan juga melamar Vandra. Aku yakin Vandra pasti menerima lamaran aku" Randy memberitahu.


"Aku rasa kayanya lebih baik kamu tunda dulu deh" saran Dinda.


"Kenapa?"


"Yaa...aaaa. Vandra masih butuh waktu Rand. Kamu tau sendiri kan? kepergian kamu dulu aja buat Vandra agak kecewa, jadi aku rasa kamu harus tunggu momen yang tepat. Dan aku rasa momen itu bukan sekarang" Dinda beralasan.


"Justru aku mau membayar semua rasa kecewa dan sedih Vandra karna kepergian aku dulu sekarang Din. Aku mau membuat hari-hari dia menjadi bahagia" kekeh Randy.


"Terserah kamu deh Rand kalau memang keinginan kamu begitu. Aku cuma harap semoga semuanya bisa terwujud sesuai harapan kamu" ucap Dinda.


***


Randy mengandeng tangan Vandra masuk kedalam taman yang sudah disiapkan Randy sebagai tempat pernyataan cintanya. Vandra hanya pasrah mengikuti Randy sambil bergandengan tangan dengan mata yang tertutup dengan kain. Vandra menerka-nerka apa yang Randy siapkan untuknya? kenapa Randy memintanya menutup mata seperti ini?.


Vandra diminta berhenti oleh Randy. Perlahan Randy juga membuka kain yang dipakai untuk menutup mata Vandra. Tak ada kata apapun yang mampu Vandra ucapkan, sebuah hiasan bunga membentuk kata 'I Love you' terlihat nyata dihadapan Vandra.


Vandra menatap Randy sekilas, entah nyata atau mimpi sungguh tak bisa Vandra bedakan. Vandra menatap kembali hal yang mungkin dianggap Randy sebagai wujud pernyataan cintanya.


"Kamu suka?" tanya Randy.


"Apa maksudnya ini?" Vandra bertanya balik.


Randy mengarahkan Vandra menatapnya. Kedua tangan Vandra pun Randy pegang dengan erat. Sudah lama Randy menanti momen ini untuk mengungkapkan apa yang benar-benar Randy rasakan. Dan hari ini pun tiba, Randy ingin menjadikan Vandra miliknya sampai kapanpun.

__ADS_1


"Kamu tau kan? sejak 2tahun yang lalu, aku selalu berusaha mempertahakan perasaan aku untuk kamu. Aku bahkan rela menunggu waktu selama itu untuk memberanikan diri memiliki kamu seutuh saat ini, walaupun aku tau aku akan berhadapan dengan penolakan Papa, tapi aku mohon sama kamu. Temani aku berjuang untuk menyakinkan bahwa kita ini ditakdirkan bersama" ungkap Randy memohon.


"Aku sayang sama kamu Van. Akan aku lakukan apapun untuk menjadikan kita ini menjadi satu. Dan aku mau mulai hari ini, kamu menjadi pacar sekaligus calon istri aku. Kamu mau kan?" Randy bertanya menatap wajah Vandra.


Cukup lama Vandra hanya diam sembari menatap Randy. Tak ada jawaban yang mampu Vandra utarakan. Ia hanya mengingat kejadian semalam yang terjadi bersama Andra, bagaimana bisa Vandra terlepas begitu saja dengan pernikahan yang terjadi diantara dia bersama Andra setelah kejadian semalam? Dan sekarang. Apa Randy mampu menerima semuanya yang terjadi jika Vandra menerima ungkapan hatinya?.


"Gimana jawaban kamu? kamu mau kan menerima aku?" Tanya Randy kembali.


"Sebelum aku jawab, aku boleh minta sesuatu?" ucap Vandra.


"Apa itu?"


"Tolong kasih aku waktu. Aku tau ini terlalu jahat untuk kamu, karna kamu harus menunggu lagi. Tapi aku bener-bener belum bisa menjawab itu Rand, kamu bisa paham kan?" Vandra meminta pengertian Randy.


Randy tanpa ekspresi menatap Vandra. Sebenarnya ada apa ini? kenapa ucapan Dinda dan Vandra seolah sama? apa yang mereka sembunyikan sebenarnya? apa Vandra mulai tak menyukainya lagi? atau ada sosok lain yang saat ini sedang dekat dengan Vandra? Randy menebak-nebak.


"Apa ada sosok lain dihati kamu?" tebak Randy membuat keduanya saling menatap.


***


Sore hari Andra sudah tiba terlebih dulu diapartemen. Bayang-bayang lelaki yang dulu pergi saat ini kembali lagi mendekati Vandra membuat Andra sedikit gelisah. Antara ketakutan ada keluarga besarnya melihat Vandra dengan lelaki lain dan rasa sedikit cemburu seolah membuat Andra ragu akan dua hal itu. Sebenarnya perasaan apa ini? kenapa seolah ada ketakutan yang tak bisa Andra pastikan, kenapa rasanya seperti khawatir akan ketakutan itu. Sebenarnya perasaan apa ini?.


Tak ingin terus mengkhawatirkan hal itu Andra pergi menuju ruang olahraganya untuk melepas penak pikirannya pada Vandra. Kejadian semalam dan kedekatan Vandra dengan lelaki masalalunya seolah berjalan beriringan dipikiran Andra. Ingin rasanya tak peduli, tapi hati tetap tak bisa dibohongi.


Jam menunjukan pukul 6 malam. Andra yang sudah menunggu Vandra seolah merasa lega karna ternyata Vandra pulang keapartemennya. Andra melihat raut wajah Vandra yang tengah dilema, ada apa dengan dia? kenapa wajahnya murung? batin Andra.


Merasa penasaran Andra tanpa sadar melupakan kekhawatirannya lalu menghampiri Vandra yang berjalan menuju kamarnya. Tanpa ada kata apapun Vandra hanya melewati Andra begitu saja masuk kedalam kamar. Andra hanya terdiam memperhatikan Vandra yang sudah hilang sosoknya masuk kedalam kamar.


Tak lama Andra mendapat sebuah notif dari Sekertaris Riko, melihat isi notif itu membuat Andra seketika melihat pintu kamar Vandra. Apa raut wajahnya ada kaitannya dengan isi notif ini?.


***

__ADS_1


__ADS_2