
"Maaf Oma, tapi aku cinta sama Vandra.Aku akan tetap menikahinya" lantang Andra.
Vandra, Papa Tomy, Mama Amira memandang Andra bersamaan. Apa maksudnya? kenapa Andra tiba-tiba berucap seperti itu? kenapa dia tak menolaknya? Vandra sejujurnya mengharap Andra mendukung Oma Mira untuk menolak adanya pernikahan.
"Dra, apa maksud kamu? kamu becanda kan dengan ucapan kamu?" Tanya Oma Mira.
"Aku serius Oma. Aku kesini juga untuk meminta dukungan Oma untuk pernikahan aku dan Vandra nanti. Aku mohon Oma, tolong restui kami" mohon Andra.
"Kenapa dia rela memohon kaya gitu? apa dia sebegitu sayangnya sama Om Tomy? sampai dia harus berbohong tentang perasaanya sama aku? Ga nyangka, ternyata Tuan Muda rese ini bener-bener sayang sama orangtuanya" Batin Vandra sembari menatap Andra.
Oma menatap Andra. Ini adalah pertama kalinya Andra mohon untuk seorang wanita. Apa Andra benar-benar menyukai wanita ini? tapi selama ini Andra selalu bersikap dingin pada wanita, bagaimana bisa dia bisa jatuh cinta pada seorang wanita biasa seperti itu. Ini tak bisa dipercaya, pasti Andra sedang berpura-pura menyukai gadis itu.
"Mah, Mama dengar sendiri kan? Andra menyukai Vandra, tak ada salahnya Mama merestui Vandra dan Andra untuk menikah" bujuk Om Tomy.
"Iya Mah. Mama tolong pahami ya, aku mohon sama Mama. Vandra ini perempuan yang baik, aku yakin dia mampu menjaga Andra. Jujur, Aku cuma ga mau terulang lagi Mah" Mama Amira menambahkan.
Vandra tak mengerti maksud ucapan Tante Amira. Apa maksdunya dengan tak ingin terulang lagi? Memang apa yang pernah terjadi?.
Oma mengalihkan wajahnya pada Tante Amira. Bayangan masalalu akan Kaka Andra bernama Alvian membuat Oma Mira terulang memikirkan masalalu. Oma Mira berpikir sejenak, dengan berat hati Oma Mira mengutarakan sesuatu pada semua yang tengah menunggu jawabannya.
"Baiklah. Oma akan mengijinkan kamu menikah dengan dia. Tapi dengan syarat, pernikahan itu harus disembunyikan" pinta Oma.
"Maksud Mama? Mama tak ingin orang-orang tau status Vandra sebagai istri Andra?" tanya Papa Tomy.
"Iya. Terserah kalian mau menuruti apa kata Mama atau ga. Mama mau istirahat, kalian pikirkan saja baik-baik ucapan Mama tadi" ujar Oma Mira sembari berlalu pergi meninggalkan Papa Tomy, Mama Amira, Vandra dan juga Andra.
"Dra, kamu bisa antarkan Vandra pulangkan? Mama sama Papa masih mau disini" pinta Papa Tomy.
"Iya Pah"
"Van, Om minta maaf ya atas yang terjadi. Om sama Tante akan membujuk Oma untuk menyelesaikan masalah ini, kamu jangan sampai mundur ya. Sekarang kamu pulang ya, Andra yang akan antar kamu pulang" ucap Om Tomy.
"Iya Om. Tante, aku pamit pulang" Vandra mencium punggung tangan Tante Amira dan Om Tomy.
__ADS_1
"Iya. Dra, kamu bawa mobilnya hati-hati ya"
"Iya Mah. Aku pergi dulu"
"Iya"
***
Didalam mobil Vandra dan Andra hanya saling terdiam. Vandra tak ingin berbicara dengan Andra mengenai hal yang terjadi dirumah Oma Mira, rasa sakit karna ucapan Oma Mira membuat mood Vandra sedikit tergangu. Tapi tiba-tiba Andra membahas itu dan membuat Vandra terpancing membahas hal itu.
"Jangan terlalu memikirkan ucapan Oma Mira. Sikapnya memang seperti itu" hibur Andra.
"Iya. Saya memaklumi, ucapan Oma Mira juga memang benar. Saya cuma kaget aja dengan perkataan Oma Mira, kenapa harus menilai seperti itu. Seandainya pernikahan nanti pun batal saya juga ga masalah, tadinya saya juga berharap Anda ikut menolak seperti Oma Mira, tapi Anda malah meminta restu bahkan mengutarakan perasaan Anda pada saya" keluh Vandra.
"Jangan kesenangan kamu. Saya bilang seperti itu karna saya terpaksa. Saya ga punya rasa apapun apalagi cinta sama kamu, jadi jangan harap ungkapan perasaan saya pada kamu terhadap Oma membuat kamu jadi menganggap saya tertarik sama kamu" celoteh Andra.
"Saya juga tau, Anda tidak tertarik dengan saya. Lagipula siapa juga yang mengharap seperti itu, saya juga sama sekali tidak tertarik dengan Andra Tuan muda" tegas Vandra.
"Sangat mengerti"
Tak terasa Mobil Andra sudah sampai didepan rumah Vandra. Vandra terheran saat Andra ikut turun dari mobil untuk menyapa Ayah Hadi yang tengah merapihkan meja dikedai. Vandra semakin bingung dengan sikap dan karakter Andra, sulit ditebak dan diduga.
"Sore Om" sapa Andra.
"Eh Nak Andra, Om pikir siapa. Nak Andra datang sendiri?" tanya Ayah Hadi. Biasanya Andra datang dengan Sekertaris Riko tapi hari itu karña urusan dengan Oma Mira, Andra tak mengajak serta Sekertaris Riko bersamanya.
"Ga Om. Saya kesini mengantar Vandra pulang" jawab Andra.
Tak berselang lama Vandra datang memberi salam pada Ayah Hadi, rasanya sangat mengejutkan. Akhir-akhir ini Andra dan Vandra sering bertemu, apa ini tanda bahwa mereka ditakdirkan bersama? pikir Ayah Hadi.
"Maaf aku pulang terlambat Yah, tadi Tante Amira ajak aku pergi dan pulangnya aku diantar Tuan Andra" ucap Vandra.
"Iya ga apa-apa. Nak Andra silakan duduk, Om siapkan minum dan makan" Ayah Hadi menawarkan.
__ADS_1
"Tidak usah Om. Saya mau kembali ke kantor lagi, masih ada kerjaan yang harus saya selesaikan"
"Begitu ya"
"Saya pamit ya Om. Van, saya pulang dulu. Salam untuk Tante Hani" pamit Andra.
"Iya, Nak Andra hati-hati"
"Iya Om"
Ayah Hadi melambaikan tangan saat mobil Andra melaju pergi. Tiba-tiba terlintas dalam pikiran Vandra untuk menanyakan sosok Andra pada Ayah Hadi, selama ini Ayah Hadi seolah terlihat menyukai Andra. Tapi apa jadinya jika Ayah Hadi tau soal sikap Andra yang sebenarnya, apa Ayah Hadi akan tetap sama menyukai Andra?.
Vandra mendudukan diri untuk sekedar berbincang dengan Ayah Hadi tentang Andra, kebetulan saat itu kedai sedang sepi jadi Vandra dan Ayah Hadi memiliki waktu untuk berbincang bersama.
"Menurut Ayah Tuan Andra itu gimana?"
"Nak Andra? menurut Ayah sosok laki-laki yang baik. Kenapa? kamu mulai suka dengan Nak Andra" Goda Ayah Hadi.
"Belum Ayah, aku belum suka 1% pun sama Tuan Andra" Vandra jujur.
"Terus kenapa kamu tanya tentang Nak Andra sama Ayah?" Ayah Hadi terheran.
"Aku penasaran aja, Ayah keliatan suka sama Tuan Andra"
"Ayah merasa Nak Andra pantas untuk kamu. Ya walaupun Ayah merasa Nak Andra memiliki sikap dingin tapi dia terlihat memiliki sikap yang baik"
"Ayah kenapa selalu berpikir positif sama semua orang? padahal Ayah kan belum tau sikap dia sebenarnya"
"Ayah hanya menyakini, setiap orang pasti punya sisi baik. Kalau kita mau menyukai seseorang dengan tulus liatlah dari sisi baiknya jangan dilihat dari sisi buruknya terutama sikapnya. Van, Ayah cuma berpikir ini adalah jalan hidup kamu. Walaupun ini akan berat kamu jalani nanti tapi Ayah berharap kamu bisa bahagia" ucap Ayah Hadi tersenyum pada Vandra.
"Ayah terlalu baik. Aku ga tega kalau sampai Ayah tau apa yang aku rasakan hari ini. Semoga yang Ayah harapkan bisa menjadi nyata, walaupun akan sangat berat aku jalan nanti saat aku menikah dengan Tuan Andra" Batin Vandra.
***
__ADS_1