
"Penampilan dan mobil Anda kenapa beda? Apa perusahaan Anda lagi bermasalah?" tebak Vandra menjawab tanya Andra.
Andra tertawa kecil mendengar ucapan Vandra. Pertanyaan macam apa itu? Andra kembali dengan ekspresi dinginnya lalu menjawab tanya Vandra yang mengusiknya untuk memberitahu yang sebenarnya.
"Buat apa kamu tanya soal perusahaan saya? kamu takut kalau saya bangkrut? terus kamu ga bisa dapat harta setelah kita berpisah nanti? itu maksud kamu? ga nyangka, tenyata kamu diam-diam punya niat untuk memanfaatkan saya" tuduh Andra.
"Buang jauh-jauh tuduhan Anda itu. Saya kan cuma tanya, kenapa Anda berpenampilan biasa dan pakai mobil seperti ini. Kalau Anda ga suka sama pertanyan saya harusnya Anda ga usah jawab. Dan ga perlu Anda menuduh saya sepeti itu" kesal Vandra.
"Penampilan saya seperti ini itu memang menyangkut juga dengan perusahaan tapi bukan berarti perusahaan saya bangkrut. Saya terpaksa melakukan ini karna saya tak ingin ada wartawan atau berita tentang saya dan kamu. Kamu tau kan pernikahan kita itu harus tersembunyi? jadi pertemuan kita ini juga ga bisa dilihat siapapun"
"Terserah Anda Tuan Muda. Ya udah ayo jalan, lama-lama disini nanti bisa ada yang liat" ucap Vandra.
"Dasar wanita cerewet" gumam Andra.
Ayah Hadi dan Ibu Hani terheran melihat Andra turun dari mobil yang berbeda dari biasanya. Tak ingin menanyakan hal itu, Ayah Hadi dan Ibu Hani mengajak Andra masuk kedalam rumah. Kebetulan kedai saat itu sudah tutup, jadi pembicaraan mereka dilakukan didalam rumah.
"Silakan diminum Nak Andra" Ibu Hani menyuguhkan secangkir minuman untuk Andra.
"Terima kasih Tante. Maaf kedatangan saya tiba-tiba kemari, ada hal yang mau saya sampaikan" ucap Andra.
"Tentang hal apa ya Nak Andra?" tanya Ayah Hadi.
"Begini Om Tante. Saya sebelumnya sudah membahas hal ini dengan Vandra dan Vandra menyetujuinya, tapi saya juga harus membahas hal ini juga dengan Om dan Tante" jawab Andra.
"Om bingung, sebenernya hal apa yang mau dibicarakan"
"Sebelumnya Om sama Tante jangan salahpaham dulu dengan maksud ucapan saya, saya harap Om dan Tante akan memahami hal yang akan saya sampaikan"
"Baiklah, tentang apa itu"
"Apa Om dan Tante tak keberatan,jika pernikahan saya dan Vandra disembunyikan dulu dari semua orang?"Tanya Andra baik-baik.
"Memangnya kenapa Nak Andra?" tanya Ibu Hani.
__ADS_1
"Apa ini soal latar belakang dan status Vandra dari keluarga sederhana?" Ibu Hani menambahkan.
"Bukan seperti itu Tante"
"Aku yang minta Bu" Vandra tiba-tiba memotong penjelasan Andra.
Mendengar pengakuan Vandra membuat Andra, Ibu Hani dan Ayah Hadi menatap Vandra bersamaan.
"Maksud ucapan kamu apa Van?" Ayah Hadi bertanya.
"Aku yang minta pernikahan itu disembunyikan Yah. Jujur, aku masih belum siap untuk menghadapi publik diluaran sana. Seperti yang Ayah dan Ibu tau, Tuan Andra pengusaha yang cukup terkenal. Pasti setiap kehidupannya menjadi bahan perbincangan, dan aku belum siap untuk itu. Aku mohon Ayah dan Ibu bisa memahami itu" jelas Vandra. Vandra terpaksa berbohong, ia tak ingin Ayah dan Ibu tau yang sebenarnya.
"Kenapa dia harus bilang gitu? apa dia ga mau orangtua sedih?" batin Andra menatap Vandra.
"Apa benar yang diucapkan Vandra itu Nak Andra?" tanya Ayah Hadi pada Andra.
Vandra menatap Andra, ada sebuah pandangan yang meminta Andra untuk menyetujui ucapannya.
"Benar Om" singkat Andra.
"Baiklah, Ayah dan Ibu akan mengikuti keinginan kamu" ucap Ayah Hadi.
"Terimakasih Yah, Ibu" Vandra bersyukur.
"Terimakasih Om, Tante atas pengertiannya. Saya janji, suatu hari nanti ketika Vandra sudah siap dengan semuanya saya akan memberitahu semua orang tentang pernikahan kami" janji Andra.
"Iya. Yang terpenting itu kalian harus bisa saling menjaga pernikahan kalian nanti kedepannya" harap Ayah Hadi.
"Iya Om"
Mereka lalu membahas tentang pernikahan yang akan dilaksanakan dirumah Vandra. Andra bahkan meminta pada Ayah Hadi dan Ibu Hani untuk tidak mempersiapkan apapun, semua akan dihandle oleh Sekertaris Riko. Ayah Hadi dan Ibu Hani menyerahkan semuanya dan berterima kasih pada Andra karna sudah mau menerima Vandra.
***
__ADS_1
1bulan berlalu.
Vandra sudah cantik berbalut kebaya putih. Sembari berkaca melihat dirinya, seketika membuat Vandra bersedih hati. Vandra menghembuskan nafas pelan dan mengangkat kepalanya agar air mata tak keluar dari matanya. Rasanya ini momen mengharukan yang pernah Vandra rasakan.
Dinda dan Vania datang menghampiri Vandra yang sedang duduk ditepi kasur. Mereka berdua sangat terharu dengan Vandra yang sebentar lagi resmi menjadi seorang istri.
"Kalian ko nangis sih" ucap Vandra.
"Gue terharu aja, lo sebentar lagi bakal jadi istri orang" Vania mengusap airmata dipipinya.
"Iya Van. Aku juga ga tau harus bilang apa, yang pasti semoga ada hal baik ya kedepannya" harap Dinda.
"Makasih ya buat kalian yang selalu ada untuk aku. Udah dong jangan sedih gitu, nanti make up kalian luntur lho" ledek Vandra.
"Sorry ya make up gue mahal jadi ga mudah luntur. Ga kaya make up dia, bentar lagi juga luntur tuh" ejek Vania pada Dinda.
"Enak aja, make up kamu mahal paling juga KW" protes Dinda tak terima.
"Rese banget lo"
"Udah ah, lagi sedih sempet-sempenya saling ledek" Vandra mengomeli sembari becanda.
"Maaf" ucap Dinda dan Vania bersamaan.
Ibu Hani masuk kekamar Vandra meminta untuk Vandra bergabung karna acara Akad nikah akan segera dimulai. Vandra menghembuskan nafas pelan, entah kenapa walau menurutnya ini bukan pernikahan sebenarnya tapi rasa gugup begitu terasa nyata.
Pernikahan itu hanya dihadiri keluarga inti Andra, keluarga Vandra, Dinda, Vania,Dino dan juga Sekertaris Riko dan Sekertaris Andy. Andra seketika terpesona saat Vandra berjalan lalu duduk disampingnya, aura kecantikan Vandra benar-benar terpancar saat itu. Harus diakui, Vandra sangat cantik hari itu dan Andra terpesona akan hal itu.
Ucapan penghulu dihadapan Andra membuyarkan pandangan terpesona Andra pada Vandra. Dan acara Akad nikah pun berlangsung, dengan sekali hembusan nafas Andra mampu mengucapkan ijab kabul dengan sekali ucapan. Semua yang hadir mengucap syukur atas lancarnya pernikahan Andra dan Vandra.
Vandra lalu diminta mencium tangan Andra dan Andra diminta mencium pucuk kepala Vandra. Ada rasa canggung diantara keduannya, karna ini adalah hal pertama kali yang mereka rasakan.
Tapi akan kah cinta hadir diantara mereka berdua? hanya waktu yang bisa menjawab.
__ADS_1
***