
1 tahun berlalu.
Vandra bersiap pergi menuju kampus karna hari ini ia ada kelas pagi. Vandra mengerutkan dahi saat Vania sahabat barunya dikampus membawa beberapa paper bag makanan. Vandra memang sudah tak asing dengan sifat Vania yang memiliki hoby makan namun tubuhnya masih bisa dikatakan normal.
"Hai Hai Vandra" sapa Vania dengan meriah. Vania anak yang periang, penuh semangat dan juga cerewet. Diantara Vandra dan Dinda yang sekarang pun satu kampus dengan Vandra, Vania lah yang paling banyak bicara dan penuh antusias.
"Kamu udah dateng?" tanya Vandra saat Vania berada dihadapannya.
"Udah dong, tadi kebetulan gue bareng Bokap gue jadi bisa berangkat awal" bangga Vania.
"Pantes aja. Eh Dinda belum dateng?"
"Belum"
Beberapa anak dikampus memperhatikan langkah sesosok perempuan yang terlihat cantik. Sosok itu adalah Dinda. Ya, semenjak masuk kuliah Dinda memutuskan untuk merubah penampilannya dan juga melepas kaca matanya, itu semua ia lakukan untuk menjadi lebih baik. Dinda awalnya merasa tak percaya diri, namun berkat dukungan Vandra dan juga Vania sekarang Dinda berubah menjadi wanita cantik.
"Tuh dia baru dateng" tunjuk Vania saat Dinda datang menghampiri.
"Hai" sapa Dinda.
"Hai" jawab Vandra.
"Duh cantik banget hari ini" puji Vania.
"Kamu nih, ngeledek aku atau memuji nih" sindir Dinda.
"Ngeledek sekaligus memuji" Vania tertawa.
"Mulai deh keanehannya"
"Aneh apa. Lo tuh yang aneh, tiap dideketin cowo gemeteran, kan aneh banget" ledek Vania.
"udah ah yuk masuk kelas" ajak Dinda.
__ADS_1
"Ayo" Ucap Vandra.
"Ih ngambekan" ejek Vania pada Dinda.
"Biarin"
Vandra hanya mengelengkan kepala melihat tingkah Dinda dan Vania yang sering ribut kecil tentang apapun. Karna kelas akan dimulai Mereka bertiga pun bergegas menuju kelas.
***
Karna hari itu jadwal kuliah tak sepadat biasanya, Vandra bisa pulang cepat untuk membantu Ayah Hadi dan Ibu Hani menjaga kedai. Vandra menunggu bus yang akan datang dihalte, tak lama Bus yang ditunggu datang. Vandra bergegas masuk lalu duduk dikursi dekat jendela. Tak terduga, Vandra seketika teringat dengan Randy. Apa kabar Randy diluar sana? apa dia masih mengigatnya? sudah setahun berlalu Randy pergi tanpa memberi kabar apapun.
Saat Bus berhenti disebuah halte, pandangan Vandra tertuju pada sosok yang hendak turun dari Bus. Vandra berdiri lalu mengikuti sosok itu, Vandra benar-benar yakin orang yang ia lihat adalah orang yang ia kenal. Namun sayang, orang yang Vandra kira itu ternyata salah. Vandra tertunduk lemas duduk dikursi halte, bagaimana bisa harapan besar itu masih ada? apa masih rindukah hati ini pada Randy? kenapa rasanya sulit melupakan Randy, sampai saat ini perasaan ini seolah ingin bersatu dengan cinta Randy.
Tiba dirumah, Vandra menyapa Ibu Hani dan Ayah Hadi yang tengah membersihkan meja dikedai. Vandra seketika bersikap seperti biasa lagi dihadapan orangtuanya, Vandra tak ingin rasa sedih karna Randy diketahui lagi dan membuat Ayah maupun Ibu sedih melihatnya.
"Kamu udah pulang Van?" tanya Ibu Hani.
"Ga usah, yang harus istirahat itu kamu. Kamu kan baru pulang kuliah, pasti capek"
"Ga ko Bu. Ibu istirahat ya, biar aku yang jaga"
"Ya sudah, Ibu masuk dulu ya nanti Ibu temenin kamu jaga kedai"
"Iya Bu"
Sebuah mobil mewah berhenti tepat didepan kedai. Vandra pun seketika melirik kearah sosok yang turun dari mobil itu. Vandra sudah bisa menebak siapa orang itu, dia adalah Andra. Akhir-akhir ini Andra memang sering mengunjugi Vandra dan keluarga. Andra melakukan itu bukan atas dasar keinginannya, Tuan Tomy lah yang memintanya seperti itu.
Andra menghampiri Vandra yang tengah duduk disalah satu meja pegunjung, tanpa diminta Vandra duduk Andra beinsitif duduk terlebih dulu dihadapan Vandra.
"Semakin saya kunjungi semakin kamu terlihat baik-baik saja. Sejujurnya saya tak mau melakukan ini terus menerus, tapi karna keinginan Papa saya terpaksa melakukan ini" ucap Andra.
"Anda pikir saya senang dikunjungi setiap minggu seperti ini? kalau Tuan tidak suka, silakan protes pada Om Tomy" sinis Vandra.
__ADS_1
Vandra dan Andra sampai saat ini memang masih saling bersikap dingin satu sama lain, permintaan Tuan Tomy seakan mengurung mereka untuk bertahan saling membenci.
"Apa kamu masih belum bisa melupakan cinta lama kamu? sampai kamu melihat semua laki-laki termasuk saya seolah terlihat jahat sekarang?" tanya Andra. Benar yang dikatakan Andra, semenjak kepergian Randy sikap Vandra pada laki-laki menjadi lebih dingin dan menggangap semua lelaki jahat kecuali Ayah Hadi.
Vandra tak memungkiri hal itu, baginya semua lelaki yang berada didekatnya seolah sama, sama-sama terlihat jahat. Apalagi saat ini, melihat Andra seakan membuat Vandra semakin membencinya. Vandra memang tak pernah menceritakan hal apapun pada Andra, namun kekuatan kekuasaan bisa membuat Andra mengetahui segalanya tentang Vandra termasuk perasaan bencinya karna kepergian Randy yang begitu saja.
"Apa hak Anda membicarakan hal itu? Memang Anda pikir Anda lelaki baik? tolong berkaca Tuan, saya sangat membenci sikap acuh dan dingin Anda pada setiap perempuan. Lalu apa beda dengan saya? kita sama-sama membenci karna seseorang, jadi Anda tak perlu mencampuri hal pribadi saya. Perbaiki dulu saja sikap Anda itu" tegas Vandra.
"Nak Andra sudah datang" tanya Ayah Hadi tiba-tiba datang lalu menghampiri Andra dan Vandra.
"Sudah Om, baru saja datang Om" ucap Andra dengan sopan.
Vandra benar-benar tak habis pikir dengan kepribadiaan Andra yang bisa berubah seketika saat berada dihadapan Ayah Hadi da Ibu Hani. Rasanya ingin sekali memaki sikap Andra itu dengan sepuasnya, namun Vandra tak bisa melakukan itu. Vandra hanya bisa menahan dan membiarkan orangtuanya berpikir Andra adalah lelaki yang baik. Tunggu saja waktunya, jika pernikahan nanti terjadi dan berakhir dengan waktu kesepakatan, Vandra akan membuka semua sikap Andra yang sebenarnya.
"Kebetulan sekali, Om sudah menyiapkan makanan spesial untuk Nak Andra. Bu, bawa kemari makanannya" pinta Ayah Hadi pada Ibu Hani yang membawa makanan untuk Andra.
"Iya Yah. Ini Nak Dirga makananya" sepiring nasi goreng seafood tersaji diatas meja. Setiap Ayah Hadi menyiapkan makanan, makanan itu harus sesuai dengan kesukaan Andra. Ayah Hadi memang segaja mencari tau semua tentang Andra lewat internet termasuk makanan kesukaan Andra. Hal itu Ayah Hadi lakukan sebagai tanda terimakasih. Sejujurnya Andra pun merasa terkejut dengan hal itu, namun Andra mencoba diam dan menghargai usaha Ayah Hadi.
"Terimakasih Om Tante, makanannya keliatan enak" puji Andra.
"Kalau gitu Om sama Tante tinggal dulu ya, silakan nikmati makanan"
"Iya Om"
"Tante kedalam dulu ya, Van temanin Nak Andra ya" pinta Ibu Hani.
"Iya Bu" jawab Vandra.
Tanpa berlama Andra seketika melahap makanan yang disiapkan Ayah Hadi, walau sikap Andra dingin dan angkuh tapi Andra masih memilki sikap menghargai dan juga menghormati setiap orang yang berbuat baik padanya. Namun lain hal pada Vandra, walau Vandra sudah menolong Papa Tomy tapi tetap saja, Karna sikap baik Vandra itu membuat dirinya harus terjebak dan menikah nantinya dengan Vandra, sungguh kebaikan yang menjebak.
Vandra menatap Andra yang tengah menyantap makanan kesukaanya, Vandra seketika teringat Randy. Saat itu Ayah Hadi pun pernah membuatkan Randy makanan spesial dan Randy pun menyantapnya dengan lahap. Randy, bagaimana kabar kamu disana? sejujurnya aku merindukan kamu, apa kamu merindukan aku juga? gumam Vandra dalam benaknya.
***
__ADS_1