Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Jodoh untuk Andra


__ADS_3

Sore itu Andra pulang dari kantor lebih awal, perasaannya sangat tak berarah. Andra menyandarkan tubuhnya disofa ruang keluarga sembari menghela nafas. Sore itu suasana rumah juga tampak sepi. Papa Tomy memiliki 3 seorang anak, Andra adalah anak kedua. Kaka laki-laki Andra tak tinggal bersama dan memilih tinggal ditempat lain sedangkan adik perempuan Andra yang masih sekolah pasti sedang pergi bersama teman-temannya. Tinggal Andra seorang diri saat itu.


Mama Amira datang menghampiri Andra yang tengah sendiri, sadar Andra tengah merasa tak baik Mama Amira pun menemani Andra dan mengajaknya bicara.


"Kamu baru pulang?" tanya Mama Amira.


"Udah Ma. Papa mana?"


"Papa kamu lagi pergi keluar sama Sekertaris Andy. Kamu kenapa Dra, Mama liat kamu lagi ngerasa bingung. Ada masalah dikantor?"


"Bukan Ma. Aku cuma ngerasa cape aja"


"Pasti soal keinginan Papa ya? maaf ya, Papa terlalu memaksa kamu"


"Aku cuma ngerasa bingung Mah. Aku bukannya ga mau menikah, tapi sampai saat ini aku masih belum bisa mencintai seseorang"


"Apa kamu masih takut untuk mencintai wanita? Dra, Mama tau. Kamu trauma masalalu kamu dan juga soal Kaka kamu ditinggalkan oleh orang yang dicintai selamanya, sampai Kaka kamu pergi keluar negri untuk menenangkan dirinya. Tapi kamu ga bisa terus-terusan begini, kamu punya jalan hidup kamu sendiri. Mama ga mau anak laki-laki Mama seperti ini, menjadi dingin pada wanita" sedih Mama Amira.


"Aku tau Mah. Mama jangan sedih ya, aku akan membahagiakan Mama dan Papa. Aku akan berusaha untuk membuka hati aku, tapi kasih aku kesempatan. Karna ga mudah mendapatkan seseorang yang aku harapkan" Andra menenangkan.


"Iya Dra"


Andra memeluk Mama Amira untuk menenangkan perasaannya. Sejujurnya Andra memang masih merasa trauma dengan apa yang Kakanya alami, ditinggalkan selamanya oleh orang yang dicintainya sampai membuat hidup Kakanya berantakan bahkan tak bisa mengontrol kesedihannya membuat Andra terniang akan hal itu.


***


Ibu Hani mengetuk pintu kamar Vandra. Ibu Hani memberitahu, jika ada seseorang yang ingin bertemu dengan Vandra. Vandra terheran, siapa yang ingin bertemu dengannya, bahkan Ibu Hani pun tak mengenal orang yang ingin bertemu dengan Vandra. Tak ingin membuat orang yang ingin menemuinya menunggu lama, Vandra bergegas menuju ruang tamu untuk menemui orang itu.


Vandra tersenyum melihat sosok yang ingin menemuinya, sosok itu adalah Tuan Tomy. Sore itu Tuan Tomy dan Sekertaris Andy menemui Vandra dan keluarganya. Vandra duduk dan menyapa Tuan Tomy yang sudah menunggu Vandra.


"Hai Vandra, apa kabar kamu?" tanya Tuan Tomy.


"Vandra baik Tuan" jawab Vandra. Semenjak Vandra mengetahui jika Bapak yang ditolongnya itu seorang terpandang Vandra pun merubah panggilannya.


"Bagaimana kabar Tuan sekarang?" Vandra berbalik tanya.

__ADS_1


"Kamu ga perlu memanggil Tuan, panggil saja Om Tomy" pinta Tuan Tomy.


"Baik Om"


"Maaf datang tiba-tiba, Om kesini ingin bertemu dengan kamu dan juga keluarga kamu"


"Memang ada apa ya Om?"


"Nanti Om akan jelaskan. Kamu bisa panggilkan mereka kan?"


"Iya Om. Tunggu sebentar ya, Vandra panggilkan dulu"


"Iya"


Ayah Hadi, Ibu Hani dan Vandra duduk bersama untuk mendengarkan apa yang akan Tuan Tomy bicarakan. Sebelum berbicara, Ayah Hadi dan Ibu Hani memperkenalkan diri mereka terlebih dulu pada Tuan Tomy.


"Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri terlebih dulu, saya Tomy dan saya adalah orang yang pernah Vandra tolong. Saya kemari ingin mengucapkan terima kasih kepada Vandra dan juga keluarga, maaf jika dirasa saya terlambat mengucapkan rasa terima kasih saya" ucap Tuan Tomy.


"Sebelumnya saya menghormati kedatangan Anda kemari Tuan. Apa yang dilakukan Vandra itu sudah seharusnya, sesama manusia harus saling menolong. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih, karna sebelumnya Anda sudah mengirimkan hadiah untuk Vandra. Saya menghargai apa yang Anda lakukan, tapi saya harap pertolongan yang Vandra berikan tidak dianggap begitu berlebihan" pinta Ayah Hadi.


"Penilaian saya memang tak salah. Vandra dididik dengan baik oleh keluarganya" puji Tuan Tomy.


"Sekarang saya yakin dengan apa yang akan saya utarakan. Vandra, Ibu Hani. Saya boleh berbicara sebentar dengan Pak Hadi?" pinta Tuan Romy.


"Silakan Tuan, saya dan Vandra permisi dulu. Ayo Vandra" ajak Ibu Hani.


"Iya Bu" Ibu Hani dan Vandra beranjak pergi, tersisalah Ayah Hadi dan Tuan Tomy.


Setelah beranjak, Vandra merasa aneh dan bertanya-tanya. Hal apa yang akan dibahas Tuan Tomy pada Ayah Hadi? tanya Vandra dalam hati.


***


Andra, Mama Amira, Papa Tomy dan Adik Andra yang bernama Arumi menikmati makan malam bersama. Ditengah menyantap makanan, Andra menanyakan tentang kepergian Papa Tomy bersama Sekertaris Andy.


"Tadi sore Papa kemana?" tanya Andra.

__ADS_1


"Papa pergi menemui orang yang menolong Papa"


"Jadi Papa pergi menemui Vandra lagi?" Mama Amira bertanya.


"Iya Mah"


"Kenapa Papa menemui gadis itu lagi? kita kan sudah memberikan dia dan keluarganya hadiah tanda terima kasih"


"Mama benar, tapi Papa ingin mengucapkan terimakasih langsung pada Vandra dan keluarganya. Papa merasa harus melakukan itu, coba Mama bayangkan seandainya Vandra tak menolong Papa waktu itu, Papa mungkin ga akan sesehat ini sekarang" jelas Papa Tomy.


"Apa gadis yang bernama Vandra begitu baik Pa, sampai Papa begitu mengagumi bahkan sampai rela mendatangi dia kerumahnya" Tanya Andra.


"Iya, Papa sangat menyukai gadis itu. Sama halnya seperti Arumi, dia cantik dan juga baik hatinya" puji Papa Tomy yang disambut senyum Arumi. Arumi anak yang baik, hanya saja dia memiliki sifat pendiam dan tak banyak bicara tentang apa dia rasakan.


"Oh iya Dra, Papa juga sudah memutuskan untuk menarik ucapan Papa tentang hak waris jika kamu dalam sebulan tak mengenalkan wanita pada Papa"


"Papa serius?" Andra memastikan.


"Iya. Dan mulai sekarang kamu ga perlu mencari ataupun mengenalkan wanita manapun pada Papa dan keluarga kita"


"Kenapa begitu Pah?" Mama Amira heran.


"Papa sudah mempunyai calon untuk Andra, Papa bukan menjodohkan. Hanya saja Papa merasa sosok wanita ini pantas mendampingi Andra"


"Siapa wanita itu Pah?"


"Nanti Mama juga tau"


"Apa perlu sampai Papa mencari seseorang untuk aku? aku rasa Papa terlalu berlebihan Pah, aku bisa mencari seseorang yang aku cintai Pah" tolak Andra.


"Dra, Papa mau kamu mendapatkan teman hidup yang baik. Selama ini kamu tau kan, wanita yang mendekati kamu itu semua hanya menginginkan harta kamu saja? bersikaplah logis Dra, ga ada orangtua yang mau merusak masadepan anaknya. Papa hanya mau kamu mendapatkan yang terbaik"


"Sudah Pah, jaga emosi Papa"pinta Mama Amira.


"Aku udah selesai" ucap Andra berlalu pergi menuju kamar.

__ADS_1


Kenapa arah hidup harus seperti ini? Dari urusan perusahaan bahkan jodoh membuat Andra menjadi sosok yang tak bisa mengatur hidupnya sendiri.


***


__ADS_2