
Ketika membantu Tante Amy tiba-tiba pandangan Vandra teralihkan saat melihat halaman belakang yang terdapat pohon mangga yang begitu lebat. Vandra seketika menelan ludahnya saat membayangkan jika ia bisa memakan buah itu saat ini. Merasa tak enak menyuruh siapapun orang yang bekerja disana membuat Vandra hanya bisa memandanginya dari jauh.
Diruang keluarga, Oma Mira yang tengah membaca majalah dikagetkan dengan kedatangan Andra. Oma Mira tak menyangka jika Andra akan mendatanginya, karna selama ini Oma Mira merasa Andra sudah tak menyayanginya lagi.
"Siang Oma" sapa Andra.
"Lho, Andra. Cucu Oma, kamu kesini" ucap Oma Mira senang. Walau dibalik rasa kecewanya Oma Mira pada Andra karna pernikahannya tapi tetap saja, Andra adalah cucu yang paling Oma Mira sayangi.
"Iya Oma. Aku kesini mau jenguk Oma, gimana keadaan Oma?" tanya Andra. Sejujurnya Andra masih meresa kecewa dengan sikap Oma Mira pada Andra, tapi teringat perkataan Vandra membuat Andra menurunkan rasa kecewa itu.
"Keadaan Oma sekarang membaik"
"Syukur kalau Oma merasa baik sekarang, aku
khawatir sama keadaan Oma"
"Kamu gak usah khawatir lagi ya. Oh iya, Makasih ya untuk cake yang kamu siapkan untuk Oma. Oma senang kamu masih ingat sama kesukaan Oma" ucap Oma Mira membuat Andra bingung.
"Tadi Vandra datang, dan bawakan cake kesukaan Oma. Vandra bilang, kamu yang meminta dia datang dan membawakan Oma cake" Oma Mira menambahkan.
"Vandra kesini Oma?" Andra memastikan. Andra benar-benar tak tau jika Vandra datang untuk menjenguk Oma.
"Iya. Sekarang Vandra ada didapur bantu Tante Amy memasak"
"Aku temuin Vandra dulu Oma" Andra bergegas pergi menuju dapur untuk memastikan ucapan Oma. Dan benar saja, Vandra tengah membantu Tante Amy sembari berbincang dengan Art yang bekerja dirumah Oma.
"Vandra" panggil Andra mengalihkan perhatian semua orang untuk memandangnya.
"Mas Andra" panggil Vandra pelan.
Andra datang menghampiri Vandra sembari menyapa Tante Amy. Andra tak menyangka betapa beraninya Vandra datang menemui Oma tanpa memberitahu dirinya.
"Apa kabar Tante" sapa Andra pada Tante Amy.
"Kabar Tante baik, kabar kamu gimana?"
"Baik juga Tante"
"Gak nyangka lho, sebentar lagi kamu akan jadi orangtua. Kamu harus jagain Vandra dan juga kehamilannya ya, Tante bener-bener seneng lho dan gak sabar menanti kelahiran anak kamu nanti"
"Iya Tante, aku pasti akan jaga mereka. Tante, saya pamit dalu ya mau bicara sebentar sama Vandra"
__ADS_1
"Iya"
"Tante aku tinggal sebentar ya" pamit Vandra pada Tante Amy.
"Iya Van"
Andra mengajak Vandra berbicara dihalaman belakang, namun fokus Vandra teralihkan bukan menatap Andra melainkan menatap pohon mangga yang sudah membuat Vandra tak fokus sejak tadi. Andra mengikuti pandangan Vandra dan menanyakan apa yang sebenarnya Vandra lihat.
"Kamu lihat apa?" Andra penasaran.
"Mas, kamu liat itu kan?" tunjuk Vandra.
"Liat apa? pohon mangga maksud kamu?" Andra menanyakan.
"Iya Mas. Mas, boleh aku minta sesuatu gak?" mohon Vandra.
"Memang kamu mau apa?"
"Aku mau buah mangga muda diatas pohon itu Mas, boleh ya. Aku kepengen" Vandra memelas.
"Kamu ngidam?"
"Iya. Daritadi aku nahan kepengen makan buah mangga, cuma aku gak enak minta tolong ambilin buahnya"
"Tunggu. Bi Asih" panggil Andra.
Tak lama Bi Asih datang menghampiri.
"Iya Tuan"
"Tolong minta Pak Deni untuk ambil buah mangga muda diatas pohon sana"
"Baik Tuan"
Melihat Pak Deni memanjat pohon membuat Vandra semakin tak sabar memakan buah yang begitu diinginkannya. Dan selesai mengambil buah, Pak Deni memberikan buah mangga itu pada Vandra. Vandra begitu merasa bahagia bahkan sampai mengucapkan rasa terima kasih berkali-kali pada Pak Deni.
"Ayo Mas, kita kupas buahnya" ajak Vandra mengajak Andra duduk dikursi yang berada dihalaman belakang.
Saat Vandra tak sabar mengupas buah mangga, Andra seketika melarang Vandra ketika Vandra mengambil pisau untuk mengupas buah mangga.
"Kenapa Mas?"
__ADS_1
"Biar aku aja yang kupas buahnya" Andra mengambil buah dan pisau dari tangan Vandra.
Andra mengelengkan kepala melihat Vandra yang begitu antusias melihatnya memotong buah. Inikah salah satu rasa bahagia dalam sebuah pernikahan? melihatnya bahagia seakan membuat hati ini begitu bahagia.
"Ayo dimakan" Andra menyuguhkan sepiring buah mangga dihadapan Vandra.
"Hore... akhirnya bisa makan juga"ucap Vandra antusia lalu dengan cepat memakannya.
"Hhmm enak Mas. Mas mau coba?" Vandra menawarkan.
"Gak usah, Kamu makan aja" suruh Andra sambil tersenyum melihat Vandra yang begitu lahap memakan buah.
"Oh iya sayang. Kamu kenapa jenguk Oma gak bilang sama aku?" tanya Andra.
Vandra menghentikan makannnya.
"Aku segaja Mas. Maaf ya, aku ngerasa khawatir sama keadaan Oma. Aku takut kalau aku bilang nanti Mas gak ijinin aku"
"Apa Oma menyakiti kamu dengan perkataan lagi?" Andra memastikan.
"Gak Mas. Ya walaupun Oma masih keliatan belum bisa menerima aku, tapi setidaknya aku mau berusaha untuk bisa diterima sama Oma"
"Kamu gak perlu berusaha apapun, biar aku aja yang menghadapi restu Oma. Aku gak mau kamu merasa terluka lagi, dan aku juga gak mau kalau sampai nanti kehamilan kamu tergangu dengan perkataan apapun yang menyakitkan" ucap Andra.
"Mas, aku mau kita berjuang bersama. Yang menjalani pernikahan ini kita berdua, dan gak seharusnya hanya salah satu diantara kita yang berjuang. Aku juga akan berusaha acuh Mas, perkataan dan sikap Oma itu memang mungkin menyakitkan. Tapi aku yakin Oma memiliki alasan bersikap seperti itu. Lagipula, kalau semakin kita menunjukan rasa sayang kita kepada Oma, suatu saat nanti pasti hati dan restu Oma pun akan kita dapatin Mas"
"Aku yakin, Oma pasti akan menyesal karna menolak mengenal lebih kamu yang memiliki sikap dan hati yang baik" puji Andra.
"Nanti juga ada waktunya Mas, aku dan Oma akan saling mengenal baik. Makanya, mulai sekarang jangan melawan Oma dengan hati yang keras. Kita buat Oma bisa menerima aku dan juga pernikahan kita"
"Iya sayang"
Semua makanan sudah tersaji dimeja makan. Siang itu Oma, Tante Amy, Andra dan juga Vandra menikmati makan siang bersama. Disela makan tiba-tiba Oma meminta Bi Asih menyiapkan susu kehamilan untuk Vandra. Andra, Vandra termasuk Tante Amy menatap kearah Oma bersamaan.
"Kenapa kalian liat Oma? ada yang salah?" tanya Oma Mira.
Bagaimana mereka semua tak memandangi Oma, rasanya sangat tak terduga melihat perhatian Oma Mira pada Vandra. Karna selama ini Oma Mira begitu tak suka bahkan selalu bersikap dingin pada Vandra.
"Lanjutkan makan kalian" perintah Oma Mira pada Andra, Vandra dan Tante Amy.
Vandra tersenyum melihat Oma Mira. Walau Oma Mira terlihat membencinya tapi Oma Mira ternyata menyimpan rasa peduli yang terpendam pada Vandra. Tak hanya Vandra, Andra pun merasa luluh dengan sikap tak terduga Oma Mira. Walau Andra tak tau apa penyebab Oma Mira bersikap seperti itu, tapi Andra berharap Oma Mira bisa menerima Vandra dengan terbuka.
__ADS_1
***