
Vina menatap kartu nama yang diberikan Dino padanya. Vina tak tau harus menjawab seperti apa pada Dino nantinya, yang ia pikirkan hanya rasa bimbang pada ajakan Dino. Vina tak tau harus menolak atau menerimanya. Tengah Sibuk dengan lamunannya, Vina tiba-tiba dihampiri teman terdekatnya dikantor yang bernama Lisa. Lisa melihat keanehan Vina yang hanya sibuk melihat kartu nama yang ia pegang ditangannya.
"Kartu nama siapa tuh" goda Lisa.
"Kamu nih kagetin aku aja"
"Lha siapa suruh ngelamun liatin itu. Emang itu kartu nama siapa sih? Ko diliatin mulu" Lisa penasaran.
"Ini kartu mana cowo yang ngajak aku pergi. Aku bingung harus gimana, aku belum kasih jawaban soal ajakannya"
"Ya terima aja ajakannya. Lagian sampai kapan sih kamu mau menutup pintu hati kamu. Kamu gak kasian sama diri dan anak kamu? Kalian masih butuh sosok pelindung dan juga orang yang bisa menyayangi kalian. Cobalah untuk buka perlahan hati kamu, aku tau gak mudah tapi kalau kamu seperti ini terus sampai kapanpun kamu akan terus hidup dengan trauma kamu" saran Lisa.
"Aku cuma takut kecewa lagi Lis. Apalagi, cowo ini juga masih single. Aku takutnya dia mendekati aku hanya karna ngerasa kasian"
"Jangan menuduh kaya gitu dulu. Aku yakin pasti dia udah mempertimbangan semuanya untuk mendekati kamu. Sekarang kamu pikirin dan kasih kejelasan soal ajakan dia, jangan mengabaikan terus menerus laki-laki yang mau deketin kamu. Karna tanpa kamu sadari kamu bisa aja melewati laki-laki yang baik dan tepat untuk kamu. Aku balik kerja dulu ya, pikirin baik-baik ok" pamit Lisa pergi.
Vina semakin bimbang dengan ucapan Lisa. Apa harus ia menerima ajakan Dino? Tapi bagaimana dengan Ayah? Apa Ayah akan mengijinkannya pergi bersama Dino?.
***
Siang itu Vandra dalam perjalanan menuju rumah Oma Mira. Vandra berinisitif pergi seorang diri menjenguk Oma tanpa memberitahu Andra sebelumnya. Itu segaja dilakukan karna Vandra ingin ikut berusaha membantu Andra mendapat restu Oma. Sambil membawa bingkisan untuk Oma Mira, Vandra berharap semoga Oma Mira nanti akan menyukainya.
Sesampainya dirumah utama, Vandra dipersilakan menunggu diruang keluarga oleh Asisten Oma yang biasa terbiasa dipanggil Asisten Mutia. Sambil menunggu, Vandra mengatur nafas dan juga mengumpulkan keberanian untuk berhadapan dengan Oma. Hal ataupun ucapakan yang akan terjadi, Vandra siap dan tak ingin menjadikan itu sebagai alasan kekecewaanya dan membuatnya mundur untuk mendapat restu Oma.
Yang ditunggu datang, dengan wajah angguh Oma Mira menghampiri lalu duduk dihadapan Vandra dengan tatapan dingin. Sudah terlihat jelas, kedatangan Vandra pasti membuat Oma Mira terkejut dan tak terduga. pikir Vandra.
"Ada apa kamu kemari? berani sekali" anggkuh Oma Mira berucap.
"Bagaimana keadaan Oma? aku dengar Oma sakit, aku datang kesini untuk menjenguk Oma" jawab Vandra sopan.
"Saya tak butuh rasa peduli kamu"
Vandra tersenyum dan mengabaikan ucapan Oma Mira. Ia pun mengalihkan pembicaraan pada bingkisan yang ia bawa.
"Ini Oma, aku bawakan cake kesukaan Oma. Ini Mas Andra yang menyiapkan, berhubung Mas Andra masih sibuk dengan pekerjaan kantornya jadi aku diminta untuk mengantarnya untuk Oma" Vandra menaruh cake yang ia bawa diatas meja.
Vandra sebenarnya berbohong tentang Andra meminta Vandra datang menjenguk dan membawa cake untuk Oma. Vandra segaja melakukan hal itu, dengan begitu Oma Mira akan berpikir jika Andra masih begitu peduli padanya.
__ADS_1
"Kamu yakin Andra menyiapkan ini untuk saya?" Oma Mira memastikan.
"Iya Oma. Mas Andra begitu sayang sama Oma, bahkan Mas Andra sampai begitu khawatir mendengar Oma sakit"
"Apa itu benar?"
"Iya Oma"
"Saya dengar kamu tengah hamil? benar?" tanya Oma Mira.
"Benar Oma. Kehamilan aku saat ini masuk minggu ke 3"
"Jaga baik-baik kandungan kamu itu. Tapi kamu jangan dulu merasa jika saya sudah menerima kamu dikeluarga Wijaya. Saya hanya tak ingin membenci anak yang ada didalam kandungan kamu, apalagi anak itu adalah anak Andra" pinta Oma.
"Iya Oma, aku akan menjaga kandungan aku dengan baik"
"Aku tau Oma sebenarnya memiliki hati yang baik, tapi karna Oma mencari perhatian semua orang Oma menjadi seperti ini" batin Vandra.
"Permisi Nyonya besar, ada Nyonya Amy datang" Asisten Mutia memberitahu.
"Suruh dia masuk" perintah Oma Mira.
Tante Amy menghampiri Oma Mira dan juga Vandra. Sambil membawa bingkisan, Tante Amy menyapa dengan gembira. Tante Amy adalah menantu Oma Mira yang pertama, beliau istri dari Om Dika anak pertama Oma Mira dan Opa sekaligus Kaka Papa Tomy.
"Gimana kabar Mama? aku denger Mama sakit" tanya Tante Amy.
"Keadaan Mama sudah membaik"
"Syukur kalau begitu, ini aku bawakan sesuatu untuk Mama"
"Terimakasih"
"Iya Mah. Hai Vandra, gimana kabar kamu? lama ya gak ketemu, kamu gak ditemani Andra kesini?" tanya Tante Amy pada Vandra. Tante Amy yang memiliki sikap baik dan juga selalu ramah pada siapapun selalu menyambut baik siapapun yang ia temui.
"Kabar aku baik Tante, kabar Tante gimana?"
"Kabar Tante baik. Kamu kesini sendiri pasti karna Andra sibuk dikantor ya jadi gak bisa temanin kamu kesini"
__ADS_1
"Iya Tante"
"Oh iya, Tante dengar kamu lagi hamil ya. Selamat ya sayang, Oma Mira selalu menanti dan menunggu cucu dari Andra lho. Dan akhirnya harapan itu akan terjadi sebentar lagi, iya kan Mah?" Tante Amy bertanya pada Oma Mira.
"Iya" jawab Singkat Oma Mira.
"Amy, kamu bisa tolong buatkan Mama sup Ayam? siang ini Mama ingin makan itu" pinta Oma Mira pada Tante Amy.
"Iya Mah, aku akan buatkan untuk Mama"
"Kamu ajak Vandra, ajarkan dia memasak juga" perintah Oma Mira.
"Iya Mah. Ayo Van, ikut Tante" ajak Tante Amy.
"Iya Tante"
Vandra mengikuti Tante Amy menuju dapur untuk membuat sup Ayam, sebenarnya Vandra merasa aneh. Untuk apa Oma meminta Vandra membantu Tante Amy memasak?.
Vandra melihat Tante Amy menyiapkan bahan-bahan untuk membuat sup ayam untuk Oma Mira, sembari membantu memotong sayuran Vandra menanyakan maksud perintah Oma Mira pada Tante Amy.
"Tante, aku boleh tanya?" tanya Vandra.
"Tanya apa?"
"Kenapa Oma minta Tante ajarin aku masak?"
Tante Amy tersenyum memandang Vandra.
"Itu tandanya kamu mulai diterima dikeluarga Wijaya. Oma sejak dulu memang seperti itu Van, beliau menginginkan menantu bahkan cucu pasangan mereka bisa mendapat perempuan yang baik. Walau kodrat kita sebagai wanita tidak harus diwajibkan bisa memasak, tapi diusahakan sebagai istri kita harus bisa melayani suami dengan baik. Apalagi Oma memang kurang suka makan diluar rumah, makanya Oma selalu meminta keluarganya untuk makan makanan rumah" Tante Amy menjelaskan.
"Oh iya, kamu sebelumnya pernah masak?" tanya Tante Amy.
"Pernah Tante, tapi gak begitu ahli memasak"
"Kalau gitu kita masak bareng ya, supaya kamu bisa ahli memasak"
"Iya Tante"
__ADS_1
"Apa yang dibilang Tante Amy bener? kalau Oma Mira mulai bisa menerima kehadiran aku? tapi kenapa tiba-tiba? apa yang buat Oma Mira bisa begitu?" batin Vandra bertanya-tanya.
***