Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Melihat dia kembali


__ADS_3

Sarapan sudah tertata rapih dimeja makan. Vandra pun juga sudah bersiap merias diri untuk pergi menuju kampus. Vandra menatap kearah pintu kamar Andra sekilas, ada niatan untuk membangunkan Tuan kutub yang selalu membuatnya kesal itu. Namun niatan itu sirna takala Andra keluar dari kamarnya.


Andra duduk dikursi berhadapan dengan Vandra. Tak ada perkataan atau sapaan pagi itu, Vandra dan Andra saling fokus pada makanan mereka masing-masing. Andra tiba-tiba menghentikan sarapannya, Vandra melihatnya dengan bingung. Apa sarapannya tidak enak dimakan? pikir Vandra.


"Saya minta kamu jangan salahpaham tentang wanita semalam"


Vandra mengerutkan dahi. Kenapa tiba-tiba Andra membahas hal itu? siapapun dia bagi Vandra itu tak penting.


"Saya ga peduli siapa perempuan semalam. Saya juga ga akan salahpaham atau bilang ke keluarga kita berdua soal itu. Lagipula, hubungan kita itu kan bukan hubungan pernikahan yang nyata. Siapapun yang dekat dengan Anda itu juga bukan urusan saya, jadi saya ga peduli siapapun dia" jelas Vandra.


"Ok. Yang dibilang kamu benar, kalau dipikir untuk apa juga kamu tau tentang hidup saya. 1tahun kedepan kita juga akan kembali ke kehidupan masing-masing. Saya sudah selesai, saya pergi dulu" Andra beranjak bangun dari kursi.


"Oh iya, kartu kredit yang saya kasih ke kamu semalam didalamnya sudah termasuk uang saku untuk kamu selain uang belanja kebutuhan rumah. Jadi gunakan uang itu dengan baik" perintah Andra.


Andra berlalu pergi begitu saja, tak seperti kebanyakan pernikahan pada umumnya jika suami pergi berkerja istri akan mengecup tangan suami ataupun suami mencium kening istrinya, karna pernikahan yang dijalani Andra dan Vandra tak seperti pernikahan biasanya hal seperti itu tak mereka berdua lakukan.


Vandra melanjutkan sarapannya seorang diri. Ada rasa hampa dan sepi, karna ini pertama kalinya Vandra menikmati sarapan tanpa keluarganya. Vandra benar-benar merindukan rumah terutama keluarganya, rasanya begitu ingin cepat berlalu 1 tahun yang akan ia jalani dengan Andra.


Dibasement apartemen Sekertaris Riko sudah menunggu Andra. Ada yang cukup berbeda dari pandangan Sekertaris Riko pada Andra, Andra menyadari jika sedang diperhatikan. Tak ingin bertanya, Andra meminta Sekertaris Riko untuk menjalankan mobilnya.


Seperti biasa diperjalanan menuju kantor Andra selalu memantau perkembangan perusahaan lewat laporan yang diberikan oleh Sekertaris Riko. Pikiran Andra sejujurnya pagi itu tak fokus, kehadiran Vivi yang kembali pasti akan menganggu kehidupannya. Apalagi Oma yang tak merestui pernikahaanya pasti akan membiarkan Vivi tetap berada dalam kehidupan Andra.


***

__ADS_1


Hari itu Vandra duduk dihalte sembari menunggu Bus datang, Vandra bisa saja menaiki kendaraan lain namun Vandra masih nyaman menggunakan Bus menuju kampus. Tempat duduk ternyaman bagi Vandra diBus adalah dekat jendela, disana Vandra bisa leluasa melihat jalan. Vandra menyemangati dirinya untuk menjalankan hari diawal pagi ini, namun ada hal yang membuat Vandra terdiam menatap mobil yang berhenti tepat disamping Bus saat lampu merah menyala.


Vandra mengamati sosok itu, antara terkejut dan tak menyangka menjadi satu dalam pandangan Vandra. Sosok yang ia lihat adalah Randy, randy tengah mengemudi mobil. Vandra begitu yakin dengan apa yang ia lihat, karna saat itu jendela mobil Randy terbuka. Ingin sekali rasanya turun dan menghampiri Randy dengan riangnya, namun sayang lampu terlanjut berganti hijau.


Vandra menyesali karna terlambat menghampiri Randy, bahkan saat itu pun mobil dan Bus yang dinaiki Vandra melaju berbeda arah. Randy?apa kamu benar-benar kembali? apa kamu masih ingat aku? aku masih ga percaya dengan apa yang aku liat. Tuhan rencana takdir apa lagi ini? kenapa Randy kembali disaat aku sudah menikah dan menjadi seorang istri? pertanda apa ini? apa Randy kembali untuk menandakan jika kami berdua tak bisa bersatu? Duga Vandra.


Vandra berjalan pelan menuju kelas. Rasanya masih tak percaya, setelah sekian lama menanti akhirnya Randy kembali. Vania dan Dinda pasti akan senang mendengar hal ini, pasti mereka akan merasa tak percaya dengan apa yang Vandra lihat.


Tepat dugaan Vandra, Vania dan Dinda sudah berada dikelas tengah berbincang. Dengan antusias Vandra menghampiri mereka, rasanya sudah tak sabar ingin menceritakan tentang apa yang terjadi.


"Vani, Dinda. Kalian pasti ga akan percaya sama apa yang aku liat" Vandra begitu mengebu memberitahu.


Dinda dan Vania saling menatap, ada apa dengan Vandra?.


"Aku serius Vania, aku lagi ga becanda nih" protes Vandra.


"Kamu tenang dulu, tarik nafas" Dinda meminta Vandra menarik nafasnya, dan Vandra mengikuti perintah Dinda.


"Udah tenang kan? sekarang kamu pelan-pelan ceritain apa yang kamu liat" pinta Dinda.


"Din, Vani. Tadi dijalan aku liat Randy, aku yakin itu Randy. Randy kembali" Vandra antusias menceritakan.


Lagi-lagi Dinda dan Vania saling menatap. Vandra memang benar, Randy sudah kembali. Mereka berdua tak tau harus ikut bahagia atau bagaimana dengan apa yang Vandra ceritakan. Karna jauh sebelum Vandra melihat Randy, Dinda sudah jauh terlebih dulu melihat Randy.

__ADS_1


"Kalian kenapa pada diem? kalian ga kaget sama cerita aku?" Vandra terheran dengan ekspreai Dinda dan Vania yang terlihat biasa.


"Aaaaakku.. Aku ikut seneng ko. Iya kan Vani" Dinda mengarahkan perkataanya pada Vania.


"Iya, gue juga ikut seneng ko. Akhirnya ya Randy kembali" Vania ikut berpura-pura senang seperti Dinda yang tak mengetahui apa-apa.


"Aku sejujurnya ngerasa seneng dan juga takut" Vandra merendahkan suara dengan nada sedih.


"Kenapa gitu?" Vania menanyakan.


"Aku takut Randy udah lupa sama aku, tapi disisi lain aku juga seneng karna dia kembali" keluh Vandra.


Dinda mengamati kelas yang masih kosong, hanya ada mereka bertiga saat itu. Dinda segaja mengecek sekeliling, ia tak mau obrolan mereka yang mengarah pada pernikahan Vandra yang tersembunyi bisa terdengar oleh oranglain.


"Van, bukannya kamu mau lupain Randy? ingat lho sekarang kamu udah milik Tuan Kutub" Dinda mengingatkan Vandra.


"Aku tau Din, tapi pernikahan aku ini pun ga ada arti apa-apa. Jangankan mengakui pernikahan, rasa saling cinta aku sama Tuan kutub pun ga ada. Lagian juga ga ada orang yang tau tentang status aku sekarang, jadi untuk apa aku mengubur perasaan aku sama Randy" kekeh Vandra tetap pada perasaanya.


Dinda dan Vania memang tak mengetahui tentang perjanjian dirinya bersama Andra soal pernikahan mereka yang akan berjalan selama 1 tahun. Vandra segaja tak memberitahu siapapun, karna perjanjian itu hanya Vandra dan Andra yang tau.


Dinda maupun Vania tak mampu mengatakan apapun lagi. Perasaan Vandra adalah miliknya, sejauh apapun mereka berusaha menghentikan perasaan Vandra pada Randy akan sia-sia jika Vandra sendiri pun masih ingin mempertahankan perasaanya pada Randy.


***

__ADS_1


__ADS_2