
Randy tersenyum manis dihadapan Vandra yang tengah terkejut oleh pertemuan mereka setelah sekian lama. Vandra tak menyangka, Senyuman itu akhirnya bisa dilihat lagi olehnya. Bahkan kerinduan, harapan dan penantian panjang yang sudah terasa lama akhirnya runtuh seketika saat itu.
Vandra masih terdiam kaku, menatap Randy dihadapannya. Rasanya masih tak percaya, Randy yang selalu ditunggunya saat ini sudah ada dihadapannya. Entah kenapa bibir Vandra pun seolah terasa sulit mengatakan atau tersenyum saat itu, apa karna pertemuan dengan Randy yang begitu mengejutkan? sampai Vandra merasa seperti itu.
Randy dan Vandra duduk berdua saling berhadapan disebuah kafe didalam mall. Ada rasa canggung yang begitu tak biasa seperti baru pertama bertemu dirasakan Vandra, Randy yang menangkap kegugupan dan rasa tak percaya Vandra akhirnya membuat Randy mencairkan suasana itu.
"Kamu apa kabar?" tanya Randy.
"Aku baik. Kabar kamu?"
"Aku juga baik. Kamu semakin cantik ya sekarang" puji Randy. Kata itu terlontar dengan begitu saja dari mulutnya, harus Randy akui Vandra memang semakin terlihat cantik.
"Makasih. Aku ga nyangka bisa ketemu lagi sama kamu, aku pikir kamu ga akan mengenali aku lagi. Sebenarnya, Banyak hal yang ingin aku tanya sama kamu, tapi aku rasa jawaban itu mungkin akan terjawab sekarang. Kenapa dulu kamu pergi gitu aja tanpa pamitan sama aku?" tanya Vandra memberanikan diri.
Vandra tau seharusnya pertemuan kembali bersama Randy tak seharusnya membahas hal yang terjadi dimasalalu, tapi karna masalalu itu menyimpan tanya membuat Vandra ingin mengetahui alasan Randy.
__ADS_1
Randy menatap Vandra dengan tatapan penuh arti. Entah apa yang akan Randy katakan, sekalipun Randy tak memberitahu alasan pasti tentang kepergiannya dulu, bagi Vandra melihat Randy lagi seolah membuat perasaannya bahagia.
"Maaf. Waktu itu, aku harus pergi karna sebuah alasan. Aku ga bisa kasih tau alasan itu sama kamu. Lagipula, aku ngerasa sampai detik ini pun perasaan aku tetap sama seperti dulu, masih bertepuk sebelah tangan. Aku juga yakin, walaupun kamu udah baca surat aku setelah kepergian aku dulu, perasaan kamu pun masih sama kan? kamu ga pernah suka sama aku" yakin Randy.
"Apa kamu yakin dengan pendapat kamu itu? aku rasa kamu terlalu mementingkan perasaan kamu Rand. Sejujurnya aku seneng ketemu kamu lagi, tapi aku sadar sekarang. Ternyata perasaan kamu berubah, kalau memang kamu bisa menyakinkan aku dan selalu kasih aku kepastian tentang kabar kamu, mungkin aja aku bisa membalas perasaan kamu. Tapi kenyataannya, kamu mengabaikan kesempatan kamu selama ini" ungkap Vandra.
"Apa kamu benar-benar kecewa sekarang? aku minta maaf, jujur ga mudah untuk aku mengambil kesempatan itu. Aku ikhlas, kalau aku memang ga bisa lagi ada dihati kamu. Tapi aku cuma mau kamu tau, apapun yang terjadi sampai saat ini perasaan aku masih tetap sama seperti dulu. Aku sadar aku salah, tapi aku juga ga mau memaksa kamu untuk menjalani kisah kita seperti dulu" Randy mengungkapkan apa yang ia rasakan.
Vandra tak mampu berkata apapun, sebanyak apapun ia mencintai dan ingin memulai lagi bersama Randy semua itu tak akan mungkin terjadi saat ini. Status pernikahan yang terjalin bersama Andra sekarang tak mungkin ia anggap tak penting begitu saja, ada dua perasaan keluarga yang harus Vandra jaga.
"Aku masih menghargai perasaan kamu Rand. Tapi maaf, untuk saat ini aku ga bisa memberikan kamu harapan apapun terutama tentang perasaan aku. Aku yakin disaat kepergian kamu, Vino pasti udah menceritakan semua tentang perasaan aku sama kamu. Aku akui, aku menyadari perasaan aku sama kamu setelah kamu pergi. Dan jujur, sampai saat ini perasaan itu masih bertahan. Tapi aku ga bisa menjalani hubungan dengan kamu" ucap Vandra.
"Kenapa? apa ada hati lain yang berusaha mendapatkan perasaan kamu?" tanya Randy penuh Harap Vandra menepis tanyanya.
"Aku ga bisa menjawab pertanyaan kamu itu. Yang pasti aku ga bisa menjalin hubungan lebih sama kamu. Walaupun perasaan kita sama tapi tetep aja Rand, aku ga bisa menjadi seseorang terpenting dihidup kamu. Tolong jangan tanya kenapa, sampai waktunya tiba aku ga bisa kasih kamu jawaban itu" jawab Vandra dengan tenang. Jujur perasaan Vandra benar-benar terasa sakit saat itu, karna harapannya bisa bersama dengan Randy ternyata harus kandas karna pernikahan tersembunyinya.
__ADS_1
"Ternyata aku ditolak untuk kedua kalinya" sedih Randy.
"Tadinya aku pikir dengan kembalinya aku kesini, aku bisa merubah hidup aku menjadi lebih baik sama kamu. Tapi nyatanya, kenyataan pahit untuk kedua kalinya harus aku terima lagi. Aku tau ini salah aku, tapi apa aku ga punya setitik kesempatan lagi?" harap Randy bertanya.
"Maaf Rand. Saat ini aku ga bisa memberi kamu kesempatan, ada hal yang ga bisa aku anggap sepele untuk bisa menerima kamu. Aku harap kamu bisa mengerti" Vandra meminta pengertian Randy.
"Aku harus pergi Rand, aku lega akhirnya aku bisa mengungkapkan perasaan dan kerinduan aku selama ini sama kamu. Aku minta maaf atas ucapan aku, aku masih berharap kita masih bisa menjadi teman. Aku pergi dulu, sampai ketemu lagi"
Vandra beranjak dari duduknya lalu pergi dari kafe. Ada rasa sedih yang tak bisa diutarakan, harapannya selama ini harus berakhir begitu saja. Tuhan, apa ini akhir dari kisah cinta ku? kenapa rasanya sakit, aku pikir setelah aku bisa mengungkapkan segalanya aku bisa merasa tenang, tapi apa? aku malah semakin menyesali karna sudah menerima pernikahan itu bersama Andra. Andai saja Randy datang disaat pernikahan itu belum terjadi, aku pasti akan menolak menikah dengan Andra.
Sambil berjalan Vandra menahan airmatanya keluar, ia tak ingin orang-orang melihatnya menangis. Sungguh, hari ini benar-benar hari yang menyakitkan, sama menyakitkannya seperti saat kepergian Randy dulu.
Vandra meraih handphonenya didalam tas, ia berencana menghubungi Dinda untuk menanyakan dimana keberadaanya. Tapi sayangnya tiba-tiba Andra menghubunginya, Vandra benar-benar tak ingin mengangkatnya. Andra pasti akan mengomentarinya tentang pertemuannya dengan Randy. Karna pada saat yang sama Andra tengah bertemu dengan kline.
Vandra mengabaikan telpon Andra, ia lalu beranjak pergi menuju tempat dimana Dinda dan Vania berada. Karna saat Andra menelpon Vandra, Dinda mengirimkan notif tentang keberadaanya bersama Vania. Vandra tak peduli Andra akan mengomelinya karna tak mengangkat telpon, yang pasti saat ini Vandra tak ingin berdebat dengannya. Sungguh, Vandra sedang ingin menenangkan diri saat ini.
__ADS_1
***