
Vandra dan Andra sudah bersiap untuk menyambut kedatangan Oma Mira. Mereka berdua pun bahkan duduk berdampingan disofa, Vandra sesekali melihat ke arah Andra yang memasang wajah serius penuh tanya. Ada apa dengannya? kenapa seolah ada hal yang membuatnya terlihat beda saat ini.
"Saya minta didepan Oma nanti jangan panggil saya Tuan" pinta Andra tiba-tiba.
"Kenapa?"
"Kamu mau membenarkan dugaan Oma dan keluarga kita kalau diantara kita ini ga ada rasa cinta begitu?" sinis Andra.
"Terus saya panggil apa? sayang? hah, itu ga mungkin" tolak Vandra menebak.
"Siapa yang meminta kamu memanggil saya seperti itu Hah? jangan mengharap kamu saya meminta kamu panggil begitu"
"Ya terus saya harus panggil apa?"
"Panggil Mas. Pokoknya mulai sekarang kamu harus membiasakan memanggil saya begitu, kamu paham?"
"Iya" pasrah Vandra.
Oma memperhatikan setiap sudut apartemen yang ditinggali Vandra dan Andra, semua tampak indah dan tertata rapi. Oma sangat tak menyukai hal yang tak terlihat rapi ataupun kotor walau hanya sebutir debu yang menempel. Oma Mira lalu mendudukan dirinya sofa diikuti dengan Andra, karna tak ada seorang pekerja diapartemen membuat Vandra menyiapkan secangkir teh dan juga cemilan didapur.
"Gimana kabar Oma?" tanya Andra.
"Kabar Oma baik"
Vandra datang dan menyuguhkan secangkir teh dan juga cemilan. Vandra lalu duduk disamping Andra, sambil menebarkan senyuman Vandra menanyakan kabar pada Oma Mira.
__ADS_1
"Gimana kabar Oma?" tanya Vandra.
"Apa peduli kamu menanyakan itu? jangan sok peduli dan baik kamu, saya ga menyangka ternyata kamu ini perempuan yang ga bisa menjaga harga diri" omel Oma Mira.
"Maksud Oma apa?" Vandra tak paham.
"Liat ini" Oma menunjukan beberapa foto diatas meja. Vandra mengambil foto itu, betapa terkejutnya Vandra melihat foto dirinya dengan Randy disebuah kafe. Vandra menatap Andra sekilas, apa Andra juga sudah tau tentang foto ini?.
"Kamu selingkuh dengan lelaki itu?" Oma bertanya.
Vandra tak tau harus menjawab apa. Vandra akui, saat ini Vandra memang dekat dengan Randy. Tapi Vandra tak suka jika Oma menuduhnya seperti itu.
"Oma. Yang difoto itu teman lama Vandra, dia bukan selingkuhan ataupun seseorang spesial buat Vandra. Lagipula, Vandra ga mungkin melakukan itu Oma" bela Andra. Sebelum Oma datang, Andra sebelumnya menelpon Vandra untuk memastikan semuanya. Andra tak ingin dianggap tak tau apa-apa oleh Oma Mira.
"Apa kamu yakin Andra? bisa saja kan mereka itu menjalanin hubungan dibelakang kamu, kamu liat tatapan lelaki itu pada istri kamu. Apa kamu sebagai suami ga mempermasalahkan tatapan penuh arti itu" hasut Oma.
"Oma ga ngerti sama kamu Dra, apa yang membuat wanita ini begitu spesial dimata kamu. Buka mata kamu, kamu lihat Vivi. Apa coba kurangnya Vivi, dia jauh lebih baik dibanding wanita ini. Oma minta sebaiknya kamu cepat ceraikan dia, jangan sampai semua orang tau lebih dulu pernikahan kamu sebelum kamu menceraikan dia" Oma meluapkan amarahnya.
Vandra menatap Oma sekilas. Apa begitu rendahnya status yang Vandra miliki? kenapa Oma begitu tak suka bahkan terkesan membenci sampai harus meminta seperti itu? Bercerai? ya, Vandra ingin sekali bercerai dari Andra. Tapi saat ini Vandra tak bisa melakukan itu, karna tak mungkin pernikahan yang baru saja berjalan singkat harus diakhiri begitu saja.
"Oma, aku tau Oma ga suka sama Vandra. Tapi tolong Oma, hargai Vandra sebagai istri aku. Apapun kekurangan dia ataupun latar belakang hidup dia itu bukan menjadi masalah buat aku. Dan tolong jangan membahas Vivi lagi Oma, dia cuma masalalu. Dan cukup, jangan mencampuri rumah tangga aku dan Vandra" mohon Andra.
Vandra menatap Andra yang duduk disampingnya. Untuk apa dia berjuang keras menyakinkan Oma? padahal rumah tangga yang kita jalani pun tak ada rasa cinta, kalau seandainya Oma menginginkan perpisahan itu terjadi, Vandra dengan senang hati akan melakukannya.
Andra menghampiri Oma lalu bersujud meminta restu. Vandra terdiam mematung melihat itu, tak disangka. Andra yang terkenal angguh dan dingin rela melakukan hal itu hanya untuk menyakinkan Oma. Tak ingin membuat Andra seolah berjuang sendiri untuk membuat Oma percaya, Vandra lalu menghampiri Andra dan memintanya untuk duduk kembali.
__ADS_1
"Mas, kamu jangan begini. Ayo bangun" pinta Vandra.
Andra membangunkan dirinya lalu kembali duduk bersama Vandra. Ada hal yang tak bisa Vandra pahami, kenapa Andra harus bersikap seperti itu?.
"Oma. Saya sadar, banyak kekurangan yang saya miliki. Tapi tolong jangan bersikap seperti ini Oma, Mas Andra hanya berusaha mempertahankan rumah tangga kami" Vandra memelas. Tak ada yang bisa Vandra lakukan selain membantu Andra menyakinkan Oma. Sekalipun Vandra harus bersandiwara seolah Vandra mencintai Andra.
"Baik, kalau kalian tetap ingin mempertahankan rumah tangga kalian. Tapi ada hal yang bisa membuat Oma percaya jika kalian menjalani pernikahan ini atas dasar cinta" ucap Oma.
Vandra dan Andra menatap Oma bersamaan. Apa yang akan Oma ucapkan? Vandra dan Andra saling menebak dalam hati mereka masing-masing.
"Oma akan percaya dengan pernikahan kalian kalau Vandra bisa memberikan Cicit untuk Oma" Oma Mira menambahkan.
DEG.....
Dugaan Andra dan Vandra tepat. Mereka menduga Oma pasti meminta hal itu. Vandra dan Andra diam seribu bahasa, tak ada kata yang mampu membalas ucapan Oma. Oma tersenyum sinis melihat ekspresi Andra dan Vandra, Oma Mira merasa yakin Vandra dan Andra tak mungkin mewujudkan keinginannya itu.
"Oma menunggu kabar baik dari kalian. Semoga kalian bisa memberikan Oma cicit segera. Oma pamit pulang dulu, jangan sampai kalian membuat Oma kecewa" tutur Oma lalu berjalan keluar Apartemen.
Andra dan Vandra masih duduk ditempat yang sama. Bagaimana bisa mereka memberikan cicit untuk Oma sedangkan rasa cinta bahkan keinginan memiliki anak tak ada dalam diri mereka berdua.
"Mas, aku ga mau mengikuti permintaan Oma. Diantara kita ini ga ada perasaan saling cinta, bahkan pernikahan ini pun juga cuma sementara. Aku ga mau tau, apapun itu aku ga akan pernah setuju dengan permintaan Oma" Tolak Vandra berlalu meninggalkan Andra seorang diri.
Yang dikatakan Vandra benar, tapi bagaimana caranya menolak permintaan Oma? semakin keras menolak permintaan Oma, semakin jelas diantara Andra dan Vandra tak ada ikatan cinta yang terjalin.
Andra merenung memikirkan permintaan Oma, tapi disisi lain Andra juga memikirkan soal lelaki yang saat ini dekat dengan Vandra. Walau Andra sudah mengantongi informasi tentang lelaki itu, tapi Andra ingin mendengar langsung dari Vandra.
__ADS_1
Andra sebenarnya tak peduli dengan kehidupan asmara Vandra, tapi saat ini status Vandra sebagai istrinya membuat Andra harus memperingati Vandra agar keluarganya tak mengetahui yang terjadi sebenarnya terutama tentang pelabuhan hati Vandra.
***