Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Dipermalukan


__ADS_3

Kuliah hari itu selesai dengan cepat. Rencananya selesai kuliah Vandra akan membeli kue tart dan juga mengantarkannya ke kantor tempat Vina berkerja. Hari ini hari ulang tahun Vina, dan Vandra ingin memberikan kejutan untuk kaka tercintanya itu. Vandra lalu berpamitan pada Vania dan juga Dinda karna ia harus bergegas bertemu dengan Vina.


Setelah membeli kue tart, Vandra melanjutkan perjalanan menuju kantor tempat Vina berkerja sekaligus kantor milik Andra. Sepanjang jalan Vandra merasa gugup, bagaimana jika ia tak segaja bertemu Andra? pasti akan terasa canggung dan saling tak mengenal.


Sesampai dikantor, Vandra menunggu Vani dikursi tunggu. Tak diduga, Vandra bertemu dengan Oma dan juga Vivi. Vandra bersikap seakan tak mengenal, bukan tak menghargai pertemuan dengan Oma Mira hanya saja Vandra harus menyembunyikan perkenalan dihadapan semua orang termasuk karyawan kantor.


"Oma, itu Vandra kan?" bisik Vivi pada Oma Mira sembari berjalan menuju keberadaan Vandra.


"Iya. Untuk apa dia kemari? apa dia mau bertemu sama Andra? benar-benar ya dia, mau buat masalah ya. Ini ga bisa dibiarkan" kesal Oma Mira.


Oma Mira berjalan cepat meninggalkan Vivi untuk menghampiri Vandra. Vivi tersenyum senang, kali ini Vandra pasti akan dipermalukan oleh Oma Mira. Tak ingin melewatkan hal menyenangkan untuknya, Vivi mengikuti Oma Mira menghampiri Vandra.


Vandra terbangung dari duduknya saat Oma Mira sudah ada dihadapannya.


"Untuk apa kamu kemari? kamu mau buat masalah disini? apa kamu mau memperkenalkan diri kamu sama semua orang disini sebagai istri Andra?" kesal Oma Mira dengan nada rendah karna tak ingin ada orang yang mendengar.


"Bukan Oma. Aku kesini bukan untuk itu dan juga ketemu sama Mas Andra. Aku kesini karna mau ketemu seseorang" ucap Vandra.


"Alasan kamu. Cepat pergi sana" usir Oma Mira.


"Pergi sana. Jangan sampai lho aku panggil security untuk usir kamu" Vivi menambahkan.


"Maaf Oma, aku ga bisa pergi begitu aja. Aku udah janji mau ketemu sama seseorang disini" kekeh Vandra.


"Keras kepala ya kamu ini" kesal Oma yang tak bisa membendung lagi amarahnya. Oma menepuk paper bag yang Vandra bawa sampai terjatuh. Tak terhindarkan kue tart yang Vandra sudah siapkan untuk Vina hancur begitu saja.


Vandra terkejut mendapat perlakuan seperti itu.


"Security" panggil Oma Mira.


Dengan cepat dua orang security datang menghampiri Oma Mira.


"Usir dia dari sini, dia orang asing dikantor ini" perintah Oma Mira.


"Baik Nyonya besar"


Kedua security itu memang tangan Vandra, Vandra berusaha melawan. Ia merasa tak melakukan kesalahan apapun sampai harus diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


"Lepaskan saya Pak" pinta Vandra.


"Maaf Nona, saya hanya mengikuti perintah Nyonya besar" ucap salah satu security.


Semua karyawan yang berada disana begitu tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Siapa wanita itu? bagaimana bisa Nyonya besar begitu marah dan mengusirnya dengan kasar seperti itu. Pikir karyawan yang milihat.


"Tunggu" ucap Seseorang datang menghampiri.


"Pak tolong lepaskan. Dia adik saya" pinta Vina. Ya orang yang datang menolong Vandra adalah Vina.


Security melepaskan Vandra begitu saja.


Disisi lain Andra dan juga Sekertaris Riko berjalan keluar dari kantor untuk menemui kline. Namun Andra merasa terheran dengan beberapa karyawan yang berkumpul seperti tengah melihat dan membicarakan sesuatu. Tanpa bertanya Andra bergegas menghampiri untuk melihat hal yang tengah dipertontonkan karyawannya.


Andra begitu terkejut, melihat Oma Mira yang tengah memaki Vandra dan juga Vina. Tanpa memikirkan apapun Andra segera datang menghampiri.


"Kamu ini ya, baru jadi karyawan sudah berani bertemu dengan orang asing dikantor ini. Memang kantor ini punya kamu" bentak Oma Mira pada Vina.


"Dan kamu orang asing, jangan datang lagi kamu kemari. Kantor ini bukan tempat sembarangan untuk kamu datangi" Lanjut Oma Mira memarahi Vandra.


"Ada apa ini?" tanya Andra.


"Oma, Vivi. Apa yang kalian lakukan pada mereka berdua sudah keterlaluan. Kalian seharusnya jangan seperti itu" Andra meluapkan amarahnya.


"Security, kalian bisa lanjutkan perkerjaan kalian" perintah Andra.


"Baik Tuan"


"Maaf Tuan atas kejadian yang terjadi. Saya benar-benar minta maaf. Saya permisi Tuan" sesal Vina pada Andra.


"Ya"


"Ayo Van, ikut Kaka" Vina mengajak Vandra pergi keluar kantor menuju kafe terdekat.


Andra terus menatap kepergian Vandra. Rasanya tak rela Vandra diperlakukan seperti itu oleh Oma dan juga Vivi. Andra sebenarnya merasa menyesal karna tak bisa melakukan apapun bahkan sekedar untuk membela Vandra, tapi mau bagaimana lagi. Andra tak mungkin dengan tiba-tiba memberitahu semuanya secara begitu saja.


"Oma, Vivi permasalahan ini jangan kalian harap selesai begitu aja. Kesakitan Vandra tadi akan menjadi hal yang akan aku ingat seterusnya. Kalau hal ini sampai terulang lagi, aku akan mengacaukan semuanya" ancam Andra sembari berjalan pergi.

__ADS_1


***


Dikafe dekat kantor Andra.


"Maaf ya Ka, aku jadi buat malu Kaka tadi" sesal Vandra.


"Kamu ga perlu minta maaf. Justru Kaka merasa bersalah sama kamu, ternyata keluarga Andra begitu jahat memperlakukan kamu" sedih Vina.


Vandra hanya menangis tersedu-sedu.


"Ka, Tolong jangan ceritain ini sama Ayah dan Ibu. Aku mohon" Vandra memohon.


"Iya, tapi Van seharusnya kamu jujur soal ini sama Kaka. Jujur Van, apa selama pernikahan kamu 6bulan ini Nyonya besar menolak kehadiran kamu sebagai istri Andra?"


"Iya Ka"


Vina menghembuskan nafas kesal.


"Tolong jawab Kaka, Apa Andra mencintai kamu?" Vina bertanya tiba-tiba.


Vandra menatap Vina yang duduk dihadapannya.


"Mas Andra dan aku saling cinta Ka. Dan perasaan itu tumbuh seiring berjalannya pernikahan ini" jawab Vandra.


"Kamu yakin? Van, Kalau seandainya kamu ga bahagia dengan pernikahan kamu, lebih baik kamu akhiri Van" pinta Vina.


"Aku bahagia Ka, memang awalnya aku ga punya perasaan apapun sama Mas Andra, begitupun sebaliknya. Tapi sekarang semua berubah Ka, aku dan Mas Andra saling mencintai" Vandra mengakui.


"Kaka mau percaya sama ucapan kamu, tapi Kaka ga terima Van melihat kejadian tadi. Andra jelas-jelas ada dihadapan kamu tapi dia ga membela kamu sedikitpun, apa pantas itu disebut dia mencintai kamu? coba kamu pikir" ucap Vina.


"Aku tau itu Ka. Tapi Kaka juga tau kan pernikahan aku masih rahasia, ga mungkin Mas Andra membela aku begitu aja tadi. Kalau sampai hal itu terjadi semua akan kacau Ka"


"Terus kamu akan bertahan sampai kapan dengan kondisi seperti ini? jujur Van, Awalnya Kaka memaklumi keluarga Andra merahasiakan pernikahan kalian karna lain hal, tapi sekarang Kaka sadar ternyata pernikahan kalian dirahasiakan itu karna pihak Nyonya besar ga merestui kamu sebagai istri Andra. Benarkan ucapan Kaka?" tanya Vina mengebu.


"Dan kalau memang Andra benar-benar mencintai kamu, dia akan melakukan apapapun untuk kamu Van. Walaupun dia harus kehilangan segalanya dan juga kehilangan hak pewaris Wijaya group" Vina menambahkan.


Vandra tak mampu berkata apapun. Jika dipikirkan, ucapan Vina memang benar adanya. Sekarang Vandra mulai memikirkan dan merasakan segalanya, teringat hal itu membuat Vandra bertanya-tanya, Apa benar jika Andra mencintainya?.

__ADS_1


***


__ADS_2