Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Bertemu


__ADS_3

Andra merasa tenang melihat kondisi Papa Tomy yang sudah membaik. Karna permintaan Tuan Tomy, proses pemulihan dilakukan dirumah karna Tuan Tomy meminta hal itu. Semua kebutuhan bahkan perawat pun disiapkan untuk menjaga Tuan Tomy. Andra kali ini benar-benar ketakutan sekaligus lega dengan kondisi Papa Tomy, bagaimana bisa kejadian ini terjadi? seingat Andra Papa Tomy sudah begitu membaik sebelumnya.


"Andra bersyukur Papa baik-baik aja sekarang" ucap Syukur Andra sembari duduk didekat kasur tempat Papa Tomy berbaring.


"Iya Dra, Maaf ya Papa buat khawatir"


"Aku ga tau apa yang membuat Papa seperti ini, tapi aku harap Papa lebih menjaga kesehatan Papa lagi. Dan tolong, jangan memikirkan soal aku lagi. Soal permintaan Papa untuk aku menikah dengan pilihan Papa akan aku turuti"


Papa Tomy tersenyum. Akhirnya Andra mau menerima permintaannya tanpa harus Papa Tomy mendesaknya.


"Kamu serius dengan ucapan kamu?" Papa Tomy menyakinkan.


"Iya Pah"


"Sebenarnya aku melakukan ini untuk Papa, kalau seandainya aku menolak lagi pasti keadaan Papa akan sering seperti ini. Aku akan terima siapapun wanita itu, walaupun aku belum tentu bisa menerima dan mencintainya" batin Andra.


"Papa senang dengarnya"


"Dra, sekarang kamu istirahat ya. Semalam kamu kan menunggu Papa. Dan Papa kamu juga harus istirahat, kita obrolan soal ini lagi nanti" pinta Mama Amira.


"Iya Mah, tapi kayanya aku istirahatnya nanti Mah. Hari ini aku ada rapat dikantor"


"Ya sudah, tapi kamu jangan sampai lupa istirahat ya"


"Iya Mah. Pah, Aku siap-siap ke kantor dulu. Papa istirahat ya, Mah aku pergi dulu" pamit Andra pada orantuanya.


"Iya"


Andra masih saja memikirkan keputusannya untuk menerima permintaan Papa Tomy? sepanjang jalan didalam mobil Andra fokus memandangi jalan lewat kaca jendela mobil. Seperti sudah memahami Andra tengah memikirkan sesuatu, Sekertaris Riko yang mengemudi hanya diam fokus menyetir.


"Apa keputusan gue ini bener-bener tepat?Menerima permintaan Papa untuk menikah dengan wanita yang ga pernah gue tau seperti apa dan juga kehidupannya? Apa Papa sebegitu yakinnya dengan wanita itu sampai harus membuat keputusan seperti ini? kalau gue menolak, pasti akan mempengaruhi kesehatan Papa lagi" batin Andra.


"Rik" panggil Andra pada Sekertaris Riko yang sedang menyetir.


"Iya Tuan"


"Tolong kamu cari informasi tentang perempuan yang mau dinikahkan dengan saya"


"Baik Tuan"

__ADS_1


"Sekarang gue harus tau wanita seperti apa dia sampai membuat Papa mengajukan permintaan seperti itu" Andra berbicara dalam hati.


Seperti biasa sambutan disetiap Andra memasuki kantor begitu ramai, setiap karyawan membungkuk memberi tanda hormat pada Andra. Hanya memberi senyuman dingin Andra melangkah kaki memasuki ruangnya diikuti oleh Sekertaris Riko.


Karna rapat akan segera dimulai 1 jam lagi, Andra pun mengecek berkas yang akan ia bahas dirapat nanti. Tak lama sebuah ketukan membuat Andra mengalihkan fokusnya dan menyuruh Sekertaris Riko untuk masuk. Sekertaris Riko menyerahkan data informasi tentang seorang wanita yang diminta Andra untuk mencari informasi tentangnya.


"Ini semua data tentang perempuan yang akan Tuan nikahi" Sekertaris Riko menyerahkan berkas itu pada Andra.


Andra foto wanita yang akan ia nikahi itu. Andra seolah tak asing dengan wajah itu, Andra seolah pernah bertemu dengannya tapi dimana? itu yang membuatnya berpikir. Namun yang tak kalah mencengangkan adalah status wanita itu yang masih bersekolah dan juga berusia 18tahun. Andra begitu terkejut bahkan tak menyangka wanita yang akan dinikahinya masih bersekolah. Apa yang ada dipikiran Papa Tomy? itu yang tak bisa Andra jawab.


"Kamu ga salah informasi kan Rik?" Andra memastikan.


"Tidak Tuan. Informasi yang Tuan terima semuanya benar"


"Dia masih sekolah Rik, dan usianya masih 18tahun. Bagaimana bisa saya akan menikah dengan wanita yang umurnya selisih 7tahun dan dia masih bersekolah. Hah, Ini bener-bener diluar dugaan saya" keluh Andra sembari meletakan berkas dengan kasarnya.


"Tapi Tuan, Tuan Besar begitu menyukai gadis ini. Bahkan gadis ini juga pernah menolong Tuan Besar" Sekertaris Riko memberitahu.


"Tunggu" Andra mengecek kembali nama orang yang pernah menolongnya dengan nama wanita yang ada diberkas.


DEG....


"Saya ingin menemui dia siang ini, tolong kamu kosongkan jadwal saya siang ini" perintah Andra.


"Baik Tuan. Saya pamit Tuan"


"Iya"


"Gue harus temuin gadis itu, apa dia menghasut Papa? sampai Papa begitu menyukai dia?" gumam Andra.


***


Jam pulang sekolah tiba,Vandra dan Dinda bercengkrama sambil berjalan menuju gerbang sekolah. Tiba-tiba langkah Vandra dan Dinda terhenti, mereka menatap seseorang yang menghentikan langkah mereka dan orang itu adalah Sekertaris Riko.


"Maaf, apa benar nama kamu Vandra?" tanya Sekertaris Riko.


"Iya benar. Maaf Tuan siapa? saya rasa kita ga saling kenal"


"Saya Sekertaris Riko, saya kesini diminta untuk mengajak Nona untuk menemui seseorang"

__ADS_1


"Seseorang? siapa?" Vandra penasaran.


"Tuan Andra"


"Tuan Andra? siapa dia?"


"Beliau putra dari Tuan Besar Tomy"


"Tuan Tomy? maksudnya Om Tomy?" Vandra memastikan.


"Benar"


"Ada apa dia pengen ketemu aku? kayanya ini kesempatan aku buat bikin kesepakatan sama dia" batin Vandra.


"Ok, saya bersedia bertemu dengan beliau" Yakin Vandra.


"Van, kamu apa-apaan sih. Jangan sembarang percaya dan mau aja diajak orang" bisik Dinda.


"Tenang Din, percaya sama aku. Aku kenal ko sama yang dimaksud. Aku pulang duluan ya, kamu hati-hati. Dah" pamit Vandra.


"Iya. Dah" Dinda melambaikan tangan sembari menatap Vandra.


Sekertaris Riko membawa Vandra ke sebuah restoran mewah yang mempunyai ruang private. Vandra begitu takjub dengan suasana restoran itu, tak ingin membuat malu karna baru pertama kali datang ketempat seperti itu, Vandra dengan sikap biasa mengikuti langkah Sekertaris Riko.


Tiba didepan ruang private, Vandra diminta masuk oleh Sekertaris Riko. Sambil menghela nafas, Vandra memberanikan masuk seorang diri. Saat masuk, Vandra mendapati sesosok pria tampan, Gagah dan juga dingin tengah menunggunya. Dengan keberanian Vandra melangkah dan duduk dikursi yang tersedia.


"Apa Tuan yang bernama Tuan Andra? ada apa Tuan ingin menemui saya?" tanya Vandra tanpa basa-basi.


"Jadi kamu yang bernama Vandra?" Andra bertanya balik.


"Iya Tuan"


"Langsung saja pada intinya. Kamu pasti sudah tau siapa saya kan? saya Andra, pewaris Wijaya Group anak dari Tuan Tomy yang begitu menyukai kamu. Saya heran, kenapa Papa bisa memilih kamu untuk menikah dengan saya. Apa kamu sudah mempengaruhi Beliau?" Cetus Andra.


"Ditambah lagi, kamu ini masih bersekolah dan usia kamu masih belasan. Mana mungkin saya menikah dengan kamu" Andra menambahkan.


Vandra masih terdiam mendengar luapan Andra tentangnya, bagaimana bisa sikapnya berbanding terbalik dengan Tuan Tomy. Batin Vandra.


***

__ADS_1


__ADS_2