
Vandra menunggu kedatangan Tante Amira diruang khusus tamu. Selagi menunggu Vandra memainkan ponselnya membalas chat grup bersama Dinda dan Vania. Vandra tersenyum kecil membaca chat dihandphonenya, rasanya sangat lucu. Walau mereka tak bertemu langsung tapi Dinda dan Vania masih saja bisa berdebat.
Tak berapa lama Tante Amira datang menyapa Vandra dengan antusiasnya. Vandra mengulurkan tangannya untuk mencium tangan Tante Amira, sontak Tante Amira semakin tersentuh dengan sifat Vandra yang sangat sopan. Karna selama ini beberapa perempuan yang dekat dengan Andra jarang sekali melakukan hal itu padanya.
"Maaf ya kamu kelamaan nunggu Tante"
"Ga apa-apa Tante"
"Kamu selesai kuliah langsung kesini?"
"Iya Tante. Tapi ada apa ya Tante minta aku datang kesini?" Vandra bertanya.
"Tante minta kamu kesini karna Tante mau ngajak kamu ke butik untuk fitting gaun pengantin"
"Fitting gaun pengantin?" Vandra terkejut.
"Iya. Tadi Tante udah dapat kabar dari Ayah kamu, katanya kamu menyetujui soal pernikahan yang akan kita adakan bulan depan. Karna itu Tante mau mempersiapkan dari sekarang, kamu mau ya"
Vandra tersenyum menandakan tanda setuju. Saat ini semua yang terjadi harus ia lalui, karna bagaimana pun Vandra tak bisa menolak ataupun menghindari. Walau masih tak percaya dengan apa yang akan ia hadapi nanti, tapi Vandra mencoba tetap teguh pada pendiriannya atas keputusan yang sudah ia tentukan.
***
Vandra dan Tante Amira memasuki sebuah butik ternama. Mereka berdua disambut hangat oleh pemilik butik yang tak lain adalah teman Tante Amira. Pemilik butik itu bernama Tante Clara, Usianya tak berbeda jauh dengan Tante Amira. Pertama kali bertemu dengan Vandra membuat Tante Clara begitu memuji kecantikan Vandra.
"Ternyata kamu dilihat langsung cantik sekali ya" puji Tante Clara.
"Terimakasih Tante" ucap Vandra.
"Vandra, ini Tante Clara. Dia pemilik butik ini sekaligus teman Tante. Tante Clara juga orang yang akan mengurusi pernikahan kamu dan Andra nanti" Tante Amira memberitahu.
"Kenalkan saya Vandra Tante" Vandra memperkenalkan diri.
"Iya, Tante udah tau. Calon mertua kamu ini udah cerita soal kamu, dia juga selalu memuji kecantikan dan pribadi kamu yang baik. Ternyata benar, kamu sangat cantik dan baik" Lagi-lagi Tante Clara memuji Vandra.
__ADS_1
Vandra hanya tersenyum mendengar pujian bertubi-tubi dari Tante Clara. Bagi Vandra, kecantikan yang ia punya hanya sebagai wujudnya sebagai seorang perempuan.
"Kalau gitu ayo kita masuk, Tante sudah mempersiapkan beberapa gaun untuk kamu coba" ajak Tante Clara.
"Iya Tante"
"Tante tunggu disini ya" ucap Tante Amira pada Vandra sembari duduk dikursi.
Sambil mengikuti Tante Clara, Vandra sesekali memandangi baju yang ia lihat. Hampir semua baju terlihat cantik dan berkelas, rasanya Vandra sangat beruntung bisa datang ketempat yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Vandra diminta mencoba salah satu gaun pernikahan oleh Tante Clara, sembari didampingi pegawai butik Vandra pun memasuki ruang ganti. Tante Amira yang sudah tak sabar menunggu Vandra seolah penasaran dengan penampilan Vandra nanti menggnakan gaun pengantin.
Saat tirai dibuka Tante Amira begitu terpesona dengan apa yang ia lihat. Benar saja dugaan Tante Amira, Vandra begitu terlihat cantik menggunakan gaun perngantin berwana putih.
Tante Amira menghampiri Vandra dan begitu memuji kecantikan Vandra. Rasanya sayang jika Tante Amira tak mengabadikan kecantikan Vandra memakai gaun pengantingan dengan sebuah foto. Tante Amira mengambil foto Vandra menggunakan handphone pribadinya, sambil tersenyum Tante Amira pun lalu mengirim foto itu pada seseorang.
Selesai mencoba gaun pengantin, Tante Amira dan Vandra pamit pulang pada Tante Clara untuk pergi kesuatu tempat. Vandra tak tau kemana ia akan dibawa pergi lagi oleh Tante Amira, Vandra hanya pasrah mengikuti kemana pun Tante Amira mengajaknya.
***
"Cantik" puji Andra spontan.
Andra segera menyadarkan dirinya atas ucapan yang ia lontarkan, untuk apa memuji dia? dia itu hanya istri sementara, jadi mau secantik atau seindah apapun dia memakai gaun itu tak akan pernah bisa merubah perasaan apapun pada Vandra.
Andra meletakan kembali handphonenya, namun Andra tiba-tiba terpikirkan sesuatu. Untuk apa Vandra memakai gaun pengantin? apa Mama Amira sudah menyiapkan gaun pengantin untuk Vandra? tapi setau Andra,semalam Om Hadi meminta waktu untuk membicarakan soal waktu pernikahan yang akan terjadi. Apa Vandra dan keluarganya sudah menyetujui hal itu? pikir Andra.
Andra sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Tanpa berpikir lama Andra menelpon Mama Amira untuk memastikan apa yang ia pikirkan.
"Halo Dra"
"Halo Ma. Mama ada dimana?" tanya Andra.
__ADS_1
"Mama lagi diperjalanan. Kenapa?"
"Aku mau tanya, tadi Mama kirim foto Vandra pakai gaun pengantin. Itu maksudnya apa Ma?"
"Tadi Mama ajak Vandra coba gaun pengantin yang sudah Mama pesan sama Tante Clara. Gimana menurut kamu? Vandra cantik kan?" tanya Mama Amira sembari melihat sekilas pada Vandra yang duduk disampingnya.
"Cantiklah Mah, namanya juga perempuan" singkat Andra.
"Dasar kamu ini"
"Tapi Mah, bukannya keluarga Vandra meminta waktu untuk membahas soal waktu pernikahan nanti?"
"Iya, tapi tadi pagi Ayah Vandra kasih kabar ke Mama kalau mereka setuju dengan rencana kita. Makanya Mama langsung mengajak Vandra untuk coba gaun pengantin, lagian juga kan Mama harus mempersiapkan segalanya juga untuk pernikahan kalian"
"Ok. Terus Vandra sekarang masih sama Mama?" Andra ingin tau.
"Iya. Rencananya Mama dan Vandra sekarang dalam perjalanan kerumah Oma kamu, Mama dan Papa mau memperkenalkan Vandra sama Oma"
"Kenapa harus secepet itu Mah? Apa ga akan jadi masalah?" Andra sedikit khawatir.
"Kamu tenang aja. Mama dan Papa akan hadapi, kamu jangan terlalu khawatir ya" pinta Mama Amira.
"Iya Mah. Kalau gitu Andra lanjut kerja lagi"
"Iya"
"Dah Mah"
"Dah"
Andra menutup sambungan telponnya bersama Mama Amira. Andra sedikit rasa tak tenang menghingap didalam diri Andra, pasti akan terjadi perdebatan tentang status Vandra. Selama ini Oma selalu selektif memilih pasangan untuk cucunya, bahkan Oma selalu menginginkan calon pasangan untuk cucunya dari kalangan berada.
Walau ada rasa tak peduli dan tertarik pada Vandra, tapi bagi Andra tetap saja Vandra akan merasakan hal yang cukup menyakitkan. Oma pasti akan mengkritik semua tentang kehidupan Vandra. Bagaimana jika wanita itu sakit hati dan membatalkan pernikahan yang akan terjadi? itu tak bisa dibiarkan, kalau sampai terjadi pasti rencana yang sudah berjalan akan hancur begitu saja. Dan juga hal itu akan mempengaruhi kesehatan Papa Tomy lagi. Andra tak bisa membiarkan hal itu terjadi.
__ADS_1
Haruskah ia pergi untuk membela Vandra dan menyakinkan Oma tentang pernikahannya nanti? .
***