
"Gue ga bisa menilai atau kasih pendapat pasti. Cuma kalau gue denger cerita dari lo tentang cewe itu, gue rasa lo maju aja terus. Gue tau, namanya pernikahan harus didasari cinta. Tapi melihat dari masalah lo kayanya lo harus mencoba. Gue yakin Om Tomy ga salah memilih cewe itu, pasti tuh cewe bener-bener baik orangnya"
"Sekarang gini deh, lo pasrah aja sama takdir lo. Namanya pernikahan pasti akan ada yang berakhir dan ada juga yang bertahan. Lagian juga kan, lo sama dia udah sepakat untuk mempertahan pernikahan kalian selama 1 tahun. Dan walaupun pernikahan itu jadi rahasia, itu kan ga akan jadi masalah buat lo dan dia. Bahkan bisa jadi keuntungan buat kalian. Dengan begitu kalian ga perlu malu atau klarifikasi tentang perpisahan kalian nanti ke publik" ucap Dino.
"Bener juga lo. Tapi gue takut Din, apa cara gue ini salah ya? sekalipun gue buat Papa gue bahagia tapi kalau nanti akhirnya kecewa, itu sama aja percuma. Apalagi gue memimpikan punya pernikahan bahagia yang gue alami sekali seumur hidup, tapi kalau gini caranya gue menghancurkan mimpi gue sendiri" keluh Andra.
"Jangan sedih, gue yakin dibalik lo berbakti dengan membahagiakan keinginan orangtua lo pasti akan ada sebuah kebahagiaan yang menanti lo. Lo ga perlu khawatir, baik atau buruknya soal pernikahan lo kedepannya nanti biarlah jadi urusan waktu. Ga ada yang tau kan, kalau disaat waktu kesepakatan itu berlangsung lo dan dia saling jatuh cinta" ucap Dino.
"Gue ga mungkin sampai jatuh cinta sama dia. Sekalipun dia cantik hati dan fisiknya belum tentu hati gue tersentuh karna dia" Yakin Andra.
"Jangan meremehkan cinta. Cinta itu sebuah misteri, Lo ga akan mampu menolak apalagi menghindari. Cinta juga sesuatu yang nyata, walau wujudnya tak bisa dilihat tapi bisa dirasa lewat perasaan. Jadi gue saranin jangan terlalu menyakini dan percaya diri sama ucapan lo sendiri" Dino mengingatkan.
"Belajar bijak dari mana lo? So bisa menerangkan tentang cinta, pacar aja lo belum punya" ledek Andra.
"Cari pacar kan lebih susah daripada cari duit Dra. Duit bisa dicari dengan usaha kerja apapun, lha pacar? ga mungkin kan gue cari dengan gampangnya"
"Tapi bener juga, urusan hati ga segampang itu. Oh iya, gue minta lo tolong rahasiin ini semua ya. Lo sahabat gue yang paling gue percaya" pinta Andra.
"Tenang aja. Rahasia lo aman di gue, eh tapi gue penasaran. Cewe yang mau nikah sama lo tuh gimana sih orangnya, lo pasti ada fotonya dong? mana gue mau liat" Dino panasaran.
Andra menunjukan foto Vandra pada Dino lewat handphonenya. Dino tak menyangka, perempuan yang akan menikah dengan sahabatnya itu benar-benar sangat cantik. Dino bahkan menggelengkan kepalanya, bagaimana bisa Andra menolak bahkan tak tertarik dengan perempuan secantik ini? Itu sebuah kemustahilan.
"Ini sih cantik parah Dra. Lo beruntung dapet cewe secantik ini, kalau gue diposisi lo kaya gini gue kayanya bakal sujud syukur" kagum Dino.
"Dasar lo ya, ga bisa liat yang cantik kaya gitu" ledek Andra.
"Namanya juga naluri cowo Dra, gue kagum aja sama kecantikannya" Dino lagi-lagi memuji.
__ADS_1
"Awas aja lo nanti ketemu dia malah naksir" Andra mewanti-wanti.
"Emang gue boleh naksir dia?" Dino bertanya.
"Silakan aja, tapi Siap-siap aja lo berhadapan sama Om Tomy"
"Wah kalau udah nyangkut itu, mending gue mundur" Ucap Dino sembari mengangkat kedua tangannya.
Andra tersenyum kecil mendengar ucapan Dino. Dino anak yang sangat menghormati Om Tomy, baginya Om Tomy sudah dia anggap seperti orangtuanya saat ini. Semenjak Dino kehilangan orangtuanya karna kecelakan, Om Tomy lah yang saat itu dengan besar hati merangkul Dino bahkan menggangap Dino seperti anaknya sendiri.
Om Tomy juga tak segan memberikan Dino sebuah usaha bisnis yang saat ini ia tekuni yaitu sebuah kafe. Dino sangat bersyukur bisa memiliki Andra dan keluarga yang begitu baik padanya.
***
Selesai dengan kuliahnya hari itu membuat Vandra cukup lelah. Vandra merapihkan buku saat kelas terakhir sudah selesai, tiba-tiba sebuah dering telpon masuk dihandphonenya. Vandra memandangi handphonenya beberapa saat, siapa yang menelpon? nomornya tak dikenali oleh Vandra. Vandra mengabaikannya lalu merapihkan kembali buku kedalam tasnya.
"Iya, ada apa?" tanya Vandra tanpa basa-basi.
"Kamu sudah selesai kuliah?"
"Sudah"
"Bagus sekali. Saya sedang berada dijarak 500meter dekat kampus kamu. Sekarang kamu datangi saya, saya pakai mobil hitam merk X plat no D xxxx xx. Saya tunggu kamu sekarang" perintah Andra.
Andra dengan cepat mematikan sambungan telpon, rasanya Vandra amat sangat kesal dengan sikap Andra yang begitu semaunya.
"Din, Vani. Aku pulang duluan ya, Si Tuan Muda udah nunggu aku didepan. Bye" pamit Vandra berlalu pergi.
__ADS_1
"Bye" ucap Vania dan Dinda bersamaan.
Sesuai dengan yang Andra ucapkan Vandra mencari mobil hitam dan plat no mobil yang Andra sebutkan. Saat Vandra sudah menemukan Vandra bergegas masuk kedalam mobil, Vandra terheran. Bagaimana bisa seorang Andra menaiki mobil biasa seperti ini?.
"Ada apa Anda datang ke sini dan meminta saya menemui Anda?" tanya Vandra.
"Saya segaja menjemput kamu. Saya mau kerumah kamu, ada hal yang saya harus bicarakan dengan orangtua kamu" jawab Andra.
"Terus kenapa Anda harus menjemput saya? seharusnya Anda bisa datang sendiri"
"Saya berbaik hati ya menjemput kamu, bukanya berterima kasih malah kamu menyuruh saya seperti itu"
"Siapa juga yang mau dijemput sama dia" gumam Vandra tanpa suara.
"Saya menjemput kamu karna ada hal yang mau saya bicarakan dulu sama kamu sebelum saya bertemu orangtua kamu" Andra menjelaskan.
"Memang soal apalagi?" Vandra bertanya.
Andra menceritakan soal pembicaraannya bersama Papa Tomy dan Mama Amira semalam dan juga pembicaraanya bersama Dino pada Vandra. Vandra tak merasa kecewa atau sedih jika pernikahannya nanti harus disembunyikan, karna menurut Vandra itu sesuatu hal yang menguntungkan.
"Jadi menurut kamu gimana? apa kamu setuju jika pernikahan kita nanti disembunyikan?" tanya Andra.
"Saya setuju, buat saya ga ada masalah. Tapi Saya ga bisa menjamin kalau keluarga saya akan setuju, karna yang mereka tau pernikahan kita itu pernikahan serius"
"Saya juga tau. Makanya saya menemui kamu terlebih dulu membahas soal ini, saya ga mau nanti ada salahpaham penjelasan dihadapan keluarga kamu. Terus kamu ngapain perhatiin saya?" tanya Andra melihat Vandra yang memperhatikannya.
Vandra melihat ada yang beda dengan Andra, Selain merasa aneh dengan mobil yang digunakan Andra, Vandra juga merasa aneh dengan penampilan Andra yang seperti orang biasa. Tak ada setelan kantor yang membuatnya gagah terlihat ditubuhnya. Sebenarnya ada apa dengan dia?.
__ADS_1
***