
"Kamu kenapa ikutin aku Rand?" Vandra bertanya karna melihat Randy mengikutinya sampai kelas.
"Mau kuliah lah" singkat Randy.
"Kuliah? maksud kamu?"
"Aku pindah kuliah disini, kamu seneng kan?" tebak Randy.
"Selamat pagi Tuan Randy" saut seorang dosen datang menghampiri Randy dan Vandra.
Vandra dan Randy refleks melihat Dosen yang memanggil Randy. Apa maksudnya dengan sebutan Tuan?.
"Selamat datang dikampus ini Tuan, apa perlu saya siapkan sambutan untuk Tuan?" tanya Dosen yang bernama Pak Beni.
"Tidak usah Pak. Dan tolong jangan panggil saya Tuan, panggil saja nama. Saya permisi dulu Pak. Van, ayo masuk" Randy mendorong pelan dibelakang Vandra dengan kedua tangannya.
Vandra masih penasaran dengan panggilan Tuan untuk Randy, kenapa Pa Beni harus memanggil Randy seperti itu? apa Randy sosok spesial dikampus ini? atau karna Randy mahasiswa baru dikampus ini jadi Pa Beni memanggil seperti itu? gumam Vandra.
Kelas dimulai, Dosen pun menjelaskan materi perkuliahan saat itu. Vandra yang masih tak percaya Randy menjadi lebih dekat dengannya sesekali melihat Randy yang duduk tepat disampingnya. Vandra tersenyum kecil, sekarang Vandra bisa melihat Randy sesering mungkin.
Selesai kelas berlangsung, Randy mengajak Vandra dan kedua sahabat Vandra untuk menikmati makan dikampus. Sejujurnya bukan hanya Vandra yang merasa terkejut, Vania terutama Dinda merasa terkejut dengan kehadiran Randy sebagai mahasiswa baru dikampus. Rasanya benar-benar tak menyangka, Randy masih saja sama dengan penuh pesonanya. Pikir Dinda.
"Jadi kamu ini Randy?" Vania bertanya memastikan pada Randy.
"Iya"
"Gantengnya gebetan orang" puji Vania menatap Randy dengan menahan wajahnya dengan kedua tangan.
__ADS_1
"Sadar diri kamu, inget lho dia itu cintanya sama Vandra" Dinda berbisik pada Vania.
"Iya tau"
"Aku ga nyangka Din, ternyata kamu sekarang berubah. Jadi jauh lebih baik dan Cantik" puji Randy pada Dinda.
"Makasih Ran. Tapi aku penasaran, Kenapa kamu bisa pindah kekampus ini? Setau aku, kamu kan kuliah diluar negeri"
"Iya Din, aku segaja pindah kesini karna aku mau memperjuangkan cinta aku lagi untuk Vandra" Randy menatap Vandra yang duduk disampingnya.
"Aku pikir setelah aku pergi aku akan lupa sama perasaan itu. Tapi nyatanya, perasaan itu semakin mengebu. Aku berusah melupakan dia, tapi semakin aku berusaha melupakan semakin kuat perasaan itu. Dan sekarang aku bisa lega Din, karna ternyata dia memiliki perasaan yang sama. Terlebih lagi dia masih sendiri, itu artinya kesempatan aku untuk bersama dia begitu besar" tutur Randy masih menatap Vandra.
Vandra tak berani menatap Randy. Ia hanya fokus memainkan makanannya, Vandra benar-benar merasa takut dan bersalah jika Randy sampai tau tentang statusnya yang sudah menjadi seorang istri, entah apa reaksi Randy nanti jika sampai ia tau.
"Semoga Tuhan masih menyimpan stok lelaki kaya lo Rand, pasti gue bahagia banget" harap Vania.
"Dasar ya kamu ga bisa tahan sama pesona cowok" ledek Dinda.
"Hai, lo pasti Randy mahasiswa baru itu ya. Berita tentang lo udah menyebar dikampus lho, gue ga nyangka ternyata lo setampan ini ya" puji Cindy.
"Iya. Kita-kita disini juga mau kenalan sama lo, boleh kan? ya kan gengs" ucap Citra pada Cindy dan Bunga.
"Betul banget" seru Cindy dan Bunga bersamaan.
"Dasar tim ceriwis, ga bisa tahan liat pesona cowo cakep" komentar Vania menyindir.
Cindy, Citra dan bunga menatap kearah Vania secara bersamaan. Mereka merasa tersinggung dengan ucapan Vania.
__ADS_1
"Lo barusan ngomongin kita?" tuduh Bunga.
"Gue? Ga juga sih.. Kalian tersindir? oh bagus dong, biar kalian sadar diri kalau kecentilan sama cowo itu liat-liat" ketus Vania.
"Lo ngomong apa sih, suka-suka kita lah mau tebar pesona sama siapa juga. Apa masalahnya sih buat lo" Ucap Citra mewakili teman-temannya.
Randy, Vandra dan Dinda hanya melihat perdebatan antara Vania dan Cindy CS. Mendengar ucapan Citra membuat Vania semakin ingin memberi peringatan pada Cindy dan teman-temannya. Vania terbangun dari duduknya, dengan berani Vania menghadapi Cindy, Bunga dan Citra untuk memberi mereka pelajaran.
"Dengernya P3C (persatuan cewe-cewe centil). Cowo yang mempesona menurut kalian ini udah punya tambatan hati. Jadi gue saranin lebih baik lo semua menjauh sejauh-jauhnya, karna percuma aja kalian menebar pesona kalian kalau ujung-ujungnya juga kalian ga dianggap" saran Vania.
"Gue rasa yang harus menjauh itu lo deh, ngapain juga sih lo dan dua teman lo ini deket-deket sama Randy. Terutama lo Vandra, jangan ngerasa percaya diri ya lo. Jangan hanya karna kecantikan lo yang begitu dipuji orang-orang ngebuat lo jadi berpikir Randy itu tertarik sama lo" sinis Cindy menarik Vandra dalam kekesalannya pada Vania.
"Hai Cindy please deh, berkaca kali. Lo itu iri kan sama kecantikan Vandra? Gue kasih tau ya, tapi gue saranin lo semua siap-siap deh takutnya nanti sesak nafas dengernya" ledek Vania.
"Omongan lo makin ga jelas ya. Lagian ucapan apaan coba yang bakal bikin kita bertiga sesak nafas, hello jangan suka mengada-ada deh" kesal Bunga.
"Perlu lo bertiga tau ya, Vandra ini adalah kekasih lama Randy. Jadi mendingan lo semua mundur jauh-jauh deh, jangan jadi kaya nyamuk yang sukanya menganggu" usir Vania.
"Gue ga percaya sama omongan lo, lagian kita bertiga mana percaya kalau bukan Randy sendiri yang bilang" kekeh Cindy tak percaya.
Merasa mulai tergangu, Randy bangun dari duduknya lalu berdiri berhadapan dengan Cindy, Citra dan Bunga. Randy menatap mereka satu persatu, entah apa yang Randy ingin utarakan.
"Gue ga tau, alasan kalian benci sama Vandra kenapa. Tapi yang Vania bilang tadi, itu semuanya bener. Vandra memang kekasih lama gue, sampai detik ini pun perasaan gue masih bertahan untuk Vandra. Gue bukan merasa paling mempesona, cuma gue ngerasa ga suka dengan cara agresif kalian deketin cowo. Sekarang kalian percaya kan? terserah kalian masih mau menebar pesona sama gue atau engga, yang pasti gue gak akan menanggapi kalian"
Randy kembali duduk. Rasanya sangat puas memberitahu yang sebenarya pada Cindy dan teman-temannya. Merasa ditolak dengan kejam, Cindy dan kedua sahabatnya berlalu pergi dengan kekesalan.
Vandra menatap Randy sekilas. Sejak awal kehadiran Cindy dan kedua sahabatnya, tak ada kata yang mampu Vandra ucapkan. Vandra tak bisa melawan pengakuan Randy yang menganggapnya sebagai kekasih lama, karna sekalinya pun Vandra menepis itu, pasti akan menyebabkan sebuah pertanyaan besar dibenak Randy.
__ADS_1
Dinda amat sangat paham dengan perasaan dilema Vandra, bahkan Dinda yang memperhatikan Vandra sejak perdebatan antara Vania, cindy dan teman-temannya menbuat Dinda merasa iba karna kebingungan Vandra. Pasti saat ini Vandra tengah memikirkan bagaimana seandainya Randy tau tentang status Vandra saat ini? apa Randy mampu menerimanya? atau bahkan Randy akan sangat terpukul akan kenyataan yang sebenarnya? hanya waktu yang bisa menjawabnya.
***