Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Sangat Bersalah


__ADS_3

Vandra turun di halte Bus yang tak jauh dari sekolah. Dengan langkah cepat Vandra berjalan mendahului Randy, sejujurnya Vandra merasa kesal jika anak-anak disekolah akan membahasnya jika ia sedang bersama Randy. Dan benar saja, banyak pasang mata yang melihatnya dengan pemikiran mereka saat Vandra berjalan dihadapan mereka. Vandra menatap dingin orang yang melihatnya, tanpa peduli Vandra berjalan lurus menuju kelas.


Hari itu sekolah meminta semua siswa untuk pulang sekolah, karna akan diadakan rapat guru. Semua anak bersorak gembira, karna ini adalah momen yang jarang terjadi. Vandra merasa bingung, rasanya ia tak ingin pulang secepat ini kerumah. Akhirnya Vandra memutuskan pergi kesuatu tempat.


Vandra pergi menuju sebuah taman kota yang cukup ramai, Vandra mengetahui tempat itu dari Dinda saat Vandra melewati taman itu menuju rumah Dinda. Vandra benar-benar merasa tenang saat duduk dibangku taman yang teduh dibawah pohon. Sambil menatap sekeliling Vandra tiba-tiba teringat ucapan Ayah Hadi. Ia merasa harus memastikan dan mencari tau untuk bisa memutuskan jawaban nantinya.


***


Vandra turun dari mobil taxi online yang dinaikinya, ia menatap rumah mewah dihadapannya. Rumah itu adalah rumah Tuan Tomy, Vandra memberanikan diri untuk menemui Tuan Tomy. Ia ingin memastikan kenapa Tuan Tomy menginginkan dirinya menikah dengan putranya lalu memberikan sebuah kebaikan pada keluarganya agar keinginannya itu tercapai.


Vandra menekan bel yang terpasang, seorang security membuka pintu lalu menanyakan kedatangan Vandra. Setelah melapor pada Tuan Tomy, Vandra diminta masuk kedalam dan menunggu Tuan Tomy diruang tamu.


Yang ditunggu datang, Vandra memberi salam dan mengecup tangan Tuan Tomy sebagai rasa menghormati. Tuan Tomy tersentuh dengan apa yang Vandra lakukan, ia meminta Vandra duduk untuk menanyakan maksud kedatangannya.


"Maaf Om, Vandra datang kesini tiba-tiba" sungkan Vandra.


"Tidak apa-apa. Om senang kamu datang kemari, tapi ini masih jam sekolah, kamu kenapa bisa kesini? kamu ga bolos sekolah kan?"


"Ga Om. Kebetulan hari ini di sekolah ada rapat guru, jadi semua siswa dipulangkan"


"Oh. Terus kamu ada apa kemari? Boleh Om tebak? pasti kamu kesini mau memastikan permintaan Om kan soal anak Om"


"Iya Om"


"Apa yang mau kamu tanyakan dan cari tau? Om akan jawab semuanya"

__ADS_1


"Sebelumnya Vandra minta maaf karna datang kesini dengan alasan itu, Vandra ngerasa penasaran dan ga mengerti maksud permintaan Om kepada keluarga Vandra. Om tau kan, Aku masih sekolah dan usia aku baru 18tahun. Aku ga bisa Om menerima permintaan Om untuk menikah dengan Anak Om. Walaupun aku sadar kebaikan Om sama keluarga aku seperti apa, aku tetap aja ga bisa membalas kebaikan dengan hal itu" jujur Vandra.


Tuan Tomy tertawa kecil mendengar pengakuan jujur Vandra.


"Kamu pasti belum sepenuhnya mendengar penjelasan Ayah kamu kan? Om memang menginginkan kamu untuk menikah dengan anak Om, tapi bukan sekarang. Setelah lulus sekolah, dan saat kamu kuliah barulah pernikahan itu terjadi"


"Tapi Om, aku kesini sejujurnya tetap menolak keras tentang itu. Aku akan bekerja keras untuk membayar semua hutang dan uang rumah yang Om berikan pada keluarga aku. Aku meminta waktu untuk itu Om" mohon Vandra.


"Kamu memang anak yang memiliki pendirian tinggi. Tapi Vandra, Om menjamin anak pun anak yang baik. Om mohon, tolong terima permintaan Om" Tuan Tomy memohon penuh.


"Maaf Om, aku tetap menolak. Kalau begitu aku permisi Om" ucap Vandra memohon lalu beranjak pergi.


***


Malam hari Ayah Hadi memberitahu Vandra dan keluarha jika Tuan Tomy tengah kritis. Vandra yang mendengar hal itu terkejut tak menyangka, bukan tanpa alasan. Vandra merasa bersalah pada Tuan Tomy karna sebelumnya Vandra menemui Tuan Tomy untuk menengaskan jika Vandra menolak permintaannya.


Ayah Hadi dan Ibu Hani mengajak Vandra unyuk menjenguk Tuan Tomy, sedangkan Vina diminta dirumah saja menjaga Adit. Mereka bertiga pun bergegas berangkat menuju rumah sakit, dengan harap cemas Ayah Hadi, Ibu Hani dan Vandra berharap Tuan Tomy baik-baik saja.


Tiba dirumah sakit, Ayah Hadi, Ibu dan Vandra menghampiri beberapa orang yang menunggu diruang ICU. Saat itu yang menunggu Mama Amira dan juga sekertaris Andy, Andra dan keluarga lain belum hadir. Ayah Hadi dan Vandra memberi salam pada Mama Amira, Arumi dan Sekertaris Andy. Berbalik dengan pemikiran Vandra, ternyata Mama Amira menyambutnya dengan baik. Bahkan Mama Amira meminta Vandra untuk membantu mendoakan Tuan Tomy.


Vandra memahami kesedihan yang dialami Mama Amira, sesama wanita sebuah tangisan adalah tanda meluapkan apa yang dirasa. Vandra mengelus bahu dan memberi ketenangan pada Mama Amira, sekarang Mama Amira begitu memahami mengapa Tuan Tomy menyukai Vandra. Sosok Vandra yang begitu sopan dan baik kepada orangtua dan juga sikapnya yang dewasa membuat Mama Amira seketika menyukai sosok Vandra.


"Tante tenang ya, Om Tomy pasti baik-baik aja" hibur Vandra dengan nada lembut.


"Sekarang Tante paham, kenapa Om Tomy begitu menyukai kamu. Kamu cantik dan juga baik" puji Tante Amira.

__ADS_1


"Oh iya, Arumi. Ini Ka Vandra, dia yang menolong Papa waktu itu" ucap Mama Amira.


"Aku Arumi Ka, anak terakhir Papa Tomy. Terimakasih ya Ka untuk pertolongannya waktu itu" ucap Arumi pada Vandra.


"Iya Arumi, sudah seharusnya kita saling menolong" jawab Vandra.


"Ibu yang sabar ya, Tuan Tomy orang yang baik. Pasti semua akan baik-baik saja" ucap Ibu Hani pada Mama Amira.


"Iya Bu"


Vandra tak menyangka, ternyata keluarga Tuan Tomy sebaik ini. Apa anak yang ingin dinikahkan dengannya pun baik? seperti yang Tuan Tomy ucapkan? tapi kenapa tiba-tiba Vandra memikirkan anak Tuan Tomy? bertemu dan kenal saja belum kenapa harus memikirkan dia. Batin Vandra.


"Vandra" lirih Mama Amira.


"Iya Tante"


"Sebelum kejadian ini, Om sempat cerita tentang seseorang yang akan dinikahkan dengan Anak Tante. Ternyata seseorang itu kamu, dan Om juga sempat bilang kalau kamu menolak permintaan Om Tomy. Jujur, saat itu Om Tomy ngerasa sedih. Tante ga tau betapa berharapnya Om Tomy sama kamu, sampai akhirnya Om Tomy seperti ini" isak Tante Amira.


Vandra memeluk Tante Amira seketika, rasa bersalah pada Tuan Tomy semakin memuncak. Dugaan Vandra benar, Tuan Tomy seperti ini karnanya juga. Sekarang bagaimana kalau sesuatu yang lebih menyakitkan terjadi? Vandra benar-benar tak bisa memaafkan dirinya sendiri.


Vandra seketika berjanji pada dirinya sendiri, jika Tuan Tomy sadar dan baik-baik saja dia akan menerima permintaan Tuan Tomy untuk menikah dengan anaknya. Apapun yang akan terjadi selanjutnya akan Vandra pikirkan lagi.


Suara pintu ruang ICU terbuka, dokter pun keluar dan menghampiri keluarga Tuan Tomy. Mama Amira dan Arumi berdiri lalu meminta penjelasan tentang kondisi Tuan Tomy.


"Bagaimana Kondisi suami saya Dok?"

__ADS_1


***


__ADS_2