
3hari berlalu.
Hari itu hari terakhir Vandra masuk kuliah sebelum ia memulai untuk cuti hamil. Vania dan Dinda merasa cukup sedih, tapi mau bagaimana lagi Vandra harus menyembunyikan kehamilannya sebelum pernikahannya bersama Andra diketahui semua orang. Pihak kampus pun bahkan diminta merahasiakan alasan Vandra cuti dari kampus oleh Andra, karna kekuasaan keluarga Wijaya yang cukup kuat membuat pihak kampus menyetujui hal itu.
Selesai kuliah hari itu, Vandra mengajak Vania dan Dinda ke kafe milik Dino Entah mengapa semenjak Vandra hamil ia merasa begitu jatuh hayi pada makanan dikafe milik Dino. Vania begitu bahagia saat Vandra mengajak kekafe milik Dino,bitu artinta Vania bisa bertemu lagi dengan Dino. Lain dengan Dinda, Dinda merasa begitu tak nyaman bertemu dengan Dino, semenjak tatapan Dino lain pada Viba membuat Dinda seakan menyerah terlebih dulu dengan perasaanya pada Dino.
Dino menyambut Vandra dengan sangat baik, bagi Dino sekarang Vandra adalah keluarga. Selain Vandra istri Andra, Vandra juga sekaligus adik dari Vina, perempuan yang disukai dan dicintai Dino saat ini.
"Hai Ka" sapa Vandra.
"Hai, kalian udah lama? udah pesen makan?" tanya Dino sembari duduk bergabung bersama Vandra, Dinda dan juga Vania.
"Udah Ka"
"Ok. Kalian semua baru selesai kuliah?" tanya Dino.
"Iya Ka. Kebetulan hari ini juga hari terakhir aku kuliah, soalnya kan minggu depab aku mulai cuti kuliah"
"Oh Iya ya. Kamu cuti hamil kan?"
"Iya Ka"
Saat berbincang dengan Vandra, Dino terheran dengan Vania yang terus memandanginta. Rasanya Dino sedikit tak nyaman dengan tatapan Vania yang tak biasa.
"Vania, kamu kenapa? apa ada yang salah dengan penampilan Kaka? dari tadi kamu liatin Kaka terus" tanya Dino terus terang.
"Ga ada ko Ka. Aku cuma terkesima aja sama ketampanan Kaka" puji Vania.
"Kamu bisa aja. Oh iya, kalian kenapa gak ajak pacar kalian kesini?" tanta Dinobyqng mengarah pada Vania dan Dinda.
Dinda dan Vania saling menatap Dino. Apa maksud dari pertanyaannya?.
"Aku gak punya Ka, aku masih sendiri" jawab Vania.
__ADS_1
"Aku juga Ka, aku gak punya pacar" jawab Dinda.
"Sayang banget ya, padahal kalian cantik lho. Apa cowo-cowo dikampus gak ada yang bisa menarik hati kalian?"
"Ga ada Ka. Tapi ada cowo yang aku suka sekarang. Tapi aku rasa cowo itu ga tau sama perasaan aku" ucap Vania menatap penuh harap agar Dino menyadarinya bahwa lelaki itu adalah dirinya.
"Kenapa kamu gak coba ungkapin perasaan kamu sama cowo itu? siapa tau perasaan kamu diterima sama cowo itu" saran Dino.
"Aku belum siap Ka ungkapin perasaan aku. Tapi aku harap semoga cowo itu bisa menerima perasaan aku" harap Vania.
Dinda menatap wajah Vania, bagaimana jika Vania tau jika Dino menyukai Vina. apa Vania akan kecewa? atau merelakan Dino menyukai Vina? itu yang tak bisa Dinda pastikan.
"Kaka doain ya, semoga perasaan cinta kamu berakhir bahagia ya" doa Dino.
"Iya Ka"
"Oh iya Van. Kaka titip ini buat Adit ya" Dino menyerahkan sebuah paper bag berisikan mainan.
"Untuk Adit Ka?" Vandra memastikan.
"Makasih ya Ka, nanti aku kasihin sama Adit"
"Iya sama-sama"
Vandra merasa sedikit canggubg dengan kebaikan yang dilakukan Dino dihadapan Vandia dan Dinda. Apa mereka akan curiga dengan hal yang dilakukan Dino pada Adit. Sejujurnya yang Vandra khawatirkan jika Vania dan Dinda kecewa dengan perasaan mereka yang tak terbalaskan.
***
Hari itu Andra dijadwalkan tiba dibandara pukul 8malam, namun karna pekerjaannya selesai lebih cepat Andra meminta Sekertaris Riko untuk memajukan jadwal penerbangan. Bukan tanpa alasan Andra meminta seperti itu, rasa rindu pada Vandra yang sudah membendung seakan tak mampu Andra tahan lagi.
Sore itu sesampainya dibandara Andra langsung meminta Sekertaris Riko menyiapkan mobil lain untuk dikendarai Andra. Andra segaja meminta hal sepeeti itu pada Sekertaris Riko karna Andra menduga akan ada wartawan yang akan mengikutinya untuk mencari tau identitas Vandra jika ia menggunakan mobil yang biasanya. Tak lama mobil yang diminta Andra datang, Andra dengan cepat bergegas masuk kedalam mobil. Tanpa berlama-lama Andra segera mengendarai mobil menuju rumah Ayah Hadi.
Sepanjang jalan Andra begitu tak sabar bertemu dengan Vandra, entah reaksi apa yang akan Vandra perlihatkan jika melihat Andra yang lebih cepat tiba dirunah dari jadwal yang seharusnya. 1jam berlalu akhirnya Andra tiba didepan rumah Ayah Hadi. Sambil menarik nafas, Andra menenangkan dirinya yang seakan tak sabar bertemu dengan Vandra.
__ADS_1
Ayah Hadi dan Ibu Hani yang tengah membersihkan kedai tiba-tiba menghentikan aktifitasnya saat melihat Andra. Dengan cepat Ayah Hadi meminta Andra untuk masuk kedqlam rumah secepatnya. Ayah Hadi tak ingin ada tetangga bahkan oranglain melihat keberadaan Andra dirumahnya. Karna jika sampai ada yang melihat Andra, pasti akan menimbulkan asumsi dan juga membuat pemberitaan baru yang ditakutkan mengganggu kehamilan Vandra.
"Nak Andra bukannta dijadwalkan sampai nanti malam ya" tanya Ayah Hadi pada Andra saat mereka duduk berdua diruang keluarga.
"Memang seharusnya seperti itu Yah, tapi karna pekerjaan disana selesai lebih cepat jadi saya memutuskan untuk memajukan jadwal penerbangan saya"
"Begitu ya. Maaf ya Nak Andra, soal tadi Ayah meminta Nak Andra untuk segera masuk kedalam rumah, Ayah takut jika ada oranglain yang melihat keberadaan Nak Andra disini"
"Iya Yah, saya paham maksud dan kekhawatiran Ayah"
"Ini Nak Andra diminum" Ibu Hani datang menyuguhkan secangkir teh dihadapan Andra.
"Terimakasih Bu"
"Iya"
"Oh Iya Bu, Ayah. Saya mau minta maaf tentang konferensi pers yang saya adakan beberapa hari yang lalu. Maaf karna saya sebelumnya tak memberitahu Ayah, Ibu dan juga Vandra. Saya melakukan itu karna saya ingin memberitahu tentang status saya sekarang, saya juga ingin membuktikan pada semua orang jika ada seseorang yang saya cintai saat ini. Saya tau, yang saya lakukan pasti akan menimbulkan rasa tak aman pada keluarga Ayah. Tapi saya harap Ibu dan Ayah bisa memahami maksud saya melakukan itu" Andra menjelaskan.
"Ayah dan Ibu sangat mengerti tujuan Nak Andra. Tapi sejujurnya Ayah merasa lega karna setidaknya Nak Andra mengakui status Vandra sebagai istri Nak Andra dihadapan publik. Walau mereka tak mengetahui identitas Vandra, tapi setidaknya mereka tau kalau Nak Andra sekarang sudah menikah"
"Terimakasih Yah untuk pengertiannya Ayah dan Ibu. Saya berharap suatu hari nanti saya bisa mengenalkan Vandra dan juga anak kami dihadapan publik" harap Andra.
"Iya Nak Andra. Lebih baik sekarang Nak Andra istirahat, pasti Nak Andra lelag setelah perjalanan kemari" ucap Ibu Hani.
"Iya Bu"
"Kebetulan Vandra juga ada dikamar sedang istirahat, sepulang kampus Vandra mengeluh capek jadi dia istirahat dikamarnya"
"Kalau begitu saya pamit ke kamar ya Bu, Ayah" pamit Andra.
"Iya"
Andra dengan perlahan membuka pintu kamar Vandra, rasanya sungguh membahagiakan melihat Vandra tengah tertidur dengan pulas. Namun ada hal yang tak terduga datang, melihat Vandra tertidur dengan memakai pakaian sedikit terbuka membuat gairah Andra muncul. Apa yang harus Andra lakukan dengan gairahnya? membiarkan Vandra terlelap tidur atau mengejutkan Vandra dengan hal yang tak biasa?.
__ADS_1
***