
Andra bergegas memakai jas kantornya setelah mendapat kabar dari Ayah Hadi jika Vandra akan menginap dirumah. Andra yakin Vandra pasti sedang menghindarinya karna permasalahan yang terjadi. Kalau sampai Ayah Hadi dan Ibu Hani mengetahui yang sebenarnya pasti semuanya akan menjadi kacau.
Andra melajukan mobilnya dengan cukup kencang, rasanya ia ingin cepat sampai dan bertemu dengan Vandra. Setiap detik berjalan Andra tak hentinya memikirkan Vandra, bagaimana kalau seandainya Vandra menghindarinya?.
Tiba dirumah Ayah Hadi, Andra turun dari mobil lalu menghampiri Ayah Hadi yang tengah merapihkan kedai yang sudah tutup. Ayah Hadi menatap Andra yang berdiri dihadapannya. Tanpa menunda, Ayah Hadi mengajak Andra berbicara untuk membahas yang tengah terjadi pada Vandra.
Andra dan Ayah Hadi duduk berdua saling berhadapan.
"Ayah tau, kedatangan Nak Andra kemari pasti ingin memastikan soal keadaan Vandra kan?" tebak Ayah.
"Iya Yah"
"Nak Andra ga perlu khawatir, Vandra baik-baik saja dan dia sedang beristirahat. Maaf kalau Ayah terkesan ikut campur, tapi Ayah harap Nak Andra bisa membiarkan Vandra untuk menenangkan dirinya disini"
"Apa Vandra menceritakan sesuatu pada Ayah?"
Ayah Hadi mengatur nafas pelan. Tanpa ingin menutupi semua yang telah terjadi, Ayah Hadi terpaksa menceritakan semua tentang Oma Mira bahkan kehamilan Vandra. Memang Ayah Hadi mengingkari janjinya untuk menutupi semuanya dari Andra, tapi bagaimanpun Andra layak tau semuanya karna dia adalah bagian terpenting dari hidup Vandra.
Andra seakan dihantam kejutan yang benar-benar mengejutkan saat itu. Sikap Oma yang begitu tak pantas bahkan kehamilan Vandra seakan menjadi hal menyakitkan sekaligus membahagiakan untuknya. Andra tak tau harus bagaimana saat ini, menemui Vandra atau menegur sikap Oma Mira yang tak pantas pada keluarga Vandra.
Andra menenangkan diri sambil mengatur nafasnya.
"Nak Andra, Ayah tau keluarga Vandra memang bukan seperti keluarga Nak Andra. Jujur, sebelum Ayah mendengar pengakuan Vandra tentang kehamilannya, Ayah meminta Vandra untuk meninggalkan Nak Andra tapi nyatanya Vandra menolaknya, karna ia tetap ingin mempertahankan rumah tangganya. Dan Bukan tanpa alasan Ayah meminta begitu, Ayah hanya tak mau Vandra terus menerus merasakan rasa sakit menjalani pernikahan rahasia ini dan juga penolakan kehadiran Vandra dikeluarga Wijaya. Tapi setelah Ayah pikir, Ayah tak pantas jika tetap menyuruh Vandra meninggalkan Nak Andra disaat Vandra sedang mengandung" ungkap Ayah Hadi.
__ADS_1
"Tapi Ayah juga tak mau jika Vandra harus merasakan hal menyakitkan ini disaat Vandra menjalani kehamilannya. Wanita hamil itu tak baik jika memikirkan dan merasakan hal buruk, dan Ayah minta tolong pada Nak Andra ijinkan Vandra untuk tinggal disini sampai Vandra melahirkan. Ayah dan keluarga akan menjaga Vandra dengan baik, Ayah minta pengertian Nak Andra untuk ini" Ayah Hadi menambahkan.
Andra menatap wajah Ayah Hadi yang begitu terlihat memohon. Yang dikatakan Ayah Hadi memang benar, kesehatan fisik dan batin Vandra jauh lebih penting dibanding apapun saat ini. Tapi bagaimana caranya bertahan, jika selama beberapa bulan kedepan Andra tak bisa melihat Vandra setiap harinya? Tak tau harus bagaimana, Andra masih saja terdiam tanpa menjawab semua perkataan Ayah Hadi.
"Ayah, boleh saya menemui Vandra?" ijin Andra pada Ayah Hadi.
Walau Vandra sudah menjadi hak Andra sebagai seorang suami, tapi bagi Andra tempat yang menjadi tempat ketenangan untuk Vandra itu bukan miliknya. Andra tak bisa melakukan apapun sesuka hatinya tanpa menghargai pemilik tempat itu.
"Silakan. Vandra milik hidup Nak Andra sekarang, sudah seharusnya Nak Andra menemui Vandra dan membicarakan semua yang terjadi diantara kalian. Jangan pikirkan perasaan Ayah dan keluarga, yang terpenting sekarang perasaan Vandra dan juga anak didalam kandungan Vandra" jawab Ayah Hadi.
"Iya Yah. Saya permisi kedalam"
"Iya Nak"
Andra memberanikan diri membuka pintu dengan pelan. Wanita yang sudah membuatnya hanyut dalam cinta terlihat tengah memejamkan matanya dengan terlelap, Andra perlahan melangkahkan kakinya menghampiri Vandra. Sambil mendudukan tubuhnya disamping Vandra, Andra mengelus rambut Vandra dengan tangannya.
"Kenapa kamu harus bohong sama aku? apa menurut kamu kehamilan kamu ga ada artinya untuk aku? aku merasa bahagia sekaligus bersalah sama kamu, seharusnya kamu layak hidup bahagia tanpa harus merasakan hal seperti ini. Sejujurnya aku sempat mau merelakan kamu Van, tapi setelah aku tau kamu mengandung anak kita, semua itu menjadi hal buruk yang aku pikirkan. Aku akan memperjuangkan kamu lebih sekarang, maaf jika kamu harus merasakan pedih dahulu saat ini" sesal Andra dalam batin.
Tak terduga, Vandra terbangun dari tidurnya saat tetesan air jatuh ditelapak tangannya. Menyadari Vandra terbangun, Andra bergegas menghapus airmatanya. Andra tersenyum saat Vandra terbangun menatapnya.
"Mas Andra" pelan Vandra memanggil. Vandra dengan cepat merubah posisi dengan mendudukan dirinya dihadapan Andra.
"Mas kenapa ada disini?" tanya Vandra serius.
__ADS_1
"Terimakasih" ucap Andra.
Vandra tak mengerti dengan apa yang Andra ucapkan. Apa maksud ucapannya?.
"Maksud Mas apa?"
"Terimakasih karna kamu memilih bertahan" ungkap Andra sambil memeluk Vandra.
Apa maksud ucapan Andra, bagaimana dia bisa tau kalau Vandra memilih tetap mempertahankan pernikahannya? apa Ayah Hadi sudah menceritakan semuanya? duga Vandra.
Andra melepas pelukannya lalu menatap Vandra.
"Aku udah tau semuanya. Aku juga gak akan menyalahkan tentang kebohongan yang kamu ucapkan sama aku. Aku tau, kamu punya alasan sendiri untuk itu. Tapi, aku juga berhak tau dan merasa bahagia dengan kehamilan kamu ini" ucap Andra menatap perut Vandra.
Benar dugaan Vandra, Ayah Hadi sudah menceritakan semuanya pada Andra. Vandra tak bisa menyalahkan atau marah pada Ayah Hadi, sejujurnya Andra memang berhak tau semuanya termasuk tentang kehamilannya.
"Maaf Mas, aku bukan bermaksud untuk berbohong sama kamu tentang kehamilan aku. Aku segaja lakuin itu karna aku mau menjauh untuk sementara dari hidup kamu Mas. Sejujurnya aku berharap saat itu kamu kecewa dan membiarkan aku pergi, tapi kenyataannya kamu malah mengetahui semua itu secepat ini" ungkap Vandra.
"Itu artinya kamu memang ditakdirnya untuk tetap ada dihidup aku. Aku tau kamu lelah dan menyerah menghadapi yang terjadi, tapi aku minta jangan pernah pergi dan tinggalkan aku. Aku butuh kamu" Andra mengengam tangan Vandra.
"Aku mau menjalani hidup dan menjaga anak kita kedepannya nanti, aku tau kita akan sulit melewati hal yang terjadi. Tapi seperti yang aku minta, tolong tetap bertahan disamping aku. Aku sangat mencintai kamu Vandra, aku gak mampu kalau kamu pergi dari hidup aku begitu aja"
Vandra menatap Andra yang terlihat memohon dan meminta. Pernyataan Andra sebenarnya menyentuh hati Vandra, memang benar Vandra membutuhkan Andra untuk menjalani kehidupannya apalagi saat ini Vandra tengah mengandung buah cinta mereka.
__ADS_1
***