Menikah Karna Terpaksa

Menikah Karna Terpaksa
Hati yang terluka


__ADS_3

Vandra tak segaja menatap Randy yang berada tak jauh dari keberadaannya. Keempat mata itu saling pandang, ingin sekali Vandra menjelaskan semua yang terjadi pada Randy saat ini juga.


"Din, Vani. Aku pergi dulu ya" Vandra berlalu pergi begitu saja mengejar Randy yang segaja pergi menghindari Vandra.


"Randy" panggil Vandra membuat langkah Randy terhenti.


Randy hanya berdiam diri tanpa membalikkan tubuhnya.


"Ada yang mau aku jelasin sama kamu tentang semua yang terjadi sama hidup aku. Aku mohon, tolong kasih kesempatan aku untuk itu" mohon Vandra.


Dibangku taman Vandra dan Randy duduk berdua.


"Penjelasan apa yang mau kamu jelasin?" ucap Randy memulai.


"Maaf atas kebohongan yang aku tutupi. Jujur aku ngerasa bersalah sama kamu, tapi aku ga bermaksud untuk berbohong sama kamu tentang pernikahan rahasia yang aku jalani selama ini" ungkap Vandra.


"Udah berapa lama kamu menjalani pernikahan rahasia kamu itu?"


"6bulan yang lalu"


Randy menatap serius pada Vandra.


"6bulan yang lalu?jadi saat itu kamu menutupi hal itu dari pertemuan pertama kita lagi?" Randy memastikan.


"Iya Rand"


Randy mengusap wajahnya dengan kasar. Takdir macam apa ini? kenapa terasa menyakitkan seperti ini?.


"Aku minta maaf Rand" sesal Vandra.


"Jadi ini alasannya kamu menolak kesempatan aku untuk memulai semuanya waktu itu?" tanya Randy dijawab anggukan kepala oleh Vandra.


"kenapa kamu ga jujur sama aku Van, dan kenapa kamu harus memilih menikah rahasia seperti itu? harusnya kamu bersabar menunggu aku, aku ngerasa jadi lelaki pengecut Van kalau seperti ini. Aku tanpa tau mendekati dan mengharap wanita yang ternyata milik oranglain, kamu jahat Van sama aku"


"Aku minta maaf Rand, ini diluar dugaan aku. Aku menutupi semuanya karna aku ga mau kamu menjauhi aku waktu itu. Dan, aku menjalani pernikahan rahasia aku juga karna aku punya alasan yang ga perlu kamu tau. Terserah kamu mau seperti apa menilai aku, aku cuma mau mengakui semuanya sama kamu Rand" terang Vandra.


"Tapi itu menyakiti aku Van. Aku berusaha sabar, menunggu dan mengerti kamu. Tapi apa balasan kamu? kalau kamu mau membalas rasa sakit kamu saat aku pergi dulu tolong jangan seperti ini. Kamu sama aja melukai perasaan aku berkali-kali dalam satu waktu. Dan sekarang kamu mengakui pernikahan rahasia kamu ini tanpa memikirkan perasaan aku yang bener-bener hancur karna ini, apa kamu setega itu sama aku" amarah Randy.

__ADS_1


Randy benar-benar tak bisa menahan rasa marah dan kecewa pada Vandra. Vandra menerima semua rasa amarah Randy, Vandra sadar bahwa ia juga bersalah karna tak jujur pada Randy sejak awal. Randy menghela nafas sesaat sambil mengatur rasa emosi yang terpendam.


"Apa kamu mencintai dia Van?" Tanya Randy dengan tenang sambil menantap Vandra yang masih terdiam.


Vandra menatap Randy, semua yang Vandra rasakan harus ia ungkapkan semuanya pada Randy.


"Iya Rand. Aku mencintai dia" jujur Vandra.


Randy tertawa kecil karna tak percaya dengan kejujuran Vandra.


"Apa kamu yakin dengan perasaan kamu itu? kamu jujur sama aku Van, aku yakin kamu menjalani pernikahan itu karna sebuah masalah kan? aku ga peduli apapun masalah itu, tapi yang pasti aku ga mau merelakan kamu begitu aja. Jawab aku, Siapa laki-laki itu?".


"Maaf Rand, aku ga bisa kasih tau kamu siapa dia. Aku harap kamu bisa ngerti, dan aku juga minta kita bisa saling memafkan atas kesalahan yang terjadi diantara kita" pinta Vandra.


"Rand, aku tau kamu laki-laki yang baik. Tapi sayangnya takdir ga berpihak untuk kita. Semua yang terjadi termasuk perasaan kita pun juga takdir yang menentukan. Aku harap kamu bisa memahami itu, sekali lagi aku minta maaf Rand. Dan aku juga ikut bahagia atas pertunangan kamu nanti, semoga kamu bahagia bersama Yamsin" Vandra menambahkan.


"Jangan harap aku bisa bahagia sama dia, karna sampai kapanpun perasaan aku akan tetap sama untuk kamu" tegas Randy.


"Lupain perasaan kamu Rand, aku bukan untuk kamu. Sekarang aku punya kehidupan baru, jadi tolong bersikaplah menerima semuanya"


Randy dan Vandra saling menatap.


"Hai sayang" sapa Yasmin tiba-tiba datang memeluk Randy dari belakang.


Vandra dengan cepat mengalihkan pandangannya keraah lain.


"Aku cari kamu lho, Hai Vandra" sapa Yasmin.


"Hai, kamu kenapa ada disini?" tanya Vandra merubah suasana.


"Aku pindah kuliah kesini, ya biar aku bisa deket terus sama Randy" jawab Yasmin antusias.


"Oh.."


"Oh iya Van, karna aku sekarang kuliah disini aku boleh jadi temen kamu kan?"


"Boleh, aku dengan senang hati mau berteman sama kamu"

__ADS_1


"Wah senengnya punya temen baru" Yamsin merasa senang.


"Kalau gitu Aku pergi dulu ya, kalian bisa ngobrol berdua. Dah" pamit Vandra segera menghindari Randy dan Yasmin.


***


Selesai metting Andra kembali keruangannya lagi untuk sekedar beristirahat sebelum bertemu dengan kline siang nanti. Sambil menyandarkan tubuhnya disofa Andra mengambil handphone disaku jasnya. Andra berniat mengirim pesan pada Vandra, entah kenapa semenjak kejadian indah semalam Andra seakan terus menerus teringat Vandra.


Usai mengirim pesan pada Vandra, Sekertaris Riko datang memberitahu jika Oma Mira dan Vivi datang untuk menemui Andra. Terlanjur bertatap wajah akhirnya Andra mengijinkan Vivi dan Oma masuk kedalam ruangannya.


Andra duduk sigap dihadapan Oma dan Vivi. Tatapan kesal dan amarah tak mampu Andra tutupi, rasanya ingin sekali mencaci maki dengan perbuatan yang Vivi lakukan.


"Ada apa Oma dan kamu kemari?" Sinis Andra.


"Kamu kenapa sih, ga seneng ya aku sama Oma datang kekantor kamu?" ucap Vivi.


"Ini jam kerja dan banyak hal yang harus aku kerjakan, jadi tolong jawab maksud kedatangan kamu dan Oma kemari" ketus Andra.


"Dra, kamu ini kenapa? kenapa semenjak kamu menikah dengan perempuan itu kamu jadi bersikap ga sopan sama Oma. Apa kamu ga menghargai Oma lagi?" kesal Oma Mira.


"Perempuan itu istri sah aku Oma. Rasa menghargai aku ga ada hubungannya sama istri aku, bahkan sampai saat ini aku masih menghargai Oma. Tapi Kalau Oma menganggap aku begitu, artinya Oma udah melukai perasaan aku " tegas Andra.


"Apa kamu mengungkit soal pemberitaan diluar sana tentang kamu dan Vivi berpacaran? itu maksud kamu?" tebak Oma Mira.


"Aku tau, pemberitaan itu tersebar karna ide Vivi. Apa sih Vi, yang ada diisi kepala kamu? berharap pemberitaan itu menjadi benar dimata publik? jangan mimpi kamu, mau seluruh dunia tau kalau kita berpacaran pun aku ga peduli. Karna sekarang aku milik istri aku, kamu bisa aja miliki aku didunia halusinasi kamu, tapi kamu ga bisa miliki aku didunia nyata kamu. Dan jangan kamu pikir aku akan takluk sama pemberitaan yang kamu buat, karna sebentar lagi aku akan membuat kamu malu dengan apa yang kamu perbuat" ancam Andra.


"Cukup Dra, jaga sikap kamu. Ancaman kamu berlebihan" tegur Oma Mira.


"Oma, aku masih menghargai keberadaan Oma disini. Tapi tolong jangan terlalu ikut campur berlebihan seperti ini Oma, kehidupan aku milik aku sendiri jadi berhenti untuk terus meminta aku hidup bersama Vivi, aku ga bisa untuk itu" ungkap Andra.


"Dan kamu Vivi, Aku minta jangan bermain dengan pemberitaan itu semau kamu Vi. Ingat, kalau kamu berniat menghancurkan pernikahan aku, aku juga akan menghancurkan hidup kamu. Jadi selagi masih ada kesempatan, cepat kamu selesaikan pemberitaan konyol itu" ucap Andra.


"Sekarang silakan keluar, aku harus bersiap menemui kline" pinta Andra.


Oma menarik tangan Vivi keluar ruangan Andra. Kali ini sikap Andra sudah berlebihan, merasa kesal Oma dan Vivi berlalu pergi dengan kekecewaan pada sikap Andra.


***

__ADS_1


__ADS_2