
Selamat Membaca ⚘
__________
Satu minggu sudah Kayla dirawat setelah kecelakaan yang dialaminya. Keluarganya sudah tidak seheboh saat pertama kali ia dirawat. Karena saat ini hanya tinggal pemulihan dan menunggu keputusan terkait tindakan operasi lanjutan. Hanya Dipta yang masih setia menemaninya saat malam, karena ketika pagi menjelang Dipta akan kembali ke apartemen lalu bekerja. Ayah, Bunda dan Papi Kevin serta Adik-adiknya bergantian menjenguknya.
Ada yang berubah sejak dia diketahui hamil dan mengalami kecelakaan, hubungan dengan mami Laksmi tidak seperti sebelumnya. Mereka tidak sehangat sebelumnya, terkesan ada kecewa dan jarak yang membatasinya. Untuk Kayla sendiri dia merasa kecawa dengan sikap Laksmi setelah mengetahui bahwa putranya adalah ayah dan anak yang dikandung Kayla. Kalimat Laksmi saat itu mengartikan bahwa dia lebih khawatir dengan posisi Eltan di perusahaan keluarga ayahnya terganggu jika diketahui Eltan harus bertanggung jawab terhadap perampuan yang dihamilinya.
Di posisi Laksmi, dia kecewa pada Kayla karena dianggapnya sudah menggoda Eltan. Tidak dipungkiri untuk ukuran laki-laki, Eltan memiliki tampang rupawan dengan postur tinggi tampak sempurna. Hubungan yang kurang harmonis antara Kayla dengan Laksmi berimbas juga pada ayahnya, Kayla bersikap dingin pada Agha dan memutuskan akan kembali tinggal dengan bundanya.
Semua menjadi semakin rumit manakala kedua orangtua Kayla tidak bisa mendampingi Kayla sepenuhnya. Saat ini baik Agha ataupun Meera melarang Eltan untuk bertemu Kayla. Paling tidak masalah pertanggung jawaban Eltan terhadap Kayla bisa dibicarakan nanti setelah kondisi lebih baik. Inilah yang membuat Kayla semakin sedih, merasa ditinggalkan dan kesepian.
"Mbak Kayla beneran nggak apa-apa di tinggal?" tanya perawat pada Kayla
"Iya sus, aku bosan di kamar, 15 menit lagi suster boleh bawa aku ke kamar," ucap Kayla pada perawat yang mengantarnya ke taman kecil tidak jauh dari ruang perawatannya.
"Ya udah, saya tinggal ya mbak."
Kayla hanya mengangguk, duduk pada kursi roda mengingat pergelangan kakinya masih terbungkus gips. Matanya menatap nanar ke depan namun pikirannya terus membayangkan nasib yang dialaminya. Menangis ! Kayla sudah lelah menitikan air mata, ia hanya ingin segera sehat agar bisa beraktivitas membuka lembaran baru hidupnya.
"Kayla, kamu Kayla kan?" terdengar suara perempuan dari arah kiri Kayla. Kayla menoleh sekilas terlihat seorang perempuan seumuran dengannya duduk pada kursi taman disamping kiri kursi rodanya. Membuang nafasnya lalu kembali menatap ke depan seolah tidak perduli dengan sosok disampingnya.
"Kayla kamu kenapa? ada apa dengan kaki mu?"
"Kecelakaan. Mengapa kamu disini Ta?" Ya, Meta. Yang rancangannya pada katalog Daily Fashion sudah ditiru oleh Kayla.
"Aku mau jenguk kakekku, beliau dirawat disini sudah tiga hari. Sudah lama ya Kay kita nggak ketemu. Oh iya, minggu lalu kak Mery senior kita dulu ngadain kumpul bareng. Sayang banget kamu nggak datang, kita lost contact sih," ujar Meta.
"Kamu amnesia Ta?" Tanya Kayla.
"Ya enggaklah," jawab Meta.
"Ganti nomor handphone?"
"Enggak."
"Gabung di grup alumni kuliah angkatan kita?"
"Iya."
"Lalu lost contact dimananya ? Harusnya kamu ingat dong dimana aku tinggal, dulu pulang kuliah aja kamu ikut ke rumah ku. No hp ku juga nggak ganti dan aku ada dalam grup alumni. Ini sih emang kamu nggak niat hubungin aku," jelas Kayla.
"Bukan gitu Kay "
"Owh iya, Kak Meri itu kan pemilik Daily Fashion. Masa iya kamu mau aku ikut kumpul."
"Kok kamu ngomong gitu Kay."
"Terus aku harus komen apa ? Aku disebut plagiat karna rancanganku sama persis dengan milikmu di Daily Fashion. Sedangkan kak Meri itu pemilik daily fashion, dan sekarang kamu basa basi masalah kumpul reuni."
Meta menghela nafas dan tidak dapat mengkomentari ucapan Kayla.
__ADS_1
"Lagian aneh amat masa dua kepala bisa membuat rancangan sama persis. Kalo model sama tapi corak beda ya masih masuk akal," gumam Kayla namun masih terdengar.
"Maksud kamu, aku mencuri rancangan kamu Kay?"
"Aku nggak bilang gitu, kan menurut penilaian Mode Indonesia lebih dulu Daily Fashion, jelas disini aku yg dituduh plagiat. Nggak usah khawatir Ta, selepas keluar dari sini aku akan klarifikasi dan minta maaf sesuai dengan perjanjian," terang Kayla tanpa menoleh pada Meta.
"Ya sudah aku permisi, kamu lekas sehat ya," ujar Meta.
"Hmm."
****
"Oke, sudah tidak ada keluhan lain ya ? Untuk cedera di kaki masih kita observasi, jadi mbaknya jangan banyak aktivitas berat dulu. Sudah boleh pulang ya, obatnya diminum dan kontrol rutin sesuai jadwal," tutur dokter saat memeriksa Kayla.
"Baik dok, terima kasih."
Setelah dokter dan perawat yang memeriksanya keluar, Kayla mengambil ponsel dan menghubungi Dipta
"Halo."
"Ka,, aku sudah dibolehin pulang. Aku ke apartemen ka Dipta ya."
"Jangan Kay, bunda bilang kamu tinggal sama bunda lagi"
"Hmmm."
"Yang urus administrasi dan jemput kamu siapa Kay? Aku lagi ada tugas dan sekarang gak di kantor."
"Ya udah, banyak istrahat ya adikku yg nyebelin."
"Rese ih."
Dipta hanya terkekeh.
"Bye kak," ucap Kayla sambil mengakhiri panggilan.
Kayla ragu menghubungi ayahnya untuk mengurus kepulangannya, tidak mungkin dia menghubungi Meera karena Meera sedang menghadiri acara pensi di sekolah Rika dan Reka.
Nada sambung terdengar saat Kayla menghubungi Agha namun tidak kunjung diangkat. Ada pesan masuk setelah Kayla mengakhiri panggilan tersebut.
Ayah
Kay, ayah sedang rapat.
Nanti ayah hubungi kalau sudah selesai.
^^^Oke, yah.^^^
Pulang ke apartemen Dipta hanya akan menambah masalah, akhirnya Kayla menuju kediaman Meera dan Kevin. Mengurus sendiri administrasi rumah sakit dibantu oleh perawat tentunya dan pulang menggunakan taksi.
Kayla sudah berada dalam kamarnya, merebahkan diri pada ranjang. Tubuhnya miring menghadap ke kanan membelakangi pintu, rasa sedih kembali muncul dan air mata seperti tak sabar ingin keluar.
__ADS_1
Sungguh, ingin sekali dia menghindar seperti yang sebelumnya dia lakukan. Berusaha kabur, namun gagal dan malah mengalami kecelakaan. Tidak mungkin harus melakukan kesalahan yang sama.
Tujuannya kali ini hanya ingin segera menyelesaikan urusannya dengan Mode Indonesia. Setelah itu harus memikirkan langkah menata masa depannya. Dengan kejadian tuduhan plagiat yang sebenarnya dia tidak lakukan, dia memutuskan untuk meninggalkan dunia fashion, entah untuk sementara atau seterusnya.
Terdengar suara pintu dibuka.
"Kay, kamu pulang kok nggak hubungi Bunda. Kamu pulang dengan siapa?" Tanya Meera mendekat pada Kayla yang terbaring di ranjang.
Karena posisi membelakangi pintu, Kayla memejamkan mata pura-pura tidur. Bunda Meera memperbaiki letak selimut Kayla menatap tas-tas dan perlengkapan yang dibawa Kayla dari rumah sakit.
Drt drt
Getaran ponsel akhirnya memaksa Kayla membuka matanya, awalnya dia hanya pura-pura tidur saat Bunda datang ternyata malah benar terlelap. Dengan posisi duduk pada tempat tidur Kayla menerima panggilan tersebut.
"Halo."
"Kay, kamu sudah pulang kenapa gak menghubungi Ayah."
"Tadi pagi Kay sudah telpon ayah, ayah sedang rapat."
"Sekarang kamu dimana ?"
"Di kamar Yah "
Terdengar suara Agha menghela nafas, "Di mana Kay?"
"Aku di rumah Papih."
"Ya sudah, kamu istrahat."
"Iya."
Kayla membuka pesan dan e-mail masuk pada ponselnya. Salah satu e-mail tersebut adalah dari Luxurius dan Griya Fashion, dimana mereka menyatakan memutuskan kerja sama dengan Kayla sebagai salah satu Fashion Designer mereka.
Pencapaian yang Kayla raih selama ini hancur sudah. Walaupun belum bisa menjadi Designer nomor 1 dan belum merambah Asia apalagi Internasional, Kayla sama sekali sudah tidak tertarik dengan dunia Fashion.
Ceklek
Pintu kamar dibuka, tampak bunda masuk dan duduk disebelahnya. "Bunda kira kamu masih tidur. Barusan ayahmu telpon bunda, katanya kenapa beliau tidak dihubungi kalau kamu sudah pulang ? Dipta yang urus kepulangan kamu dari rumah sakit kan?" tanya Bunda.
"Aku sudah hubungi ayah, tapi ayah sibuk. Kak Dipta sedang ada tugas luar nggak bisa diganggu, Bunda juga tadi ada acara. Ya sudah aku urus sendiri dibantu perawat. Nggak mungkin juga aku minta Bang Eltan untuk ke rumah sakit."
"Kayla ! Kamu gak boleh ketemu Eltan sebelum kita adakan pertemuan keluarga untuk bahas kelanjutan urusan kamu sama Eltan."
"Tenang aja Bun, aku juga nggak mau ketemu dia."
"Maaf Kay, kalau bunda sama ayah gak bisa sepenuhnya hadir untuk kamu. Bunda harap kamu mengerti dan kamu sudah dewasa baiknya kamu sudah bisa membedakan mana yang baik dan buruk untuk dilakukan. Jangan lagi merusak kepercayaan orangtua."
"Maafkan Kay, bun" jawab Kayla lalu kembali merebahkan tubuhnya membelakangi Bunda Meera.
__________
__ADS_1
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖