Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Menuju Puncak (1)


__ADS_3

"Mas Elang!" suara seorang wanita yang membuat Elang dan Kayla menoleh ke arah suara. 


Seorang wanita rambut pendek memakai dress selutut dan heelsnya. Elang menghela nafasnya melihat Sena menghampiri ia dan Kayla.


Sedangan Kayla berusaha mengingat wanita yang ada didepannya. "Ini kayak mantan istri Om Elang," batin Kayla. "Tapi beda, tampilanya lebih... menggoda," ucap Kayla dalam hati. 


"Mas Elang di sini, siapa yang sakit?" 


Elang belum sempat menjawab karena sudah didahului oleh Kayla, "Tidak ada yang sakit, habis kontrol kehamilan aku, keturunan Elang Sanjaya," ucap Kayla sambil memeluk Elang dari samping dan menempelkan pipi Kayla dada Elang karena postur tubuh Elang yang lebih tinggi dari Kayla. Elang mengusap pelan punggung Kayla.


"Owh, istri Mas Elang sedang hamil," ucap Sena. 


"Ahhh, kita belum sempat kenalan ya. Aku Kayla Farraz,  istri sah Elang Sanjaya," ujar Kayla sambil menjulurkan tangan kanan mengajak Sena bersalaman. Elang mengulum senyumnya, tidak menyangka Kayla yang pendiam bisa seposesif itu.


"Sena." Sambil menerima jabat tangan Kayla.


"Kayla," Elang melirik arlojinya, "ayo. Sena, kami duluan," tambahnya.


Elang kembali memeluk pinggang Kayla dan berjalan melewati Sena. "Tunggu-tunggu," ucap Kayla, lalu menoleh pada Sena yang masih berdiri menatap Elang.


"Mbak itu mantan istri dari Om Elang, ingat ya MANTAN. Jadi bersikaplah sewajarnya, tidak perlu berusaha memainkan peran lain. Oke, see you." Kayla melambaikan tangannya.


Kayla dan Elang sudah tiba di parkiran, Elang membukakan pintu mobil untuk Kayla lalu duduk dibelakang kemudi.


"Kenapa sih kok malah cemberut?" tanya Elang sambil menjalankan mobil meninggalkan area Rumah Sakit, "kamu lihat kan, bukan aku yang mulai."


Kayla memukul lengan Elang, "Awas aja kalau direspon, aku tinggalin kamu ke Papua biar susah nemuin aku."


"Enggak Kay, sumpah. Aku cuma respon kamu doang, adek aku juga ngerespon banget kalau dekat kamu."


"Adek?"


"Iya, tuh." mata Elang melirik ke bagian bawah tubuh Elang.


"Ish dasar mesum," ujar Kayla sambil menyubit tangan Elang


"Auwww, Kay sakit ihhh. Aku lagi nyetir loh," ujar Elang.


Elang menurunkan kaca mobilnya. "Kay," panggilnya saat Kayla sudah keluar dari mobil yang mengantarkannya pulang.


Kayla menundukan tubuhnya, "Kamu istirahat, persiapan untuk nanti malam," ucap Elang sambil tersenyum.


Kayla mencibir, melambaikan tangan dan meninggalkan Elang yang sudah menggerakan mobilnya meninggalkan Kayla.


"Apa kata Dokter?" tanya Meera saat melihat Kayla datang.


"Enggak ada masalah Bun, cuma banyak nasihat aja sama kayak Bunda."

__ADS_1


"Dibuat happy aja Kay, jangan malah dipusingin terus stress sendiri," ucap Meera sambil mengambil cangkir tehnya. Mereka kini duduk di sofa depan TV, "Bun, kalau ada wanita yang coba mendekati Om Elang, aku harus gimana ?"


"Kamu enggak usah aneh, dengan jabatan Elang saat ini pasti banyak yang menginginkan posisi kamu."


"Terus aku harus gimana?"


"Yang penting hati Elang sudah terikat sama kamu, sudah pasti dia tidak akan berpaling. Kemarilah, Bunda ajarkan agar Elang tidak akan berpaling dari kamu."


Kayla yang mendengarkan penjelasan Meera sesekali dia mengangguk, bahkan mendelik, ada tertawa dan menutupi wajahnya dengan bantal sofa, entah apa yang disampaikan oleh Meera.


"Bunda, ihh."


"Loh, kenapa? Kan ke suami kamu sendiri, atau kamu lebih memilih suami menyukai perempuan lain."


"Ya enggak dong," jawab Kayla.


Sedangkan di Two Season, setelah makan siang diadakan rapat para panitia lelang. Elang dan Edo akan hadir pada rapat tersebut.


Elang yang duduk bersisian dengan Edo, menyimak presentasi rapat yang menjelaskan kegiatan lelang yang sudah memasuki tahap penilaian atau penjurian.


Ternyata Sena menjadi penanggung jawab penjurian, maka rapat kali ini banyak diisi oleh penjelasan Sena.


Elang bersikap profesional, yang jelas dia sudah tidak memiliki perasaan pada mantan istrinya. Fokusnya kini hanya pada Kayla.


Saat rapat masih berlangsung, Elang menerima pesan dari Kayla.


My Wife


Makan malam bareng kamu


^^^Boleh,^^^


^^^Tunggu, nanti ada yang jemput^^^


Jam tujuh malam Kayla sudah berada di Two Season. Saat memasuki Loby menatap ke sekeliling tampak belum ada yang berubah. Para pekerja ramah menyapa tamu, design mewah namun tetap cozy.


"Kenapa harus ada lelang, untuk ganti design, yang ada juga masih bagus banget," ucap Kayla bermonolog.


"Mari ikut saya Bu, Bapak masih di ruang rapat," orang yang ditugaskan menjemput Kayla akan mengantarkan ke tempat Elang.


Menggunakan lift khusus karyawan, Kayla diantar ke ruangan tempat Elang berada.


"Bapak sedang rapat di ruangan ini, Bu," ucapnya menunjuk sebuah ruangan, "ibu bisa tunggu disebelah sana."


"Terima kasih pak." Kayla duduk di salah satu sofa sambil memainkan ponselnya.


"Setelah ini tim lelang katanya mau ada acara, makan-makan. Ikutan enggak?" bisik Edo.

__ADS_1


"Enggak, Kayla di depan udah nunggu."


"Owh, mau jalan? Bukannya lagi bedrest."


"Mau kencan, udah kuat dia. Iya kali, gue puasa mulu."


Elang hendak meninggalkan ruangan, saat Sena dan ketua Tim menghampirinya. "Semua tim mau makan malam bersama, Pak. Bapak bisa ikut?"


"Maaf, tidak bisa. Saya sudah ada janji," jawab Elang.


Elang keluar dari ruangan dan menghampiri Kayla, "Hay, sayang. Udah dari tadi?" tanya Elang sambil mencium kening Kayla.


"Hmm," jawab Kayla.


Sena yang melihat kemesraan Elang dan Kayla hanya bisa pasrah. "Itu istrinya Pak Elang, cantik ya. Serasi," ucap salah satu peserta rapat.


"Kelihatannya masih muda, beda jauh gitu umurnya," ucap yang lain.


"Iya, sekarang kelihatan makin cantik, mungkin aura kehamilannya. Pernah ketemu waktu resepsi pernikahannya."


"Cantik dari mana, perasaan biasa aja," ucap Sena, "kalian itu enggak bisa membedakan mana serasi dan tidak serasi."


"Lah, dilihat dari depan, belakang, atas, bawah, mereka memang serasi."


"Kalian tidak usah komentar, kalau tidak tau apa-apa," ujar Sena.


"Kenapa jadi situ yang sewot, yuk ah kita cabut. Malas banget ngeladenin yang enggak jelas."


Kayla dan Elang menikmati makan malam mereka di reataurant yang ada pada Two Season. Tidak ingin bermacet-macetan mencari tempat lain dan ingin membuat Kayla senyaman mungkin.


Kayla menutup mulutnya dengan tangan ketika tertawa karena Elang menceritakan hal-hal konyol. Makanan penutup baru saja diantar, saat Elang menyampaikan ide menginap pada Kayla.


"Maksudnya kita tidur disini Om?"


"Iya," jawab Elang.


"Aku ijin Bunda dulu."


"Nanti aja kalau sudah di kamar." Elang menerima acces card yang diantar oleh pegawai hotel.


Suite Room tempat Kayla dan Elang menginap cukup luas dan nyaman. Menuju living room dan duduk pada salah satu sofa, Kayla membuka ponselnya untuk mengirim pesan pada Bunda Meera kalau ia tidak pulang ke rumah.


Balasan pesan belum Kayla terima namun Elang sudah bergerak cepat dengan membenamkan wajahnya pada ceruk leher Kayla. Mencium leher jenjang itu, lalu berpindah pada bibir Kayla, memagutnya dengan sedikit kasar. Sedangkan tangannya sudah terampil menelusup ke dalam dress yang dikenakan Kayla, meraih gundukan yang masih tertutup kain berenda lalu meremasnya.


to be continue


Jangan lupa kasih bunganya biar Elang, makin gercep

__ADS_1


_______________


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2