
~ Enjoy Reading 😎 ~
Tidak melihat putrinya, Agha akhirnya bertanya, "Di mana Kayla?". Pertanyaan Agha terjawab ketika pintu terbuka kembali, nampak Kayla menggunakan A line dress selutut tanpa lengan berwarna cream dipadu dengan bolero tangan panjang berwarna magenta.Â
"Permisi," ujar Kayla lalu menempati kursi kosong antara Agha dan Meera.
"Kayla!" tegur Agha.
"Ckk" Kayla berdecak lalu bangun untuk mencium pipi Agha dan menghampiri Laksmi untuk melakukan hal yang sama. Eltan menatap sekilas pada Kayla, menyadari perubahan pada Kayla membuatnya semakin menyesal. Ucapan maaf entah sudah berapa kali dia sampaikan namun itu tidak bisa membalikan keadaan, dia telah merubah dunianya Kayla.Â
Elang memulai percakapan mengusir situasi canggung yang muncul diantara mereka. Mengenalkan dirinya sebagai perwakilan keluarga Eltan. Kayla yang tadinya menunduk mengangkat wajahnya menatap Elang dan Elang pun melakukan hal yang sama. Posisi mereka duduk bersebrangan.Â
Kayla merasa pernah melihat pria di hadapannya, tanpa mengalihkan pandangan dari Elang yang sedang berbicara. Terlihat raut kemiripan wajah Elang dan Eltan keponakannya. Entah apa yang dibicarakan Elang, Kayla tidak perduli. Jantung Kayla berdetak kencang saat Elang menatap pula padanya, segera ia mengalihkan pandangannya sambil menggeleng pelan kepalanya.Â
Meera menyampaikan kekhawatirannya, posisinya sebagai ibu kandung Kayla merasakan kecewa dan penyesalan lebih dalam dibanding yang lain. Elang menanggapi bahwa dia memahami hal tersebut. Kayla merasa tidak nyaman karena dirinyalah yang sedang menjadi topik pembicaraan saat ini.Â
"Saya paham dengan yang disampaikan oleh pihak keluarga Nona Kayla. Kita semua juga berharap ini bermuara pada pertanggung jawaban Eltan pada Kayla. Namun perlu saya sampaikan kondisi yang ada agar mendapatkan keputusan terbaik" jelas Elang. Laksmi menatap pada Elang seakan memohon untuk tidak melanjutkan pembicaraan.
"Beberapa bulan sebelum Eltan pindah ke Jakarta dia sudah melaksanakan pertunangan dengan Michele putri dari Mr. Valen salah satu pejabat di Singapura dan pemilik perusahaan besar yang sangat berpengaruh. Mungkin Pak Kevin dan Pak Agha juga mengenalnya," ungkap Elang. Tidak ada yang berkomentar semua masih menyimak penjelasan Elang.Â
"Jadi antara Eltan dan Michele lebih kepada perjodohan. Sedangkan pernikahannya sendiri rencana akan dilaksanakan pertengahan tahun depan. Mohon maaf, sebagai bagian dari keluarga Sanjaya saya menyarankan Eltan tetap melanjutkan pertunangannya karena kasusnya dengan non Kayla murni bukan keinginannya tapi dalam situasi pengaruh obat. Namun secara pribadi saya ingin Eltan bertanggung jawab pada nona Kayla" tutur Elang.
Tampak wajah bunda Meera sudah basah dengan air mata. Meratapi takdir hidup putrinya, berharap pertemuan ini akan memberikan solusi yang baik namun kenyataannya menuju pada kekecewaan.
"Perjodohan Eltan dan Michele bisa dikatakan terikat urusan bisnis di belakangnya, Two Season akan membuka cabang di sana. Keputusan apapun yang dipilih memiliki konsekuensi masing-masing."Â
"Apa yang akan terjadi jika saya tetap memaksa Eltan untuk menikah dengan Kayla?" tanya Meera.Â
Â
"Bunda," seru Kayla sambil menggenggam tangan Bunda Meera. Tatap matanya mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja.Â
"Kami harus membatalkan pertunangan dan kerjasama dengan Mr. Valen. Pembangunan Two Season di sana pasti gagal, akan berpengaruh juga pada Two Season yang ada di Jakarta bahkan cabang lainnya. Mr Valen bukan orang yang bisa mentolerir kesalahan. Bahkan bisa berpengaruh pula pada perusahaan Pak Agha dan Pak Kevin" Ungkap Elang.
Kevin dengan posisi tangan dilipat di depan dada masih menyimak apa yang dijelaskan oleh Elang sedangkan Agha masih dengan wajah datarnya. Kayla mengambil gelas yang berada d idepannya, meminum isinya sampai habis lalu terbahak membuat semua yang hadir menatap aneh padanya.Â
"Kalian tau nggak sih, situasi ini dan penjelasan dari orang yang benar-benar luar biasa ini membuat aku makin merasa tidak berharga. Kita ini seperti sedang mengemis," ucap Kayla sambil menoleh pada ayah dan bundanya bergantianq.1
__ADS_1
"Ayah, Papih kediaman kalian itu sudah bisa Kayla simpulkan bahwa tidak mungkin kalian mengorbankan perusahaan, Two Season juga tidak akan mengorbankan ribuan karyawannya demi seorang Kayla."Â Kayla kembali menyampaikan persepsinya.Â
"Ayah, aku cuma mau kalian ada dan mengerti posisi Kay, kondisi ini malah membuat Kay merasa dipermalukan," ujar Kayla.
"Kayla, kamu__ " ucapan Agha terpotong oleh Kayla.
"Maaf," ujar Kayla lalu berdiri dan meninggalkan ruangan.
"Jadi, bagaimana dengan masa depan putri ku?" tanya Meera. Tangisnya pecah kembali, dia membenamkan wajah pada dada suaminya. Kevin mencoba menenangkannya.
"Maaf nyonya Kevin, situasinya sulit dan banyak yang dipertaruhkan disini. Bukan berarti hidup Kayla tidak penting. Permohonan maaf saya pun tidak bisa merubah keadaan," sahut Eltan.
"Saya sebagai perwakilan keluaga Sanjaya kami akan bertanggung jawab terkait perkara Eltan. Kekhawatiran keluarga Kayla adalah bagaimana masa depan Kayla dengan kondisinya. Jadi saya bersedia bertanggung jawab terhadap Kayla, jika keluarga kalian berkenan saya yang akan menikahinya,"Â jawab Elang.Â
Semua yang hadir terkejut dengan apa yang disampaikan Elang, Meera sangat mengharapkan Eltan bertanggung jawab namun jika Elang yang menggantikannya apakah Kayla mau menerima.
Keesokan hari setelah sarapan pagi Meera menghampiri Kayla di kamarnya karena putrinya tersebut tidak ikut sarapan bersama. Â
"Kay, kamu makan dulu ya, atau bunda panggil dokter," ujar Meera pada Kayla yang masih terbaring pada tempat tidur.Â
"Nanti aja bun, enggak usahlah bun aku cuma pusing aja," jawab Kayla.
"Maksudnya gimana bun, Pamannya Eltan mau menggantikan Eltan tanggung jawab?" tanya Kayla
"Iya kemarin kan kamu dengar sendiri. Situasinya gak memungkinkan untuk Eltan membatalkan pertunangannya. Nanti banyak yang kena imbasnya," ucap Bunda.
"Bukan itu maksud aku, Eltan sama pamannya itu sudah ngaco kali Bun. Mereka pikir aku tuh apa, seenaknya mengalihkan tanggung jawab. Udah deh Bun enggak usahlah ketemu mereka lagi, jadinya emosi aku."
"Iya, kamu istirahat aja ya, enggak usah kemana-mana atau mau ikut bunda ke salon. Rambut Bunda kusam begini, kamu perhatikan deh. Terus wajah Bunda nih, aduh, enggak banget harus segera perawatan ya Kay."
Kayla menghela dan kembali berbaring "Hahhhh, nggak bun. Malas aku ke salon mending ajak Rika aja."
Sepeninggal bunda dari kamarnya, Kayla masih memikirkan perihal niat Elang menggantikan Eltan. Dirinya merasa tersinggung dengan niat tersebut, amarahnya seakan mengalahkan logikanya. Membuka ponsel mencari kontak Eltan yang awalnya sudah di blokir hendak dia buka untuk mempertanyakan maksud ucapan Elang pada keluarganya, namun tidak jadi dia lakukan.Â
Kayla mengenakan celana jeans navy dengan atasan Belted top mustard, sling bag dan alas kaki berjenis mules. Kini dia sudah berada di Lobby Two Season, menghampiri resepsionis. Resepsionis menyapa Kayla dengan kalimat standar hotel mereka.
"Siang mbak, saya mau bertemu Pak Eltan atau Pak Elang. Kalau tidak salah Pak Eltan itu GM, tapi pak Elang saya kurang tau beliau bagian apa."
__ADS_1
Resepsionis dengan tag name bertuliskan "Maura" langsung memasang wajah datar, senyum khasnya hilang saat Kayla menyebutkan dua nama petinggi hotel tersebut.Â
"Mbak dari mana ?" Tanya Maura.
"Dari rumah" ucap Kayla asal.
"Sudah janji sebelumnya dengan Pak Eltan?"Â
"Belum mbak, kalau bukan terpaksa malas banget saya ketemu dia."Â
"Maaf mbak, harus buat janji dulu."
"Ckk,, Oke. Terima kasih ya mbak" ujar Kayla.
Kayla membuka ponselnya, mau tidak mau dia akhirnya menghubungi Eltan. Nara sekretaris Eltan menemui Kayla di lobby dan hendak mengantarkannya ke ruangan Eltan. Namun baru saja keluar dari lift seseorang menyapanya.
"Nona Kayla."Â
Kayla dan Nara menoleh ke arah suara, Nara menganggukan kepala kepada Elang. Elang dan asistennya Edo menunggu lift yang akan membawanya turun.
"Kebetulan sekali, kita harus bicara paman, ehh maksud saya pak Elang," ucap Kayla.
Elang mengulum senyum mendengar Kayla bingung untuk memanggilnya. "Oke, kita ke ruangan saya," jawab Elang.
"Maaf pak Elang, pak Eltan sudah menunggu Nona Kayla di ruangannya," ucap Nara.
Elang menoleh pada Kayla. "Saya nggak bisa hubungi paman, jadi saya hubungi Bang Eltan aja," ucap Kayla. Elang menghela nafas dan mengatakan, "Katakan pada Eltan bahwa Kayla ada di ruangan saya." "Baik pak," sahut Nara sebelumnya akhirnya kembali ke ruangan Eltan.Â
"Edo, visit divisi keuangan kita undur jam 3 sore, untuk temuan di divisi lain kamu kroscek ulang sebelum kita naikan ke rapat," titah Elang pada Edo.
"Baik pak, saya permisi," ucap Edo menunduk hormat pada Elang lalu pergiÂ
Â
"Ayo, ikut aku," ajak Elang pada Kayla.Â
__________
__ADS_1
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖