Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Apa Salahku ?


__ADS_3

Enjoy Reading 😎


_______


Sudah dua hari berlalu sejak Kayla menanyakan masalah foto pada suaminya, namun komunikasi diantara mereka belum membaik. Berusaha mengalah dan tetap sabar, meskipun ia sendiri bingung kesalahan apa sampai Elang mengabaikannya.


Jangankan mau makan, tawaran untuk menyuguhkan secangkir kopi pun selalu di tolak Elang. Setiap malam, Kayla hanya melamun di ranjang yang sama dengan Elang. 


Tetap berusaha menjadi istri yang baik, Kayla menyiapkan segala kebutuhan suaminya walaupun kadang ditolak atau diabaikan. Memejamkan matanya dan bersandar pada headboard setelah ia memuntahkan kembali isi perutnya. Morning sickness yang ia rasakan terasa sangat berat ditambah persoalan dengan ayah calon bayinya.


Memutuskan siang ini akan mengajak Elang untuk makan siang bersama, ia pun bersiap. Mengenakan a line dress lengan pendek berwarna navy dipadukan flatshoes dan clutch berwarna putih. Kayla memang asalnya sudah memiliki paras yang cantik, namun saat ini wajahnya tampak lebih tirus dan pucat, serta mata sedikit bengkak.


Seperti biasa Kayla diantar oleh Rendra sebagai supir sekaligus pengawalnya. Tiba di lantai 35, berjalan di lorong menuju ruang kerja suaminya. Di depan ruangan ia bertanya pada Mega, "Mbak, suami saya ada di dalam?"


Mega yang melihat kedatangan Kayla agak terkejut, "Ada, tapi_"


"Saya masuk ya, permisi," ucap Kayla. Kayla mengetuk pintu lalu membukanya tanpa menunggu jawaban. Melihat Elang sedang serius dengan berkas-berkas di mejanya.


"Om," panggil Kayla. Elang menoleh, "Kayla," jawab Elang. "Kita makan siang bareng ya, Om nggak ada jadwal ke_" kalimat Kayla terhenti ketika pintu kamar yang berada di ruangan Elang terbuka lalu keluarlah seorang wanita memakai bathrobe.


"Mas, Udah datang be__" kalimat wanita tersebut juga terhenti karena menatap Kayla. Elang bersandar pada kursi kerjanya lalu menghela nafas, "Kayla, setelah ini aku masih ada pertemuan. Kenapa kamu nggak telpon dulu." 


"Apa aku harus buat janji dulu untuk makan bersama suami sendiri. Oke, nggak masalah kalau Om sibuk. Tapi siapa wanita ini, kenapa dia ke luar dari kamar pribadi Om Elang hanya memakai bathrobe?" 


Elang berdecak, wanita yang dimaksud Kayla menoleh pada Elang lalu menatap Kayla, "Mas Elang, aku__" Namun ucapan wanita itu disela oleh Elang. "Kayla, pulanglah. Banyak yang harus aku selesaikan terkait masalah yang muncul akibat pemberitaan, dari pada kita berdebat hanya akan merubah mood aku."


Mata Kayla sudah berembun, dia menggigit bibirnya menahan tangis, dadanya terasa sesak menahan emosi. 

__ADS_1


"Maaf kalau aku membuat sulit om, tapi sebagai seorang istri aku perlu jawaban kenapa wanita ini ada di ruangan om bahkan menggunakan busana yang membuat orang salah paham." 


Elang masih menatap Kayla tanpa menjawab, "Ah, aku ingat. Dia mantan istri Om. Kalau tidak salah, orangtuanya sedang sakit sampai mantan suaminya menyempatkan datang menjenguk tanpa ijin dengan istrinya tapi kenapa sekarang ada di ruangan ini?" Ucap Kayla sambil menatap pada wanita yang merupakan mantan istri Elang. 


"Kayla, pulanglah kita akan bahas ini di rumah." 


"Kenapa bukan dia yang harus pergi," sahut Kayla.


Elang meraih tablet, menggeser layarnya dan mengarahkan pada Kayla, "Lihat ini, aku tidak mau ada pemberitaan lainnya, seperti foto ini." 


Kayla meraih tablet yang disodorkan Elang, melihat foto yang dimaksud. Tidak menyangka, moment saat dirinya hampir terjerembab di depan lift dan ditolong Eltan dengan memeluknya, ternyata ada yang mengabadikan dan mengirimkan pada suaminya. 


Kayla tersenyum, "Orang yang mau memanfaatkan foto ini sangat tidak cerdas, apalagi kalau Om sampai kecewa sama aku karena gambar ini. Foto ini diambil di area publik tinggal cek CCTV untuk rangkaian kejadian yang jelas, bisa tanya Pak Rendra yang mengikuti ke mana aku pergi selama di luar rumah juga bisa tanya langsung pada bang Eltan." 


Gotcha, penjelasan Kayla benar dan cukup menohok membuat Elang tidak dapat mengeluarkan kata-kata. 


"Kayla," 


"Cukup, tidak perlu dijawab atau dijelaskan," sahut Kayla lalu berbalik dan meninggalkan ruangan. 


Rendra yang sedang duduk melihat majikannya berjalan cepat setelah keluar dari ruangan Elang segera menyusulnya. Kayla dan Rendra sudah berada dalam lift saat pintu hendak tertutup tampak Elang yang memanggil Kayla berjalan agak berlari menuju lift namun Kayla segera menekan tombol agar pintu tertutup.


Sampai di kamar dalam apartemen, Kayla duduk di pinggir tempat tidur sambil menangis. Mengusap perutnya yang masih rata.


"Maaf sayang, awal kehadiranmu harus merasakan situasi ini, tapi tenang saja kita akan lewati ini semua. Kita akan mencari ketenangan agar kamu bisa tumbuh sehat," ucap Kayla sambil tetap mengelus perutnya.


Menghapus air mata dengan punggung tangannya, ia mengeluarkan ponsel lalu menonaktifkan ponsel tersebut dan meletakannya di atas nakas.  Kayla juga mengeluarkan beberapa kartu dalam dompet yang pernah diberikan oleh Elang, Kevin dan Agha padanya. 

__ADS_1


Mengganti baju yang ia kenakan dengan celana jeans hitam dan kaos putih tanpa lengan dipadukan dengan cardigan. Memakai flatshoes agar nyaman saat berjalan serta ransel kecil berisi dompet dan berkas yang dibutuhkan, Kayla keluar dari apartement Elang menyeret sebuah koper.


 


Tanpa menghubungi Rendra, ia menggunakan taksi keluar dari area apartement. Kayla menyebutkan alamat tujuan kepada supir taksi.


Selama perjalanan air matanya terus menetes. Taksi itu hampir tiba di alamat tujuan, ternyata kediaman Kevin dan Meera. "Tidak usah berhenti Pak, pelan-pelan aja."


Kayla mengamati rumah itu, ia akan merasakan rindu pada keluarga di sana. Menghela nafasnya, "Jalan Pak, ke stasiun Gambir."


"Baik Mbak."


Kayla memutuskan meninggalkan keluarganya, termasuk kepedihan dan kesedihan yang ia rasakan saat ini.


Rasanya sakit mengingat apa yang telah ia alami, kesuciannya direnggut sampai ia hamil. Namun kecelakaan merenggut calon bayi yang tidak bersalah dalam rahimnya juga persoalannya dengan Meta. Ia menerima pernikahan dengan paman dari pria yang menodainya. Berharap hidupnya akan diliputi kebahagiaan, namun ternyata ia masih merasakan kesedihan.


"Mbak, sudah sampai?"


Kayla melihat sekeliling, ia memberikan beberapa lembar rupiah kepada supir taksi.


"Mbak, hati-hati. Sepertinya mbak sedang ada masalah, khawatir ada yang berniat jahat," nasihat supir taksi.


"Iya pak, terima kasih."


Kayla menyeret kopernya, tujuannya adalah Bandung. Sengaja menggunakan transportasi umum kereta api agar tidak mudah dilacak oleh keluarganya. Ingin menenangkan hatinya agar dapat semangat baru untuk menjalani kehidupan. Ia sudah tidak peduli Elang akan mencarinya atau tidak. Meninggalkan semua yang mungkin bisa dilacak keberadaannya.


__________

__ADS_1


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2