Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Bukan Yang Terbaik


__ADS_3

"Halo Kay."


"Kak, aku di apartement Kak Dipta."


"Lah, ngapain? Aku sama Ayu enggak tinggal di sana."


"Tapi unit masih punya Kak Dipta kan?"


"Iya. Access codenya masih sama kok."


"Aku mau istirahat."


"Suami loe punya hotel bintang 5, istrinya numpang di apartement gue."


"Berisik, Kak."


Kayla, merebahkan diri di ranjang apartemen milik Dipta, ponsel sudah ia matikan.


Setelah kepergian Kayla, Meera mengusir Laksmi. Lalu menghubungi Agha.


...


"Jika terjadi sesuatu dengan Kayla aku tidak akan memaafkan kalian. Entah terbuat dari apa hati istrimu."


"Meera, Kayla juga anakku jangan begitu. Kita tidak tau apa yang membuat Laksmi bertindak seperti itu. "


"Terserah, saat ini hanya Kayla prioritasku."


Meera mengakhiri panggilan dengan Agha.


"Bunda, aku sudah hubungi Papih. Ponsel kak Kay enggak aktif."


"Bunda harus bertemu Eltan dan Elang, antar Bunda ke sana."


.


.


.


"Pak, ada Ibu Meera ingin bertemu," ucap Mega melalui line telpon.


"Oke, persilahkan masuk."


Elang menyilahkan Meera yang datang bersama anak kembarnya untuk duduk, namun disela oleh Meera. "Bunda perlu bertemu Kayla," ucap Meera.


"Kayla? Bukannya tadi ke tempat Bunda. Bahkan diantar oleh supir aku Bun," jawab Elang.


"Kayla tidak bisa dihubungi, tadi ..." tidak dapat melanjutkan kalimatnya Meera menangis. Rika menuntun Meera untuk duduk.


"Ini ada apa ya, kenapa dengan Kayla?"


"Mamih Laksmi, ini gara-gara Mamih," jawab Rika.

__ADS_1


Elang menoleh pada Rika, berharap penjelasan karena tidak paham dengan yang dimaksud oleh Rika dan Meera.


"Bunda baiknya tanya Bang Eltan aja deh, setelah itu kita cari Kak Kay," usul Reka yang langsung didukung Elang dengan menghubungi Eltan untuk ke ruangannya.


Di ruangan yang berbeda, Laksmi pun setelah diusir oleh Meera bergegas menuju Two Season.


"Kamu tau Eltan, ibu baru saja diusir oleh Meera." Eltan duduk bersisian dengan Laksmi pada sofa yang ada di ruang kerjanya.


"Diusir? Memang Ibu ngapain sampai diusir?"


"Ibu mau bertemu Kayla," jawab Laksmi. Eltan menatap heran ibunya, "Jangan bilang Ibu menyalahkan Kayla tentang batalnya pernikahan aku dengan Michele.


"Ya memang benar karena Kayla kan?"


Eltan memijat dahinya, "Bu, ini bukan salah Kayla. Aduh, kenapa sih Ibu selalu menyalahkan Kayla. Justru aku, yang sudah menyakiti Kayla. Dia sudah bahagia, baiknya kita jangan ganggu dia lagi," jelas Eltan.


"Justru itu, dia sudah bahagia, tapi kamu masih menderita karena rasa bersalah. Ibu juga ingin kamu bahagia Eltan, Ibu berharap dengan kamu menikah dengan Michele bisa membuat kamu melupakan Kayla meraih bahagiamu sendiri."


"Aku dengan Michele terlalu berat untuk dilanjutkan, dia bukan yang terbaik untuk aku dan itu bukan karena Kayla. Aku akan bahagia dengan caraku sendiri."


Ditengah pembicaraan Eltan dan Ibunya, Eltan menerima panggilan telpon dari Elang agar ia ke ruangannya.


"Owh, jadi kamu mengadu pada Elang," ucap Laksmi yang datang bersama Eltan saat melihat Meera berada di ruangan Elang.


"Bu," tegur Eltan.


Reka mengajak Rika keluar dari ruangan, karena bukan ranah mereka mengikuti pembicaraan ini. Rika memasang wajah sinis pada Eltan, "Ganteng-ganteng bikin masalah terus," batin Rika.


Eltan menoleh pada Rika karena tatapan sinisnya, "Agak mirip Kayla tapi romannya lebih galak," batin Eltan menilai Rika.


Laksmi yang melipat kedua tangannya di dada, "Elang, kamu harusnya bisa menjaga agar rencana pernikahan Eltan tetap berjalan."


Elang menghela nafasnya, lalu menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa yang ia duduki. "Jadi karena hal ini?"


"Bukan hal ini, tapi ini perihal masalah besar, kamu jangan anggap sepele," jawab Laksmi.


"Bu, please. Dengarkan dulu."


"Apa kamu sudah menjelaskan apa yang menyebabkan kita sepakat membatalkan pernikahan kamu, Eltan?"


"Belum," jawab Eltan pada pertanyaan Elang.


"Yang jelas bukan karena Kayla," ucap Meera.


"Tentu saja bukan, tidak ada hubungannya Kayla dengan masalah ini." Balas Elang. "Kayla sudah menjadi milik saya, tanggung jawab saya dan tidak ada sedikitpun urusannya dengan hidup Eltan," ungkap Elang.


"Dengarkan oleh telinga kamu Laksmi," kata Meera.


"Lalu kenapa pernikahan Eltan gagal?" tanya Laksmi.


"Kamu terlalu berambisi ingin memiliki besan orang besar sampai tidak terima takdir," ejak Meera.


Eltan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat perdebatan dua orang ibu dihadapannya. "Eltan berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dari Michele," ujar Elang.

__ADS_1


"Kurang baik apa dengan Michele, dia cantik, baik, sopan dan mandiri," sahut Laksmi.


"Itu yang terlihat dari luar, sampai Eltan mengetahui Michele tidak sepolos itu. Yang jelas membatalkan pernikahan adalah pilihan terbaik," tegas Elang.


Laksmi tampak gusar, "Michele pilihan terbaik, Elang apa kamu sebenarnya tidak menginginkan Eltan bahagia?"


Elang tertawa, "Aku sangat ingin dia bahagia dan sukses menikmati apa yang kita miliki sekarang, karena sebagai penerus dari mendiang kakakku Eltan berhak atas itu termasuk jodohnya aku sangat bertanggung jawab terhadap hal itu, dan Michele bukan wanita yang baik untuk Eltan."


"Batasan baik dan tidak baik menurutmu tidak jelas definisinya," seru Laksmi.


Eltan menyugar rambutnya, "Bu, aku tidak ingin menikah dengan wanita yang tidur dengan banyak pria," jawab Eltan. Meera dan Laksmi terkejut dengan ucapan Eltan, "Sudahlah, tidak perlu di bahas lagi."


"Jadi, ada apa dengan Kayla?" tanya Elang.


"Kayla pergi saat ia mendengar ucapan mantan kakak iparmu ini," seru Meera.


"Jangan bilang ibu menghina Kayla?" tanya Eltan.


"Apa yang aku sampaikan, adalah hal yang wajar karena ingin yang terbaik untuk anakku."


"Tapi bukan berarti harus menyakiti anakku."


"Cukup!" teriak Elang. "Apa yang didengar Kayla?"


Laksmi terdiam, Meera selaku ibu dari Kayla tidak sanggup mengucapkan kembali kalimat penghinaan dari Laksmi, ia hanya bisa meneteskan air mata.


Rika yang memang mendengarkan apa yang dibicarakan di dalam ruangan karena pintu ruang kerja Elang yang tidak tertutup sempurna, geram dengan perdebatan yang terjadi.


Brukk, Rika membuka pintu dan berkata "Kayla seperti piala bergilir. Setelah dari Eltan sekarang Elang. Itu kalimat yang tadi kalian debatkan, sekarang kenapa kalian diam."


"Astaga," pekik Elang sedangkan Eltan memijat dahinya, tidak percaya dengan apa yang ibunya katakan.


Elang mengeluarkan ponselnya, "Ponsel Kak Kay udah enggak aktif," ujar Rika. Ia lalu menoleh pada Rika, "Rumah Ayah Agha, Papih, Apartement Kak Dipta, Glow Cafe terus..." Rika menyebutkan tempat yang mungkin didatangi Kayla seakan tau apa yang akan ditanyakan Elang.


"Aku ke apartement Dipta," ucap Elang.


"Kamu antar aku ke Cafe," titah Eltan.


"Bunda, kita pulang tunggu di rumah aja," ajak Reka.


.


.


.


Elang yang sebelum menikah dengan Kayla pernah mendatangi apartement Dipta bahkan ia masih mengingat access code untuk membuka pintu.


Menekan kode yang sama, dan pintu pun terbuka. Menyusuri kamar yang pernah ditempati Kayla. Perlahan membuka pintu, "Sayang," panggilnya melihat Kayla berbaring dengan posisi miring sambil terisak.


to be continue ....


lanjut silaturahmi \=\=>ig : dtyas_dtyas

__ADS_1


_______________


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ๐Ÿ’–๐Ÿ’–


__ADS_2