Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Aku yang menghamili Kayla


__ADS_3

Enjoy Reading 😎⚘


_______


Netra Kayla terbuka, kelopaknya mengerjap perlahan menyesuaikan kilau cahaya lampu dalam ruangan. Aroma khas obat-obatan ciri rumah sakit terasa menyengat dihidungnya. Telapak tangan kirinya terasa sedikit perih ternyata terpasang jarum infus. Kayla lupa dengan yang terjadi, ingatan terakhirnya adalah dia berada di rumah Kevin membahas dokumen.


"Kay, kamu sudah sadar Nak?" ucap Bunda.


"Hmm, Bun."


"Sudah, kamu istirahat dulu. Gak usah mikir aneh-aneh. Sebenernya kamu belum makan dari kapan? badan sampe drop begini?" tanya bunda Meera menggigit bibir bawahnya menahan tangis yang hampir luruh.


Flashback On


"Kayla!" panggil Meera saat dia masuk ke ruangan kerja Kevin berbarengan dengan semaputnya tubuh Kayla.


"Pih, kamu jangan terlalu keras sama Kayla, kita bisa selesaikan baik-baik," seru Meera sambil menepuk pipi Kayla.


"Kita bawa ke rumah sakit, aku panggil Pak Ilham dulu. Pram kamu pelajari masalah ini, coba selesaikan tanpa harus diketahui media," ujar Kevin.


"Oke." jawab Pram.


.


.


Meera dan Kevin sedang berada di luar ruang IGD rumah sakit terdekat dengan kediaman mereka, menunggu dokter memeriksa keadaan Kayla. Kayla tidak sadarkan diri setelah Kevin membahas mengenai permasalahannya dengan PT. Mode Indonesia.


"Keluarga pasien bernama Kayla," ucap seorang dokter yang baru saja keluar dari IGD.


"Ya dok," jawab Kevin sambil beranjak menghampiri dokter, disampingnya Meera tampak sangat khawatir menunggu penjelasan dokter mengenai kondisi putrinya.


"Pasien harus masuk perawatan, kondisinya sangat lemah, tekanan darah rendah dan kadar gula dalam darah juga rendah. Yang lebih mengkhawatirkan saat ini pasien sedang hamil, kurang lebih 6 minggu. Baiknya dirawat beberapa hari untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saya permisi dulu, nanti ada perawat yang mengarahkan terkait administrasi dan perpindahan ke ruang perawatan," ungkap dokter.


Kevin dan Meera saling menatap tanpa bicara, mereka terkejut dengan apa yang baru saja dokter sampaikan. Bukan hanya kondisinya Kayla yang mengkhawatirkan namun kenyataan bahwa putrinya saat ini sedang hamil.


Flashback off


Meera menemani Kayla dalam kamar, sedangkan Kevin sedang berbicara dengan Agha agak jauh dari tempat perawatan Kayla. Menyampaikan permasalahan terkait dugaan plagiat yang dilakukan oleh Kayla dan kenyataan bahwa putrinya tersebut sedang mengandung. Agha memijat pelan dahinya setelah mendengar penjelasan Kevin. Sedangkan Laksmi hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangan, gerakan spontan karena terkejut dengan yang dia dengar mengenai Kayla.


"Aku temani Meera di dalam," ucap Laksmi pada Agha dan Kevin.


"Jadi, siapa menurutmu pria itu?" tanya Kevin pada Agha.

__ADS_1


Agha hanya menggeleng pelan, dia bingung untuk menebak pria yang harus bertanggung jawab pada Kayla, mengingat dia tidak mengetahui kedekatan Kayla dengan pria manapun.


"Seharusnya kau bisa lebih mengawasi Kayla karena dia tinggal denganmu," ujar Kevin.


"Tidak ada hal yang aneh, bahkan dia tidak dekat dengan Pria manapun. Keberadaanya pun selalu dalam pantauan," jawab Agha bukan hanya sekedar pembelaan karena merasa ini terjadi karena kelalaiannya.


***


Setelah dua hari dalam perawatan, kondisi Kayla semakin membaik. Namun dirinya belum mengetahui bahwa kehamilannya telah diketahui oleh keluarga.


"Bun, Kay udah doyan makan udah bisa kita bawa pulang nih," ejek Dipta.


"Apa sih kak, geser ih. Kakak belum mandi ya, baunya kok gak enak."


"Enak aja, parfum mahal nih. Itu hidung kamu terlalu dekat dengan mulut jadi tercium aroma tak sedap," canda Dipta.


"Rese ih."


Meera dan Laksmi saling tatap mendengar keluhan Kayla, mereka berdua tau kalau yang Kayla rasakan itu merupakan salah satu gejala kehamilannya.


"Mami, aku mau pulang, selang infus juga udah dilepas kok. Bun, Papi pasti masih marah sama aku ya. Aku ingin cepat pulang, pengen beresin masalah aku."


Meera menarik nafas panjang sambil menatap Kayla.


"Sabar dulu Kay, kita tunggu ayahmu dan papi Kevin," ucap Laksmi.


Saat ini mereka berkumpul diruang perawatan Kayla untuk mendiskusikan terkait persoalan Kayla dengan PT. Mode Indonesia. Sebenarnya Agha ingin agar hal ini didiskusikan saat Kayla benar-benar pulih, namun melihat kondisi Kayla sudah membaik Kevin mengusulkan untuk segera mencari solusi.


Duduk ditepi hospital bed ditemani bunda Meera disampingnya sambil terus menggenggam erat tangannya. Mami Laksmi duduk di kursi tidak jauh dari hospital bed sedangkan Agha, Kevin dan Pram duduk pada sofa yang tersedia.


"Kay, karena kondisi kamu sudah lebih baik, kita harus segera putuskan kapan kita melaksanakan konsekuensi dari kasusmu," ujar Kevin.


"Iya Pih," jawab Kayla sambil menunduk.


"Jadi bagaimana Pram?" tanya Agha.


"Setelah saya telusuri, rancangan Kayla yang diduga plagiat milik Daily Fashion betul terdapat pada katalog Daily Fashion di mana lounching kurang lebih dua tahun lalu dan nama perancangnya adalah Meta Wijaya," jelas Pram. Mendengar nama Meta Wijaya Kayla menghembuskan nafas dan memejamkan matanya sekilas.


"Jadi sudah dipastikan Kayla didiskualifikasi dari kegiatan Top Designer dan harus membuat permintaan maaf serta klarifikasi melalui media cetak. Dampak jangka pendek nama baik Kayla akan tercoreng. Kerjasama-kerjasama yang sudah ada bisa jadi akan dibatalkan, tidak menutup kemungkinan beberapa tahun lagi kamu bisa mulai kembali dari awal untuk melanjutkan kembali profesi ini."


Meera masih menggenggam tangan Kayla saat mendengarkan penjelasan Pram.


"Lalu untuk klarifikasi kita akan up di media apa?" tanya Agha.

__ADS_1


"Untuk naskah klarifikasi sudah disusun oleh tim saya, nanti akan saya e-mail untuk kalian kroscek. Kita pilih Media Suara Rakyat," Lanjut Pram.


"Kay, apa kamu kenal dengan Meta Wijaya yang disebut Pram?" Tanya Kevin.


"Dia teman kuliah ku Pih, kita sangat dekat, dia juga sering ke rumah. Bunda juga kenal kok."


"Meta mana Kay, bunda gak ingat ada teman kamu yang sering ke rumah namanya Meta," ujar Meera. Karena semasa sekolah dan kuliah Kayla tinggal bersana Meera dan Kevin jadi dia kenal teman baik anaknya.


"Panggilanya Eta bun"


"Owh, Eta. Iya, bunda kenal kalo Eta mah."


"Jadi?" Tanya Kevin.


"Aku nggak tau Pih, kalaupun benar Meta mencuri sketsa aku tapi kita tidak ada bukti."


"Betul, kita juga tidak bisa menuntut atau menyatakan Metalah yang mencuri sketsa milik Kayla jika tidak memiliki bukti yang kuat. Yang ada nanti malah kita dituntut oleh Meta karena pencemaran nama baik, fitnah atau perbuatan tidak menyenangkan," terang Pram. Karena profesinya sebagai pengacara dia memberikan pendapat dan saran solusi sesuai dengan ranah hukum.


"Oke Pram, kami tunggu draft klarifikasi sebelum kita terbitkan," ujar Kevin.


"Baik, saya pamit dulu. Kayla kamu lekas sehat yah," ucap Pram.


"Iya om, terima kasih," jawab Kayla.


Setelah Pram pergi, Dipta masuk ke dalam kamar. Dia sudah mengetahui masalah kehamilan Kayla dan saat ini Kevin akan membicarakan masalah tersebut.


"Kayla, urusan tuduhan plagiat paling tidak sudah jelas penyelesaiannya. Kita serahkan sepenuhnya pada Pram. Namun ada hal lain yang perlu kita bicarakan. Dimana hal ini membuat ayah merasa gagal menjagamu," terang Agha, Kayla menatap ayahnya. Otaknya sedang mencerna maksud perkataan dari ayahnya. Persoalan apa yg dimaksud, pernyataan Agha masih ambigu untuk dia pahami.


'Apa ayah sudah mengetahui tentang..' batin Kayla. Dia menggelengkan kepala pelan, 'keluargaku belum boleh tau hal ini, belum saatnya.'


"Kayla, dokter sudah menyampaikan bahwa saat ini kamu sedang mengandung. Apa kamu bisa menjelaskan  hal ini pada kami?" tanya Kevin dengan wajah datar hingga Kayla sulit membaca apakah laki-laki itu sedang marah atau kecewa, "kamu tidak bisa menyembunyikan hal ini. Jadi, siapa pria itu?" Lanjutnya.


Kayla terisak, dadanya sesak karena menahan tangisnya. Bunda Meera disampingnya terlihat sudah tidak dapat menahan tangisnya. Dirinya kecewa karena merasa gagal mendidik Kayla sehingga anaknya mengalami hal ini.


"Maafkan Kayla Bun," sambil menggenggam tangan Meera.


"Kayla, siapa pria itu?" tanya kevin dengan nada lebih tinggi dari sebelumnya.


Kayla hanya menggelengkan kepala sambil menangis, kini dirinya telah berada dalam pelukan Meera. Ibu dan anak itu menangis, sedangkan Laksmi mengelus punggung Kayla pelan.


"Kay, baiknya kamu katakan saja, siapa ayah dari anakmu," ujar Laksmi.


"Aku. Aku, yang sudah menghamili Kayla."

__ADS_1


_________


Haiiiii, jangan lupa tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, vote, bintang 5 dan favorite. Salam sayang dari author 💕


__ADS_2