
~ Selamat Membaca ~
"Elang, untuk dia aku tidak akan menyerah. Bagaimana kalau aku ceritakan padanya terkait kasus plagiatmu. Saat kita bertemu di rumah sakit, kamu bukan hanya perawatan pasca kecelakaan tapi juga ke_gu_gu_ran. Bagaimana kalau info ini sampai ke telinga Elang," ungkap Meta
Kayla menghela nafas lalu memejamkan matanya sejenak.
"Meta, urusan plagiat kita berdua tahu siapa yang salah di sini," ucap Kayla
"Bukti berbicara kalau kamu yang melakukan plagiat. Kebenarannya aku yang mengambil rancanganmu dulu atau tidak orang sudah tidak perduli sayang," ujar Meta sambil tertawa
"Jadi betul kamu sebenarnya yang mencuri rancanganku."
"Terus kenapa ? Kamu punya bukti ? Udah enggak ngaruh juga."
"Kamu jahat Ta."
"Ingat Kay, sebaiknya kamu jauh dari Elang atau aku akan beberkan masalah tadi padanya. Kamu akan dibuang sayang," ucap Meta sambil tertawa.
"Hati tidak bisa dipaksa Ta, kalau ternyata Om Elang tidak punya rasa sama kamu gimana?"
Byur. Meta menyiramkan air dalam gelas pada wajah Kayla.
"Jangan memaksaku Kay."
"Kamu sudah gila Ta, untuk saat ini aku akan diam. Entahlah kalau nanti," ujar Kayla sambil beranjak meninggalkan Meta. Mengambil ponsel dalam saku blazernya dan mematikan mode perekam suara.
Brugh.
"Ahh," Kayla terhuyung karena menabrak tubuh orang didepannya.
"Kayla."
"Kak Dipta," ujar Kayla dengan wajah masih basah dan mata yang mengembun. Bisa dipastikan sesaat lagi dia akan menangis.
Dipta merengkuh tubuh Kayla pada pelukannya.
***
"Kaylanya mana ? Enggak bareng dengan kalian ?" Tanya Agha ketika melihat Meera hanya datang bersama Kevin. Elang, Agha dan Laksmi telah tiba lebih dulu.
"Aku pikir langsung ke sini, tadi siang dia ijin mau bertemu teman kuliahnya dulu," jawab Meera setelah menduduki kursinya.
"Coba dihubungi," pinta Kevin.
__ADS_1
Meera melakukan beberapa kali panggilan pada putrinya, namun tidak ada jawaban. "Enggak diangkat," jawab Meera.
Elang terlihat cemas, memikirkan siapa teman yang ditemui oleh Kayla. Bagaimana jika Kayla bertemu teman laki-laki. Arggh, apa dia cemburu. Dirinya ingin serius dengan Kayla sudah pasti rasa ini adalah cemburu.
Agha menghubungi Dipta, saat pelayan mengantarkan hidangan. Dipta menjawab telepon dari ayahnya menceritakan kejadian saat dirinya bertemu Kayla. Agha memijat dahinya saat mendengarkan penjelasan Dipta, membuat Meera dan Elang menatap Agha menunggu penjelasan dengan cemas.
"Jadi, di mana Kayla ?" tanya Meera pada Agha.
"Baiknya kita makan dulu, Elang juga akan menyampaikan sesuatu," ujar Agha.
Pertemuan malam itu Elang menyampaikan kembali keinginannya menikahi Kayla. Dia akan melamar Kayla secara resmi jika keluarga telah menyetujuinya.
"Bukan hanya restu dari kami yang kamu butuhkan, bagaimana dengan Kayla sendiri. Apa dia menyetujuinya?" Tanya Kevin.
"Rencananya saya akan pastikan malam ini, tapi Kayla_" ucapan Elang disela oleh Agha
"Dia ada di apartemen Dipta, baiknya kamu jemput dia dan antar ke rumah ku atau rumah bundanya," pinta Agha.
Elang berada di mobilnya menuju apartement Dipta, setelah sampai di depan unit milik Dipta ia menekan bel beberapa kali namun tidak ada gerakan pintu dibuka dari dalam.
Elang menghubungi Dipta untuk meminta pass code unitnya mengingat tidak ada respon dari Kayla. Pintu terbuka setelah angka-angka tersebut ditekan.
Elang mendapati Kayla dalam sebuah kamar sedang tertidur lalu mengirimkan pesan pada Dipta bahwa Kayla sedang tidur sesuai permintaan Dipta untuk mengabarinya setelah berhasil masuk.
Menelan salivanya melihat Kayla tertidur menggunakan hot pants berwarna pink dengan kaos oversized putih sedikit menerawang sehingga terlihat bra hitam yang dikenakan. Elang mengernyitkan keningnya saat melihat mata Kayla yang terpejam bengkak dan sembab menandakan dia telah menangis cukup lama.
Mencium kening Kayla lalu turun ke arah bibir ranum yang menggoda, memagutnya dalam membuat sang pemilik perlahan membuka matanya dan terkejut refleks mendorong dada Elang.
"Sayang, kenapa menangis ?"
Bukannya menjawab pertanyaan Elang, Kayla balik bertanya "Om kenapa di sini, kalau ada yang lihat gimana?"
Kayla akhirnya bangun dan duduk bersandar pada headboard.
Elang pun ikut bersandar, menatap tubuh Kayla yang terlihat semakin menggoda dengan pakaian yang dikenakannya
"Aduh, Kay. Kamu bikin kepala aku pusing."
"Kalau pusing ya istirahat ngapain ada di sini. Kalau bunda sama yang lain tahu gimana?"
"Orangtua mu yang minta aku menjemputmu."
"Aku bisa pulang sendiri, lagian ada kak Dipta kok. Sudah sana pulang, katanya pusing."
__ADS_1
"Yang pusing bukan kepala atas tapi kepala bawah."
Kayla terdiam mendengar kalimat Elang berusaha mencerna apa yang dimaksud dengan ucapan Elang sebelumnya. Mata Kayla membola setelah mengerti maksud Elang, mengambil bantal dan memukulkannya pada Elang.
"Dasar mesum."
Elang terkekeh sambil berucap "Kamu loadingnya lama bener deh."
Kayla hanya berdecak.
"Sayang, boleh ya," ucap Elang sambil menatap wajah Kayla.
"Boleh apa?"
"Ini," jawab Elang lalu memagut bibir Kayla dan menyesapnya dalam. Kayla mulai bisa mengimbangi pagutan yang dilakukan oleh Elang. Lidah Elang bermain di dalam mulut Kayla, tangan kiri Elang memegang tengkuk Kayla sedangkan tangan kanannya mulai merayap ke dalam kaos yang dipakai Kayla. Meraba dada Kayla dan meremasnya membuat Kayla melenguuh dalam pagutan.
Elang menjauhkan wajahnya dari wajah Kayla "Kay, aku bisa khilaf ini," ujarnya sambil merebahkan kepalanya pada bahu Kayla.
Tiba-tiba tubuh Kayla berguncang karena isak tangis. Elang mengangkat kepalanya "Kamu kenapa sayang?" Ucap Elang sambil menghapus air mata Kayla.
"Ngapain Om bilang mau nikah sama aku kalau tebar pesona dan dekat dengan perempuan lain. Pake acara mau dijodohkan segala."
Elang mengernyitkan dahi tidak mengerti maksud Kayla. "Aku sedang dekat cuma sama kamu Kay dan enggak tebar pesona karena aku sudah mempesona."
"Bohong, aku benci sama om. Sudah sana aku bisa pulang sendiri."
"Kamu pulang sama aku, sesuai amanat orangtua kamu tadi. Sekarang ganti baju kamu lalu kita pulang," ujar Elang lalu keluar dari kamar Kayla.
Selama berjalan menuju parkiran, Kayla masih dengan cemberut mode on.
"Kay, kalau bicara yang jelas. Clue yang kamu sampaikan aku enggak paham."
Elang menyetir sambil sesekali menoleh pada Kayla yang masih bungkam penjelasan. "Come on, please explain."
"Om Elang ada hubungan apa sama Meta?"
"Hah, hubungan dengan Meta. Nothing special, kamu kan lihat sendiri waktu kita ketemu Meta ya sebatas itu aja Kay. Ini kenapa kita bahas Meta ya, teman yang kamu temui tadi siang itu Meta?" tanya Elang
Kayla hanya diam, pandangannya menatap jalanan disampingnya.
"Aku sudah bicara dengan orangtua kamu tadi, restu sudah aku pegang tinggal nunggu kamu bilang iya kita bisa mendesah halal Kay dan aku enggak akan sejauh ini kalau aku ada hubungan dengan Meta atau perempuan lain," tutur Elang sambil tetap menatap ke depan.
"Masuklah, besok aku jemput ada hal yang harus kita bicarakan untuk persiapan aku melamarmu," ucap Elang lalu mengecup kening dan mengusap lembut pipi Kayla.
__ADS_1
__________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖