Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Elang yang merindukan Kayla


__ADS_3

...~ ♡ Selamat Membaca ♡ ~...


Kayla menghela nafasnya, menatap bergantian dua orang di depannya, "Hanya mencari tempat bersembunyi sementara, bukan sembunyi dari hal kriminal hanya menjauh sementara dari keluarga," tutur Kayla.


Bukan tanpa alasan Bara bertanya hal tadi kepada Kayla, karena fisik Kayla jelas terlihat kalau dia bukan wanita dari kalangan biasa.


Ria menatap Kayla terlihat gurat kesedihan dari mata Kayla. "Loe tinggal dimana?"


"Hmm, aku masih cari kost atau kontrakan, karena baru kemarin tiba di sini."


Kevin dan Agha terus bekerja sama mencari keberadaan Kayla. Meera sendiri masih terpuruk karena merasa gagal sebagai seorang ibu tidak dapat melindungi anaknya.


Brakk, Eltan masuk ke ruangan kerja Elang dengan menendang pintunya.


"Eltan," teriak Elang.


"Kalau paman tidak bisa melindungi Kayla kenapa harus menikahinya. Saat itu aku siap melepaskan Michele dan bertanggung jawab pada Kayla," teriak Eltan.


"Berhenti bicara omong kosong, ini semua terjadi karena kau mengacau dan yang sopan aku adalah pamanmu."


"Aku siap menyelesaikan kekacauan kalau saja Paman tidak menghalangi," sahut Elang.


"Dengan apa ingin kau selesaikan, menghentikan pertunanganmu sama dengan menghentikan proyek Two Season di Singapur bahkan mempengaruhi cabang lain. Kamu sudah tau itu dari awal dan kamu siap menerima Michele." Elang menjawab tidak kalah emosi dari Eltan.


"Jadi berhenti mengacau dan lanjutkan tugasmu, Kayla menjadi urusanku dan jangan ikut campur," titah Elang.


Eltan keluar dari ruangan Elang, Edo yang hendak menemui Elang menunggu di luar karena mendengar teriakan Elang dan Eltan akhirnya masuk menemui Elang.


Elang sedang bersandar di kursinya, dasi yang melingkar di lehernya sudah dilepas. "Ada sedikit petunjuk," ucap Edo.


Elang menoleh pada Edo, "Katakan!" Ucapnya.


"Berdasarkan CCTV, hari itu setelah Kayla diantar oleh Rendra tidak lama ia keluar lagi membawa koper. Ia menggunakan taksi, aku sudah menemui supir taksi itu," jelas Edo.


"Lalu," ucap Elang.


"Berdasarkan alamat yang disebutkan supir itu, rumah Kevin yang dituju."


"Jadi, mereka tau Kayla di mana?"


"Tidak, Kayla hanya minta taksi melambat saat melewati rumah Kevin bukan berhenti."


Elang mengusap wajahnya, "Ini serius Lang, Kayla benar-benar menutup akses kalian."

__ADS_1


"Do, cari orang sebanyaknya untuk mencari Kayla dan sampaikan padaku kabar baik jangan buat aku tambah pusing," ucap Elang.


"Aku belum selesai, dari rumah Kevin Kayla minta diantar ke stasiun Gambir."


Elang terdiam, ia coba mengingat semua informasi tentang Kayla yang pernah ia dapat. "Bandung," sahut Elang. "Kayla ada relasi di Bandung saat masih aktif sebagai designer. Tidak mungkin dia ke Cirebon atau Jogya. Sebar orang-orangmu di Bandung," tukas Elang.


"Okeh."


***


Sudah lebih dari satu minggu kepergian Kayla, baik tim Elang atau pun tim Kevin belum menemukan titik terang keberadaan Kayla.


Meera yang masih sedih karena tidak ada kabar dari Kayla, namun ia mencoba lebih tegar karena masih ada anggota keluarga lainnya yang membutuhkan Meera.


Sedangkan Kayla yang sudah mendapatkan rumah kost khusus putri yang tidak jauh dari tempat tinggal Ria pemilik home industri tempatnya bekerja.


"Kay," panggil Ria.


"Iya."


"Loe ngerti jenis kain enggak?" tanya Ria.


"Hmm, enggak terlalu." Ucap Kayla. "Ikut gue, kita ke Cigondewah."


"Mau ngapain?"


"Tapi tugas saya hari ini kan harus selesaikan jahitan," ujar Kayla.


"Udah gampang, nanti Bara yang ngatur."


Dan disinilah Kayla berada, kawasan tekstil Cigondewah. Salah satu pusat perbelanjaan tekstil di kota Bandung. Turun dari mobil milik Ria, Kayla mengenakan masker dan mengikat rambutnya sebelum ia turun dari mobil.


Ria memilih kain lace, tulle dan crepe untuk bahan membuat gaun pesanan konsumennya. Kayla meraba gulungan kain sutera, teringat akan gaun pernikahannya bersama Elang. Seketika matanya berkaca-kaca, rasa sakit hatinya ketika mengingat sikap Elang pada Kayla.


Mengusap air matanya, "Kay, are you okey?" Kayla mengangguk. Setelah kebutuhan kain sudah didapat, Ria dan Kayla menuju parkiran. Perhatian Kayla tertuju pada selebaran yang dibagikan dan beberapa famplet yang ada di sana. Informasi mengenai Griya Fashion mengadakan bazar yang berada di salah satu Mall, termasuk menampilkan hasil rancangan designer ternama dari Rumah Mode tersebut.


"Kay, loe tau Griya Fashion?" tanya Ria. "Iya, aku tau."


"Ada yang mau loe ceritain ke gue ?"


Kayla membuka maskernya, ia tersenyum. "Ada, tapi tidak sekarang."


"Oke."

__ADS_1


***


Elang baru keluar dari Bandara menuju Two Season, setelah mengadakan pertemuan kembali terkait grand opening Singapore Two Season. Hari sudah menjelang malam, ia membuka ponselnya dan membuka pesan yang dikirim Edo tadi siang.


Membuka matanya memastikan foto yang dikirim oleh Edo. Foto seorang wanita sedang berada di toko khusus kain tekstil. Walaupun wanita itu tampak menggunakan masker, Elang yakin itu Kayla.


"Lebih cepat," titah Elang pada supirnya.


"Siap pak."


Memasuki lobby Two Season, Elang bergegas menuju lantai tempat ruangannya berada namun langkahnya terhenti saat terdengar seseorang memanggil namanya.


"Sena," ucap Elang. Wanita itu menghampiri Elang, "Aku tadi ke ruanganmu tapi sekretarismu bilang sedang ke luar."


"Ada apa mencariku?"


"Boleh kita bicara di ruanganmu saja," pinta Sena pada Elang. Elang menghela nafasnya, "Oke."


"Ada apa?" tanya Elang saat ia dan Sena sudah berada di ruangan Elang.


Sena yang duduk di sofa sebrang Elang tersenyum, "Apa aku bisa mengajukan mutasi ke sini?" tanya Sena. Sena saat ini bekerja di Two Season cabang Bali dengan posisinya sebagai Manager Marketing.


Elang memijat kepalanya, persoalan dengan Kayla belum selesai dimana salah satu pemicunya juga adalah karena Ia dan Sena. Kalau ia menyetujui mutasi Sena artinya ia akan sering bertemu lagi dengan Sena.


"Akan aku pertimbangkan," jawab Elang.


"Aku harap Mas Elang menyetujui, karena aku ingin lanjutkan pengobatan Ibu di Jakarta. Kalau aku tetap di Bali akan repot Mas."


Elang hanya menunduk, di kepalanya saat ini hanya terbayang Kayla. Apalagi foto yang dikirim Edo tadi siang membuatnya merasa bersalah juga ia sangat merindukan Kayla.


"Mas, mas dengar aku kan ?" tanya Sena.


"Maaf Sena, aku sedang tidak fokus." Edo membuka pintu, "Lang, lo udah baca chat gue kan? Eh ada tamu." Ucap Edo.


"Mas Edo, apa kabar?" sapa Sena.


"Aku baik. Hm, gimana Lang, kita ngobrol sekarang atau gue lanjut nih."


"Iya sekarang aja, Sena pengajuan kamu akan dipertimbangkan. Nanti aku hubungi," ujar Elang.


Setelah Sena pergi Edo duduk di sofa yang tadi di tempati Sena. "Gue harap loe sekarang tetap fokus sama Kayla atau loe bakal kehilangan dia selamanya."


"Kayla Do, aku harus ketemu Kayla. Foto yang loe kirim ini Kayla. Daerah mana ini, biar gue susul ke sana?"

__ADS_1


__________


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2