Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Kedatangan Eltan


__ADS_3

Reka sudah berada di depan gerbang yang terbuka, ia telah lebih dulu sampai rumah. Saat keduanya masuk, Meera yang berada di ruang tamu bertanya, “Dari mana kamu?” tanyanya pada Rika yang langsung bersembunyi di belakang tubuh Reka.


"Dari tadi Bun," jawab Rika sambil meremmas kemeja seragam Reka. 


"Enggak usah bercanda, Bunda lagi serius. Kalian duduk sini," pinta Meera. 


Rika dan Reka duduk bersebrangan dengan Meera yang menatap kedua anaknya bergantian. "Bunda heran, kalian kok kerja sama dan kompak tapi untuk hal yang negatif," ujar Meera.


Kayla yang sedang menggendong Kenan ikut bergabung duduk di sebelah Meera, "Ada apa Bun?" 


"Ini kelakuan adik-adik kamu, kata supir kalian ke cafe. Bertemu siapa? Lalu Reka pulang sendiri, kamu pasti dengan Eltan kan?" tanya Meera pada Rika.


"Tadi Mamih Laksmi yang ngajak Rika ke cafe," jawab Reka. 


"Laksmi? Untuk apa?" tanya Meera lagi sambil menatap Rika yang menunduk. 


"Kamu enggak di maki-maki Mamih kan?" tanya Kayla. 


"Hmm, belum kayaknya. Sebab tadi keburu Bang Eltan datang, udah mirip drama banget loh Bun. Datang di saat yang tepat, pokoknya jagoan hati aku banget deh," tutur Rika sambil tertawa. 


"Hmm, dasar Be-go," ucap Reka. 


Kayla dan Meera saling menatap lalu menoleh pada Rika yang sedang senyam senyum, Kayla pun terkikik menutup mulutnya khawatir Kenan terbangun. 


"Eh eh, apa kamu bilang?" 


"Enggak Bunda, aku bercanda doang. Bang Eltan datang diminta Vano, mungkin khawatir kalau aku sama Mamih akhirnya bertengkar," sahut Rika. 


"Dia maki-maki kamu enggak?" 


Rika menggelengkan kepala. 


"Terus, ngapain kamu pulang dengan Eltan?" 


"Katanya Bang Eltan kangen aku, ehhh maksudnya dia bilang mau ketemu Papih sama Bunda." 


"Mau ngapain?" tanya Meera heran. 


Rika mengedikkan bahunya, "Mana aku tau, orang udah keburu sampe depan rumah. Mau melamar aku, mungkin." 


"Ini anak kalau diajak bicara serius malah ngaco," Meera berdiri menghampiri Rika yang sudah menghindar, "Bercanda Bun," ucapnya sambil menuju kamarnya. 


"Aku hanya menjadi saudara kembar yang baik, bukan bermaksud bohong sama Bunda," ujar Reka mendekat pada Kayla ingin mencium Kenan. "Ehh, mandi dulu sana, baru boleh cium anak aku." 


"Ck, pelit amat Kak," ujar Reka.


Rika baru saja membersihkan diri dan mengganti pakaian lalu berbaring pada ranjangnya, terdengar ponselnya bergetar. Ternyata, pesan masuk dari Vano.


Buka blokiran kontak Bang Eltan, orangnya nelpon gue mulu nih.


Iya, bawel. Balas Rika, lalu membuka kembali kontak Eltan yang sebelumnya ia blokir. Lelah yang ia rasakan sejak keluar kelas membuatnya terlelap.

__ADS_1


.


.


.


Seluruh keluarga Kevin telah berada di meja makan, tak terkecuali Kayla dan Elang yang masih tinggal di sana. “Rika kemana?” tanya Kevin.


“Coba kamu panggilkan,” titah Meera pada Reka.


“Mas, jangan diciumin terus ihh. Nanti bangun lagi,” ucap Kayla karena Elang terus menciumi pipi Kenan. “Gemes banget Kay, pengen gigit malah,” sahutnya.


“Udah ah, aku bawa ke kamar dulu.”


“Aku aja, kamu jangan bolak-balik terus dong.” Elang meraih Kenan dalam gendongan Kayla lalu membawanya ke kamar.


“Papih dengar Elang mau ke luar kota?”


“Iya, ke Surabaya,” jawab Kayla.


“Baiknya kamu tetap tinggal di sini dulu, biar Bunda bisa bantu kamu merawat Kenan. Di apartement kamu sendirian, mana masih pemulihan pasca operasi kan?”


“Iya Pih, Mas Elang juga bilang begitu.”


Reka dan Rika datang bergabung di meja makan. “Ngapain aja di kamar?” tanya Bunda pada Rika.


“Aku ketiduran Bun,” jawab Rika masih dengan wajah khas bangun tidur.


Sebelum memulai makan malam Kevin menyampaikan bahwa setelah makan ia ingin bicara bersama Kayla dan Elang.


“Iya Pih.”


Kevin menghela nafasnya, “Sebenarnya Papih tidak setuju, dengan berbagai macam alasan. Begitu pun dengan Bunda kalian, Papih juga mengkhawatirkan Kayla. Bagaimana menurutmu?” tanyanya lagi pada Elang.


Elang menghela nafasnya, ia menoleh pada Kayla yang terlihat menunduk lalu merangkul tubuh istrinya. Kayla menoleh pada Elang yang sedang menatapnya. “Kalau kalian ingin dengar pendapat aku ya biarkan saja, biarkan Eltan mendekati Rika karena kalau aku lihat Rika tidak merasa terganggu, mungkin Rika juga menyukai Eltan,” ungkap Elang.


"Karena kalau dilarang, aku malah khawatir. Yang satu sudah dewasa yang satu mau dewasa, pusing aku mikirinnya juga. Tapi kalau kalian tidak setuju, aku akan sampaikan pada Eltan dan menbuat mereka terpisah." 


"Terpisah?" tanya Kayla dan Meera serempak. 


"Aku bisa pindahkan Eltan ke Surabaya atau ke Bali, yang jelas jauh dari Rika. Perlahan-lahan ia akan mulai lupa dengan Rika," jelas Elang. 


"Kamu yakin dengan cara itu akan aman bagi Eltan dan Rika," ujar Kevin.


"Tidak juga, karena Eltan pernah mengatakan rela keluar dari Two Season, berjuang sendiri dan menunggu Rika siap untuk menerimanya." 


"Hmm." 


Meera memijat dahinya, "Tadi siang Laksmi menemui Rika." 


"Apa mereka bertengkar?" tanya Kevin. 

__ADS_1


"Katanya keburu Eltan datang, lalu mengantar Rika pulang. Katanya juga, Eltan mau bertemu dengan kita untuk bicarakan lagi masalah ini," jelas Meera. 


Elang tertawa, "Ternyata serius juga dia. Waktu dia masih bertunangan, jangankan inisiatif bertemu calon mertuanya, pertemuan sengaja pun dia memilih menghindar."


"Jadi, solusinya?" 


"Aku akan tugaskan orang untuk mengawasi Rika dan Eltan. Lagi pula memang Eltan akan banyak ke luar kota bersama denganku, jadi intens pertemuan mereka juga terbatas. Kita juga tidak tau ke depannya mereka akan berjodoh atau tidak, jadi jangan terlalu khawatir." 


"Aku khawatir Rika akan jadi sasaran emosi Laksmi, Kayla saja sampai sekarang masih saja jadi luapan kekesalannya," ungkap Meera. 


"Lain kali kamu harus lawan dong kalau kamu merasa benar, jangan diam saja," ucap Elang sambil mengeratkan rangkulannya. "Karena enggak pantas kalau aku tegur beliau lalu kami bertengkar," ucapnya lagi.


.


.


.


Minggu pagi, semua anggota keluarga Kevin ada di rumah. Elang sedang berjemur dengan baby Kenan, sedangkan Kayla sedangkan menyiapkan air mandi bagi Kenan. Tanpa diduga Eltan datang berkunjung ke rumah Kevin, "Ngapain kamu ke sini?" tanya Elang dengan heran pada Eltan. 


Eltan berdecak, "Yang punya rumah juga biasa aja ehh ini menantu sombong amat," jawab Eltan sambil menggoda Kenan. 


Meera yang melihat Eltan sudah datang menghampirinya. "Papih masih joging sama Reka, kamu tunggu dulu deh, atau sarapan bareng Elang," titah Meera. 


"Iya,Tante." 


"Apa yang aku enggak tau?" tanya Elang pada Eltan.


"Enggak ada, aku cuma ingin bertemu mertua dari Paman Elang aja." 


Elang berdecak, "Orang tua Rika, kali."


"Kenannnn, sini ounty gendong. Kita mandi yuuu, mommy kamu udah panggil-panggil tuh," teriak Rika dari dalam. Eltan langsung menoleh pada Rika yang menggunakan hot pants dengan kaos tanpa lengan dan rambut dicepol asal. 


"Loh, kok ada bang Eltan sih," ucap Rika. Eltan hanya tersenyum sambil memindai Rika. "Masuk sana, ganti pakaian kamu," titah Elang. Rika lalu berbalik dan meninggalkan taman tempat Eltan berada saat ia sadar dengan busana yang ia kenakan.


"Kak Kay, ambil sendiri Kenannya. Ada Bang Eltan, kak Elang bilang aku suruh ganti baju."


Rika membuka lemari dalam kamarnya saat ponselnya yang berada di atas nakas bergetar. 


Kamu seksih banget sih Mut. Pesan dari Eltan. 


Bang Eltan ngapain sih ke sini enggak bilang-bilang, Papih di rumah tau.Balas Rika.


Aku janjian dengan Papih kamu


"Hahhh," ucap Rika


 


 _______

__ADS_1


Jangan lupa jejaksss yesss 🥰


 


__ADS_2