Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Sakit Tak Berdarah


__ADS_3

"Kalian jangan macam-macam, atau aku akan buat Two Season Singapore bangkrut," ancam Valen pada Elang.


"Anda jangan mengancam kami, atau semua ini akan beredar," Elang menyodorkan tabletnya pada Valen yang mana terdapat foto-foto skandal Michele.


Valen menatap geram saat menggeser layar tablet yang menampilkan foto-foto Michele. Ia menoleh pada Michele yang duduk disamping. "Bodoh, kamu," makinya pada Michele yang saat ini tidak berani mengangkat wajahnya.


"Mr. Valen, kita ini pebisnis. Urusan Two Season biar saja berjalan, kita hanya tidak bisa menjadi keluarga," ucap Elang.


Mau diputar dan dibalik, jatuhnya Michele salah dan membuat malu, walau tanpa diucapkan Valen mengakui kesalahannya. Eltan menarik nafas lega saat Michele dan keluarganya sudah pergi.


"Sampaikan pada orangtuamu, tentang pembatalan pernikahan ini," titah Elang sambil berkirim pesan pada Kayla.


Eltan berdecak, "Orangtua ku, mertuamu."


Tidak lama kemudian, Mega masuk ke dalam ruangan. "Pak, tim lelang ingin bertemu Bapak," ucap Mega.


"Hmm."


"Aku permisi, Paman," ujar Eltan.


"Kapan balik ke Singapore?" tanya Elang.


"Tergantung, kalau sudah kondusif aku akan kembali ke sana."


Setelah Eltan keluar, perwakilan tim lelang bergabung duduk pada sofa ruangan Elang termasuk Sena.


Elang mendengarkan laporan dari tim lelang bahwa kegiataan saat sudah sampai penilaian oleh juri dan akan selesai seminggu lagi.


Setelah tim lelang keluar, Sena kembali masuk ke dalam ruang kerja Elang. "Mas Elang, apa ada waktu? Ada hal yang ingin aku bicarakan."


Elang yang sedang membaca berkas yang ada di mejanya menoleh pada Sena. "Terkait apa?"


Sena terdiam, Elang menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi lalu melipat kedua tangannya di dada. "Duduklah," tunjuknya pada kursi di depan meja kerjanya.


"Jika terkait lelang, aku tidak ikut campur. Biar juri putuskan hasil penilaian mereka."


"Bukan. Tapi terkait istri Mas Elang," ujar Sena dengan percaya diri.


"Ada apa dengan Kayla?"


"Apa mas tidak khawatir dengan reputasi Mas Elang dan hotel ini jika publik kembali menyorot kasus Kayla. Videonya masih beredar loh Mas, saat dia dan pengacaranya mengklarifikasi kesalahan yang ia lakukan."


"Lalu masalahnya apa?"


"Selama aku menjadi istri mas Elang tidak pernah membuat kesalahan seperti itu, tapi Mas malah menceraikan aku."


"Oh, please Sena, kita sudah selesai. Jangan ungkit lagi hal itu dan perlu kamu tau, kasus Kayla dan Meta terjadi sebelum aku menikah dengan Kayla. Jadi jangan membicarakan lagi hal ini, lagipula ini bukan ranah kamu. Tidak ada hak dan kapasitas bagi kamu untuk menilai dan mengomentari urusan rumah tanggaku."

__ADS_1


"Ingat Sena, aku bisa mutasi kamu kembali. Jadi jangan bersikap yang aneh-aneh."


Sena berdiri, "Kamu tidak bisa lakukan itu, Kak Ema berada di pihakku. Dia masih menganggapku adiknya."


Elang tertawa, "Lalu kenapa?"


"Mas Elang ...."


"Sudahlah Sena, sebaiknya kamu keluar atau aku minta security seret kamu dari sini."


"Mas, kamu akan menyesal."


.


.


.


Setelah keluar dari ruang kerja Elang, Eltan sudah menelpon Laksmi dan menyampaikan bahwa keluarga Michele sepakat mengakhiri pernikahan mereka. 


"Apa kamu sadar apa yang kamu katakan barusan?"


"Tentu saja, Bu." 


"Kamu tau dampaknya akan seperti apa?"


"Sudahlah, Bu. Demi kebaikan dan kebahagiaan aku. Paman Elang pun ada di sana saat Mr Valen sepakat membatalkan."


"Aku ingin mencari bahagiaku sendiri, bahkan jika perlu aku akan meninggalkan Two Season." 


"Jangan bodoh Eltan. Ibu kecewa dengan kamu."


Laksmi mengakhiri panggilannya. Eltan tidak menceritakan keburukan Michele, cukup ia, Elang dan keluarganya yang tau. Bagaimana pun Michele seorang wanita, tidak ingin memperburuk citra Michele. Cukup ia menyakiti wanita yang sekarang sudah menjadi milik orang lain. 


Namun, tanpa diduga oleh Eltan ternyata Laksmi hendak menemui Kayla, Ia pun menuju kediaman Kevin.


"Aku ingin bertemu Kayla," ucap Laksmi pada Meera. Ia sudah tiba di kediaman Kevin dan duduk bersebrangan di ruang tamu.


"Kayla? Kayla tidak ada di sini. Memang aku dengar dia sudah pulang dari Surabaya, tapi belum ada ke sini."


"Meera, kamu sebaiknya nasehati Kayla. Kita sama-sama orangtua, ingin kebaikan untuk anak kita. Eltan sampai rela membatalkan rencana pernikahannya, itu karena Kayla," tutur Laksmi.


"Apa hubungannya dengan Kayla, itu sudah takdir anakmu tidak jadi menikah. Jadi jangan salahkan putriku. Harusnya kamu malu, malu bicara seperti itu. Putriku terpuruk karena ulah putramu. Bahkan ia adalah putri sambungmu juga," debat Meera. Kedua wanita itu berdebat tanpa tau permasalahan yang terjadi, alasan dibalik Eltan dan Michele gagal menikah.


Reka dan Rika yang baru saja pulang sekolah melerai perdebatan Meera dan Laksmi yang semakin tidak kendali.


"Bunda, udah Bun. Sabar," ucap Reka memegang tangan Meera. "Mamih Laksmi baiknya pulang, nanti kalian malah semakin bertengkar," ujar Rika pada Laksmi.

__ADS_1


"Kayla itu sudah seperti piala bergilir, setelah Eltan sekarang Elang. Aku tidak sudi kalau Eltan sampai bersama Kayla," teriak Laksmi.


"LAKSMI!!"


"Sebagai sesama wanita tidak pantas kamu bicara begitu," jerit Meera.


Brakk.


Semua menoleh ke pintu, asal dari suara. Kayla mematung, goody bag yang dibawanya terlepas dari tangannya saat mendengar kalimat-kalimat yang membuat hatinya perih. Matanya berkaca-kaca dari sudut matanya terlihat air mata yang kapan pun siap meluncur.


"Ka-Kayla," ucap Meera.


"Kak Kay," panggil Rika.


Kayla berbalik meninggalkan rumah Kevin. Keluar dari gerbang rumahnya dengan berjalan agak cepat, ia mendengar suara Reka dan Rika memanggilnya.


Menghentikan taksi yang baru saja lewat, "Jalan pak," pintanya pada supir taksi sambil menghapus air matanya.


"Mau diantar kemana Bu?" Kayla menyebutkan alamat apartement Dipta. Mencoba menahan jatuhnya air mata namun rasa sakit hatinya membuat air mata itu terus mengalir.


Flashback On


Kayla masuk ke dalam ruang kerja Elang saat Sena bicara dengan Elang.


"Mas, kamu akan menyesal," ucap Sena.


"Sayang, kemarilah," pinta Elang saat melihat Kayla. Kayla berjalan ke arah Elang. Lalu mencium bibir Elang, sepertinya sengaja melakukan hal itu di depan Sena.


"Aku mau ke tempat Bunda."


"Oke, hati-hati. Minta Mega hubungi supir," pesan Elang. Kayla mengangguk, ia menoleh ke arah Sena.


"Mas El, lebih baik fokus pada pekerjaan dari pada ngurusin mantan enggak jelas," ucap Kayla.


Elang mencium kening Kayla, "Oke, nanti sore aku jemput."


Flashback off.


Ternyata rencana mengunjungi keluarga menjadi pilihan yang salah baginya, ia mendapati orang-orang yang disayangi harus berseteru dan menghinanya.


Sebutan yang sangat menyakitkan untuknya, ketika dirinya disebut piala bergilir dari Keponakan dan Paman.


Hatinya terasa pedih, perih bahkan sakit. Sakit yang tak berdarah.


to be continue


lanjut silaturahmi \=\=>ig : dtyas_dtyas

__ADS_1


_______________


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2