Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Terungkap


__ADS_3

"Kamu sedang apa di sini? Jangan bilang kamu mau hadir di fashion show untuk mencontek kembali rancangan milik orang lain."


Kayla menghela nafas mendengar tuduhan Mery, kasus sebelumnya memang melibatkan katalog dari Daily Fashion milik Mery.


"Bu Yolanda, sepertinya kita harus sampaikan ke panitia acara agar benar-benar selektif menerima penonton. Jangan sampai ada yang punya niat jahat," ucap Mery.


Yolanda yang pernah menjadi atasan Kayla di Luxurius memindai Kayla dan terpaku pada perut Kayla.


"Kamu sudah menikah ?" tanya Yolanda.


"Sudah Bu, Bu Yolanda apa kabar?"


"Aku baik, kamu ada waktu? Bisa kita bicara?"


Kayla menatap bergantian pada Yolanda dengan raut wajah biasa dan Mery dengan raut wajah sinis.


"Bisa, Bu," jawab Kayla lalu berjalan mengikuti Rena menuju meja tempat mereka akan bicara.


"Bu Yolanda, ngaapain juga harus bicara sama dia, rugi waktu."


"Mery, kalau kamu mau duluan silahkan. Saya masih ada perlu dengan Kayla," Yolanda melipat kedua tangannya di dada. Sepertinya Mery memilih tetap berada di samping Yolanda dan tidak membuka suaranya, hanya senyum sinisnya belum hilang.


Suasana lounge saat itu agak ramai, sepertinya ada acara besar di hotel itu. Karena terlihat hilir mudik petugas dan beberapa orang pencari berita.


Bu Yolanda melepas kaca matanya, "Kayla, sebelumnya kamu sudah menerima surat pemberhentian kerjasama kita secara sepihak setelah informasi yang beredar tentang kasus kamu. Sebenarnya, saya tidak percaya tapi bukti ..." Yolanda menghela nafas, "saya cukup menyukai hasil-hasil karya kamu."


"Tapi, dia meniru katalog saya loh Bu," ujar Mery.


Kayla tertawa, "Maaf, Bu Yolanda, harusnya ibu konfirmasi dulu sebelum mengeluarkan surat itu. Tapi, ya sudahlah, toh semua sudah terjadi. Saya senang, pernah menjadi bagian dari Luxurius. Hmm, Bu Mery, saya malas berdebat." Kayla mengeluarkan ponselnya, membuka file yang tersimpan.


"Sebaiknya, kalian mendengarkan ini," ucap Kayla


"Elang, untuk dia aku tidak akan menyerah. Bagaimana kalau aku ceritakan padanya terkait kasus plagiatmu. Saat kita bertemu di rumah sakit, kamu bukan hanya perawatan pasca kecelakaan tapi juga ke_gu_gu_ran. Bagaimana kalau info ini sampai ke telinga Elang."(suara Meta)


"Meta, urusan plagiat kita berdua tahu siapa yang salah di sini." (suara Kayla)


"Bukti berbicara kalau kamu yang melakukan plagiat. Kebenarannya aku yang mengambil rancanganmu dulu atau tidak orang sudah tidak perduli sayang." (suara Meta)


"Jadi betul kamu sebenarnya yang mencuri rancanganku." (Suara Kayla)


"Terus kenapa ? Kamu punya bukti ? Udah enggak ngaruh juga." (Suara Meta)

__ADS_1


"Kamu jahat Ta." (Suara Kayla)


"Ingat Kay, sebaiknya kamu jauh dari Elang atau aku akan beberkan masalah tadi padanya. Kamu akan dibuang sayang." (Suara Meta)


Kaya menghentikan rekaman suara yang mereka dengarkan, "Bu Mery, saya berbesar hati tidak menyerahkan ini pada bisa membuktikan kebenaran walaupun tidak valid di pengadilan, tapi di masyarakat ini akan memberikan efek yang merugikan baik Meta ataupun Daily Fashion. Pertimbangan saya, jika butik tersebut koleps sedangkan banyak pekerja yang menggantungkan hidupnya mencari nafkah di sana. Saya memiliki orangtua yang berbisnis pula, jadi saya melihat langsung bagajmana mereka menjaga usahanya agar bisa menyelamatkam banyak orang," ungkap Kayla.


"Sekali lagi Ibu menyudutkan saya, ucapan ibu akan saya jadikan bukti, saya anggap fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan. Bahkan ucapan ibu tadi, Bu Yolanda dengar, asisten saya pun dengar," tutur Kayla.


"Kayla!"


Semua menoleh ke arah suara, "Kamu di sini, sayang?" tanya Elang.


Elang duduk di kursi sebelah Kayla, sebelumnya ia mencium kening Kayla. Rena dan asisten Elang berdiri di belakang atasan mereka.


"Ibu Yolanda juga di sini," ucap Elang.


Yolanda menatap Kayla dan Elang bergantian, "Pak Elang, anda dan Kayla ...."


"Kayla istri saya," ujar Elang.


"Mas El, mengenal Bu Yolanda?"


Elang membelai rambut Kayla, "Tentu saja, beliau salah satu juri tim lelang yang sedang diadakan oleh Two Season."


"Masih lama?" tanya Elang. Kayla menoleh pada Yolanda, "Masih ada lagi Bu?"


"Oh, tidak. Cukup, saya rasa cukup," ujar Yolanda masih dengan keterkejutannya.


"Kalau begitu kami permisi," Elang menggenggam tangan Kayla dan membantunya berdiri lalu mereka meninggalkan tempat itu.


"Bu Yolanda," ucap Mery.


"No comment, sebaiknya kita tau harus bersikap seperti apa ke depannya."


.


.


.


Elang dan Kayla berada pada restaurant yang ada pada hotelnya, untuk menikmati makan malam sebelum kembali ke kamar.

__ADS_1


"Mas El, aku lihat ramai sekali, seperti ada acara."


"Surabaya Fashion Week," ujar Elang, "Kamu, mau hadir?" Kayla menggelengkan kepalanya.


Meneguk orange juicenya, lalu tersenyum dan meletakan kembali gelas dihadapannya.


"Kenapa?" tanya Elang.


Kayla tertawa, "Paling cepat, besok pagi Meta akan menemui aku atau Mas El. Aku ingin ketika itu terjadi ada saksi yang mendampingi, kalau di Jakarta ada Om Pram pengacara papih, di sini..."


"Pengacaraku, nanti aku atur kalau benar Meta minta bertemu." Elang melipat kedua tanganya di dada, "Jadi, sudah selesai?"


"Bagiku sudah, hanya kali ini giliran Meta memetik yang ia tuai," ucap Kayla sambil menyuapkan sup dihadapannya.


Kini Kayla dan Elang sudah berada di kamar mereka, "Kay," ucap Elang mendekati Kayla yang sedang membereskan lembaran kertas sketsanya.


"Eh, Mas El," Elang memeluk istrinya dari belakang dan meletakan dagu pada bahu Kayla. Salah satu tanganya sudah berhasil msnyentuh salah satu bagian yang disukai olehnya.


"Seminggu ini kita terpisah, jadi bisa dong sekarang kamu buat aku senang." Tubuh Kayla dilanda gelenyar aneh saat telinganya tersentuh sapuan nafas Elang.


"Aku rindu dessahan kamu, Kay," bisik Elang.


Elang sudah menuntun Kayla menuju king size bed yang ada di sana, bahkan keduanya telah polos. Kayla hanya bisa menggigit bibir bawahnya menahan kenikmatan saat Elang berpetualang pada tubuhnya.


"Kay, oughhhh," lenguuh Elang dan dibalas dengan desa*han Kayla. Cukup lama Elang bergerak menikmati dari penyatuan tubuh mereka, sampai mereka membuncahkan rasa yang mencapai puncak dari segala rasa.


Elang mencium kening Kayla, sebelum melepaskan bagian tubuhnya dari pusat tubuh Kayla. "Tidurlah, sayang." Elang menyelimuti tubuh mereka dan menjadikan lengan kirinya sebagai bantalan kepala Kayla yang sudah terkulai dengan mata terpejam.


Setelah Kayla terlelap, Elang perlahan beranjak ke kamar mandi. Membersihkan diri dan memakai bathrobe dan membuka ponselnya. Apa yang dikatakan Kayla benar, Meta beberapa kali menghubungi Elang.


"Halo."


"Halo, ini Meta bawa Pamannya. Mengancam akan menghentikan kerjasama, gue enggak ngerti masalah awalnya."


"Mau mereka susul ke sini atau tunggu sampai kita pulang ke Jakarta. Sampaikan itu ke mereka."


Elang mengakhiri panggilan dengan Edo.


"Kita tunggu ada drama apa besok," ucap Elang bermonolog.


_______________

__ADS_1


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2