Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
I'm Yours


__ADS_3

Tak sabar Eltan pun mengarahkan miliknya , lalu kembali melummat bibir Rika dan, "Aaaarggh, sakit Bang. Aku enggak mau," Rika mulai histeris sambil memukuli Eltan. "Hei, sayang, aduh..." Eltan menenangkan Rika. "Oke, aku enggak akan paksa kamu. Kita bisa coba lain kali."


Akhirnya malam itu hanya dihabiskan oleh mereka dengan tidur, dimana Rika berada dalam pelukan Eltan.


Rika menggeliat dan mengerjapkan kedua matanya, mengumpulkan kesadaran dan memgingat di mana ia berada.


Merasakan hembusan nafas Eltan di sisi wajahnya, perlahan ia memindahkan tangan Eltan yang berada di atas perutnya lalu bergerak hendak turun dari ranjang.


"Aaaaa," pekik Rika saat tubuhnya kembali ditarik Eltan. "Mau ke mana sih, Mut?" Ucapnya kembali memeluk Rika.


"Aku mau ke toilet," jawab Rika. Eltan membenamkan wajahnya di bahu Rika. "I love you, Rika," bisiknya membuat wajah Rika merona.


"Jawab dong, kok malah senyum sih."


Rika tersenyun lembar, "Harus ya Bang, dijawab." Eltan hanya mengangguk. "Bang El," ucap Rika sambil menatsp suaminya, "semalam... rasanya sakit, apa akan sesakit itu kalau ..."


Eltan membelai lembut surai milik istrinya. "Memang akan sakit saat pertama kali, namun setelah menyesuaikan rasanya akan berbanding terbalik."


"Maksudnya?"


"Rasanya akan berubah nikmat dan membuat candu," jawab Eltan lirih. "Bang El akan lakukan hal itu lagi sama aku?"


Eltan menarik nafas panjang, "Sabar, ini konsekuensi dari kamu menikahi gadis muda seperti Rika," batin Eltan. "Salah satu tujuan Pernikahan adalah dapat melakukan hal itu dengan halal. Karena memang hal itu menjadi salah satu kebutuhan biologis manusia."


"Bang El," panggil Rika saat jemarinya menyentuh wajah Eltan. Telah berhak saling menyentuh membuat Rika memberanikan diri menyentuh area wajah Eltan khususnya hidung mancung yang kini ada dihadapannya.


"Hmm, Mut jangan goda aku kalau belum siap aku terkam seperti semalam," ujar Eltan. "Aku enggak goda Bang El."


"Sedikit sentuhan bisa buat aku turn on, Mut. Apalagi yang menyentuh kamu, arghhhhh."


"Aku lapar," rengek Rika.


Eltan akhirnya bangun, "Kita sarapan di sini aja." Lalu meraih pesawat telpon yang ada di atas nakas disamping ranjang.


.


.


.

__ADS_1


"Bang El, cutinya sampai kapan?" tanya Rika, yang sibuk mengunyah waffle dengan saus madu. "Tergantung kamu," jawab Eltan. Pandangannya fokus pada layar ponsel di tangan kanan sedang tangan kirinya kembali meraih cangkir berisi kopi dan menyesapnya.


"Kok aku sih."


"Kalau, kamu masih lama meliburkan diri ya aku juga akan memperpanjang masa cuti aku."


Rika meletakan garpunya lalu duduk mendekat pada Eltan, "Cuti, tapi masih sibuk urusan hotel." Rika sepintas nelihat kayar ponsel Eltan.


Eltan menoleh, ia tersenyum lalu meletakan ponselnya. Akhirnya ia tidak akan merasa kesepian lagi, akan selalu ada Rika yang menemaninya. Bahkan cuitan pertamanya membuat ia bahagia dan harus siap dengan cuitan-cuitan cinta berikutnya.


"Nanti siang kita ke rumah Bunda, kamu sudah siapkan apa yang akan dibawa?"


Rika yang sedang menenggak habis orange juicenya agak bingung dengan pertanyaan Eltan. Ia meletakan gelas yang sudah kosong, "Emang mau ke mana?"


"Pindah ke apartemen aku," jawab Eltan, Rika hanya mengangguk mengerti.


...~***~...


Pasangan pengantin baru itu sudah tinggal di apartemen Eltan. Agak jauh baik itu dari kampus Rika ataupun Two Season. Rika yang belum bisa memasak hanya menyiapkan secangkir kopi untuk Eltan dan segelas susu hangat untuknya sendiri juga beberapa lembar roti bakar.


Rika menolak diantar oleh Eltan karena akan membuat suaminya terlambat tiba di hotel. "Kalau udah selesai, langsung pulang," titah Eltan saat Rika mencium tangannya. Rika mengangguk lalu masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya.


"Tau ah," jawab Rika.


"Ehh, Kakak Rika sudah kuliah aja. Emang enggak honeymoon?" tanya Vano menggoda Rika. "Enggak, bentar lagi ujian semester," jawab Rika sambil mengeluarkan perlengkapan kuliahnya dari dalam tas.


Di tempat berbeda, Eltan bekerja dengan mood yang tidak bagus. Saat briefing dengan timnya, ia sempat emosi membaca rencana proyek kerjasama yang akan dilakukan karena tidak seauai dengan arahannya.


"Kenapa sih? Enggak biasanya begitu," ujar salah satu tim Eltan. Lisa mengedikkan bahunya, "Enggak dapet jatah kali, dari istrinya."


"Lagi penganten bukannya honey moon malah udah nongol aja di kantor."


Kini Eltan menemui Elang di ruang kerja pria itu dan sudah ada Edo di sana. "Kenapa enggak cuti sih?" tanya Elang sambil menerima map yang dibawa Eltan.


Eltan bersandar pada kursi yang ia duduki, "Nanti, nunggu Rika libur semester," jawabnya.


"Orang mah habis nikah muka seger, sumringah, ini malah kayak dompet tanggal tua. Lecek," ejek Edo.


Eltan berdecak mendengar ejekan Edo. "Semalam jatahnya kurang ya?"

__ADS_1


"Jatah apaan, berhasil juga belum," sahut Eltan. Edo dan Elang menoleh pada Eltan lalu mereka terbahak.


Eltan pulang lebih cepat, ia khawatir dengan Rika yang sendirian di apartement. Berada di depan pintu unitnya, menekan deretan angka pass code kunci otomatis.


Tidak menemukan Rika di ruang tamu, ia pun masuk ke kamar. Menghela nafas mendapati pemandangan yang membuat has*ratnya pada Rika kembali menggebu.


Rika yang berbaring terngkurap dengan lutut ditekuk, tidak menyadari kedatangan Eltan. Mengenakan hot pants dan kaos tanpa lengan sangat membentuk tubuhnya.


"Sayang," panggil Eltan sambil melepaskan jas dan ikatan dasinya. Rika menoleh, "Eh, Bang El kapan datang?" tanya Rika lalu bangun dari posisinya.


Eltan tidak menjawab, ia lebih tertarik merengkuh tubuh Rika yang tinggi badanya hanya sebatas dada tubuhnya. "Gimana kuliah kamu?"


"Biasa aja," jawab Rika mengalungkan tangannya pada pinggang Eltan. "Bang El, aku mau makan di luar," ujar Rika.


"Sekarang?"


"Nantu malam," jawab Rika. "Nunggu malam, kita ngapain dong Mut?" Eltan menyentuh rambut Rika dan menyelipkan helaian rambut yang menutupi dahinya.


"Hmm, ngapain ya. Nonton TV ? Atau ...."


"Gimana kalau kita coba lagi? I want you baby," ungkap Eltan yang menatap kedua netra Rika dengan tatapan sendu.


Rika hanya diam dengan menggigit bibirnya membayangkan rasa sakit yang sebelumnya ia rasakan. Tapi ia paham kalau hal itu adalah kewajibannya, ia pun sudah melakukan pencarian terkait ketakutannya saat Eltan menyatukan diri.


Beberapa artikel yang ia baca mengatakan sakit itu hanya sebentar.


Melihat Rika tidak menolak atau pun mengiyakan, Eltan mendekatkan wajahnya, memagut bibir ranum milik Rika.


Pagutan yang awalnya lembut dibalas oleh Rika membuat Eltan lebih semangat memainkan lidahnya menjelajahi dan meresapi bibir Rika.


Rika merasakan hal yang tidak biasa pada tubuhnya, serasa ada getaran listrik yang membuat darahnya mengalir lebih kencang dan jantungnya berdetak lebih cepat.


Apa ini yang dimaksud gairah bercinta ? Kedua tangannya kini mencengkram kemeja yang Eltan kenakan.


Memutuskan akan pasrah, apapun yang akan Eltan lakukan padanya, "I'm yours," batin Rika.


_________


Uhuyyyy, lanjut malam ya, banyak yg puasa 🤭,,, jgn lupa jejakss yess

__ADS_1


__ADS_2