Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Pergi bersama Elang


__ADS_3

 Enjoy Reading 😎😊⚘


_________


Para pegawai yang berpapasan dengan Elang mereka menyapa dan mengangguk dan hanya dibalas dengan senyum atau anggukan oleh Elang. Ketika melewati resepsionis, petugas yang bernama Maura dan rekan-rekannya menyapa Elang dan hanya dibalas anggukan. Maura menatap Kayla namun Kayla menolehkan wajahnya. 


"Om, itu resepsionis ada trainingnya enggak sih ?" tanya Kayla. "Jelas adalah, kenapa ?" Elang kembali bertanya. "Hmmm, nggak apa-apa," ucap Kayla.


Elang membukakan pintu mobil untuk Kayla. "Kita mau makan dimana sih om?" Tanya Kayla.


"Kemana aja yang penting sama kamu," jawab Elang sambil mengendarai mobilnya meninggalkan area hotel. 


"Jangan jauh-jauh om, nanti telat. Masih ada pertemuan kan setelah ini," sahut Kayla mengingatkan Elang.


"Enggak ada, jadwal saya siang ini hanya kroscek laporan divisi dan acc pengajuan juga tandatangan berkas."


"Loh tadi om bilang ke Meta ka__"


"Saya enggak mau diganggu kalau sedang sama kamu." Kayla reflek memukul lengan kiri Elang yang sedang menyetir, "Apaan sih."


"Aduh, kamu agresif juga ya, tapi nggak apa saya suka perempuan agresif." 


"Omes banget tau nggak sih." Elang hanya terkekeh sambil fokus menyetir.


Setelah menghabiskan makan siangnya yang mana lokasinya adalah restaurant tempat Kayla mengalami insiden penyiraman wajahnya.


"Kenapa makan disini sih om ?"


"Sudah beres baru tanya, mengenang pertemuan pertama sama kamu."


 


"Hmm."


"Kay, Kamu kenal Meta ?" tanya Elang, Kayla hanya mengangguk tanpa menjawab. "Kalian sesama designer kan ?" Kayla berdecak "Udah om jangan bahas dialah."


 


"Kay, apa gak ada panggilan lain selain om?"


"Kalau Bapak gimana?" ujar Kayla sambil tertawa. "Ketuaan Kay, kalau Om berasa sugar daddy."


"Emang udah tua kali, ya udah Om aja," ujar Kayla. Elang tersenyum, "Kalau kamu sugar babynya yah enggak apa. Sayang atau honey juga gak apa Kay."


"Hmm", sahut Kayla sambil membuka kembali ponselnya.


Elang mengeluarkan ponselnya dan meminta Kayla menyimpan kontaknya pada ponsel Elang. "Tadi kamu naik apa?"

__ADS_1


 


"Taksi om." 


"Biar aku antar pulang."


"Tapi aku mau ke salon Om, janjian bareng bunda."


"Ya aku antar ke salon."


 


Mobil yang dikemudikan Elang baru saja tiba di Salon Kecantikan yang dituju Kayla. Saat Kayla ingin melepas safety belt namun tangan Elang menghentikannya seakan mengisyaratkan bahwa ada hal yang ingin disampaikan.


"Kay, yang saya sampaikan pada keluargamu saat dipertemuan itu serius. Jadi kamu pikirkan dan diskusikan dengan keluargamu. Jika kamu setuju, saya akan segera melamar kamu."


Kayla menatap Elang saat mendengarkan apa yang diucapkan pria itu. "Tapi nggak usah dipikirin sekarang juga sih, enggak tahan dekat kamu lama-lama. Takut saya khilaf." 


Mulut Kayla baru akan menjawab namun Elang sudah membuka pintu mobil dan memutar untuk membuka pintu di samping Kayla. "Padahal bisa aku buka sendiri," jawab Kayla sambil cemberut.


"Biar romantis Kay, jangan manyun gitu nanti saya suruh masuk mobil lagi nih." "Apaan Sih_"


"Kak Kay." 


Elang dan Kayla menoleh ke arah suara. "Kakak baru datang ? pake diantar cogan lagi. Makanya kalau pengangguran tuh nggak usah banyak gaya, pake bilang nggak mau taunya udah nyampe duluan," ejek Rika sambil berlari masuk. 


 .


.


"Kak, cowok yang tadi siapa?"


"Om Elang."


"Tettt, jawaban anda salah. Pertanyaannya siapa bukan namanya siapa. Ganteng banget kak, nemu di mana sih. Bukan pacar kakak kan? Kalau bukan, bisa kali dioper alih," tutur Rika. 


"Kamu pikir kredit mobil pake oper alih."


"Tapi aku suka cowok tipe-tipe kaya dia. Tinggi, putih, gagah, agak ke Arab-araban gitu ya wajahnya."


"Kamu gak konsisten banget sih Rik, sebelumnya bilang seneng cowo antagonis, sekarang wajah Arab, dulu seneng oppa Korea terus besok yang gimana ?"


"Yang penting jangan mirip sama Mas Parto tukang bakso yang jadi rebutan Mba Lula sama pembantu rumah sebelah aja." 


Kayla terbahak mendengar ocehan adiknya. Entah berapa lama mereka menikmati sensasi perawatan pada tubuhnya.   


***

__ADS_1


"Pak Agha, silahkan masuk pak," ucap Lastri salah satu asisten rumah tangga Kevin. "Mari pak silahkan duduk dulu, saya panggilkan Tuan Kevin dan nyonya Meera." 


Kini Kevin, Agha dan Meera sudah berada di ruang kerja Kevin.


"Apa kalian tau kalau tadi siang Kayla menemui Eltan!" ucap Agha. Kevin menoleh pada istrinya, "Meera, bukankah Kayla sedang sakit?" tanya Kevin.


"Memang tadi pagi Kayla demam, tapi kami habis perawatan bareng. Jadi nggak mungkin dia menemui Eltan. Hanya kita tidak berangkat bareng. Astaga!" pekik Meera. 


Kevin dan Agha menunggu Meera menjelaskan lebih detail. "Kayla berangkat lebih dulu tapi dia tiba di salon lebih lambat dari aku." 


Agha menghela nafasnya. "Panggil Kayla, biar dia yang menjelaskan" titah Kevin.


Kayla sedang menatap layar laptopnya, semenjak memutuskan berhenti sebagai designer dirinya belum memutuskan akan menggeluti profesi baru. Kesehariannya hanya diisi dengan menonton drama, menunggu Rika pulang sekolah untuk diajak sekedar hang out atau sesekali menemui Dipta. 


Tidak ada rencana dan keinginan untuk menemui Agha sang ayah, bahkan sekedar menanyakan kabar via telpon pun tidak dilakukan olehnya. Tapi jika Agha yang menghubunginya Kayla tetap merespon hanya dia tidak berinisiatif untuk menemui atau menelpon lebih dulu. 


Pintu kamar Kayla diketuk, ia tahu bahwa asisten rumah tangga yang mengetuknya dan mempersilahkan masuk. 


"Non Kayla, ditunggu Tuan Kevin di ruang kerjanya" 


 


"Oke mba, aku ke sana," jawab Kayla.


Kayla masuk ke ruang kerja Kevin, tidak menyangka bahwa ada Ayahnya di sana. Menyapa Agha dan duduk disebelahnya. Sedangkan Kevin dan Meera duduk bersebrangan dengan Kayla dan Agha. 


"Kayla, apa benar tadi siang kamu menemui Eltan?" tanya Kevin. 


Kayla menatap bergantian pada orangtuanya. Tidak menyangka bahwa informasi tersebut bisa sampai kepada orangtuanya. Dalam hatinya bertanya apakah orangtuanya khawatir jika dia merusak rencana hidup Eltan atau karna alasan lain. "Iya", jawab Kayla. Kevin menatapnya, Agha menghela nafas sedangkan Meera menggelengkan kepala. 


"Untuk apa Kay, bukankah kamu menolak pertanggung jawaban Eltan dan membiarkan dia melanjutkan hidupnya. Kamu jangan melanggar apa yang sudah kita sepakati" tutur Meera. 


"Betul tadi siang aku ke Two Season, menemui Eltan tapi bukan itu tujuannya," ucap Kayla. "Lalu untuk apa Kay, kamu tidak membuat masalah lagi kan?" ujar Meera.


Air mata Kayla sudah jatuh, pipinya basah hatinya terasa teriris dan dadanya sesak. "Aku pikir kalian akan mengkhawatirkan jika aku bertemu Eltan akan membangkitkan trauma atau kembali menyakiti diri sendiri tapi ternyata kekhawatiran tersebut bukan untuk aku. Takut jika aku akan mengacau hidup orang lain," jawab Kayla sambil mengusap air mata di pipinya dengan cepat. 


"Bukan seperti itu Kayla, justru kami mengkhawatirkan kamu. Baiknya kita selalu bicarakan dulu jika berhubungan dengan keputusan yang penting," ucap Agha.  "Aku kesana untuk mempertanyakan maksud Om Elang ingin menggantikan Eltan, tapi karena aku tidak memiliki kontak Om Elang maka aku menemui Eltan lebih dulu. Kenapa Yah? Apa Mami Laksmi khawatir aku berubah pikiran dan meminta Eltan menikahiku atau Mami Laksmi juga tidak ingin aku menerima tawaran Om Elang," tutur Kayla. 


"Kayla, hormati ayah dan mamih mu, pinta Kevin. "Aku yakin bukan Bang El yang menyampaikan pada Ayah, tapi mami Laksmi. Aku melihatnya tadi siang, karena beliau menghindar jadi tidak mungkin aku menemuinya," jawab Kayla.


"Lalu, yang mengantarkan mu ke Salon tadi siang siapa Kay? Rika bilang kamu diantar laki-laki." tanya Meera.


"Om Elang," ujar Kayla.


"Jadi, keputusanmu bagaimana Kay? Kamu hendak menerima Elang atau tidak?" tanya Agha. "Aku tidak tahu, tidak mungkin aku menikah dengan orang yang baru aku kenal," balas Kayla. 


__________

__ADS_1


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2