Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Perjodohan, Lagi !!!


__ADS_3

Rika menghampiri Reka dengan mata sembab, "Ayo pulang," ajaknya dengan suara tercekat. Selama berada di mobil mereka tidak bicara apapun


Saat kedua anak kembar itu sampai di rumah, terlihat Bunda yang sudah rapih. "Bunda mau ke mana?" tanya Reka.


"Om Pram sakit, Bunda mau jenguk ini lagi tunggu Papih. Rika kamu ikut ya!"


"Enggak Bun, aku capek banget. Aku ke kamar duluan ya."


Di tempat lain, Eltan keluar dari lift menuju unit apartementnya. Ia bergegas pulang saat meninggalkan sekolah Rika karena Laksmi yang ingin mengunjunginya.


"Makanya, kamu kasih pass code untuk ibu masuk unit kamu, jadi kan Ibu enggak harus menunggu begini."


Eltan diam saja mendengar celoteh Ibunya, ia juga mempersilahkan ibunya duduk ketika sudah berada di ruang tamu.


Eltan bersandar pada sofa dengan mata terpejam, sedangkan Laksmi memindai ruangan apartement mewah tempat anaknya tinggal.


"Kamu enggak bawa perempuan ke sini kan?" tanya Laksmi. Selain ibunya perempuan lain yang pernah menjejakan kakinya di sini adalah Rika, saat membantunya packing sebelum ke Singapura.


"Nak, gimana kamu sudah ada calon lain pengganti Michele?" Eltan hanya menggelengkan kepala, kedua matanya masih terpejam.


Laksmi menghela nafas, "Padahal wajah kamu tampan, enggak kalah dari Elang tapi kenapa sih kamu susah cari pacar."


"Bu, aku dekat dengan perempuan dengan tujuan serius jadi carinya pakai hati. Kalau cuma asal cantik dan langsung membuka kedua kakinya mah gampang," jawab Eltan.


Laksmi memukul lengan Eltan, "Kamu ini kalau ngomong suka asal. Ada rekan Ibu sesama dosen putrinya cantik belum menikah, kamu kenalan ya dengan dia."


"Perjodohan lagi?" tanya Eltan.


"Perkenalan, kalau cocok ya kalian lanjut aja. Kalau enggak ya udah jangan dipaksa. Ayolah, Eltan, Ibu mau lihat kamu cepat punya pasangan," desak Laksmi.


"Atur saja oleh Ibu."


.


.

__ADS_1


.


"Kamu mau diantar ke tempat Bunda atau tetap di sini?" tanya Elang pada Kayla. "Aku ikut Mas Elang aja ya," jawab Kayla yang duduk di pinggir ranjang sedangkan Elang sedang mengkancingkan lengan kemejanya.


"Aku takut kamu lelah Kay," ucap Elang khawatir.


"Kata Bunda, aku harus banyak bergerak biar mudah melahirkan," sahut Kayla. "Harus sering dijenguk juga ya," ujar Elang.


"Itu sih maunya kamu." Elang hanya terkekeh.


Hari ini adalah pengumuman hasil lelang, yang sejak dini hari sudah terupload di web Two Season. Para juri lelang selama dua hari akan siap melayani pertanyaan peserta terkait kenapa mereka dinyatakan menang atau kalah.


Sudah pasti akan ramai di kantor Two Season, atas dasar itulah Elang sebenarnya khawatir membawa Kayla.


"Kamu tetap di ruangan aku ya, sepertinya hari ini aku sibuk. Nanti Rendra yang akan temani kamu kalau ingin berkeliling."


Kayla yang mengenakan maternity dress dan flat shoes menggandeng lengan Elang, berjalan menuju ruang kerjanya melewati lobby yang terlihat cukup ramai.


"Pak Elang," panggil seseorang.


Elang dan Kayla menoleh pada Meta yang berjalan cepat ke arahnya. "Wah, Bapak memang main-main ya. Saya tidak ada dilist juara, Pak Elang tau sendiri bahwa Paman saya bisa mengakhiri kerja sama jika Bapak tidak meloloskan saya sebagai pemenang."


"Meta, sebenarnya simple loh. Kamu tidak menang berarti karya kamu ya biasa aja. Buktinya rancangan kamu yang sold out di daily fashion ternyata milik aku. Jangan-jangan yang kamu lombakan sekarang juga milik designer lain."


"Eh, sembarangan kamu Kay," lalu mendekat ingin menyakiti Kayla tapi seseorang mencekal lengan Meta dan membawanya meninggalkan Elang dan Kayla. Meta terus berteriak saat Rendra membawanya.


"Terobsesi famous kayak begitu kali ya," sahut Kayla. "Dulu kamu dekat dengan Meta?" tanya Elang saat berada di lift.


"Hmm, tapi ternyata dia dekat karena suka dengan Kak Dipta. Konyol," ujar Kayla. "Tampang kamu saat dulu waktu sekolah dan kuliah seperti apa Kay, imut-imut kali ya. Aku pernah cari foto-foto kamu dulu, di kamar tapi enggak ketemu," ungkap Elang. "Ya, sama aja dengan sekarang," jawab Kayla sambil tertawa.


Kayla duduk bersandar pada sofa di ruangan Elang, memainkan tablet milik Elang untuk melihat informasi tentang pengumuman pemenang lelang.


Terdengar pintu diketuk, lalu masuklah Eltan. "Kay," sapanya.


"Hmm," jawab Kayla tanpa menoleh pada Eltan yang saat ini sudah duduk pada kursi di depan meja Elang.

__ADS_1


"Terkait SK realisasi hasil lelang sudah bisa di up ya? tanya Eltan.


"Iya," Elang menutup berkas yang dibacanya. "Untuk cabang mengikuti setelah pusat. Release saja infonya."


"Siap," ujar Eltan lalu pamit undur diri setelah mendiskusikan beberapa hal dengan Elang.


Waktu sudah menunjukan jam 7 malam, Kayla dan Elang yang sudah meninggalkan Two Season sejak sore meninggalkan beberapa pekerjaan yang harus dilanjutkan Eltan.


Namun sejak tadi ponselnya terus berdering, sepertinya Laksmi sudah tiba di Two Season. Malam ini Eltan akan dikenalkan dengan putri dari rekan Laksmi dan benar saja mereka telah menunggu di lobby.


"Eltan," panggil Laksmi saat melihat Eltan yang berjalan mencari keberadaannya. "Jeng Wati, ini Eltan anak saya," ujar Laksmi sambil menggandeng lengan Eltan yang sedikit tersenyum. Lengan kemejanya sudah ia gulung sampai siku, dasinya sudah berada di kantong jas yang ia pegang.


"Malam Tante," sapa Eltan yang disambut dengan senyum lebar di wajah wanita rekan Laksmi. "Nak Eltan ini putri tante, sayang kemarilah."


"Eltan," sambil mengulurkan tangan yang disambut oleh seorang gadis dengan menyalami tangan Eltan," Nana," ucapnya.


"Namanya Kirana, hanya kita terbiasa panggil Nana," jelas Wati ibunda Nana. Awalnya Laksmi hanya menyampaikan akan perkenalan saja namun ternyata beliau sudah merencanakan dengan berlanjut untuk makan malam.


Eltan yang memang sudah letih dengan aktifitasnya hari ini lebih banyak diam begitu pun Nana. Sepertinya gadis itu sama seperti Eltan, hanya korban dari antusias orangtua menjodohkan putra putrinya.


"Aku permisi ke toilet," pamit Eltan.


Bukan hanya panggilan alamiah untuk ke toilet tapi sekedar menghindar dari suasana yang menurutnya tidak nyaman.


Saat keluar, Eltan dikejutkan dengan Nana yang sudah berada di depan toilet pria dengan tangan dilipat di dada.


"Kenapa?" tanya Eltan heran.


"Kamu jangan sok kegantengan ya," ujar Nana yang dibalas Eltan dengan terkekeh. "Sok kegantengan gimana, kan aku memang sudah ganteng," ejek Eltan.


"Eh dengar ya, jangan pikir aku senang riang gembira dikenalin sama kamu, aku cuma mau jadi putri yang baik untuk ibuku," jelas Nana.


"Hmm, terus masalahnya apa?"


"Besok-besok Bunda pasti ada aja ide untuk dekatkan kita, jadi mending kamu tolak dari awal. Kamu kan ngaku ganteng, masa iya enggak ada yang suka sampai harus dijodohkan macam begini."

__ADS_1


Nana gadis yang saat Eltan nilai sangat feminim dengan gayanya namun ternyata kalimatnya berbeda 180 derajat.


Hai,,, jangan lupa jejaksss ya. Love you readersss


__ADS_2