
Enjoy Reading⚘
__________
Baru beberapa hari meninggalkan rumah bunda Meera, bagai sudah lama saja. Kayla meminta dibuatkan sop ayam jamur kesukaanya pada bunda.
"Bun, udah matang belum?" Tanya Kayla.
"Kamu tunggu sana sambil nonton tv, daripada bolak balik cuma tanya udah belum, udah belum."
"Ishh, Bunda."
Kayla menuju ruang keluarga, merebahkan dirinya pada karpet lantai. Memainkan remote tv, menyimak berita yang sedang tayang.
"Yuhuuuu, aku pulang," teriak Rika.
"Bener-bener ini cewek, berisik banget," ujar Reka.
"Biar kata berisik, aku tuh the real belahan jiwa kamu," sahut Rika pada Reka kembarannya.
"Tau ahh."
"Ehhh ada penganten baru, katanya mau honey moon taunya udah gogoleran di rumah. Berantem ya kak ? Kayak judul drama-drama gitu, aku di usir suamiku dibuang ayahku ditampung bundaku."
"Rikaaaa, mulut kamu ya," ujar bunda menghampiri Rika lalu menjewer telinga putri bungsunya.
"Aduh bun, sakittt."
"Terus bun, emang rese mulutnya," ujar Kayla.
"Kamu itu perempuan, coba tutur kata kamu lebih halus. Jangan asal bunyi aja itu mulut."
"Bunda enggak asyik ih."
"Sudah sana, ganti seragam kalian kita makan siang bareng."
Rika dan Reka anak kembar dari Meera dan Kevin yang memiliki karakter sangat berbeda. Membuat suasana kediaman Kevin menjadi lebih hidup dengan kelakuan Rika.
"Kak, enak nggak jadi istri?" Tanya Rika pada Kayla.
"Uhuk-uhuk." Kayla tersedak saat mendengar pertanyaan Rika.
"Pertanyaannya ambigu, jangan dijawab Kak," ujar Reka
"Besok berangkat jam berapa Kay?" Tanya bunda sambil menuangkan air ke gelas Kayla yang sudah kosong.
__ADS_1
"Mungkin pagi bun, aku belum tanya lagi."
"Mau ke mana kak?"
"Singapura."
"Yah, Kak. Punya suami pemilik hotel bonafit, lokasi honey moon agak jauhan dong. Afrika selatan atau Maldives gitu."
"Bukan honey moon, mau temani om Elang urus bisnisnya."
"Kamu hati-hati, harus bisa bawa diri."
"Iya Bun."
"Kak, honey moonnya kapan ? Aku ikut ya," ucap Rika
"Huhhhh," seru Reka sambil melempar tisue ke arah Rika.
***
Sesuai dengan ucapan Elang, bahwa mereka akan di Singapura paling lama satu minggu. Setelah kembali ke Jakarta, Kayla menyadari bahwa suaminya lumayan sibuk.
Hampir 5 bulan dia telah menjalani pernikahan dengan Elang, tidak jarang dia ditinggal Elang ke luar kota untuk mengecek Two Season dibeberapa cabang. Kayla memilih tetap di Jakarta saat Elang ke luar kota, tinggal bersama bundanya dan kembali ke apartemen ketika Elang sudah berada di Jakarta.
Seperti saat ini, Elang sedang di Surabaya. Tidak seperti biasanya, ditinggal Elang Kayla memilih tetap tinggal di apartement. Malas untuk melakukan kegiatan apapun, raganya hanya ingin tidur seperti kelelahan karena aktifitas berlebihan. Nafsu makannya pun hilang karena perut yang sering terasa mual. Alhasil kini ia tampak pucat dan lemah seperti orang yang sedang sakit.
Rendra, supir sekaligus orang kepercayaan yang ditugaskan menjaga dan mengantarkan istri majikannya kemana pun. Termasuk saat ini, berjalan di belakang Kayla mengikuti kemana pun melangkah.
Ting
Lift terbuka, beberapa orang keluar sedangkan Kayla menunggu untuk masuk. Saat melangkah entah kenapa kitten heelsnya terasa tidak seimbang menyebabkan dirinya oleng.
"Aaahh," memejamkan mata, pasrah dirinya akan terjerembab.
Tapi...
'Kok enggak jadi jatuh ya' batin Kayla.
Membuka matanya dan terkejut saat ini ia berada dalam pelukan Eltan.
Cekrek cekrek, tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengabadikan situasi tersebut, orang tersebut tersenyum lalu beranjak pergi.
"Kalau jalan hati-hati," ucap Eltan.
Kayla melepaskan diri dari pelukan Eltan.
__ADS_1
"Nona Kayla, anda _" Rendra yang menanyakan kondisi Kayla, dijeda oleh ucapan Kayla.
"Nggak apa-apa pak." lanjutnya langsung masuk ke dalam lift.
Elang sedang membaca dokumen laporan di mejanya, tangan kiri memijat pelan dahinya. Semalam berita mengenai dirinya dan Kayla mencuat di salah satu media online dan akhirnya ramai juga di banyak pemberitaan. Mengangkat kasus Kayla yang sudah lewat namun dengan tagline dia sebagai istri Elang. Berita-berita tersebut agak mempengaruhi saham perusahaan walaupun tidak menyebabkan kerugian.
Kayla masuk setelah mengetuk pintu, "Om, kita jadi makan siang bareng kan? Aku kangen om Elang," ucap Kayla sambil duduk di pangkuan Elang dan mengalungkan tangan pada leher suaminya.
Dengan wajah datar, Elang menjawab "Sepertinya tidak bisa Kay, ada pekerjaan urgent yang harus diselesaikan."
Raut wajah Kayla seketika berubah, bukan hanya karena Elang membatalkan janjinya tapi sikap Elang yang cuek tidak seperti biasa. Segera bangkit dari pangkuan Elang, "Oke, aku paham. Aku pulang lagi, biar om bisa fokus kerja," ujar Kayla lalu berbalik dan meninggalkan ruangan Elang.
Elang menghembuskan nafas dan menyugar rambutnya, dia menyadari sikapnya barusan menyakiti perasaan istrinya.
Dalam perjalanan pulang, Kayla menatap ke jendela mobil dengan tatapan kosong.
Sampai di apartemen dia menuju kursi yang terletak di balkon kamar, duduk dengan memikirkan sikap suaminya. Tidak terasa air matanya sudah mengalir, isak tangis sudah tidak dapat dibendung.
'Aku cuma kangen kamu Om, mau makan bareng. Tapi kenapa malah mengutamakan pekerjaan,' batin Kayla.
Kediaman Elang ternyata berlanjut, Kayla yang tertidur karena menunggu suaminya pulang terkejut saat bangun pagi dia hanya tidur sendiri di ranjang. Di mana Elang ? Apa dia tidak pulang ?
Bergegas beranjak keluar kamar mencari keberadaan suaminya, Kayla bernafas lega ternyata Elang duduk di sofa sudah siap berangkat. Menatap tablet dan menggeser beberapa kali layarnya, dengan tatapan fokus pada alat tersebut.
"Om, maaf semalam aku ketiduran. Om mau aku buatkan sarapan atau kopi?" Tanya Kayla.
"Hmm, tidak perlu pagi ini aku ada pertemuan dengan beberapa pemegang saham, sekalian sarapan dengan mereka."
Kayla berdiri terpaku di tempatnya, saat Elang berlalu keluar dari apartement tanpa menoleh padanya. Tidak seperti biasanya dia akan memberikan kecupan dikening atau memeluknya. Kembali menangis, dia benci kondisi saat ini termasuk tubuhnya yang sangat mudah terharu menanggapi sikap suaminya.
Sampai dengan siang hari, Kayla terbaring lemah di tempat tidur, setelah beberapa kali memuntahkan isi perutnya.
Berkali-kali melihat ponselnya, berharap suaminya akan menelpon atau mengirimkan pesan, namun hanya mendapatkan kekecewaan.
Menerima panggilan telpon tetapi bukan dari suaminya melainkan dari Agha dan Kevin. Entah kenapa hari ini kedua orang yang sangat dihormatinya tersebut menanyakan keberadaan dan kondisinya saat ini.
Setelah menjawab panggilan Agha juga Kevin, Dipta juga mengiriminya pesan.
Kayla tersenyum, meskipun saat ini dia tidak tau alasan Elang yang bersikap cuek padanya, paling tidak ia masih mendapatkan kepedulian dari keluarganya.
Mata Kayla membola saat membaca notifikasi headline news di ponselnya.
ISTRI DARI PEMILIK TWO SEASON TERJERAT KASUS PLAGIARISME.
Kayla melakukan pencarian terhadap berita tersebut, betapa terkejutnya ia ternyata dirinya saat ini menjadi trending topic.
__ADS_1
__________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖