Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Permintaan Kayla (2)


__ADS_3

"Aku rela menikahimu Kay, jika saat ini kamu memilih berpisah dengan Paman Elang aku siap menerimamu."


"Are you insane?"


"Yes, because of you."


Kayla berdecak dan menggelengkan kepalanya. "Aku akan maafkan Abang asalkan Abang penuhi permintaanku."


Eltan menatap tajam pada Kayla, "Permintaan?"


"Sembunyikan informasi keberadaanku di Kota ini, aku tidak ingin sampai mereka tau. Ingat Bang, semua ini terjadi karena kesalahan Abang juga. Aku bisa berbuat lebih nekat dari melarikan diri," ujar Kayla. Dari raut wajah Kayla Eltan tahu ini bukan sekedar ancaman.


Penyesalan kembali hadir di hati Eltan, "Oke, kamu pikir aku akan berbagi informasi ini." Eltan tertawa sinis.ย "Aku akan penuhi permintaanmu tapi kamu juga harus bersedia memenuhi permintaan aku," ucap Eltan.


"Jangan bernego denganku Bang," jawab Kayla.


"Win win solution Kay, kamu enggak tau Paman Elang mengerahkan berapa banyak orang untuk mencarimu. Paling tidak dengan kita bekerja sama mereka akan lambat menemukanmu."


Kayla menghela nafasnya, "Apa permintaan Abang?" tanya Kayla.


"Rahasiamu aman, kalaupun mereka tau pasti bukan dari aku. Sebagai gantinya, kamu tidak boleh melarang aku menemuimu."


Kayla berdecak, "Jangan aneh-aneh Bang, Abang pikir aku mau bertemu Abang." Eltan mengedikkan bahunya. "Bahkan aku bisa melacak tempatmu bekerja," ucap Eltan.


Kayla mengakhiri pembicaraannya dengan Eltan. "Jangan ikuti aku atau aku pindah lagi, kalau perlu ke Papua. Agar kalian tidak bisa menemukanku."


"Kay, kamu yakin pakai motor begini. Ini sudah malam loh, lagipula kamu kan sedang..." Eltan menghela nafas dan tidak melanjutkan kalimatnya.


Eltan mengikuti Kayla menggunakan ojeg pangkalan, mengikutinya dengan mobil akan diketahui oleh Kayla. Berhenti disebuah rumah yang cukup luas dengan pagar cukup tinggi dengan papan bertuliskan RUMAH KOST PUTRI.


Rencana Eltan untuk bisa menemui Kayla dengan menyembunyikan info keberadaan Kayla harus gagal karena Eltan dimutasi ke Singapura untuk Grand Opening Two Season dan persiapan pernikahannya.


"Lupakan perempuan itu, hilangkan rasa bersalahmu karena kejadian itu bukan murni keinginan kamu. Lagipula, kalau dia tidak masuk ke kamarmu mana mungkin anak Ibu tergoda," ucap Laksmi masih menyudutkan Kayla ketika menasehati putranya.


Kini Laksmi sedang berada di apartement Eltan, karena besok Eltan harus bertolak ke Singapura. "Fokus pada rencana pernikahanmu dengan Michele," titah Laksmi.


Eltan menghela nafas, rencana mendekati Kayla harus gagal karena dengan kepindahannya ke Singapura.

__ADS_1


...***...


Tiga bulan berlalu, tibalah saat Grand Opening Two Season. Dihadiri oleh keluarga Sanjaya, termasuk Laksmi dan Agha karena akan ada pertemuan keluarga untuk memutuskan tanggal pernikahan Michele dan Eltan.


Tim lelang pun turut hadir di Grand Opening tersebut, termasuk Sena. Melihat situasi tidak adanya Kayla yang mendampingi Elang dimanfaatkan oleh Sena untuk kembali mendekati Elang.


"Paman, sepertinya menyerah akan Kayla," ucap Eltan pada Elang.


"Tidak, Kayla tetap istriku. Aku belum menyerah," jawab Elang. "Lalu kenapa perempuan itu kembali dekat dengan Paman?" Eltan menunjuk Sena.


Acara berjalan lancar dan sukses, publikasi dilakukan diberbagai macam media termasuk media online.


Kayla yang sedang berselancar di dunia maya dengan ponselnya, mendapatkan notifikasi berita tentang Two Season. Hatinya terasa sakit melihat foto yang terupload, Eltan sebagai penerus keluarga Sanjaya akan memimpin Two Season Singapore berfoto bersama calon istrinya diapit oleh Laksmi dan Agha. Semakin kecewa pada Agha, yang tidak selalu ada untuk dirinya yang notabene adalah anak kandungnya.


Semakin perih saat melihat foto berikutnya, para petinggi Two Season termasuk Elang Suaminya. Yang membuatnya semakin terluka adalah wanita yang berada disebelah Elang, wanita yang sama yang membuat Kayla meminta penjelasan dan diabaikan.


Kesedihan kembali hadir seiring dengan air mata. "Bunda, Kayla rindu sangat-sangat rindu," ucapnya sambil terisak.


Mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit, kandungannya kini sudah mencapai 5 bulan. "Maafkan Kayla Bun," batin Kayla. "Bunda juga pasti rindu aku dan sedih," ucapnya lagi.


"Ria, aku pinjam laptopmu dong," pinta Kayla. "Di ruangan gue, tumben amat. Mau ngapain ?"


"Obat kangen untuk Bunda, paling tidak Bunda tau aku baik-baik saja," ucapnya sambil mengupload beberapa video saat ia mengisi acara di Cafe milik Bara.


Juga membuka media sosial yang memberikan layanan berbagi foto dan video, diuploadnya juga beberapa foto Kayla pada medsos tersebut.


"Oke, done."


Tanpa Kayla duga, foto dan video tersebut yang awalnya ditujukan sebagai pengobat rindu bagi Meera namun menjadi celah untuk menemukan dirinya.


Keesokan harinya, Dipta yang tiba di kediaman Kevin saat keluarga tersebut sedang menikmati sarapan pagi. "Dipta, kemarilah. Kamu pasti belum sarapan kan?" ajak Meera.


"Ada yang lebih penting dari sarapan Bun," ucap Dipta. Kevin menoleh pada Dipta. "Bagi Bunda saat ini menemukan Kayla adalah yang paling penting," sahut Meera.


"Justru itu yang ingin aku sampaikan, aku tunggu di ruang tamu Bun," kata Dipta. Meera dan Kevin saling menatap tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Dipta.


Tidak lama, Kevin dan Meera bergabung duduk pada sofa dimana Dipta berada, sedangkan kedua anak kembar mereka baru saja berangkat sekolah.

__ADS_1


Dipta membuka ransel dan menghidupkan laptopnya, masuk ke situs sharing video dan memutar salah satu video Kayla yang sedang bernyanyi.


......


Ku tak pernah merasa kesepian


Atau mengangap sebuah cobaan


Hidupku ini penuh dengan cinta


Dan ku sangat bahagia


Jomblo happy memang pilihan hati


Bukan karena tak mampu untuk cari kekasih


Jomblo happy memang pilihan hati


Biar ku bisa bebas terbang ke sana


......


(Jomblo Happy / Gamma1)


Meera menangis dalam rangkulan Kevin menyaksikan video Kayla. "Kayla Pih, aku rindu Kayla. Temukan Kayla," ujar Meera sambil mengguncang lengan Kevin.


"Bukan hanya ini, tapi lihat ini bun," Dipta menyodorkan ponselnya pada Meera lalu membuka medsosnya. Meera mengambil ponsel itu dan menscrool foto-foto serta video singkat Kayla.


"Lihat perutnya, Kayla kamu hamil dan sendirian di luar sana. Pipinya terlihat berisi, tapi makin cantik dan lebih dewasa," ucap Meera sambil tersenyum dan meraba layar yang menampilkan foto Kayla.


"Dipta, cari orang untuk analisa foto-foto dan video itu. Hubungi juga Elang. Kali ini kita harus menemukan Kayla, pasti ada clue yang dapat kita gunakan untuk menemukan lokasi Kayla saat ini," tutur Kevin.


"Nah, aku juga berfikir begitu. Foto dan Videonya sudah ditandai untuk kita analisa. Pak Elang sedang di Singapura, Ayah dan Mamih juga ikut ke sana. Ada pembukaan cabang baru atau apa gitu, aku lupa."


Meera menoleh pada Dipta, "Kita share hal ini hanya pada Elang, jangan sampaikan apapun pada Agha."


_______

__ADS_1


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ๐Ÿ’–๐Ÿ’–


__ADS_2