Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Kecelakaan


__ADS_3

Enjoy reading 😎😊


_________


"Aku. Aku, yang sudah menghamili Kayla," ucap Eltan saat dia membuka pintu. Dia sudah mendengar apa yang sedang dibicarakan saat dia masih di luar kamar rawat Kayla. 


Bughhh.


Dipta  memberikan pukulan pada wajah Eltan. Eltan tersungkur, merasa mendapat serangan tiba-tiba. Dia tidak berniat melawan karena ini memang salahnya, wajar jika Dipta sebagai kakak dari gadis yang dinodai marah. Darah mengalir dari hidungnya akibat pukulan telak Dipta. 


Agha menarik Dipta untuk menjauh dari Eltan, khawatir putranya akan memberikan pukulan  berikutnya. Mami Laksmi yang awalnya terkejut dengan pernyataan Eltan beranjak dan menghampiri Eltan saat putranya tersungkur. 


"Eltan, apa maksudmu? " tanya Laksmi. 


"Baiknya kita duduk, bicarakan baik-baik," ajak Agha.


Eltan menatap Kayla, yang dikhawatirkannya ternyata benar. Ada akibat dari kejadian malam itu, membuatnya wajib bertanggung jawab dan Kayla mau tidak mau harus menerima dirinya.


Kayla hanya bisa menunduk, matanya sembab dan jari tangannya meremas ujung atasan piyamanya. 


"Eltan, jelaskan!" Perintah Agha. 


Akhirnya Eltan menjelaskan terkait pengakuannya. Mulai dari malam panasnya dengan Kayla yang tanpa rencana dan tanpa cinta karena pengaruh alkohol dan obat perangs*ng yang entah siapa mencampurkan pada minumannya. Termasuk usaha Eltan menemui Kayla yang selalu ditolak gadis itu. Serta kekhawatiran Kayla hamil mengingat malam itu dia tidak menggunakan pengaman. 


Dipta menarik kerah kemeja Eltan hendak memukulnya kembali. "Bangs*t! Kalo gak biasa mabok gak usah bertingkah, malah adek gue jadi korbannya," hardik Dipta. 


Laksmi dan Kevin yang memang berada paling dekat dengan kedua orang itu segera memisahkan mereka agar tidak berlanjut berkelahi. Laksmi menarik Eltan "Ibu kecewa Eltan, kamu setuju ke Jakarta untuk belajar mengurus bisnis keluarga ayahmu. Kenapa kamu malah begini, bagaimana jika paman Elang tau," ujar Laksmi.


Kayla mengangkat pandangan wajahnya dan menatap nanar pada Laksmi, bagaimana maminya bisa berkata demikian. Terlepas dari kondisinya sekarang dia malah mengkhawatirkan posisi Eltan di perusahaan. Apa dia tidak salah dengar ? 


"Untuk memastikan, kalian bisa cek cctv di rumah Pak Agha. Aku masih ingat tanggal dan waktunya. Kayla benar-benar masuk ke kamarku sehingga terjadilah," ujar Eltan 


"Kay, kamu masuk ke kamar Eltan ? Kalian bukan saudara kandung, harusnya kamu bisa menjaga diri untuk tidak masuk kamar laki-laki yang bukan keluargamu," seru Laksmi.


Meera beranjak dari duduknya 


"Laksmi, maksud kamu ini salah Kayla ? Kamu sendiri tau Eltan bukan saudara kandung dengan Kayla kenapa kalian membiarkannya tinggal serumah," ucap Meera.


"Karena Eltan anakku wajar kalau aku ingin tinggal dengannya."


Meera ingin menjawab ujaran Laksmi namun Kevin menghampirinya dan mengelus pelan punggungnya, "Sudah, sebentar lagi jadwal visit dokter. Kita jangan ribut di sini."

__ADS_1


Kayla tidak menyangka Mami Laksmi bisa berkata demikian. Dari bahasa yang diucapnya, Kayla merasa Laksmi menyalahkannya, semua tidak akan terjadi jika dia tidak masuk kamar Eltan. Padahal malam itu Kayla memaksa mengikuti Eltan khawatir dengan kondisi Eltan. 


Semua orang keluar dari kamar rawat Kayla, ketika dokter dan salah satu perawat hadir untuk memeriksa kondisi Kayla. Terdengar obrolan bahwa Agha dan Laksmi akan pulang ke rumah, Eltan pun diminta ikut ke rumah Agha.


.


.


Kayla membuka matanya, samar terdengar pembicaraan yang lebih mengarah pada perdebatan Dipta melalui sambungan telepon. Ya, Dipta berdebat yang entah dengan siapa melalui ponselnya. Setelah visit dokter Kayla merebahkan dirinya dan terlelap. 


"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Meera baru saja keluar dari kamar mandi.


"Iya Bun."


"Bunda dan Dipta ke kantin dulu ya, kamu gak apa-apa ditinggal sendiri?"


"Gak apa-apa bun, memangnya aku anak kecil yang takut jika ditinggal"


"Bagi bunda kamu tetap putri kecil bunda," canda Meera.


Selepas kepergian bundanya Kayla termenung memikirkan kehamilannya. Kayla tidak khawatir terkait pertanggungjawaban dari ayah bayi yang dikandungnya, karena Eltan siap menikahinya. Tapi Kayla khawatir dengan Mami Laksmi, pernyataannya tadi menimbulkan konflik pribadi, sudah pasti hubungannya dengan Mami Laksmi tidak akan berjalan harmonis seperti sebelumnya. 


Kayla beranjak dari hospital bed yang ditempatinya, dia memikirkan sebuah rencana yang mungkin akan dilakukannya. Berharap rencana yang dipikirkannya bisa menjadi solusi sementara terkait urusannya dengan Eltan.


Tiiitttt.


Brukk.


 Tubuh Kayla tiba-tiba terlempar dan terasa melayang. "Ayah, Bunda," ucapnya lirih sebelum tubuhnya terhempas kembali ke tanah tepatnya jalanan beraspal lalu tidak sadarkan diri. Kayla tertabrak oleh salah satu kendaraan roda empat karena kelalaiannya saat berjalan. Orang-orang disekitar kejadian berlari menghampiri tubuh Kayla yang terlihat mengkhawatirkan.  


Dipta dan bunda Meera baru saja kembali dari kantin, mereka terkejut tidak melihat Kayla di kamarnya. 


"Kay," ucap bunda sambil membuka pintu toilet namun tidak menemukannya di sana.


"Mungkin Kayla keluar Bun, bete kali di dalam terus."


"Ayo kita cari," ajak Bunda.


Meera menanyakan keberadaan Kayla pada perawat yang ditemuinya di luar, namun tidak mendapatkan informasi yang berarti. Taman rumah sakit tempat keluarga pasien sekedar melepas penat yang tidak jauh dari ruang perawatan VIP dan VVIP juga tidak terlihat Kayla di sana.


Dipta dan Meera menyusuri lorong rumah sakit sambil terus mencari Kayla hingga sampai ke lobby. Terlihat sedikit keramaian hingga terjadi kemacaten tepat di depan rumah sakit. "Sepertinya ada korban kecelakaan." Meera mengajak Dipta mencari ke area lain, namun Dipta penasaran dengan korban kecelakaan tersebut, karena terdengar saksi kejadian menyebutkan bahwa korban tersebut berjenis kelamin perempuan.

__ADS_1


Dipta berjalan cepat menuju IGD rumah sakit, Meera mengejar di belakangnya. 


"Maaf mas, tidak boleh masuk," ucap salah satu perawat pada Dipta saat dirinya memasuki IGD. 


"Saya mau lihat korban kecelakaan barusan,"  ujar Dipta.


"Mas siapanya?" Tanya perawat.


"Justru saya ingin memastikan," jawabnya memaksa masuk melewati perawat yang menghalanginya.


Nampak dokter dan dua orang perawat sedang tergesa memberikan tindakan pada korban kecelakaan di salah satu brankar pasien. Sebagian pakaiannya sudah terkena darah, beberapa bagian terlihat luka dengan keadaan tidak sadarkan diri. Dipta mengenali piyama yang dikenakan korban, semakin mendekat untuk melihat wajah pasien tersebut.


"Kayla," teriaknya mendekat pada brankar.


"Mas jangan ganggu tindakan, mas tunggu di luar," ucap perawat yang tadi menghalanginya masuk sambil menarik Dipta.


"Dia adik saya suster," teriak Dipta dengan mata mulai berkaca - kaca.


"Biarkan dokter menanganinya, keluarga pasien bisa tunggu di luar."


"Dipta, gimana? Ada Kayla di dalam?" tanya Bunda Meera.


"Bun, korban kecelakaan itu Kayla," jawab Dipta dengan raut wajah penuh kecemasan.


"Kaylaaa," jerit Meera, tangisnya pecah. Tubuhnya lunglai dan terduduk di lantai. Dia tak menyangka bahwa putrinya akan mengalami kejadian ini. Bayangan kayla mengalami kemungkinan terburuk terlintas di pikirannya membuat dia semakin histeris. Dipta membawa Meera untuk duduk pada kursi tunggu, lalu menghubungi Agha dan Kevin menceritakan perihal kondisi Kayla.


Tiga jam telah berlalu, keluarga telah menyetujui tindakan yang dilakukan oleh Rumah sakit pada Kayla. Mereka berada di depan ruang operasi. Meera menangis di dada Kevin, tangan kiri Kevin terus mengelus punggung Meera memberikan ketenangan. Agha duduk bersisian dengan Dipta menunggu dengan raut wajah khawatir. Tampak pula Eltan dengan wajah tertunduk, jemari kedua tangannya saling meremas. Gelisah menunggu tindakan yang dilakukan dokter dengan hati penuh penyesalan karena merasa apa yang terjadi pada Kayla imbas dari kesalahannya.


Akhirnya pintu ruang operasi terbuka, tampak seorang Dokter keluar.


"Keluarga pasien Kayla?" ucap dokter tersebut. 


"Iya dok," jawab Agha menghampiri dokter diikuti yang lainnya. 


"Tindakan sudah dilakukan, kondisi pasien sudah stabil tinggal menunggu dia sadar kembali. Keluarga boleh menemui ketika sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Salah satu tulang rusuknya retak mungkin karena benturan, pendarahan dalam sudah dihentikan. Untuk pergelangan kaki kanan cedera dan retakannya agak parah, kita terus lakukan observasi untuk kemungkinan pemasangan pen pada tulang. Sedangkan untuk kehamilan pasien, kami mohon maaf harus menyampaikan bahwa pasien mengalami keguguran," ungkap dokter.


Setelah penjelasan dokter Meera menangis dalam pelukan Kevin. Dipta terduduk dengan kepala tertunduk, Agha memijat pelan pelipisnya seakan merasakan sakit pada kepalanya. Eltan merasa dirinya hampa dan dadanya sesak menahan tangis. Rasa bersalah menyelimuti hatinya, ingin segera memeluk Kayla dan mengatakan "Maafkan aku Kayla. Semua akan baik-baik saja, aku akan selalu ada untukmu".


 


__________

__ADS_1


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖


__ADS_2