
Haiiiii, terima kasih yang sedang baca maraton. Bolehlah lemparkan bunga atau yang lainnya ๐, vote juga boleh โบโบโบ.
__________
"Oke, aku pulang. Om hati-hati," ujar Kayla lalu mengecup singkat bibir Elang lalu meninggalkan ruangan Elang melewati Mega yang mengangguk hormat padanya. Kayla tidak menoleh atau tersenyum pada Mega.
Elang meraih map berkas yang harus ia tandatangan, namun perhatiannya tertuju pada dua lembar sketsa yang ada di meja kerjanya.
Elang menandatangani berkas yang ditunggu oleh Mega lalu memyerahkannya. "Minta supir bersiap, aku segera turun," titah Elang.
"Baik pak," Mega menyeret koper Elang keluar ruangan. Elang kembali duduk di kursinya memperhatikan dua lembar sketsa dihadapannya.
"Apa Kayla berniat kembali ke dunia design," batin Elang. "Aku akan mendukungmu, sayang." Kemudian Elang menyimpan ponselnya pada saku jas yang ia kenakan dan bergegas meninggalkan ruangan menuju Surabaya.
Kayla sendiri ia tidak mengemudikan mobilnya untuk pulang, ia terus malaju di jalan raya yang semakin padat. Memasuki area parkiran sebuah pusat perbelanjaan. Ia ingin mendamaikan hatinya dengan berbelanja.
Melangkahkan pelan kedua kakinya yang beralaskan flatshoes. Menyusuri pertokoan dan mencari eskalator untuk berpindah ke lantai yang lebih tinggi.
Ternyata Kayla mencari toko kebutuhan perlengkapan baby dan ibu hamil.
"Lucu-lucu banget sih," ucap Kayla bermonolog, "tapi aku akan beli kalian nanti, sekarang belum saatnya."
Lalu beralih keperluan ibu hamil, memilih beberapa piyama, baby doll juga maternity dress. "Mbak, ini bisa diantar ya?" tanya Kayla sambil menyerahkan kartu pembayarannya.
"Bisa, silahkan isi alamatnya!"
Setelah keluar dari baby shop, tanpa diketahui oleh Kayla ada sepasang mata memperhatikannya dan mengikuti langkah Kayla. Tujuan berikutnya adalah toko kain.
Berjalan menyusuri gulungan berbagai macam kain, sesekali Kayla berhenti dan meraba salah satu gulangan kain. Bertanya jenis kain yang akan dibeli serta ukuran dan warna.
"Mau dibawa sendiri bu? Agak berat, atau mau kita antar ke mobil? tanya pramuniaga toko.
"Bisa diantar aja enggak?"
"Bisa bu."
Setelah selesai urusan kain, Kayla berniat mengisi perutnya yang sudah bernyanyi sejak tadi. Namun ia agak terkejut saat keluar dari toko, "Wah, tidak menyangka akan bertemu dengan istri sah dari Elang Sanjaya di sini." Sena berbicara sambil melipat kedua tangannya didada.
Kayla tersenyum, "Kebetulan sekali, tambah rusak mood saya bisa bertemu anda."
"Aneh, kemana suami yang kamu banggakan itu. Kenapa dia tidak ikut mendampingi kamu?"
Kayla tertawa, "Aigoo, kepo banget deh Mbak yang satu ini. Saya bukan bocah labil yang kemana-mana harus diikuti suami, tanggung jawab dia besar. Ribuan karyawan bersandar hidup pada pundaknya, untuk hal sepela seperti ini aku tidak mungkin libatkan beliau. Jangan-jangan anda dulu begitu ya, kasian-kasian-kasian. Permisi, saya sibuk, tidak ada waktu meladeni orang sirik kayak kamu."
Kayla melewati Sena yang wajahnya semakin emosi. "Ahh iya," ucap Kayla sambil kembali menoleh pada Sena, "kamu itu di Two Season hanya pegawai biasa, jadi hargai suamiku sebagai pimpinan kamu. Masa lalu kalian bukan menjadi alasan kamu berbuat seenaknya."
__ADS_1
Sena semakin geram mendengar pernyataan Kayla, "Kamu tidak usah sombong, sekarang mungkin kamu sedang di atas. Tapi kita tidak tau ke depan seperti apa, kalau ternyata kamu dibuang oleh Elang kamu bukan siapa-siapa."
Kayla tersenyum sinis, "Sepertinya anda salah paham Nona Sena. Aku, sebelum dan setelah menikah dengan Elang sudah berada di atas," ucap Kayla sambil melambaikan tangannya dan berlalu.
"Hilang deh nafsu makan aku," batin Kayla lalu mengeluarkan ponselnya dan menelppon seseorang.
"Halo."
"Bunda, aku makan malam di rumah ya?"
"Loh, kamu bukannya pulang dengan Elang."
"Om Elang ke Surabaya."
"Sekarang kamu di mana?"
"Di mall, habis shopping."
"Astaga Kayla, cepat pulang! Suami enggak ada malah kelayapan."
"Iya bun, bye."
...~ *** ~...
"Halo." Kayla menjawab panggilan telpon Elang dengan suara parau, masih bergelung dengan selimut, bahkan matanya masih terpejam.
"Hmm. Gimana ? Kondisi sudah aman Om?
"Belum, masih dihandle. Kay."
"Hmm."
"Kay, aduh Kay, aku kangen banget ini."
"Hmm."
"Kamu boleh naik pesawat enggak sih? Temani aku di sini."
"Enggak boleh, kalau boleh mungkin kemarin aku akan kabur lebih jauh."
"Ck, masih aja bahas itu. Ganti video call."
Cukup lama Kayla bervideo call dengan Elang, setelah itu ia ke kamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi. Mengikat rambutnya dan berbagung dengan anggota keluarga Kevin lainnya di meja makan.
"Ih, jorok. Pasti belum mandi," ledek Rika.
__ADS_1
"Enggak mandi juga aku tetap cantik."
"Narsis," ujar Reka.
"Hari ini kamu ada kegiatan apa Kay?" tanya Kevin.
"Paling tunggu kain pesanan aku, ada design yang mau aku buat." Kayla menjawab sambil menyuapkan sarapannya. Kevin menoleh pada Meera, begitu pula sebaliknya.
"Papih selalu dukung kamu Kay," ujar Kevin.
"Meskipun saat nanti aku mulai kembali, akan ada pemberitaan buruk lagi, dan itu akan berimbas ke perusahaan Papih," ucap Kayla.
"Tidak akan, percaya Papih. Kamu cukup fokus dengan apa yang ingin kamu capai dan jaga kesehatan. Sisanya biar Papih yang urus, nanti Papih bicara juga dengan suamimu."
"Uhmmm, Kay sayang kalian," ucapnya sambil membuat tanda cinta dengan jarinya ditunjukan pada Kevin dan Meera.
"Ih lebay, aku juga sayang kalian." Rika melakukan hal yang sama dengan Kayla.
"Sama-sama lebay," seru Reka.
.
.
.
Siang harinya, pesanan kain Kayla sudah datang. Berada pada sebuah ruangan dalam rumah Kevin yang memang Meera siapkan untuk menyimpan semua barang yang berhubungan dengan profesi Kayla yang sebelumnya pernah ingin disingkirkan.
Ternyata Meera masih menyimpan semua dan menempatkan dalam sebuah kamar. "Aku kira sudah dibuang," ucap Kayla.
Berkutat dalam ruangan itu, Kayla mulai mengukur, membuat pola dan mulai menjahit. Entah apa yang ia buat, hingga membuatnya menghabiskan waktu beberapa hari ini di dalam ruangan tersebut.
Sudah hampir seminggu pula Elang berada di Surabaya, walaupun terpisah jarak namun Elang selalu intens dalam berkomunikasi dengan Kayla.
Dan dua buah busana telah jadi selesai ia buat dan sudah bergantung pada manekin. Satu stel tuxedo dengan ukuran tubuh Elang yang didapat Kayla dari butik langganan Elang serta satu buah gaun yang memang sengaja dibuat untuk couple dengan tuxedo. Bahkan kedua pakaian itu sudah dibawa ke Two Season diletakan di kamar yang ada pada Ruang kerja Elang.
Kayla sedang bersandar pada head board ranjangnya, ia membuka ponsel ingin menyampaikan niatnya untuk menggeluti profesinya kembali dan rancangan pertamanya ia persembahkan untuk suaminya Elang Sanja.
Senyum Kayla hilang saat membuka pesan dari Elang, pesan berisi foto Kayla saat sedang berbelanja di malam keberangkatan Elang ke Surabaya ditambah dengan kalimat, "Kamu keluar rumah tidak ijin dengan suami, kejutan apa lagi yang ingin kamu berikan?"
Kayla menghela nafasnya, "Apa kalian masih saling komunikasi di belakangku," ujar Kayla bermonolog.
to be continue
#Yuhuuuu, thanks banget yang sudah meninggalkan jejak di tiap chapternya, seru deh komentar kalian. Bahkan sampai pembahasan minyak goreng, ๐คฃ
__ADS_1
_______________
Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author ๐๐