Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Menghindar


__ADS_3

Enjoy Reading ⚘


______________


"Selamat pagi." sapa Lisa saat membuka pintu.


"Pagi".


"Eltan, Tara bilang sudah kirim draft kontrak dengan PT. Orang Muda tapi belum di approve. Agenda sore ini kita pengajuan kontrak."


"Lisa pahami batasanmu kita sedang di kantor," pungkas Eltan tanpa menatap Lisa, "minta Tara cek ulang, saya sudah kirim approvalnya."


"Baik pak," jawab Lisa.


"Saat kita di club kamu memberikan campuran obat apa pada minuman saya?"


"Maksudnya, pak?"


"Ada efek dari minuman yang kamu berikan ke saya? Apa maksud kamu memberikan itu pada saya?"


"Saya tidak ingat pak, malam itu saya mabuk berat. Bahkan saya juga gak ingat kalau memberikan minuman ke Pak Eltan. Club kan tempat having fun pak, kadang ada minuman dengan obat tidur atau perangs*ng demi one night stand dengan pasangan yang diingankan."


"Kamu bisa kembali ke ruanganmu," potong Eltan.


'Sial*n, padahal sudah berhasil ide gue. coba kalo enggak mabuk udah pasti Eltan jadi milik gue,' batin Lisa sambil meninggalkan ruangan Eltan.


Bersandar pada kursi kerjanya, memejamkan mata dan memijat pelipisnya.


"Kayla, maafkan aku." Eltan memeriksa pesan yang dikirim ke Kayla sejak kemarin, tak ada satupun yang dibalas. Bahkan sekarang ia tidak dapat menghubunginya karena nomornya sudah diblokir.


Eltan mengangkat gagang pesawat telpon di mejanya, menekan beberapa angka dan menunggu nada panggilan.


"Halo."


Detak jantungnya terasa berdebar lebih cepat saat mendengar suara itu. Kayla menjawab panggilan Eltan yang menghubunginya melalui telepon kantor. Menarik nafas dan menjawabnya.


"Halo, Kayla ini aku. Please jangan tutup teleponnya. Kita perlu bicara Kay, kamu dimana biar aku yang menemuimu."


"Jangan hubungi aku bang, apalagi menemuiku. Aku gak mau mengingat apa yang sudah abang lakukan."


"Justru itu Kay, kita harus bicara. Kamu harus tau kenapa aku bisa lakukan hal itu dan aku bukan pria breng_sek . Aku harus pertanggungjawabkan apa yang sudah terjadi."


"Aku gak peduli. Aku benci abang," jawab Kayla lalu menutup sambungan telepon.

__ADS_1


"Halo Kay ! Argggggh, shiiit."


Setelah menjawab panggilan telepon yang ternyata dari Eltan, Kayla kembali menitikan air mata. 'Aku benci abang, abang jahat,' batin Kayla.


"Kay, kayla." Panggil Dipta diiringi suara ketukan pintu


"Ya," jawab Kayla sambil membuka pintu, lalu kembali merebahkan dirinya pada tempat tidur dan menutupi kembali tubuhnya dengan selimut.


"Bunda tadi telepon aku, katanya dia hubungi kamu tapi gak diangkat. Kenapa sih ? Tampangmu juga kusut banget. Eh kamu nangis ya"? tanya Dipta saat menyingkirkan selimut dan melihat wajah Kayla.


"Apa sih kak, aku semalam buat sketsa rancangan baru pesanan Luxurius. Aku baru tidur 2 jam, udah sana deh aku mau tidur. Nanti aku hubungi bunda. Yang jelas sementara aku tinggal disini, aku lagi ada project dengan Luxurius," tutur Kayla.


"Yakin cuma itu ? Bukan habis nangis karena putus cinta kan ? Tapi siapa yang putusin kamu ya, pacar juga gak ada." Kayla melemparkan salah satu bantal pada Dipta.


"Rese banget sih, udah sana jangan ganggu aku mau tidur lagi."


Kayla memang sedang tinggal di apartemen Dipta, semenjak kejadian di rumah Agha dia kurang tidur karena sulit memejamkan mata. Bayangan Eltan menyentuhnya seakan terus berputar.


Alih-alih mengatakan dia ingin tinggal di apartemen Dipta karena ingin konsen dengan project bersama Luxurius, kenyataan justru dia sulit menuangkan ide menyelesaikan pesanannya. sketsa-sketsanya belum berlanjut.


Kalya membuka ponselnya, mencari kontak sang bunda lalu menghubungi. Dia juga menghubungi Agha karena ayahnya juga terus menghubunginya karena dia tidak kembali ke rumahnya.


Kayla pikir semua akan berjalan sesuai dengan asanya, setelah hampir sebulan menghindari pertemuan dengan Eltan selain dengan memblokir kontaknya, tidak tinggal di rumah ayahnya yang memungkinkan dia bertemu dengan Eltan. Namun hari ini di luar prediksinya, Kayla bertemu dengan Eltan saat dia menemui Agha untuk makan siang bersama. Kayla datang bersama Dipta, tampak ayahnya serta mami Laksmi telah menunggu di salah satu meja restaurant langganan keluarga mereka.


Agha duduk bersebelahan dengan istrinya pada meja bundar yang sudah direservasi. Eltan duduk disamping ibunya, menyisakan 3 kursi kosong. Dipta mendudukan dirinya disamping sang ayah setelah menyapa. Kayla berdecak sebelum akhirnya memilih duduk disamping Dipta setelah mengecup pipi Ayah dan Mami Laksmi.


Detak jantung Eltan berdebar, dahinya berkeringat, dia sudah menunggu moment ini. Bertemu dengan Kayla untuk membicarakan permasalahannya. Tapi bukan dengan suasana yang seperti ini, dengan ayah dan kakak kandung Kayla serta ibu kandungnya yang mana adalah istri dari Ayah Kayla. Apa yang akan terjadi jika Eltan mendiskusikan masalahnya dengan Kayla saat ini. mungkin bogem mentah akan diterimanya dari Dipta atau Agha.


"Kay, minggu ini kamu pulang ya? Mami mau ajak kamu ke rumah Tante Mer. Anaknya mau dilamar jadi dia mau kamu desainkan seragam untuk acara lamaran," ujar Laksmi.


"Hmmm, diusahakan Mih," jawab Kayla.


"Sibuk sekali kah? sampai pulang pun tak sempat.


Bundamu juga mempertanyakan hal yang sama," ucap Agha.


Percakapan mereka terjeda saat pelayan membawakan hidangan.


"Aku cuma mau fokus Yah. Aku berpartisipasi Top Desaigner Indonesia, baru beres minggu lalu penyisihan. Sekarang lagi ada project dengan Luxurius."


"Alasan tuh Yah, habis putus cinta kali. Aku pernah lihat dia nangis-nangis, matanya bengkak," ungkap Dipta sambil terkekeh.


"Apaan sih Kak," ucap Kayla sambil memukul lengan kanan Dipta.

__ADS_1


"Kamu udah punya pacar Kay, kok gak pernah dikenalin ke Mami, malah taunya udah putus aja."


Agha hanya fokus pada hidangannya sambil menatap Kayla.


Eltan tercekat, makanan yang saat ini dikunyah seakan turun dengan sendirinya melewati kerongkongan. Melirik sekilas pada Kayla, rasa bersalah makin menguat setelah penuturan Dipta. Menghindarinya sampai harus meninggalkan rumah ayahnya sendiri, bahkan Dipta menyaksikan Kayla menangis. Kesibukan yang digadang-gadang ternyata hanya sebuah alasan. Rasanya ingin menghampiri gadis itu, memeluknya dan mengatakan penyesalannya.


"Kay, makannya yang bener dong. Dihabiskan! Kamu kelihatan agak kurusan, pucat lagi."


"Gak naf su Mih," ucap Kayla sambil meneguk orange juicenya.


"Sebaiknya kamu pulang ke rumah bunda, ayah enggak mau nanti disalahkan dengan kondisi kamu."


Kayla hanya mengangguk dan ijin ke toilet. Akhir-akhir ini tubuhnya memang cukup lelah, mudah mengantuk termasuk hilangnya nafsu makan. Bertemu dengan Eltan saat ini membuatnya muak. Setelah mencuci tangan selepas membuang hajat kecilnya dia keluar dari toilet dan tak menyangka Eltan sudah menunggunya.


"Kayla, jangan menghindar, kita harus bicara. Kamu bukan anak kecil yang sedang merajuk dengan terus menghindar. Kita perlu selesaikan masalah ini."


"Janggan ganggu aku Bang."


"Kita harus bicara Kay."


"Aku enggak mau."


Kayla berlalu hendak meninggalkan Eltan, namun tangannya ditarik sehingga tubuhnya kembali berhadapan dengan Eltan.


"Aku perlu jelaskan tentang malam itu, aku dipengaruhi obat. Entah siapa yang sudah menjebakku dan aku menyesal."


"Penyesalan Abang gak ada gunanya, enggak akan membalikan keadaan. Jadi jangan ganggu aku, anggap saja malam itu tidak ada yang terjadi."


"Kay, aku bukan laki-laki brengs*k yang menodai perempuan lalu meninggalkannya seolah tidak ada yang terjadi, aku akan bertanggung jawab. Makanya kita harus bicarakan bagaimana kita menyampaikan hal ini pada keluarga."


"Enggak perlu."


"Jangan egois Kay, bagaimana masa depanmu nanti. Aku sudah menyentuhmu, apa kau yakin calon suamimu nanti akan menerima kondisimu."


"Abang enggak usah ikut campur, aku berharap nanti ada laki-laki yang mencintai dan menerima aku apa adanya. Jadi tidak usah lagi dibahas dan lupakan, karena bukan hanya aku yang hancur Bang, aku enggak mau menyakiti mami Laksmi, bagaimanapun abang anaknya."


Eltan menyugar rambutnya.


"Hamil, bagaimana kalau kamu hamil. Aku tidak pakai pengaman, saat itu aku dalam keadaan terdesak."


Kayla terpaku dengan penyataan Eltan, bagaimana jika yang disampaikan Eltan terjadi. Bagaimana jika dia benar hamil anak Eltan ?


____________

__ADS_1


Silahkan tinggalkan jejak dengan memberikan like, voting, komentar, bintang 5.


Salam sayang selalu dari author 💕


__ADS_2