Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Kembali Terpuruk


__ADS_3

Happy Reading 😎


_______


ISTRI DARI PEMILIK TWO SEASON TERJERAT KASUS PLAGIARISME.


Kayla melakukan pencarian terhadap berita tersebut, betapa terkejutnya ia ternyata dirinya saat ini menjadi trending topic.


Banyak pemberitaan mengenai kasusnya yang telah lewat, bahkan membawa nama Elang suaminya dan Agha Farraz ayahnya. 


Entah siapa yang memulai memblow up kejadian yang sudah lewat ini. Kayla yang dulu berusaha tegar melewati kasusnya, berbeda dengan saat ini. Hatinya seperti sangat rapuh, kecewa yang entah harus ditunjukan pada siapa, menyesal yang bingung disampaikan ke mana. Yang ada dia kembali menangis, bukan hanya terisak tapi meratap, sambil memukul pelan dadanya yang terasa sesak. 


Apakah hal ini yang membuat Elang bersikap acuh padanya akhir-akhir ini, tetapi bukankah suaminya telah mengetahui kasus tersebut sebelum mereka menikah. Dengan kuasa Elang seharusnya pemberitaan ini bisa di hentikan tapi mengapa dia seakan tersudutkan sendiri. 


Cukup lama menangis membuatnya tubuh Kayla semakin lemas, kepalanya semakin terasa pening. 


'Bunda, aku butuh bunda sekarang' batin Kayla.


Dia hendak beranjak saat ponselnya bergetar, sebuah pesan masuk yang nomornya belum tersimpan. Kayla mengernyitkan dahi ketika membuka pesan berisi gambar screenshoot sebuah postingan di Instagr*m. Sebuah foto Elang dengan seorang wanita yang memeluk lengan kirinya dengan pose manja dan keduanya tersenyum. Caption yang lumayan membuat hati Kayla panas, "Long Time No See, Akhirnya mau datang ke Bali juga 🥰".


Rasa penasaran membuat Kayla membuka aplikasi instagr*mnya mencari username yang membuat postingan tersebut. Matanya kembali berembun ketika melihat tanggal postingan tersebut adalah 3 hari yang lalu, sedangkan suaminya saat itu berada di Surabaya bukan di Bali. Memutuskan bahwa ia harus mengkonfirmasi langsung pada Elang. Bahkan komentar-komentar dari postingan tersebut membuatny gerah. 


Diantar oleh Rendra, Kayla turun ketika mobil yang ia tumpangi sudah terparkir di kediaman Kevin.


Melihat bundanya sedang duduk di sofa sedang menelpon entah dengan siapa, Kayla merebahkan dirinya di sofa yang sama dengan pangkuan Meera sebagai sandaran kepalanya.


Terkejut dengan kehadiran Kayla, Meera hanya bisa mengelus kepala putrinya. Setelah mengakhiri panggilan, "Ke sini sama siapa? Kenapa nggak bilang, kan Bunda bisa masakin kamu apa gitu kalau tadi telpon dulu."


"Hm, aku kangen bunda, biarkan begini dulu bun," pinta Kayla tetap pada posisinya.


"Kamu sakit Kay? Wajah kamu pucat loh."


"Cuma nggak enak badan aja."


"Sudah makan?" Kayla menggelengkan kepalanya pelan.  Meera memukul lengan putrinya, "Ini sudah jam berapa, masa kamu belum makan."


"Nggak nafsu bun, kepala aku pening. Aku sudah beberapa kali muntah, padahal makan juga belum."

__ADS_1


Meera berfikir sejenak dari keluhan yang disampaikan Kayla, "Sudah periksa ke dokter?"


Kayla tidak menjawab, matanya masih terpejam. "Kamu istirahat di kamar, bunda mau cari Mang engkos atau Mbak Lula"


"Mau ngapain?" tanya Kayla


"Suruh ke apotik."


"Aku nggak mau minum obat bun."


"Siapa yang mau beli obat, beli tespek." Kayla membuka matanya dan beranjak duduk, "Bunda hamil lagi?" 


Meera kembali memukul pelan lengan putrinya, "Ih, kamu jadi perempuan nggak peka banget. Tespek untuk kamulah." 


"Untuk aku?"


"Sudah sana istirahat di kamar." Pikiran yang kacau membuat tidak bisa tidur, yang ada hanya tambah pusing. Bunda masuk ke kamar, "Kay, sudah bangun?"


"Hm, aku nggak bisa tidur bun, cuma merem aja."


Kayla kembali rebahan, "Belum kelihatan, aku simpan di wastafel."


Meera bergegas masuk ke kamar mandi, "Alhamdulillah, Kayla, Bunda sebentar lagi jadi Nenek," teriak bunda. "Makan ya Kay," ajak Bunda sambil mengelus rambut Kayla.


"Aku mual bun, malas makan."


"Harus dipaksa Kay."


"Iya, sebentar lagi. "Entah berapa lama Kayla tertidur saat bunda masuk kembali ke kamar "Kay, bangun. Kata Pak Rendra, suamimu telpon minta kamu pulang ke apartement."


"Hmm."


"Kalian bertengkar?" tanya Bunda. Kayla hanya terdiam, "Kalau ada masalah selesaikan, jangan kabur."


Kayla sudah berada di apartement, perutnya saat ini hanya bisa menerima roti tawar dan air hangat.


Jam setengah sepuluh malam, Elang sampai di apartement. Kayla menunggu di sofa, terkantuk-kantuk. 

__ADS_1


"Om mau aku buatkan kopi atau teh? Atau mau mandi dulu."


"Tidak usah, kamu sebaiknya istirahat."


Kayla masih duduk di sofa menunggu Elang, ada hal yang ingin dia konfirmasi. Padahal tubuhnya sudah lemas, matanya mengantuk dan kepalanya sangat pening. Mungkin efek dari kehamilannya.


"Kenapa masih disitu, aku bilang istirahat!"


"Ada yang mau aku bicarakan," ujar Kayla sambil menunduk. Elang medekat dan duduk di sofa bersebrangan dengan Kayla.


"Aku tau, berita-berita yang muncul pasti mempengaruhi bisnis Om, maaf kalau aku jadi menyusahkan. Tadi siang ada yang mengirimkan aku foto dan ini agak menggangguku." Kayla menggeser ponselnya ke hadapan Elang, layarnya menampakan foto Elang dan seorang wanita.


Elang menghela nafas dan menatap Kayla, "Jadi ini yang membuatmu kabur ke rumah Bunda."


Kayla mengangkat wajahnya menatap Elang, "Aku nggak kabur, hanya kangen Bunda."


"Aku tidak ada waktu bermain media sosial, foto itu tidak penting."


"Bagiku penting, karena aku butuh penjelasan."


"Penjelasan apa?"


Kayla menarik nafas, menahan agar tidak menangis. "Siapa wanita itu? Kenapa Om bisa ada di Bali, sedangkan saat itu om bilang ada pekerjaan di Surabaya?" tanya Kayla, wajahnya kembali menunduk.


"Dia mantan istriku, aku memang ke Surabaya, lalu ada kabar mantan mertuaku sakit. Sekalian aku mengecek Two Season di Bali, aku menjenguk orang yang pernah menjadi orangtuaku."


"Kenapa om nggak cerita, aku kan sekarang istri om. Kenapa juga ketemuan di restorant, orangtua sakit senyam senyum nempel sama suami orang," lirih Kayla namun masih bisa di dengar. 


Apa yang disampaikan Kayla benar, Elang tidak dapat menjawab. "Sudahlah Kay, yang jelas dia hanya mantan aku dan kami tidak ada hubungan apa-apa. Ada lagi ? Karena aku harus istirahat, besok harus kembali menyelesaikan kekacauan."


Kayla menggelengkan kepala, Elang beranjak menuju kamar. Kembali terisak, dia menahan agar tangisannya tidak mengeluarkan suara.


Cukup lama menenangkan hatinya setelah menangis, mengelus perutnya yang masih rata. Menunda menyampaikan kehamilannya, mengingat sikap Elang yang masih acuh padanya. 


__________


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author 💖💖

__ADS_1


__ADS_2