Menikahi Paman Mu

Menikahi Paman Mu
Permintaan Kayla


__ADS_3

...~~ Enjoy Reading ~~...


"Pak Eltan kenal dengan wanita tadi?" tanya Lisa pada Eltan saat mereka berada di mobil menuju hotel.


"Tidak, hanya memastikan sesuatu," jawab Eltan.


Ria baru turun dari mobil setelah ia parkir sembarang di halaman ruko tempat usahanya.


"Kay," panggil Ria.


Kayla yang sedang berada area jahit menggantikan Lia akhirnya menghampiri Ria. "Iya, aku sedang lanjutkan tugas Lia."


"Sini, duduk dulu," pinta Ria. Kayla duduk pada kursi bersebrangan dengan Ria. "Tadi gue rapat bareng pihak yang sepertinya ada hubungannya sama lo."


"Maksudnya?"


"Tau kan kita mau kerjasama dengan WO yang mengurus pesta pernikahan salah satu pengusaha terkenal, pestanya di Jakarta dan tadi ada perwakilan dari pihak Hotel tempat acara," tutur Ria.


Kayla melipat kedua tangannya di dada, "Hubungannya sama aku apa?"


"Dengerin dulu, gue belum selesai cerita nih," seru Ria.


Kayla tertawa, "Iya, maaf-maaf. Lanjutkan lagi ceritanya."


"Suami lo, pemilik hotel apa? Bara pernah bilang tapi gue lupa."


Raut wajah Kayla berubah, "Two Season," jawabnya pelan.


Brakkk, Ria menggebrak meja. "Nah, itu."


"Apaan sih Ria, bikin kaget aja," ucap Kayla.


"Itu, gue rapat bareng pihak Two Season. Awalnya gue biasa aja tapi pas gue mau balik. Ada yang nyamperin gue orangnya lumayan ganteng Kay, dia tanya-tanya tentang elooo. Parah gila, hampir aja gue jujur sebab yang nanya ganteng banget."


Kayla menatap aneh pada Ria, "Aku masih bingung, kenapa orang itu tanya-tanya tentang aku? Dari mana dia tau kita kerjasama?"


Ria bersandar pada kursinya, "Waktu rapat berjalan, nama lo sempat terucap sama gue." Ria menceritakan detail pembahasan rapat.


"Jadi, siapa orang yang tanya tentang aku?" Ria hanya mengedikkan bahunya.


"Ciri-cirinya!" Ujar Kayla. Ria menyebutkan ciri-ciri dari orang yang dimaksud.


"Bang Eltan," ujar Kayla. "Kamu yakin enggak kasih info kebenaran tentang aku?"


"Iya, gue bilang lo penjahit dan kerjasama dari tahun lalu," jawab Ria. "Dia enggak ngikutin mobil kamu kan?" Kayla refleks berdiri lalu melihat ke arah luar dari kaca jendela.


Bertempat di Two Season Jakarta, Elang menghadiri rapat terkait lelang yang diadakan oleh Two Season bersama dengan Tim Humas termasuk Sena.


Mendengarkan informasi serta kemajuan peserta lelang. "Dan ini ada surat rekomendasi untuk peserta atas nama Meta Wijaya," ucap ketua Tim kepada Elang.


"Laksanakan sesuai dengan prosedur, simpan surat itu sebagai bukti kecurangan kalau peserta tersebut nanti tidak terima dengan hasil lelang," titah Elang.


"Mas Elang," panggil Sena. Elang menoleh dan tetap melanjutkan langkahnya. Sena berlari kecil untuk mensejajari langkah Elang. "Terima kasih sudah menerima pengajuan mutasi aku. Ibu mengundang Mas Elang untuk makan malam, sebagai ucapan terima kasih."

__ADS_1


"Hmm, sementara aku belum bisa. Sampaikan salamku untuk Ibumu," jawab Elang.


"Kalau makan siang? Hari ini?" Ajak Sena.


Elang menghela nafas, "Maaf Sena, tapi aku tidak bisa."


"Baiklah, tapi kalau Mas bersedia jangan sungkan hubungi aku."


...***...


"Kalian bisa tetap di hotel atau keliling, saya masih ada keperluan," ucap Eltan lalu Tara dan Lisa turun di depan lobby hotel.


Eltan membawa mobilnya menuju lokasi semalam, saat ia melihat Kayla di lampu merah. Berputar-putar di daerah tersebut memperhatikan dan mencari dengan seksama melalui pandangan matanya sambil mencari sosok Kayla.


Malam ini Kayla datang kembali ke cafe milik Bara, karena sudah menyanggupi akan mengisi acara. Setelah mengganti pakaian dan sedikit polesan make up. Berada di stage, Kayla membisikan sesuatu pada pemain orgen yang terlihat mengangguk lalu mulai memainkan orgennya.


Sungguh hati kurasa sepi


Bagai malam tanpa rembulan


Tiada bintang menemaniku


Gelap dan dingin menyiksaku


Adakah seseorang di sana


Yang akan menemani hidupku


Yang benar-benar mencintaiku


Harus merindukan siapa


Kekasih pun aku tak punya


Kuingin seperti lainnya


Hidup bahagia penuh cinta


(Harus rindu siapa - Siti Badriah)


Kayla membawakan lagu Harus Rindu Siapa diiringi orgen, suasana cafe lumayan ramai. Sepertinya Bara berbakat mengelola usaha seperti ini. Tiga buah lagu telah ia nyanyikan, atensi pengunjung cukup baik saat Kayla bernyanyi.


"Aku pulang ya," ujar Kayla. "Oke, hati-hati," ucap Bara.


"Hmm."


Kayla berbelok ke halaman salah satu mini market, tiba-tiba ia ingin minum yogurt. Rasa manis dan asamnya seakan sudah terasa di lidah. Membeli beberapa botol dengan aneka rasa lalu disimpan di box motornya dan satu botol ia buka langsung diminum.


Terasa dingin, asam dan manis serta aroma yogurt bercampur di dalam mulutnya. Ia tersenyum, 'Apa begini yang namanya ngidam,' batin Kayla. Mengusap perutnya yang masih rata. 'Jangan pingin yang aneh-aneh ya sayang,' ucap Kayla dalam hati.


Saat hendak meneguk kembali isi botol yang dipegangnya, Kayla dikejutkan dengan sosok pria dihadapannya.


Matanya membola memastikan bahwa yang ia lihat adalah benar.

__ADS_1


"Kayla," panggil orang itu.


Perasaan takut, kesal, marah juga bingung memenuhi hatinya. Tangannya mengepal disamping tubuhnya.


"Kayla, kamu benar Kayla," ujar Eltan.


Flashback On


Eltan sejak sore menelusuri jalan di salah satu sudut kota Bandung, bahkan ia sempat singgah makan malam di warung tenda pinggir jalan. Cukup melelahkan, namun melihat Kayla kemarin malam membuat ia sangat penasaran dan yakin kalau Kayla memang tinggal di daerah itu.


Rambutnya sudah agak berantakan, wajahnya juga tidak secerah tadi siang. Kini Eltan memarkirkan mobilnya di mini market, membeli air minum kemasan dan duduk di kursi yang disediakan pada halaman mini market sambil membuka ponselnya.


Saat ingin melemparkan botol air yang kosong ke tempat sampah, ia terdiam memandang wanita yang sedang tersenyum memimum isi botol yang dipegang.


'Kayla,' batinnya. Ia pun refleks berdiri dan menghampiri wanita itu.


Flashback off


"Stop, jangan mendekat," ujar Kayla.


"Kayla, are you okey?" tanya Eltan.


Kayla menaiki motornya, namun dengan sigap Eltan mencabut kunci motor Kayla.


"Kembalikan Bang, jangan ganggu aku, atau aku teriak kalau Abang mau berbuat jahat."


Eltan tertawa, "Sebaiknya kamu turun, kita harus bicara atau aku juga akan teriak kalau kamu adalah istri aku yang kabur."


Berada di salah satu restaurant tidak jauh dari minimarket, Kayla dan Eltan duduk berhadapan. Eltan yang memandang Kayla sedangkan Kayla mengalihkan pandangannya.


Pelayan sudah mengantarkan minuman pesanan mereka berdua, "Pulang Kay, keluargamu khawatir. Mereka mencarimu termasuk...." Eltan tidak melanjutkan ucapannya.


"Dengar, apa yang aku lakukan sekarang bukan urusan Abang," sahut Kayla. "Aku berada di titik ini karena kalian."


Eltan memandang lekat wajah Kayla, tahi lalat di pipinya yang semalam ia yakini bahwa wanita itu adalah Kayla dan benar. Kini ia menemukannya, wajahnya terlihat semakin cantik dan dewasa hanya sedikit lebih tirus dan pucat.


"Jujur Kay, sampai saat ini aku masih merasa bersalah. Aku ingin mempertanggung jawabkan kesalahanku namun kondisi membuat kamu akhirnya menikah dengan Paman Elang."


"Sudah Bang, jangan urusi lagi hidupku. Lanjutkan saja hubungan abang dengan wanita pilihan keluarga Sanjaya. Aku juga tidak ingin Mami Laksmi makin membenciku jika abang gagal menikahi wanita itu karena aku."


"Aku rela menikahimu Kay, jika saat ini kamu memilih berpisah dengan Paman Elang aku siap menerimamu."


"Are you insane?"


"Yes, because of you."


Kayla berdecak dan menggelengkan kepalanya. "Aku akan maafkan Abang asalkan Abang penuhi permintaanku."


Boleh coba didengarkan lagu yang dinyanyikan Kayla, mungkin mewakili perasaannya saat ini 😭


Haiiiiiii, untuk yang maraton baca jgn lupa likenya ya 😊


_______

__ADS_1


Tinggalkan jejak cinta dengan memberikan like, komentar, favorite, vote dan bintang 5. Salam sayang dari Author πŸ’–πŸ’–


__ADS_2